
Xavier yang sedang menunggu kedatangan Amora langsung menatap tajam seorang wanita yang berdiri di depannya itu.
"Tuan itu...,"
"Ada apa?" potong Xavier dengan cepat. Xavier terlalu takut jika Amora melihatnya berdekatan dengan wanita akan beranggapan jika dirinya mata keranjang dan hal itu tentu akan membuat dirinya akan di jauhi oleh Amora.
"Itu Nona Amora..,"
Brak
Xavier yang tadinya cuek bebek langsung kaget saat mendengar nama sang kekasih di sebutkan oleh wanita di depannya itu.
"Ada apa dengan Amora?"
"Nona Amora di toilet...,"
Bahkan saking paniknya Xavier langsung berlari menuju toilet yang biasa di gunakan oleh karyawan yang sedang berada di lantai bawah itu. Saat samapi di toilet Xavier langsung memeriksa satu persatu bilik kamar mandi hingga mendengar suara seperti sesuatu yang di bentur atau di hantamkan. Xavier langsung menuju pintu itu namun di Kunci dari dalam.
AAAAA
Deg
Xantung Xavier langsung berhenti berdetak saat mendengar suara Amora dan sesuatu yang jatuh. Xavier bertambah panik saat mendengar sesuatu yang terus di benturkan berulang kali.
"Amora...! Dear buka pintunya!" teriak Xavier panik namun tidak ada tanda-tanda pintu akan di buka.
Tak punya cara lain Xavier langsung mundur beberapa langkah lalu mengangkat kakinya menendang pintu hingga pintu itu terbuka lebar dengan kasar. Mata Xavier tertegun melihat memandangan di depannya itu yang sudah berlumuran darah. Xavier terfokus pada Amora yang menduduki salah satu dari wanita yang berada di dalam dengan keadaan yang berdarah.
__ADS_1
"Kamu datang?"
Xavier yang sedang terpaku langsung tersadar saat mendengar suara Amora. Matanya melirik beberapa Karyawan yang melihat kejadian itu.
"Dear, ayo bangun." Xavier membantu Amora bangun namun matanya melotot saat merasakan pergerakan Amora yan g mengambil benda keramat yang sering dia bawah.
"Dear, jangan!"
Dor Dor
Xavier teroaku dengan nata yang melotot menatap Amora yang dengan santainya meniup ujung pistolnya saat setelah mengeluarkan 2 peluru yang bersarang di kening kedua wanita itu.
"Tidak ada yang boleh menghina mommy ku walau itu Dewa sekalipun. Karena siapapun yang berani menghina mommy ku akan aku kirim secepatnya menemui Raja Yama." Desis Amora menatap kedua wanita itu dengan santai dan penuh akan kepuasan.
"Jika ada yang menyebarkan ini maa bersiaplah untuk seperti mereka!" ancam Amora dengan berlalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan tatapan takut orang-orang itu.
"Jika kalian masih ingin bekerja dio perusahaan ini, maka tutup mulut kalian agar kejadian hari ini tidak sampai bocor keluar. Jika sampai aku dengar ada berita ini maka bersiaplah menerima akibat dariku." Ancam Xavier yang langsung pergi begitu saja melewati kumpulan para orang itu.
Setelah jauh dari keramaian Xavier langsung membuka ponselnya lalu mengotak atik benda persegi panjang itu sebelum meletakkannya di samping telinganya.
"Ke perusahaan dan bereskan kekacauan yang ada di toilet lantai 5. Pastikan 10 menit kemudian semuanya telah selesai." Titah Xavier yang penuh akan penekanan setiap katanya.
Xavier langsung mematikan sambungan telfonnya lalu berlari menaiki lift menuju lantai paling atas yauitu lantai tempat ruangannya berada.
Ting
Xavier langhsung berjalan keluar berjalan dengan cepat menuju ruangan Amora. Berharap Amora berada di ruangan itu karena hanya itu tempat yanga kan dia tuju.
__ADS_1
Ceklek
Xavier membuka pintu ruangan Amora lalu masuk ke dalam ruangan itu namun Xavier harus menelan kekecawaan karena gadis itu tidak ada di dalam ruangannya.
"Kemana kamu Dear?" guman Xavier yang ikut panik karena tidak menemukan keberadaan Amora di dalam ruangan itu.
Setelah benar-benar mengecek dengan teliti jika di dalam ruangan itu memang benar-benar dia tidak menemukan keberadaan Amora maka Xavier segera berbalik. Xavier segera berjalan menuju ruangan Dante yang berada di depan Ruangan Amora. Sampai disana Xavier langsung masuk begitu saja tanpa melakukan ketuk pintu.
Ceklek
Tuan....! Ada apa Tuan?" Tanya Dante yang langsung bangun dari kursi kebesarannya.
"Cari keberadaan Amora!"
"Gadis itu menghilang lagi, Tuan?" seru Dante.
"Cari saja aku akan menunggu di dalam ruanganku." Titah Xavier yang langsung berbalik keluar ruangan Dante.
"Astaga Nona Amora kenapa suka sekali menghilang, entah apa dosaku yang terus menjadfi bulan-bulanan dari Si Bos." Gerutu Dante yang ikut keluar dari ruangannya sendiri.
Dante segera menuju ruangan It mencari rekaman CCTV. Setelah menemukan apa yang dia cari Dante segera keluar lalu masuk ke ruangan Xavier.
"Bagaimana?" tanya Xavier yang memijit pelipisnya.
"Nona Amora terlihat masuk ke dalam ruangan ini Bos."
"APAA.."
__ADS_1