
"Cepat panggil putriku untuk sarapan!" Perintah Alisya.
"Sana cepat panggil." Kata Kenzo yang menyuruh Kaisar untuk naik ke lantai 2 memanggil Athena turun sarapan.
"Kenapa bukan daddy saja?" Bukannya menurut justru Kaisar bertanya dan menyuruh balik sang daddy untuk naik memanggil Athena.
"Apa kalian benar-benar ingin menggali kuburan kalian sendiri?" Ucap Alisya dengan suara rendah menahan kekesalan.
"Kami akan memanggilnya mommy/baby."
Kedua pria itu langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju tangga. Walau masih ada perasaan kesal Kenzo dan Kaisar memilih untuk diam. Karena jika mereka bertengkar lagi maka akan sangat bahaya memancing kemarahan dari ibu negara.
Sampai di depan pintu kamar Athena terlihat keduanya yang saling menatap tajam.
“Biar aku yang memanggil Athena.” Kata Kaisar yang bersiap akan mengetuk pintu kamar Athena tapi dihentikan oleh Kenzo.
“Enak saja, biar daddy saja.” Balas Kenzo yang mencekal tangan Kaisar di udara.
“Dad, mengalah sedikit. Daddy sudah memonopoli mommy Athena jangan juga.” Kesal Kaisar karena daddy itu selalu mengambil apa yang dia sayangi.
“Hey anak durhaka..! Yang mengalah itu harusnya kamu. Aku ini daddy kamu jadi, sudah sepantasnya kamu mengalah sama daddy.”
“Tidak bisa seperti itu.”
“Kaisar, apa kamu bosan hidup? Baiklah mari kita bergulat disini dan Mommy mu akan datang membawa samurai.” Ucap Kenzo yang menggulung lengan bajunya memperlihatkan otot-otot lengannya yang begitu kokoh
Sedangkan Kaisar yang mendengar apa yang dikatakan oleh sang Daddy langsung terdiam. Akan sangat bahaya jika sang mommy datang dan menghajar mereka
“Kenapa diam? Ayo maju,” tantang Kenzo kepada sang putra.
Kaisar yang melihat sifat kekanakan-kanakan Kenzo hanya memutar mata malas. Tanpa memperdulikan sang daddy Kaisar langsung mengetuk pintu kamar Athena.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
“Athena, ayo turun makan..!” Panggil Kaisar dengan suara yang agak di kencangkan.
Kenzo yang melihat itu tentu merasa kesal karena kecolongan. Namun, pria paruh baya itu tidak lagi mengeluarkan protesnya.
“Athena keluar sarapan.” Panggil Kaisar dengan suara yang tinggi.
Namun panggilan dan ajakan Kaisar tidak membuahkan hasil karena tidak ada tanda-tanda pintu itu akan di buka. Kenzo yang melihat jika pintu itu belum dibuka langsung melemparkan senyum mengejek kepada Kaisar.
Dengan percaya diri Kenzo mengangkat tangannya mengetuk pintu kamar Athena.Namun, lagi lagi keanehan terjadi tidak ada sahutan sama sekali.
“Athena ayo buka pintunya, daddy akan membelikan kamu apapun itu jika kamu membuka pintunya.” Ucap Kenzo yang mengetuk-ngetuk pintu kamar Athena.
“Dad, kenapa Athena belum keluar juga?” Tanya Kaisar dengan nada datar dan juga dingin. Namun, tak bisa dibohongi jika di dalam tatapannya itu terdapat kecemasan.
Kenzo dan Kaisar saling melirik satu sama lain sebelum keduanya menganggukkan kepala samar. Tak punya pilihan lain keduanya memilih mendobrak pintu kamar Athena.
Brak
Di hantaman pertama pintu kamar itu masih kokoh tanpa ada tanda-tanda akan terbuka. Kaisar dan Kenzo bekerja sama untuk mendobrak pintu itu untuk kedua kalinya. Dobrakan kedua pintu itu langsung terbuka Kaisar dan Kenzo segera berjalan masuk ke dalam kamar Athena.
Namun sampai di dalam kamar Athena Kaisar dan Kenzo langsung membulatkan mata saat tak menemukan keberadaan Athena di atas ranjang.
Sedangkan Kenzo segera mengelilingi kamar itu termasuk walk in close. Namun, semua nihil mereka tak menemukan keberadaan Athena.
“Bagaimana dad?” Kaisar bertanya dengan nada bergetar.
