Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
Bab 42


__ADS_3

"DENGAR! MULAI HARI INI JIKA AKU MENDENGAR ADA YANG MENGHINA KEKASIHKU MAKA TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA!"`


`


Dhuaaar


Sontak pengumuman yang diakukan oleh Xavier membuat para karyawan kantor pada kaget dan syok seketika. Mereka menolak untuk percaya dengan apa yang di katakan oleh pria pujaan hati mereka itu tapi nyatanya itu adalah kenyataannya.


Tak hanya para karyawan yang kaeget tapi Dante dan juga Amora terutama Amora sangat kahget mendengar apa yang dikatakan oleh Xavier. Amora mendongak menatap tajam Xavier yang hanya bersikap acuh.


"Jika aku masih mendengar kalian menjelek-jelekan kekasihku maka terima akibatnya."


Setelah memberi ultimatum kepada para pekerjanya Xavier dengan entengnya menarik Amora untuk mengikutinya begitu saja. Tak punya pilihan lain Amora hanya bisa mengikuti apa yang Xavier lakukan sedangkan Dante seperti orang bodoh yang mengikuti kemanapun Sang Bos pergi.


"Masuklah," Xavier membukakan pintu untuk Amora.


Amora yang tidak ingin menjadi pusat perhatian dengan gerakan cepat ia langsung masuk ke dalam mobil itu tanpa mengeluarkan satu katapun. Setelah memastikan Amora nyaman dan aman dari duduknya Xavier segera menutup pintu lalu berjalan ke pintu yang sebelahnya.


"Ke tempat makan kita yang biasa dante."


"Baik Tuan,"

__ADS_1


Dante segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang rata-rata karena jika dia menaikan di atas rata-rata maka akan sangat bahaya bagi dirinya sendiri. Bukan bahaya akan karena kecelakaan tapi karena jika Amora kenapa-napa maka akan nyawanya akan langsung melayang dari badannya.


"Dear,"


"Kenapa kamu mengatakanhal semacam itu? Kamu membuat mereka semakin membicarakanku tahu?" kesal Amora.


Xavier yang melihat itu segera menutup antara jok depan dan jok belakang.


Xavier menggenggam tangan Amora walaupun gadis itu terus berusaha untuk melepaskannya.


"Dengar, kamu tidak suka di kekang bukan? Baik akan aku berikan kamu kebebasan apapun itu selain 2 hal. Pertama hubungan kita yang di publish karena kamu juga tidak ingin di sembunyikan begitu pula aku. Kedua aku membebaskan kamu apapun selain dari berdekatan dengan pria lain." Kata Xavier dengan tegas.


"Tapi tetap saja aku tidak menyukaimu...,"


"Lalu bagaimana jika aku butuh waktu lama untuk membuka hatiku untuk kehadiranmu?"


"Aku akan menunggu bahkan jika waktu itu adalah seumur hidup maka aku akan menunggu hal itu." Jawab Xavier mantap.


Deg


Amora yang mendapat jawaban seperti itu dari Xavier langsung tertegun. Haruskah dia membuka hatinya untuk Xavier tapi Amora takut, Amora hanya ingin seperti Alisya sang Mommy yang langsung mendapatkan jodohnya. Amora juga ingin seperti itu dimana dia langsung di ratukan oleh pasangannya kelak.

__ADS_1


"Kita belum saling mengenal dengan begitu lama Tuan, masih banyak hal yang tidak anda ketahui tentang saya..,"


"Begitu juga aku Amora, aku masih mempunyai sebuah rahasia yang belum kamu ketahui. Akan tetapi, aku tidak bisa menceritakannya untuk sekarang karena aku sadar itu membahayakan kamu juga. Aku hanya meminta cinta dan sayangmu maka akan aku tunjukan jika aku adalah orang yang tempat untuk kau pilih. Kau ingin mendapat pasangan seperti daddy mu bukan?? Aku akan menjadi seperti yang kau mau hanya saja aku mempunyai caraku sendiri untuk bisa menjadi seperti itu. Karena aku dan daddymu adalah dua pria yang memiliki sisi dan kami tidak akan pernah menjadi orang yang sama."


Amora yang mendengar apa yang dikatakan oleh Xavier langsung tertegun dan terpaku. Tanpa dirinya sadari ia sudah sangat terobsesi dengan kepribadian sang daddy hingga ia terus ingin menjadi seperti sang daddy. Namun, apa salah jika ia mengharapkan seorang pria seperti sang daddty yang begitu mencintai sang mommy.


"Aku butuh waktu,"


"Aku akan menunggu."Aku hanya meminta jangan pernah menyuruhku untuk -pergi atau untuk tidak ada di sekitarmu karena aku tidak bisa melakukan itu."


"Terserah."


Setelah obrolan itu baik Xavier maupun Amora tidak ada yang membuka mulutnya hingga mereka sampai di sebuah restoran tempat biasa yang digunakan oleh Xavier dan Dante untuk makan. Dengan gerakan cepat Xavier langsung keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Amora.


Amora yang melihat itu hanya bisa membuang napas kasar. Ingin menolak tapi percuma mengingat bagaimana keras kepala dan ier arogannya pria di depannya itu.


Xavier lagi lagi menggenggam tangan Amora hingga mereka masuk ke dalam restoran dengan tangan yang saling bertautan satu sama lain. Baik Amora maupun Xavier hanya bersikap acuh dan mengabaikan tatapan aneh dan cibiran para pengunjung.


"Abaikan saja, jika tidak nyaman katakan saja biar aku membungkam mulut mereka." Bisik Xavier ditelinga Amora.


"Biasa saja," jawab acuh Amora.

__ADS_1


"Dante pesan ruangan Vip!"


"Baik bos,"


__ADS_2