
“Aku tidak akan bisa bercinta, jangankan bercinta menyentuh kulit wanita saja tidak bisa. Aku memiliki kelainan pada kulit Amora, aku tidak bisa menyentuh kulit wanita manapun bahkan ibuku juga tidak. Orang yang bisa aku sentuh adalah hanya kamu,” bisik Xavier yang menatap lembut Amora.
"Jadi kamu tidak bisa menyentuh kulit wanita?"
"Benar, aku tidak tahu apa penyebabnya namun dari kecil aku tidak bisa menyentuh kulit wanita manapun."
Xavier mendekatkan wajahnya pada Amora hingga tanpa keduanya sadari jika jarak wajah mereka hanya tertinggal beberapa centi saja. Namun saat bibir Xavier tingga satu langkah lagi menyentuh bibir Amora tiba-tiba saja pintu di buka dari luar.
Ceklek
“Tuan aku…,”
“Dam’it”
Amora yang sadar langsung mendorong Xavier hingga pria itu mundur beberapa langkah ke belakang. Xavier mundur melirik Dante dengan tatapan tajam dan juga dingin membuat cleaning service di belakang Dante menggigil ketakutan.
Dante yang merasa tidak nyaman langsung mencari asal aura yang menekannya. Mata Dante langsung terbelalak saat melihat Xavier yang menatapnya seperti raja hutan yang sedang memantaunya.
Glek
Dante dengan susah payah menelan ludah saat menyadari jika ia baru saja melakukan kesalahan. Pria itu ingin sekali keluar dari ruangan itu, hanya saja jika dia keluar maka nyawanya mungkin akan segera melayang dari tubuhnya. Dengan terpaksa Dante berbalik ke arah Cleaning Service yang sudah berdiri bergetar di belakangnya itu.
__ADS_1
Bersyukur Cleaning Service yang dia dapatkan bukan wanita. Jika saja wanita maka dapat di pastikan jika wanita itu akan menangis atau bahkan pingsan karena aura mencekam dari sang Bos.
"Cepat bereskan semua ini, setelah selesai kamu boleh keluar." Ucap Dante dengan datar.
"Ba....baik Tu...Tuan," pria yang memiliki seragam Cleaning Service itu segera mendekat ke arah Amora untuk membersihkan kekacauan yang di sebabkan gadis itu.
"Aku baru sadar ternyata ada orang yang serakus ini, gadis ini bahkan masih sakit tapi cemilannya banyak sekali belum lagi makanan lainnya. Benar-benar menakutkan." Kata pria itu dalam hati hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Menjauh darinya dan jangan sentuh seujung kuku pun!"
Deg
Pria yang itu langsung menjauh dari Amora bahkan langsung berjongkok membersihkan kulit Snack yang di makan oleh Amora. Setelah selesai Pria itu dengan cepat berdiri berbalik berjalan cepat keluar dari ruangan itu.
Pria itu semakin bergetar saat Xavier menghentikan langkanya. Dengan kepala yang patah-patah Pria itu menoleh ke arah Xavier.
"Dante berikan tips untuknya!" perintah Xavier.
"Baik Bos."
Dante segera merogoh saku celananya lalu mengambil dompetnya. Dante tak tanggung-tanggung memberi tips kepada pria itu.
__ADS_1
Pria itu dengan tangan gemetar pria itu menerima bayarannya langsung berjalan keluar dari ruagan Amora dengan langkah tergesa-gesa.
"Tuan,"
"Ada apa?" Xavier langsung mendekat ke arah Amora bahkan pria itu berkata dengan nada yang lembut walau masih terdengar datar.
"Aku ingin pulang." Kata Amora dengan santai menatap Xavier dengan santai.
"Apa kamu sudah tidak waras? Kamu sedang sakit dan mau pulang apa kamu sedang mencari kematian kamu sendiri?"
"Dengar Tuan, aku tidak akan mati hanya karena luka tusukan seperti itu."
"Tapi tetap saja, kamu sedang akit dan pulang ke rumah apa yang akan kamu kerjakan. Ini juga hari minggu kamu tidak masuk ke kantor ngapain pulang? Kamu diam disini saja."
"Tuan, Sejak kapan Tuan banyak bicara bahkan seperti emak-emak yang sedang mengomel di kompleks karena suaminya di curi pelakor?"
Pffftt
Dante yang mendengar apa yang baru saja di keluarkan Amora langsung menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya. Gadis itu memang selalu blak-blakan bahkan terkesan bahkan tak segan-segan atau bahkan tak peduli dengan perasaan orang yang menerima apa yang dia kerjakan.
"Diam! Tidak ada yang pulang, kamu diam disini sampai sembuh." Kata Xavier yang tak ingin di bantah.
__ADS_1
"Pengen cekik tapi sayang kalau aku cekik nanti dia mati dan aku tidak gajian." Kata Amora dalam hati menatap sinis Xavier.