Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 74


__ADS_3

"Bagaimana keadaan di luar?" tanya Mr X.


"Itu.., Maaf Tuan kami tidak bisa mempertahankan posisi tetapaman. Saat ini markas hampir di kuasai sepenuhnya peluang kita hanya 30% lagi Tuan." jawab Tara engan nada gugup


HAHAHAHA`


Mr X yang mendengar penuturan dari Tara langsung tertawa terbahak-bahak akan tetapi tawa itu bukan karena sesuatu yang lucu. Tara yang berada di samping Mr X sampa merinding mendengar tawa lantang dari Sang Tuan. Tanpa di beritahu pun Tara tahu jika tawa itu adalah tawa awal dari semuanya.


"Benar-benar sialan, harusnya sedari awal aku membunuh mereka semua," guman Mr X dengan tatapan tajam yang siap menembus dinding.


"Lalu bagaimana keadaan di luar selama aku tidak ada?"


"Seperti yang saya bilang tadi keadaan di luar saat ini benar-benar tidak aman. Markas telah di kuasai oleh orang itu begitu juga dengan perusahaan. Dia berperan sangat sama persis seperti anda Tuan,"


"Sama persis? He dalam mimpinya saja. Dia bisa menganggap jika dirinya kini sudah berhasil menipu dan mengambil semuanya tapi dia tidak akan pernah menjadi diriku." Mr X mengepalkan tangan karena kali ini dia benar-benar merasa kecolongan.


"Itu benar Tuan walaupun dia sudah menjadi pemimpin tapi bukan berarrti kita tidak bisa merebut kembali kekuasaan kita. Dari mata-mata yang saya kirim ternyata saat ini bajingan itu sedang mengejar gadis Tuan," Terang Tara.


"Seorang gadis? Apa dia sudah bertobat?" sinis Mr X.


"Tidak Tuan, bajingan itu tetaplah menjadi bajingan. Gadis itu belum mengetahui identitas pria itu." jawab Tara dengan yakin.


"Apa gadis itu begitu menarik hingga sangat di minati oleh pria itu?"


"Saya tidak tahu jelas Tuan namun jika Tuan ingin maka saya akan cari tahu sekarang juga,"


"Bagaimana dengan pak tua itu?" tanya Mr X yang justru bertanya tentang lain lagi.


"Tuan besar juga sepertinya tidak mengetahui jika itu bukan Tuan,"

__ADS_1


"Oh rupanya seperti itu,"


"Tapi Tuan sudah menikah dengan Nona...,"


"Aku tahu, pria tua itu mana bisa tahan hanya pada satu wanita saja."


"Tuan istrahat saja saya akan akan mencarai Rey agar membuatkan anda obat agar segera bisa mengikuti terapi." Tara segera berbalik bernajak keluar dari kamar sang Tuan.


Namun baru beberapa langkah Mr X menghentikan langkah kaki Tara membuat pria itu langsung menoleh ke arah sang Tuan.


"Ada apa Tuan? Apa masih ada yang di tanyakan lagi?" tanya Tara dengan menatap sang Tuan.


"Cari tahu identitas gadis itu!"


Tara yang mendengar apa yang di ucapkan Mr X langsung tersenyum licik. Tara tahu jika Tuannya itu pasti akan menyuruhnya melakukan ini oleh karena itu Tara sudah mencari tahu lebih dulu . Tara sudah yakin jika Tuannya akan segera bangun dari tidur panjangnya dan itu benar-benar terjadi.


"Saya sudah mencari tahu akan hal ini Tuan, Saya akan mengambilkannya untuk Tuan,"


"Rey! Bagus kamu ada disini segera buat obat untuk Mr X agar segera cepat sembuh dan kita akan balas dendam." Kata Tara dengan menggebu-gebu.


"Apa Tuan mau berobat..? Ah maksudku apa Mr X mau mengikuti terapi?" tanya Rey dengan mata yang semangat.


"Iya saya sudah berhasil membujuknya Tuan akan mengikuti terapi oleh karena itu segera buatkan obat yang bisa mempercepat kesumbuhan Tuan,"


"Kamu tenang sajaaku akan berusaha keras akan hal ini, setelah menunggu sekian lama akhirnya waktu ini telah tiba. Kita akan segera membalas dendam aku pergi dulu, aku harus segera mencari bahan apa saja yang bisa aku buatkan untuk Tuan."


Tanpa mendengar apa yang di katakan oleh Tara lagI Rey segera berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Tara yang masih terdiam di depan pintu ruangan Mr X.


"Dasar ilmuwan gila itu, dia akan menjadi gila jika sudah menyanglut tentang penemuan obat atau racun saja. Ah aku sampai lupa jika Tuan menginginkan identitas gadis itu."

__ADS_1


Tak ingin membuat sang Tuan menunggu lama akhirnya Tara bergerak cepat menuju salah satu ruangan yang menjadi tempat ia tidur. Sedangkan di dalam ruangan terlihat Mr X yang meraba wajahnya dengan tangannya.


"Sudah ku duga akibat dari racun sialan itu wajahku akan seperti ini. Tapi ada bagusnya aku berwajah seperti ini dengan begini maka aku bisa bergerak bebas tanpa harus takut jika ketahuan. Akan tetapi saat ini yang paling penting adalah bisa berjalan dulu. Aku tak bisa bergantung pada anggotaku yang lagi bahkan mungkin tinggakl beberapa orang saja." monolog Mr X yang memperhitungkan semuanya.


Lama menuggu Mr X di kagetkan dengan pintu ruangannya di bukan dari luar ternyata yang masuk adalah Tara yang sedang memegang beberapa map di tangannya. Mr X yang melihat itu tersenyum miring memang cara kerja Tara bisa di andalkan bahkan anak buahnya itu bekerja tanpa ia perintahkan.


"INi Tuan, semuanya lengkap disana walau aku kesusuhan aku tetap berhasil membobol data gadis itu di saat dia sedang lengah." Jelas Tara.


"Kesusahan?" Mr X melempar tatapan tajam kepada Tara.


"Dia lawan yang selevel Tuan, jika kami bertarung secara terang-terangan maka saya akan kalah bisa saja mungkin komputerku akan meledak karenanya." Terus terang Tara ang tidak malu mengakui jika dirinya kalah.


"K. A?"


"Benar Tuan, gadis itu adalah dia." jawab Tara mantap.


"Menarik!"


Mr X segera membuka map di tangannya itu pertama yang di bukanya adalah wajah Amora yang sedang menyamar. Mr X segera membuka map yang satunya adalah identitas Athena yang asli.


"Tuan itu...,"


"Aku tahu mereka adalah orang yang sama," potong Mr X.


"Di dunia ini ternyata masih ada gadis yang unik sepertinya, rela menyembunyikan kecantikannya hanya karena ingin hiddup nyaman dan bebas." Kata Mr X di dalam hati.


"Apa pria b4j1ng4n itu tahu wajah asli dari gadis ini?"


"Sayangnya pria itu sudah tahu Tuan,"

__ADS_1


Srekkk


__ADS_2