Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 66


__ADS_3

Amora dengan santai menjalankan motornya menikmati angin sepoi-sepoi. Rambutnya yang di gerai indah tertiup angin membuat wajahnya semakin terlihat cerah dengan kulit yang putih secara alami seperti porselin.


Putih?


Yup Amora hari ini membuka penyamarannya dan berjalan-jalan sekitar mengelilingi tempat yang sudah dia hafal menggunakan motornya itu. Amora tersenyum senang karena bisa menikmati semua ini hingga saat di perjalanan tiba-tiba saja AMora mendengar suara tembakan.


Ckittt


"Tdi suara tembakan ya? Arahnya sepertinya dari sana, aku kesana atau tidak ya?" guman Amora yang bimbang antara ke tempat itu atau tidak. Amora yang memiliki rasa penasaran yang tinggi tentu tidak akan tahan jika mendengar hal seperti itu.


"Sudah kesana saja," kata Amora yang kembali menjalankan motornya menuju asa suara tembakan tadi.


Sedangkan di sisi lain Xavier dan Dante sedang bertarung jarak jauh menggunakan pistol. Anak buah mereka yang berjumlah 4 orang sudah mati di depan mata mereka sendiri.


"Bos mereka menggunkan racun," bisik Dante kepada Xavioer yang sedang berlindung di samping mobil.


"Aku tahu tapi aku tidak menyangka mereka membeli bahannya di kita dan mereka menjadikan kita juga sebagai bahan percobaan," umpat Xavier dengan amarah yang besar.


Mereka membeli bahan racunnya melalui kelompok mereka tapi tak di sangka dari bahan yang mereka beli itu mereka menggunakan untuk menghabisi Xavier dan anggotabnya.


"Kenapa kamu terus bersembunyi Tuan Xavier...," teriak pihak musuh.


Xavier hanya diam di tempat balik mobil anak buahnya. Xavier membuka pistolnya dan melihat jika peluru dalam pistol itu sisa 2 saja. Xavier menoleh ke arah Dante yang menatapnya juga. Dante yang mengerti apa yang di lihat oleh sang Bos segera membuka pistolnya dan melihat jika pelurunya sisa 3 buah peluru saja.


"Sisa tiga Bos," ucap Dante dengan suara pelan.

__ADS_1


"****!"


Xavier hanya bisa megumpat kesal lantaran peluru cadangan berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Dante tadi dan jarak cukup jauh.


"Bos mereka tidaK boleh lolos mereka sudah melihat waah asli Bos," kata Dante kepada Xavier.


"Aku tahu, pria bajingan itu p[asti sudah mengetahui wajah asliku." balas Xavier yang terus diam menunggu kesempatan uintuk menyerang.


"Bos, pergilah ke mobil akua kan mengalihkan fokus mereka,"


"Tidak bisa! Jika seperti itu maka kamua kan celaka,"


"Tapi jika kita diam maka kita berdua akan mati Bos, lihat racun itu begitu ganas membunuh anak buah kita hanya hitungan menit saja."


Dor


Dante melepaskan tembakan ke arah musuh dan mengenai satu orang. Orang-orang itu dengan brutal segera menembak ke arah Dante dengan brutal. Tanpa mereka ketahui jika Xavier sudah berlari menuju mobil mereka mengambil peluru cadangan.


"Sial malah habis," umpat Dante yang hanya berharap Xavier berhasil mengambil peluru cadangan.


"Aku hanya berharap semoga Bos bisa lepas dari mereka." Guman Dante yang bersiap untuk keluar karena pelurunya sudah habis.


"Maju...!"


Orang-orang itu segera berjalan cepat ke arah Dante yang sedang bersembunyi di belakang mobil. Saat orang-orang itu sedikit lagi sampai di tempat persembunyian Dante tiba-tiba saja sebuah hujaman peluru dari belakang muncul.

__ADS_1


Dor dor dor


"Berlindung..!" teriak sang pemim-pin.


Namun siapa yang sangka jika sang pengendara motor tidak ingin melepaskan mereka dengan mudah. Xavier yang baru keluar dari mobil kaget melihat seseorang yang datang membantu mereka. Akan tetapi saat melihat motor yang di kendarai orang itu Xavier langsung pucat pasi.


"Amora,"


Xavier tak punya banyak waktu untuk kaget segera melepaskan anak tembakannya ke arah orang-orang itu. Baku tembak pun semakin brutal dengan Amora yang terus meliuk-liukkan tubuhnya di atas motor dengan kedua tangannya bergantian menembak.


"Hey!"


Dante yang sedang terbengon kaget saat sebuah motor berhenti di depannya itu. Dante kaget melihat motor di depannya itu yang merupakan motor yang sama dengan motor yang di gunakan Amora tadi ke warnet.


"Ambillah," Amora melemparkan sebuah pistol di tangannya kepada Dante.


"Nona AMora,"


"Sssst diamlah, sekarang aku ingin bermain." bisik Amora yang menepuk bahu Dante.


Amora turun dari motornya lalu berjalan ke arah orang-orang itu namun sebuah tangan kekar menarik pinggangnya.


Sretttt


"Apa yang kamu lakukan Dear?"

__ADS_1


__ADS_2