Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 116


__ADS_3

"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungfkin akan diam seperti ini bukan?" Cloe bertanya dnegan panik.


Mana mau wanita itu hidup penuh akan kesengsaraan tanpa adanya uang dan harta yang melimpah.


"Kata siapa..,? Kita akan membalas tapi untuk itu aku harus sembuh dulu dan kita mencari sekutu," kata Elio dengan tangan yang mengepal erat.


"Sialan, jika seperti ini maka aku akan benar-benar jatuh miskin karena penyamaran Elio yang terbongkar. Andaikan aku tahu akan berakhir seperti ini aku tak akan mungkin mau mengikuti rencana ini. Aku harus segera memikirkan cara lain untuk bisa membuat Xavier berada di sisiku lagi. Aku tak bisa lagi berharap pada pria ini," kata Cloe dalam hatinya dengan seriangain licik.


Setelah beberapa saat akhirnya Cloe selesai memberi obat pada luka-luka milik Elio hingga dnegan gerakan cepat wanita itu langsung merapikan peralannya.


"Sudahlah aku mau tidur dulu," Elio berdiri dari sofa lalu berjalan menuju kamar.


"Elio jangan bilang kalau kamu mau tinggal di apartemenku?" teriak Cloe kesal.


"Jadi amu tidak mau? Jika tidak amu maka silahkan keluar dari apartemen ini. Kamu tidak mungkin lupa jika apartemen ini memang kamu tinggali tapi pemilik resmi apartemen ini adalah aku..! Jadi jangan sol kuasa kamu..!" sentak Elio yang menatap Cloe dengan sinis.


Setelah berkata seperti itu Elio kembali berbalik lalu melanjutkan langkah kakinya menuju ke kamar. Sedangkan Cloe yang baru saja di bentak oleh Elio hanya bisa mengepalkan tangan dengan kuat. Dirinya benar-benar merasa seperti di rendahkan oleh Elio.


Akan tetapi, untuk membalas Cloe juga tidak bisa melakukan hal itu karena memang dirinya tinggal di apartemen mewah itu. Namun, untuk hal yang memiliki hak resmi kepemilikan apartemen itu adalah milik Elio.


"Brengs3k..! Pri itu sekarang semakin menjadi-jadi membentak dan merendahku. Ap lagi yang perlu di banggakan darinya? Sekarang ini dia hanyalah seperti sampah yang tak berarti bagi siapapun. Sudah miskin sekarang dia semakin menjadi-jadi menghinaku," geram Cloe menatap tajam punggung Elio yang menjauh.


"Sepertinya aku harus mendekati Xavier lagi mulai dari awal. Bukankah kami sudah di tunangkan sedari kecil oleh Om Dario dengan papa? Jika begitu aku bisa mendekatinya lewat alasan itu. Walaupun selama ini kami hanya bertamu saat kami di tunangkan waktu kecil tapi aku yakin akan bisa merayunya dan jatuh dalam pelukanku. Di Saat aku berhasil mendapatkan Xavier akan aku buat Si Elio br3ngs3k itu menadapat ganjaran dari apa yang mereka perbuat padaku," kata Cloe dengan memikirkan jika ia akan menjadi nyonya besar.


Sedangkan di tempat lain Athena dengan kesal memakan makanannya. Gadis itu masih bad mood dengan kejadian di kantor tadi. Athena memasak mie istannya dengan perasaan dongkol lalu mulai memakan makanannya.


Ting

__ADS_1


Athena yang baru tida suap makan di kagetkan dengan bunyi notifikasi ponselnya yang berada di sebelahnya. Dengan gerakan malas Athena meletakan sendoknya lalu beralih mengambil ponselnya.


"Siapa sih yang kirim pesan nggak tahu apa aku lagi kesal," guman Athena dengan kesal membuka ponselnya.


Namun saat melihat jika itu pesan dari mutan yang dia beri tugas untuk mengawasi pergerakan Elio dan juga Cloe segera membuka pesannya dengan selamat. Saat membaca pesan itu dalam seketika wajah Athena yang sedang kesal semakin menggelap karena melihat informasi apa yang dikatakan oleh Muatannya.


