Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 77


__ADS_3

"Ada apa? Kenapa kamu sampai menatap aku seperti itu?"


`


Bugh


"Siluman kuda sialan! Kenapa kau memukulku ha...?" teriak Kenzo yang menatap tajam Kevin yang menyeringai dingin.


"Lalu aku harus apa ha...? Kamu membuat putri kecilku pergi dari rumah kan? Ibni semua gara-gara kamu dan putramu itu Si Kaisar. Sudah aku bilang biarkan Amora bebas kau terus mengurungnya di sangkar emasmu ini. Kau tahu aku ingin sekali menembak kepala kamu itu dengan pistolku hingga berlubang tahu!"


Kevin mengeluarkan semua uneg-uneknyamembuat Kenzo mematung di tempat Kevin baru mengetahui jika Amora kabur saat beberapa minggu yang lalu saat gadis itu mengirimkannya surat. Lalu bertemu saat ia sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri hingga di adega dirinya bertemu dengan Amora yang sedang menyamar.


"Aku selama ini diam dan tak ikut campur bukan karena aku tidak menyayangi Amora. Aku diam karena aku menghargai kamu dan ALisya sebagai orang tuanya. Aku juga memang ayahnya tapi aku hanya sebatas ayah angkat bukan ayah kandung. Aku diam karena aku memnghargai kamu yang sebagai ayah kandungnya berhak untuk mengatur kehidupan Amora tapi tidak semua hal kamu harus memaksakannya pada Amora. Dia memang putrimu akan tetapi dia juga punya hak untuk menentukan apa yang dia sukai dan apa yang tidak dia inginkan.Jika masa kecil kamu mengaturnya sesuai dengan apa yang kamu inginkan maka saat dewasa dengarkan apa yang dia inginkan jika dia menginginkan bebas maka bebaskan."


Kevin tahu ucapannya itu akan melukai hati Kenzo sebagai hati seorang ayah tapi Kevin juga kesal dengan sifat Kenzo yang sangat posesif membuat secara tak sengaja membuat Amora putrinya sendiri tertekan dengan aturan dan kemauan Kenzo.


Kenzo terdiam menatap Kevin yang wajahnya memerah karena menahan amarah dan kekesalan yang besar. Melihat itu Kenzo terkekeh namun terdengar pahit membuat Kevin juga ikut tertegun.


"Maaf Bro aku tak bermaksud menyalahkanmu tapi kau membuatku kesal tahu,"


"Aku tahu aku salah, semua apa yang aku lakukan selama ini selalu benar di mataku tanpa aku tanyakan pada anak-anak apakah itu yang mereka inginkan ataukah bukan. Karena sifat posesifku juga membuat aku menjadi orang tua yang egois." Kata Kenzo dengan duduk kembali di kursi taman itu.


Kevin yang melihat itu tak tinggal diam segera duduk di kursi depan Kenzo. Kedua pria itu saling menatap satu sama lain sebelum sebuah tawa pecah di taman belakang itu.

__ADS_1


"Kita ayah yang payah!" guman Kevin dengan tawa yang entahlah.


"Kau benar, kita memang ayah yang payah." timpal Kenzo yang ikut membenarkan apa yang dikatakan oleh Kevin.


"Lalu bagaimana? Tidakkah kita mencari Amora?" tanya Kevin dengan menyesap teh di depannya.


"Tidak perlu." jawab Kenzo dengan meminum teh di gelasnya.


"Jangan bercanda Pak Tua! Kamu tidak membuang atau mencoret Amora dari kartu keluarga hanya karena dia lari dari rumah kan?" tanya Kevin dengan menatap tajam Kenzo.


"Dasar siluman kuda, kau pikir aku ayah apa yang akan membuang putriku ahnya masalah sepela seperti itu? Lagipula itu memang salahku,"


"Itu memang salahmu Pak Tua,"


"Cih dari dulu sampai sekarang amu tidak berubah tetap saja Kenzo yang arogant dan tidak mau mengalah. Aku jadi bertanya-tanya kenapa Alisya tetap bertahan bersuamikan orang seperti kamu. Jika aku jadi Alisya aku akan mencari berondong muda."


Baru saja selesai bicara sebuah sandal mendarat sempurna di wajah Kevin membuat pria yang ingin meminum teh nya itu langsung terhenti.


Bugh


"Heiiii...!"


"Kamu ingin aku bunuh dengan cara apa?"

__ADS_1


Glek


Kevin yang tadinya masih bisa tertawa dan tersenyum kini langsung berubah menjadi wajah pucat pasi saat Kenzo bertanya seperti itu.


HAHAHHAHAHHA


Kenzo tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah pucat pasi tak berdarah Kevin. Pria itu akan seperti itu jika dirinya sudah mengancam atau mengeluarkan ultimatum. Sedangkan Kevin hanya bisa menatap kesal ke arah Kenzo yang sepertinya sangat bahagia karena bisa menertawakannya.


"Hei pak tua apa yang kau tertawakan ha...? Kau membuatku kesal tahu!" kesal Kevin karena Kenzo terus menertawakan dirinya.


"Dasar penakut begitu saja sudah pucat pasi bagaimana jika aku serius untuk membunuhmu," ejek Kenzo.


Kevin yang mendengar ejekan Kenzo hanya bisa terdiam kaku dengan memasang wajah datar dan dingin. Pada dasarnya Kevin memang taku berhadapan dengan Kenzo ang tak pernah main-main jika sudah mengatakan mati maka orang itu harus mati.


"Cih dia tertawa karena aku takut? Siapa yang tidak takut dengan monster gila ini. Bahkan dia membunuh musuhnya dengan sangat tragis dan sadis bahkan badannya tak pernah utuh. Apa dia pikir itu hanya mainan yang begitu menyenangkan? Aku yakin walau sekarang aku mengajaknya bertarung aku akan tetap kalah dengannya." Kata KEvin dalam hati.


"Cih berhenti tertawa dan katakan padaku kenapa kau tidak mencari Amora?" tanya Kevin dengan memendam kesal karena ulah dari Kenzo yang terus tertawa.


Mendengar itu Kenzo langsung menghentikan tawanya dan dalam sekejap mata wajahnya langsung berwajah datar. Kevin yang bahkan melihat itu sampai bergidik ngeri melihatnya.


"Dasar psikopat! Dimana wajah yang tadinya berseri-seri itu malah ganti dengan wajah yang menyebalkan ini." Batin Kevin yang memutar matanya malas.


"Kami tidak mencari Athena karena itu adalah permintaan dia sendiri." Kata Kenzo dengan datar.

__ADS_1


"APAAAA?"


__ADS_2