Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 39


__ADS_3

"Apa yang Tuan lakukan?" Amora mendongak menatap kesal Xavier yang menariknya.


"Bukankah kamu tidak suka jika harus di sembunyikan maka akan aku kabulkan. Aku akan memperlakukan kamu secara terang-terangan agar kamu tahu jika aku tidak main-main dengan ucapanku kemarin."


Amora dan Xavier saling menatap tajam satu sama lain membuat Dante merasa sesak dengan aura yang di keluarkan kedua orang itu.


"Mereka benar-benar membuatku kesal, apa mereka tidak sadar jika aura mereka itu menakutkan?'' batin Dante hannya bisa menelan ludah dengan kasar`.


Ting


Amora langsung berjalan keluar dari lift dengan langkah cepat dan juga lebar. Xavier yang melihat itu hanya mengerutkan dahinya saat melihat jika Amora sepertinya marah.


BRAKKK


Xavier yang mendengar Amora membanting pintu ruangannya hanya bisa mengelus dada sebelum berbalik menatap ke arah Dante.


Dante yang mendapat tatapan aneh dari Xavier langsung mengernyitkan alis. "Apa lagi ini? Kenapa Bos sampai melihat aku seperti itu.?"


"Ada apa Bos?" Dante bertanya dengan tenang.


"Aku salah apa?"


"Haaaaa?"


Dante yang mendengar pertanyaan ambigu dari sang Bos langsung blong seketika. Dante yang tak tahu harus berkata apa hanya bisa menggaruk kepalanya sendiri.


"Aku tidak tahu Bos," jawab Dante dengan menggaruk-garuk kepalanya.


Xavier yang mendengar jawabab Dante langsung tersenyum sinis. "Aku lupa jika kamu tidak pernah jatuh cinta." Ucap Xavier yang langsung pergi begitu saja.


"Dasar Bos gila, apa dia lupa jika dia yang terus membuatku berada di dekatnya. Bersyukur aku pria yang normal jika aku belok sudah aku tiduri dia." Batin Dante kesal.


Sedangkan di tempat lain di sebuah mension dengan 4 lantai terlihat Kenzo dan Alisya yang duduk di meja makan begitu pula Kaisar. Biasanya jika mereka sarapan akan terdengar rengekan dari Athena. Namun, kini sudah 3 bulan meja makan itu terdengar sunyi tanpa adanya celoteh dari pelangi mereka itu.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya ada paket." Seorang pelayan datang membawa sebuah kotak persegi di tangannya.


Alisya dan Kenzo terlihat acuh namun saat mata mereka menemukan setangkai bunga biru di samping kotak itu Kenzo dan Alisya langsung berdiri dari kursi mereka.


"Berikan!" Kenzo segera meminta pelayan itu untuk memberikan kotak itu padanya.


Pelayan itu segera memberikan kotak itu kepoada Kenzo selaku majikannya. Terlihat Kenzo yang memperhatikan kotak itu dengan teliti dan juga dengan mata yang berkaca-kaca.


"Dimana kamu mendapatkan kotak ini?" Kenzo bertanya dengan suara serak menahan tangis.


"Ada seorang pengantar paket yang mengantarnya Tuan," jawab sang pelayan.


"Ada apa, dad?" Kaisar yang tadinya terlihat acuh memilih bertanya saat melihat jika wajah sang daddy terlihat sendu.


Kenzo hanya diam dengan mata yang terus menatap ke arah kotak di tangannya itu. Kenzo melambaikan tangannya kepada pelayan itu agar segera pergi.


"Apa itu benar-benar dia?" tanya Alisya dengan suara rendah dan juga lirih.


"Son, apa kamu tidak mengenal ini?" Kenzo segera memberikan setangkai bunga mawar kepada Kaisar.


Deg


Kaisar yang melihat bunga itu tertegun dengan dada yang bergerumuh. Bukan berdebar karena jatuh cinta namun karena kerinduannya pada sosok pecinta bunga mawar itu. Kaisar jelas sangat tahu siapa yang begitu menyukai bunga mawar biru di mension ini. Satu-satunya adalah Athena bahkan saking sukanya dengan bunga mawar biru gadis itu sampai membuat taman bunga khusus untuk bunga mawar biru itu.


"Athena" guman Kaisar dengan segera meraih bunga itu.


"Ayo kita buka isinya," Kenzo segera membawa kotak itu di ruangan tamu. Mereka bahkan sampai meninggalkan meja makan karena ingin membuka kotak itu.


"Ayo buka, dad." Desak Kaisar yang sudah tidak sabar ingin melihat isi dari kotak itu.


Kaisar segera duduk di sofa lalu mulai membuka bungkusan kotak itu. Kenzo dengan penuh kelembutan membuka satu persatu pita biru yang membungkus kotak itu. Dengan penuh kehati-hatian Kenzo membuka penutup dari kotak itu.


"Apa isinya?" tanya Kaisar dan Alisya yang serentak.

__ADS_1


"Surat," jawab Kenzo yang meraih kertas di dalam kotak itu.


"Biar Kaisar yang baca," Kaisar segera mengambil kertas itu.


Kaisar tahu jika sang daddy tidak akan bisa membaca surat itu. Melihatnya saja sudah membuat pria paruh baya itu ingin menangis apalagi jika harus membaca surat dari kesayangannya itu.


***Hay Dad...,


Hay*** ******mom******...,


***Hay kembaran aku yang menyebalkan😆


Apa kabar...? Athena harap kalian semua baik-baik saja yah.


Kalian tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Athena, Athena disini baik-baik saja.


Dad, jangan sakit lagui yah. Athena sedih dengan Daddy sakit, daddy tidak perlu mencari Athena karena Athena akan pulang disaat Athena rasa sudah cukup.


Lagipula apa kembaran aku itu bisa mengalahkan otak aku yang jenius ini? Pasti tidak hahaha.


Athena hanya butuh waktu untuk sendiri lebih dulu setelah Athena puas maka Athena akan pulang.


I Love You all😘😘😘***


Semuanya langsung terdiam saat Kaisar membacakan surat itu. Bahkan Kenzo sudah terduduk lemah.


"Itu artinya Athena mengetahui keadaan kita semua," guman Alisya yang dapat di dengar oleh Kaisar dan Kenzo.


"Apa menurut mommy Athena berada di negara ini?" tanya Kaisar terhadap sang mommy.


"Tidak, Athena berada jauh dari negara ini."


Deg

__ADS_1


__ADS_2