"Wanita si4l4n berani sekali dia membohongiku..! Ini juga pria cengen, lihat saja ap[a yang akan aku beri pelajaran," geram Athena dengan kekesalan yang semakin berada di ubun-ubun.


Athena dengan gerakan cepat segera meraih mangkuk mie istnan-nya lalu memakannya dengan cepat tanpa peduli jika mis insan t\=itu masih sangat panas.


"Tunggu saja kamu pria cengen..!" herutu Athena yang semakin memasukan makanan di mulutnya.


Hingga bebrapa saat kemudia akhirnya makanan Athena habis tanpa sisa. Tanpa ba-bi-bu Athena langsung menarik jaket miliknya meanarik kunci motornya lalu langung keluar dari rumah sewanya.


"Pria cengen habis kamu kamu kali ini...!


HACHIMMM


"Tidak, tapi entah kenapa aku merasa jika bahaya sedang mendekat ke arahku saja. Ini bukan seperti bahaya musuh biasanya tapi sepertinya ini lebih dari itu," kata Xavier dengan pelan mengelus kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Tuan haruskan kita bertarung lagi? Kami masih untung hanya luka kecil tapi lihat wajah Tuan bahkan sangat menakutkan demngan memar biru itu," kata Tara dengan menunjuk wajah babak belur Xavier yang sudah di bersihkan dan di obati.


BRAK...


Baru saja Xavier ingin membuka mulut tiba-tiba saja pintu ruangannya melayang dan menghantam lantai dengan keras menimbulkan suara yang sangat menggelegar di dalam ruangan itu.


"XAVIERR......!"

__ADS_1


DEG


Seorang gadis yang menggunakan jaket hitam berdiri tegak di depan sana dengan berkacak pinggang menatap tajam Xavier. Semua orang langsung kagget saat melihat Athena ada di ruangan itu terutama melihat pintu ruangan Xavier yang bisa di terbangkan oleh Athena.


Tak ada yang menyadari jika Tara sudah menjauh dan bersembunyi di balik meja kerja Xavier saat melihat Athena. Pria itu bahkan sangat ketakutan karena AThena mengenal wajahnya walau di awal-awal tidak tapi saat mereka bertarung Athena melihat sajah aslinya.


"Kenapa Nona Athena balik lagi? Jiwa Mafia dan julukanku Tangan kematian tidak akan berpengaruh pada gadis monster itu huhuhu," batin Tara yang menangis setiap kali mengingat bagaimana AThena menghajarnya.


"Ya Tuhan kami benar-benar seperti semua jika sudah di hadapkan dengan gadis ini. Pantas saja Tara di buat Koma olehnya, mengingat pintu yang terbang itu entah seberapa kuatnya dia. Jadi ini alasan Tara menyebutnya gadis monster? Benar-benar Monster," batin si kembar Roy dan Rey menatap ngeri ke arah Athena.


"Aku rasa dia akn mengamuk lagi," guman Dante yang masih bisa di dengar oleh mereka semua.


Sontak saja hal itu membuat Rey dan Roy langsung berdiri dan menjauh dari Xavier. Hingga kini hanya tinggal Xavier yang dudk di sofa single.


"Babe, kenapa kau kemari?"


"Dasar bodoh, ku bunuh kau...!" teriak Athena yang berlari ke arah Xavier.


"Babe, ada apa?" panik Xavier yang langsung berdiri.


Namun di detik berikutnya Xavier langsung berteriak kesakitan saat rambutnya di jambak oleh Athena.


Sereet


Sreek


"Aaa Babe apa yang kau lakukan..! Kenapa menjambak rambutku? Babe, lepaskan ini sakit sekali..!" teriak Xavier yang meringis kesakitan.

__ADS_1


"BIARIN..! DASAR BUAYA..! KAU BILANG AKAN MENJADIKANKU ISTRIMU? LIHAT KAMU BAHKAN SUDAH BERTUNANGAN DENGAN WANITA ONDEL-ONDEL ITU...!:" teriak Athena yang mengamuk.


"Luntur sudah citra mafia kejam dan sadis Tuan Xavier selama ini,"


__ADS_2