
"Sial, pria kurng ajar itu benar-benar memblack list namaku. Sepertinya disini aku tidak akan pendapat pekerjaan lagi karena pasti mereka menerima dari ancaman Xavier," gerutu Amora yang menyusuri jalan.
Sudah tiga hari semenjak mengundurkan diri dari perusahaan Xavier maka Amora berusaha langsung mencari pekerjaan ulang. Namun setiap melamar kerja bahkan belum di interview Amora langsung di tolak dengan alasan yang entah apa alasannya.
"Kenapa aku tidak cari tahu dari dulu sih kalau sedari awal aku tahu kan tidak akan sesulit ini. Kenapa aku bisa jadi bodoh sih?" omel Amora yang dudik dibawah pohon.
"Pantas saja Ayah Kevin menyuruhku hati-hati dan mencari tahu tentangnya ternyata karena ini dan aku terlambat menyadari akan itu." kata Amora dalam hati.
Ingatan Amora mundur pada saat dia ada di rumah sakit bersama sang ayah angkatnya. Waktu itu Xavier sedang keluar hingga hanya menyisakan Amora dan juga Kevin selaku ayah angkat Amora.
"*Amora apa kamu tahu dia siapa?" tanya Kevin yang sedang mengupas apel untuk sang putri tercinta.
"Aku hanya tahu dia atasan aku di kantor ayah, emang ada apa?" tanya Amora balik.
"Baby cobalah untuk mencari tahu tentangnya, firasat ayah mengatakan dia bukan orang baik Amora." kata Kevin dengan memotongmotong apel menjadi bagian kecil.
"Masa sih gitu, Xavier selalu baik kok sama aku ayah dia nggak pernah menyakiti aku, bahkan membentakku pun tidak." Ucap Amora yang bermaksud m,embela Xavier.
Lagipula itu memang yang dia rasakan berdekatan dengan Xavier. Pria itu tak pernah memperlakukannya dengan buruk selama ini.
"Amora tidak semua orang yang di lihat dari permukaan itu adalah wajah asli mereka. Banyak manusia-manusia yang hanya menggunakan topeng untuk memikat apa ynag menarik dimata mereka. 1bulan 3 bulan semua akan terasa manis tapi setelah itu tidak akan ada yang tahu pada akhirnya akan seperti itu."
"Tapi..,"
"Amora baik Ayah atau pun Daddy Kaisar bahkan mommy kamu tidak akan ada yang menolak jika kamu menunjuk seorang pria tapi jika salah tunjuk dapat kamu tersakiti. Tidakkah kamu berfikir siapa yang paling hancur hatuinya? Bukan kamu tapi keluarga kmau yaitu Daddy, Mommy dan Kaisar termaksud Ayah. Kami akan merasakan rasa sakit kamu, rasa bersalah karena tidak bisa melindungi kamu dengan baik. Ayah tak ingin mengatakan jika Ayah tak setuju jika kamu berhubungan dengan pria itu tapi cari tahulah dulu latar belakangnya."
Kevin dengan lembut memberi pengertian kepada Amora berharap anak itu mau mengerti apa yang mereka rasakan.
"Bagaimana jika dia..,"
"Tak apa jika dia adalah Mafia, psikopat, atau narapidana sekalipun semua tidak penting yang jadi pertanyaan dia benar-benar jujur sama kamu atau tidak. Dia main gila perempuan atau tidak? Itu yang harus kita pertanyakan. Jangan percaya seorang cassnova jika bersama wanita yang dia cintai akan setia, jangan percaya karena namanya Cassanova dia terbiasa dengan namanya se*s bebas."
__ADS_1
Deg
Amora yang mendengar penjelelasan sang ayah angkat langsung tercerahkan. Sampai saat ini dia tidak mengetahui apapun tentang Xavier sekecil apapun itu tidak. Satu-satunya hal yang dia ketahui adalah jika Xavier adalah atasannya di kantor.
