
Dari jauh Rey dan Tara sudah melihat Mr X yang sedang duduk di kursi roda dengan menatap hamparan bunga mawar seperti biasa.
"TUAN....!"
Rey yang baru membuka mulutnya langsung berhenti saat mendengar jika Tara sudah lebih dulu berteriak.
"Apa-apaan dia ini? Apa dia juga mau melapor?" kata Rey dalam hati yang menatap bingun ke arah Tara.
"Ada apa?" Mr X menatap Tara dan Rey yang berdiri di depannya itu.
"Saya ingin melapor TUan," kata Rey dengan napas yang ngos-ngosan.
"Hm,"
Mr X hanya berdehem saja jika saat ini keadaannya tidak baik-baik saja alias tidak dalam mood yang baik.
"Lihat ini Tuan,"
Rey segera menyerahkan ponselnya pada Mr X yang masih tidak bergeming sedikitpun. Mr X hanya dengan gerakanmalas mengambil ponsel Rey lalu membuka dan membaca tulisan apa yang ada di ponsel itu.
Jaga Nona Amora Tuan Xavier telah menargetnya
Hanya beberapa kalimat namun mampu membuat Mr X langsung berwajah sangar. Rey yang melihat wajah sangar dari sang Tuan hanya bisa bergidik ngeri saja.
"Bajiangan itu...! Kirim seseorang untuk mengawasi Athena bunuh siapapun yang mendekati wanitaku selain dari pihak kita," titah Mr X dengan nada yang tak ingin di bantah.
"Baik Tuan," Rey dan Tara menjawab secara bersamaan.
"Masih ada kalau tidak ada segera pergi sebelum aku menghajar kalian berdua," sentak Mr X.
"Kami akan pergi Tuan," Rey segera menarik tangan Tara pergi dari hadapan Mr X yang sbentar lagi aka mengamuk.
"Kenapa kamu menarikku?" kesal Tara karena Rey terus menariknya hingga berada jauh dari Mr X
__ADS_1
"Dasar bodoh, apa kamu ingin di hajar oleh Tuan?"
"Siapa juga yang mau jadi samsak hidup Tuan?"
"Makanya aku menarikmu pergi, kamu tidak lihat wajah dingin Tuan yang sedang menahan amarah? Kamu mau jadi sasarannya ha?" kesal Rey yang menatap kesal Tara.
Tara yang mendengar apa yang dikatakan oleh Rey hanya bisa terdiam kaku dengan wajah pucat pasi saat mengingat ekspresi wajah Mr X selesai membaca pesan di ponsel Rey.
"Dasar bodoh di selamatin bukannya terima kasih juga malah ikut kesalain," kesal Rey yang langsung pergi tapi di cekal oleh Tara lagi.
"Ada apa lagi Tara?" sentak Rey yangingin sekali memukul kepala orang di depannya itu.
"Memang apa yang kamu tunjukan pada Tuan?" Tara menatap penasaran ponsel Rey.
Rey yang sudah kelewat kesal langsung meletakan ponselnya di tangan Tara.
"Lihat saja sendiri," ucap Rey lalu pergi begitu saja.
Tara yang melihat Rey hanya mengangkat bahu acuh lalu menyalahkan ponsel Rey. Saat membaca pesan yang tertera disana Tara langsung menganggukkan kepalanya dengan berulang kali.
"Tak akan aku biarkan mereka menyakitimu Bebe, tidak akan pernah selagi aku hidup. Walau keadaanku seperti ini aku akan mencoba melindungimu dengan caraku sendiri," batin Mr X yang menatap dalam pistol di tangannya itu.
Sedangkan di tempat lain Amora dengan malas berbaring di kasur miliknya. Gadis itu memutuskan untuk bermalas-malasan hari ini karena untuk pergi melamar kerja juga percuma karena namanya benar-benar di black list negara ini.
"Xavier sialan...! Kenapa juga aku harus di blacklist? Cih jika bukan untuk mencari sesuatu aku tidak akan mungkin diam seperti ini. Jika dia bukan yang asli lalu yang asli dimana? Atau mereka saudara kembar? Sialan ini kenapa seperti kisah mommy?" kesal Amorta yang terus berguling-guling di kasur ranjangnya.
"Kisah mommy? TUNGGU..!"
Amora yang berada di atas ranjang langsung bangun hingga berdiri di tengah-tengah ranjang. Keningnya mengkerut dengan alis yang menyatu seperti sedang berpikir keras.
"Jika seperti kisah mommy maka mereka pasti saudara kan? No..., bukan itu permasalahannya. Permasalahan yang sebenarnya adalah alasan di balik ini semua apa? Apa hanya karena harta saja? Tidak pasti lebih dari ini tapi apa?" guman Amora yang berfikir keras.
"Semua menjadi rumit karena aku tak memiliki leptop...! Haruskan aku keluar untuk mencari leptop sekarang? Tapi pasti si Xavier sudah menyuruh anak buahnya untuk mengawasiku. Harusnya dari awal aku sudah mencari tahu jadi tidak akan serumit ini dan aku tidak akan salah menilai,"
__ADS_1
Amora sudah bisa menyimpulkan jika apa yang terjadi pada Xavier sama seperti apa yang terjadi pada Mommy nya dulu menurut cerita daddynya dulu. Akan tetapi Amora juga bisa merasakan jika semua ini terjadi bukan hanya semata karena harta saja. Ada yang lebih besar di belakang alasan terjadinya akan hal ini.
Amora tidak tahu jika saat ini dia akan ikut serta dalam pusaran yang terjadi antara Xavier dan seseorang yang bahkan belum jelas asal usulnya.
Ting...
Amora yang sedang berbaring di sadarkan dengan suara bunyi yang berasal dari ponselnya. Dengan segera Amora bangun lalu meraih ponselnya membuka pesan dari nomor yang sangat dia kenali itu.
Queen sukses 95%
Hanya 3 kata namun mampu membuat Amora menarik sudut bibirnya dengan seksi. Mata gadis itu menyipit tajam dengan seringaian licik di bibirnya.
"Sekarang aku puntya ide yang lebih berlian," guman Amora yang mengotak atik ponselnya sebelum meletakannya di samping telinganya.
"Hallo aku ingin memberikan perintah," kata Amora langsung.
"Kirim 2 ke posisiku pastikan mereka sangat mirip denganku,"
"Aku akan menunggu selama 2 hari aku tidak terima penolakan itu. Soal penerbangan jangan khawatir aku akan memikirkan caranya sendiri. Persiapkan saja 2 untuk di bawah kemari," perintah Amora yang terdengar tegas.
Tut
Tut
Tut
Amora menutup sambungannya lalu mulai mengotak atik kembali benda persegi itu. Hinga terdengar helaan napas dari Amora.
"Pada akhirnya aku juga harus meminta pertolongan pada Kaisar," guman Amora yang memencet tombol panggil.
Suara dering di ponsel terdengar namun sang pemilik belum mengangkatnya hingga setelah menunggu beberapa saat akhirnya sang pemilik mengangkatnya.
"Kaisar...,"
__ADS_1
"ATHENA...!"