
“Ajari aku menjadi kuat..!” ucap Xavier dengan tegas.
Kaisar tersenyum karena Xavier bisa memahami apa yang sebenarnya dia ingin sampaikan di kata-kata pedasnya itu. Kaisar memang bukan orang yang mudah mengatakan segala hal.
“Bagus, ini kartu namaku. Datang di tempat ini besok lalu tunjukan kartu namaku padanya. Orang itu yang akan menjadi pembimbingmu. Aku akan memberimu waktu 1 bulan untuk berlatih dan menjadi kuat. Jika waktu 1 bulan itu kau gagal maka kau akan kehilangan Athena. Ingat aku akan selalu memantaumu,” bisik Kaisar yang menepuk-nepuk pundak Xavier sebelum pergi.
Setelah kepergian Kaisar dari ruangan itu Xavier langsung jatuh terduduk tak berdaya. Dante yang melihatnya tentu saja merasa kaget dengan apa yang terjadi pada sang Bos.
“Tuan, anda baik-baik saja?” tanya Dante dengan panik.
“Gila, ini gila dia benar-benar menakutkan. Jika dia menjadi musuh kita maka kita akan langsung hancur hanya lewat kedipan mata,” kata Xavier dengan wajah yang pucat pasi.
“Lalu bagaimana dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Kaisar, apa Tuan akan kesana?” tanya Dante dengan penuh tanda tanya di kepalanya.
“Aku akan datang, dimanapun tempatnya akan aku cari. Kau tidak dengar? Jika dalam 1 bulan aku tidak bisa mereka lihat mampu menjaga Athena maka aku akan kehilangan Athena. Kamu tahu walau kita memiliki pasukan yang kuat akan tetapi di bandingkan dengan pasukan mereka. Apa menurutmu sebanding?” tanya Xavier dengan dingin.
Dante yang mendengarnya langsung terdiam dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jika dia yang menerima hinaan seperti tadi mungkin akan langsung menyerah saja. Tapi Dante juga tidak tahu kedepannya nanti saat dia jatuh cinta mungkin dia aan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Tuannya itu. Atau bisa juga dia akan lebih melakukan hal gila.
“Lalu bagaimana jika Nona Athena sampai curiga?” tanya Dante yang lebih mengkhawatirkan Athena di bandingkan dengan yang lainnya.
Dengan otak jeniusnya itu hanya butuh tarian jari tangan di atas keyboarf maka dalam sekejap mata semua data yang dia inginkan maka akan ada di depan matanya. Di dunia gangster hacker di iberatkan seperti Dewa yang mengetahui segalanya. Sekuat apapun seseorang bisa di kalahkan oleh kekuatan itu pula atau bisa juga dengan strategi. Akan tetapi jika lawannya adalah otak maka otot tidak ada apa-apanya jika di hadapkan dengan otak.
‘‘Tenang saja, semua akan sesuai rencana. Pastikan mu tida membuka mulut, apapun keadaannya jika kamu di tanya kamu harus diam. Selain itu hentikan pencarian si wanita biawak cap badak itu.Aku yakin Athena sudah bertindak. Biarkan wanitaku melakukan apapun yang dia mau,” kata Xavier dengan enteng.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain seorang wanita baru saja turun dari taksi. Matanya menatap bangunan di depannya itu dengan ragu. Sunggu dia tidak ingin kembali ke sini namun mau bagaimana lagi mereka tidak punya apa-apa lagi sekarang.
Cleo dengan ragu melangkahkan kakinya masuk ke dalam mension yang menjadi milik sang ayah.
Plak
Baru saja masuk ke dalam rumah dan baru saja menutup pintu sebuah tamparan melayang menghantam pipi mulut Cleo.
“Dad…! Kenapa menamparku?” Cleo bertanya dengan kesal dan juga marah dengan perlakuan sang ayah.
“Apa yang aku lakukan? Harusnya daddy yang bertanya apa yang sudah kamu lakukan hingga berani menyinggung seorang Keano…! Kamu tahu jika mereka bukan hanya berkuasa di dunia bisnis tapi di dunia bawah juga mereka berkuasa. Mereka mafia kelas atas Cleo…! Kamu paham akan hal itu ha…?” bentak Adrian yang tak habis pikir bagaimana Cleo melakukan kesalahan fatal dengan menyinggung seorang Keano.
“Dia merebut Xavier dari aku Dad, aku marah karena dia merebut milikku hingga aku menusuknya,” teriak Cleo dengan suara yang lantang.
