
“Athena Amora umur 22 tahun asal kelahiran Negara Rusia. Status single atau tidak pernah mempunyai kekasih. Binatang kesukaan kucing besar, makanan favorit semua jenis makanan, tinggi badan 165 berat badan 45. Cita-cita jadi Ratu dan hobby…., hobby menghancurkan masa depan seseorang yang mengusiknya.”
Dante dengan polosnya membacakan informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya. Tanpa menyadari jika tanduk yang keluar tadi telah kembali lagi.
BRAKK
“APA KAMU BODOH? KENAPA MEMBACAKAN AKU HAL ITU?”
“Tapi…,”
“Bacakan aku yang lain!” titah Xavier dengan penuh penekanan.
“Tapi tidak ada lagi selain itu, Bos.” Ucap Dante dengan gugup.
“Ulangi!”
“Disini tidak ada informasi lagi Bos, selain itu.”
“APA..? KAU..,”
“Masih ada Bos, tempat tinggal Nona Amara…,”
Glek
Dante menelan ludah dengan kasar menatap tulisan yang berada di dalam iPad itu.
“Ya Tuhan, aku benar-benar akan habis kali ini.” Guman Dante yang sudah berwajah pucat.
“Dimana?” tanya Xavier dengan suara rendah namun, di telinga Dante itu sangat terdengar mengerikan.
“Itu…, Bos disini tertulis jika Nona Amora tinggal di bumi, di atas tanah, dan di bawah langit.”
“APA KALIAN SEMUA SUDAH BODOH HA…? SEMUA ORANG TINGGAL DI BUMI!”
Xavier benar-benar emosi tingkat tinggi dengan apa yang di laporkan oleh orang kepercayaan itu.
“Bos, jika tidak percaya baca saja sendiri.” Dante dengan gerakan cepat menyerahkan tablet itu kepada Xavier.
“Ck ck ck,” Xavier hanya berdecih sinis membaca tulisan di depannya itu Namun, di detik kemudia mata Xavier melotot dengan horor.
__ADS_1
Sedangkan Dante yang melihat ekspresi wajah Xavier hanya bisa tersenyum diam-diam penuh kemnangan.
“Sekarang tahu’ kan?” ejek Dante dalam hati.
“Bos, bisa lihat sendiri, bukan? Aku hanya membaca yang tertulis disana.” Ucap Dante yang seperti mengejek.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang gadis yang tertawa terbahak-bahak. Bahkan air mata gadis itu telah tumpah bukan karena menangis histeris tapi karena merasa lucu.
HAHAHAHAHAHA
“Astaga, andaikan aku bisa melihat bagaimana ekspresi mereka itu, hahaha.”
Amora tertawa membayangkan bagaimana nasib orang yang sedang mencari tahu dirinya. Amora belum mengetahui Jika yang sedang mencari tahu dirinya adalah Dante yang merupakan anak buah dari Xavier.
“Mencari tahu tentangku? Hee tidak semudah itu.” ucap Amora dengan senyum kecil di bibirnya lebih tepatnya Smirk.
Waktu terus berputar tak terasa hari sudah gelap dan larut malam. Xavier dan Dante bersiap keluar dari ruangan Xavier karena malam ini mereka akan terbang ke Vietnam.
“Selamat malam Tuan Dante, Tuan Xavier.”
Amora yang baru saja keluar dari ruangannya melihat Dante dan Xavier yang keluar dariruangan sang Bos Xavier langsung menyapa kedua pria itu. Tak lupa Amora juga menundukan kepalanya.
Entah kenapa saat mengingat informasi apa yang anak buahnya dapatkan tadi siang membuat Xavier merasa kesal seketika.
“Saya ketiduran bos,” jawan Amora yang cengengesan sendiri.
Xavier yang mendengar apa yang di katakan oleh Amora langsung mengernyitkan alisnya. Alasan apa itu pikir Xavier yang menatap aneh Amora.
“Silahkan Tuan!” Amora mempersilahkan Xavier masuk lebih dulu ke dalam lift.
Xavier hanya berwajah datar dan melangkah masuk ke dalam lift di ikuti dengan Dante dan juga Amora. Xavier yang melihat jika Amora berdekatan denga Dante langsung saja kesal seketika.
“Berdiri di sampingku!” ucap Xavier tiba-tiba.
“Saya sudah berdiri di samping anda Bos,” jawab Dante dengan cepat.
“Bukan kamu tapi dia!” Ucap Xavier yang menunjuk Amora dengan ekor matanya.
Dante yang melihat itu sontak menoleh ke arah Amora yang sepertinya tidak sadar jika ia di suruh berdiri samping sang Bos.
__ADS_1
“EHEMMM”
“Ada apa Tuan?” tanya Amora tanpa menatap ke arah orang yang dia tanyai.
“Nona Amora, anda di suruh berdiri di samping Bos Xavier.” Bisik Dante di telinga Amora.
“Benarkah?” Amora menoleh hingga wajahnya berdekatan dengan wajah Dante.
Glekk
Dante yang merasakan punggungnya dingin seketika menjauh dari Aora. Keringat dingin telah membanjiri punggungnya dengan wajahnya yang sudah memucat. Dengan gerakan patah-patah Dante menoleh ke arah asal yang membuatnya panas dingin seperti ini.
Tatapan tajam Xavier yang di arahkan padanya benar-benar membuatnya mati kutu. Dante hanya bisa menelan ludah dengan kasar dan juga terpaksa.
“Apalagi salahku?”
Ingin sekali Dante berteriak menanyakan apalagi salahnya hingga dipelopori lagi seperti ini. Namun, mau bagaimana lagi? Xavier adalah bosnya yang semua perkataannya adalah mutlak kebenaran dan tidak bisa di ganggu gugat.
“Sekarang kamu pindah atau aku tarik dari sana!”
Amora yang mendengar ucapan Xavier langsung berpindah tempat ke samping Xavier. Melihat tatapan tajam Xavier mengingatkannya pada tatapan sang daddy.
Ting
Hahhhhhhh
Dante dan Amora menarik napas dalam-dalam saat pintu Lift terbukayag menandakan mereka akan segera bebas dari tatapan singa Xavier. Saat akan melangkah bersama Xavier dan Dante tiba-tiba saja Amora merasakan jika ponselnya bergetar. Amora langsung memperlambat langkah kainya.
Dante dan Xavier langsung menuju mobil mereka tanpa menyadari jika dari arah belakang ada seseorang yang sedang menuju Xavier dengan sebuah pisau di tangannya.
Amora yang baru berbalik membelelekan mata saat melihat jika ada seseorang yang sedang berjalan menuju Xavier terburu-buru. tapi yang mejadi hal yang di kagetkan oleh Amora adalah pria itu memegang pisau di tangannya.
“Sial,” Umpat Amora yang langsung berlari.
“TUAN AWASS!”
Jleb
PRANGGGG
__ADS_1