“Tidak ada, Athena tidak ada di kamar ini. Ayo turun ke bawah kita cari disana.” Kenzo segera berbalik berlari keluar dari kamar Athena di ikuti Kaisar di belakang tubuhnya.
“KEPALA PELAYAN..!”
Teriakan Kenzo menggelegar di dalam mansion itu membuat semua pekerja yang bekerja di mansion mewah itu mendengar jelas apa yang dipanggil oleh Tuan majikan mereka. Seorang pria paruh baya berjalan cepat ke arah sang Majikan masih dengan celemek yang ada di badannya.
Disisi Alisya wanita itu yang sedang santai meminum tehnya langsung terperanjat kaget saat mendengar teriakan sang suami yang begitu keras. Dengan gerakan cepat Alisya meletakan cangkir tehnya di atas meja lalu berdiri berjalan cepat menuju asal suara.
“Ada apa byy?”
Mendengar suara lembut yang menjadi penenang-nya dan juga wanita yang telah menemani beberapa tahun terakhir ini. Wajah yang tadinya datar kini langsung melembut saat menatap ke arah datangnya sang istri. Kaisar yang melihat perubahan wajah sang ayahnya langsung tertegun.
__ADS_1
Selama ini pria muda itu selalu melihat sifat romantis dan juga mera sang daddy kepada sang mommy. Namun, Kaisar tidak pernah melihat perubahan secepat itu terlebih sang daddy tidak pernah sampai sepanik dan secemas ini.
“Baby, kenapa kamu kesini?” Tanya Kenzo balik kepada Alisya dengan lembut.
“Aku penasaran kenapa kamu berteriak byy?”
“Maafkan aku,” Kenzo segera merengguh pinggang Alisya memeluk dan juga menghirup aroma khas Alisya yang dapat menyenangkannya walau dalam keadaan marah sekalipun.
“Apa sedahsyat itu kekuatan cinta?” Guman Kaisar yang menatap Kenzo yang kembali tenang setelah memeluk Alisya.
“Ada apa byy?” Tanya Alisya yang mengelus rahang kokoh Kenzo.
“Sebentar baby,” ucap Kenzo yang langsung melepas pinggang Alisya kembali menghadap pria paruh baya yang sekarang menjadi kepala pelayan di mansion itu.
“Panggil semua pekerja di mansion ini, termasuk seluruh penjaga..!” perintah Kenzo kepada sang kepala pelayan.
“Baik Tuan,” Kepala Pelayan itu segera berbalik pergi menjalankan apa yang diperintahkan oleh sang majikan.
Selepas kepergian kepala pelayan Kenzo langsung menatap ke arah Alisya yang sedang menunggu penjelasan darinya.
“Kita duduk saja di ruang tamu baby.”
Dengan gerakan lembut Kenzo merangkul Alisya membawanya ke ruang tamu yang tak jauh dengan tangga. Sampai disana Kenzo langsung mendudukan Alisya di sebuah sofa sedangkan dirinya duduk di bawah Alisya atau di lantai.
Hahhhhh
Terdengar suara helaan napas berat dari Kenzo yang membuat Alisya langsung mengerutkan dahi hingga kerutan di dahinya berlipat. Jika sudah seperti Alisya tahu ada masalah serius dan susah untuk di tangani.
“Baby aku benar-benar minta maaf karena tidak becus menjadi seorang ayah hingga..,”
Kenzo tidak lagi bisa melanjutkan kata-katanya lidahnya terasa kelu saat akan mengatakan kebenaran itu. Kenzo tidak menduga jika kejadian ini benar-benar akan terjadi. Kenzo hanya berharap putri kecilnya itu tidak akan pergi jauh-jauh mungkin hanya sekitar rumah mencari sesuatu yang menarik dirinya penasaran.
Alisya yang melihat itu masih diam membiarkan Kenzo selaku sang suami menjelaskan dan menyelesaikan ucapannya.
Satu menit dua menit 5 menit berlalu Kenzo masih saja diam membuat Alisya kesal dibuatnya.
“Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian sangat tegang? Aku menyuruh kalian untuk memanggil Athena bukan diam disini untuk mendiskusikan hal yang tidak jelas. Jika kalian tidak mau memanggil putri kecilku biar aku sendiri yang memanggil Athena.” Kesal Alisya karena Kenzo dan Kaisar hanya diam saja.
__ADS_1
Dengan wajah kesal Alisya beranjak berdiri berbalik pergi menuju tangga namun, baru 5 langkah ucapan Kaisar membuat Alisya terdiam kku.
“Athena menghilang mom.”