“Yah dia memang seorang wanita, namanya Athena Dad. Aku amrah pada wanita sialan itu Daddy, dia merebut Xavierku…!”
PLAK
Adrian kembali menampar wajah sang putri semata wayangnya itu. Kali ini sepertinya tamparannya lebih keras dari sebelumnya terbukti dengan sudut bibirnya Cleo yang sobek dan berdarah.
“Dasar anak bodoh…! Tak berguna. Kapan kamu berguna untuk aku ha…? Selama ini aku memberikan kamu apapun yang kamu mau. Lalu kenapa kamu tidak bisa membuat aku bangga sedikit saja memiliki anak seperti mu ha…? Kamu hanya bisa tahu membuat amsalah terus menerus. Kamu hanya tahu membuatku pusing dan harus menyelesaikan amsalah yang setiap kali kau buat. Apa kamu pikir masalah ini adalah masalah yang mudah dan di anggap biasa seperti kasus yang lainnya ha…? Kita akan habis Cleo….! Bahkan perusahaan hanya menunggu detik-detik kebangkrutan kita,” teriak Adrian dengan menahan kekesalan yang sangat besar.
Andaikan bisa mungkin saat ini Adrian akan langsung memakan Cleo hidup-hidup. Demi apapun Aderian sangat emosi dengan apa yang dilakukan oleh Cleo yang selalu merugikan dirinya setiap saat.
__ADS_1
“Jadi kita akan benar-benar bangkrut dad?” tanya Celo dengan wajah syok dan tak percaya akan dengan semua ini.
“Cih kamu bertanya-tanya? Apa kamu lupa siapa yang kamu singgung ha..? Lita tidak akan di ampuni Cleo dasar otak bodoh,” umpat Adrian dengan menatap tajam Cleo.
Sedangkan Cleo yang mendengar akan hal itu dari mulut sanga ayah langsung menggelengkan kepalanya dengan keras. Cleo tidak akan sanggup jika harus hidup miskin. Dari kecil Cleo sudah hidup mewah dengan segala sesuatu yang dia inginkan namun dia dapatkan. Lalu jika dia jatuh miskin jangankan apa yang dia inginkan bahkan makanan saja harus seadanya. Memikirkan itu semua dalam seketika wajah Cleo menjadi gelap dengan mata yang melotot tidak mau.
‘’Tidak Dad aku tidak mau jatuh bangkrut, aku tidak amu hidup susah di jalanan sana Dad. Apa kata teman-temanku nanti jika tahu ayah jatuh bangkrut dan juga aku hidup di jalanan? Mereka semua akan menertawakan aku Dad, aku tidak mau akan hal itu,” teriak Cleo panik.
“Dasar bodoh…! Apa aku yang membuat kamu jatuh miskin. Apa aku yang buat kamu harus hidup susah? Itu semua karena ulahmu akhirnya semua ini aan terjadi,” kesal Adrian.
Cleo yang mendengar akan hal itu langsung terdiam namun di dalam kepalanya tengah mendidih memikirkan dirinya yang akan jatuh miskin membuat jiwanya terasa terguncang dan tidak menerima akan hal itu.
“Tiodak bisa, aku tidak mau hidup susah dan miskin lalu terdampar di jalanan sana. ku harus memikirkan cara membuat semuanya kembali pada sedia kalanya. Semua ini karena wanita sialan itu…! Aku harus membuat perusahaan Daddy tidak jadi jatuh bangkrut,” kata Cleo dalam hati.
Wanita itu dengan otak liciknya mulai menyusun rencananya untuk membuat keadaan kembali membaik.
“Dad aku punya ide agar daddy tidak jadi bangkrut,” kata Cleo dengan memegang tangan sang ayah berharap bisa menurunkan amarah dalam diri Adrian.
“Apalagi?” ketus Adrian yang amsih sangat kesal dengan putrinya itu.
“Daddy minta tolong saja sama Xavier atas nama perjodohan aku dan dia. Aku kan calon istrinya jadi bisa dong dia bantu kita nanti,” kata Cleo dengan senyum liciknya.
“Dasar bodoh, apa kamu lupa jika Xavier tidak pernah setuju akan perjodohan kalian berdua?”
__ADS_1
‘’Daddy bisa menekan Xavier lewat Om Mario Dad. Biarkan Om Marip yang memaksa Xavier untuk menikahkan aku dengan Xavier,” kata Cleo dengan penuh percaya diri.