"Aku aan mencari tahunya nanti epulang keluar dari rumah sakit." Kata Amora dengan tegas.
"Berhati-hatilah, jika kamu terdesak minta bantuanlah pada Kakakmu dia kan membantu dn Ayah akan berusaha membuat mereka tidak menghalangi kamu bebas*."
"Sekarang aku baru menyadari jika aku tidak sedewasa apa yang aku pikirkan. Mungkin benar apa yang di katakan oleh Ayah dan juga apa yang dikatakan oleh Daddy aku terlalu polos untuk mengetahui topeng orang lain." Guman AMora yang menunduk menggelamkan wajahnya di antara lututnya menangis dalam diam.
"Sial, brengsek itu membuat wanitaku menangis." Seorang pria yang melihat keadaan Amora langsung mebgumpat kesal.
Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Mr X yang nekat keluar hanya untuk bisa melihat langsung keadaan Amora atau Athena yang sedang menyamar.
"Hey kau...!" Mr X memanggil salah satu anak yang sedang memulung.
"Ada apa Tuan?" tanya anak itu .
"M..mau Tuan," jawab anak itu yang ketakutan.
"Apa yang sebenarnya di otak Tuan, kenapa memanggil dan menanyai anak sekecil itu dengan suara yang menakutkan itu." Tara hanya bisa membuang napas kasar akan ulah dari sang Tuan.
"Berikan bunga ini pada gadis cantik yang sedang duduk di bawah pohon sana. Jangan katakan jika itu dari saya katakan saja dari seseorang. Ini bayaranmu," Mr X labgsung memberikan bunga itu beserta uangnya kepada anak itu.
"Baik Tuan,"
"Tuan jika ingin memberi bunga kenapa tidak secvara langsung biar kelihatan pria macho gitui." kata Tara yang menatap sang Tuan dengan ingin tahu.
"Dasar bodoh! JIka aku menemuinya sekarang dengan keadaan aku yang seperti ini yang ada dia lari, Tara...!" sentak Mr X yang kesal.
"Itu itu kan cocok Tuan sama-sama jele..."
__ADS_1
Bugh
Uhuk uhukk
Tara yang belum selesai bicara langsung di hantam sebuah tinju di uluh hati yang pelakunya siapa lagi jika bukan Mr X.
"Tuan...,"
"Sekali lagi kamu mengatakan wanitaku jelek akan aku pisahkan kepalamu dari badanmu..!"
Glekk
"Punya Tuan gini amat, galak iya, kejam iya, posesif iya, psikopat iya, heran aku kalau Nona Amora mau sama Mr X." Kata Tara dalam hati.
"Kakak cantik,"
Amora yang sedang menangis langsung mendongak saat mendengar suara di depannya itu.
"Ada apa?" tanya Amora yang menghapus air matanya.
"Ini untuk kakak cantik," anak itu langsung menyodorkan bunga untuk Amora.
Amora langsung menerima bunga itu Sedangkan anak kecil yang membawa bunga langsung pergi setelah Amora menerima bunga pemberiannya. Amora yang ingin bertanya langsung terdiam saat menyadari jika anak di depannya itu sudah menghilang.
"Kemana anak itu pergi?" Guman Amora yang menatap ke sekitar namun tidak menemukan keberadaan anak kita.
Tak ingin ambil pusing Amora langsung melihat bunga di tangannya itu hingga menemukan sebuah catatan kecil di dalam bunga itu.
"Pahlawanku jangan menangis, bukankah kamu sudah berjanji untuk menjadi pahlawanku yang melindungiku? Sekarang aku meminta pahlawanku ini untuk ttidak menangis. Kau tak perlu mencariku karena aku akan muncul sendiri untuk menepati janji yang kita buat 12 tahun yang lalu. Bersabarlah sebentar lagi aku hanya sedang mempersiapkan diri agar bisa sebanding denganmu. Aku mencintaimu calon istriku."
...Pria masa depanmuđź’—...
__ADS_1
DEG