Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 128


__ADS_3

“Lihat, ini adalah video yang aku dapatkan tadi pagi,” kata Elio yang menunjukkan sebuah video dengan latar mafia milik Xavier.


Di dalam video tersebut semua orang yang berada di dalam lokasi markas mafia itu semuanya nampak sibuk dengan acara. Terlihat juga beberapa orang yang sedang bermalas-malasan tanpa melakukan pekerjaannya. Tuan Ryuga yang melihat video itu langsung ikut tersenyum jahat sebelum dia menganggukan kepalanya.


“Kita serang mereka 3 hari lagi..!”


“A…APA..?”


`


“Kenapa? Anda tidak yakin? Jika ia maka saya bisa membatalkan kesepakatan kita,” kata Tuan Ryuga dengan enteng.


“Pak tua sialan…! Berani sekali dia mengancamku. Tapi aku harus bisa menahan amarah dan kemarahanku. Jika tidak maka.., aku akan gagal meminjam pasukannya dan itu sangat bahaya untukku,” kata Elio dalam hati yang menahan amarahnya dengan sekuat tenaga agar ia tak terbawah emosi.


“`Saya merasa senang karena anda mau menyerang mereka secepat itu Tuan Ryuga. Akan tetapi apa itu semua akan bisa dengan maksimal maksud saya itu persiapan anggota kita nantinya?” tanya Elio yang sedikit ragu.


Walau saat ini kondisi markas Xavier sedang dalam masalah tapi Elio tidak tahu apa mereka masih punya peluang untuk menang atau tidak jika menyerang dalam 3 hari ke depan. Menurut Elio yang harusnya memang benar-benar di takutkan bukan anak buah Xavier yang berada di markas utama. Akan tetapi yang harus di takuti adalah anak buah Xavier yang bekerja dalam kegelapan.


Xavier memiliki pengawall khusus yang berjumlah 150 orang dengan di beri julukan Shadow oleh Xavier. Tak ada yang tahu siapa saja pengawal dengan julukan Shadow itu apalagi letak markas utama mereka.


Elio tidak mengetahui jelas asal usul dari Shadow karena setahunya Shadow itui hanya bekerja di belakang layar dan memiliki markas khusus anggota Shadow. Anggota Shadow akan keluar apabila sang Tuan dalam bahaya atau memang ada misi yang sangat besar.

__ADS_1


Akan tetapi Elio merasa takut dan was-was jika konflik ini Xavier akan mengeluarkan pengawal Shadow itu. Hal itu tentu saja membuat Elio takut namun memilih untuk bungkam.


“Aku hanya berharap semoga konflik ini Shadow tidak keluar darii persembunyiannya.  Andaikan aku tahu dimana markas utama Shadow aku tak perlu meminta bantuan pria tua ini. Aku yakin jika Shadow belum mengetahui akan hal ini jadi aku yakin jika mereka akan berpihak padaku,” kata Elio dalam hati.


Kenapa Elio tidak memberitahukan Tuan Ryuga tentang Shadow? Tentu saja karena Elio takut jika mendengar tentang Shadow Taun Ryuga tidak berada di dalam pihaknya.


“Tuan Elio anda bersiaplah untuk 3 hari ke depan karena anda yang akan langsung memimpin penyerangan..!” titah Tuan Ryuga.


“Baik, saya akan menjaga diri dan energi selama 3 hari ini biar kuat menghadapi Xavier,” terang Elio dengan begitu tegas.


Tuan Ryuga tersenyum licik saat berhasil membawa Elio masuk ke dalam anggotanya. Tanpa Elio sadari jika sebenarnya dirinya-lah yang sedang di manfaatkan oleh Tuan Ryuga. Siapa yang akan menyangka jika ternyata dirinya hanya akan di jadikan umpan oleh Tuan Ryuga agar Xavier keluar dan dia ikut mengambil andil dengan bertarung dengan Xavier.


“Ternyata sangat mudah memancingnya datang. Dengan begini aku tak perlu buang-buang tenaga. Di saat Xavier mulai lelah karena bertarung dengan Elio maka aku akan membunuhnya lebih dulu lalu membunuh Xavier. Setelah itu maka aku akan benar-benar menjadi Rajanya dunia bawah dan aku an di kenal dimana-mana,” kata Tuan Ryuga yang tertawa jahat dalam hati.


‘‘Dante mana fotonya?” Xavier langsung meminta foto tadi dengan tidak sabarnya.


Dante yang mendengarnya langsung menyerahkan ponselnya, “Ini Tuan.”


Dante menyodorkan ponselnya dengan tangan yang gemetar bukan apa-apa saja. Hanya saja nanti kalau hasil fotonya tidak bagus dan tidak di sukai oleh Xavier selaku sang Tuan yang akan selalu benar, maka ponsel mahalnya itu akan hancur berkeping-keping.


“Ada apa dengan ekspresi kamu itu? Jangan membuatku bertambah kesal Dante jika tidak maka kamu akan tahu akibatnya..!” ucap Xavier dengan nada datar dan dingin.

__ADS_1


“Maaf Tuan..,” Dante segera membungkukkan badannya ke arah Xavier.


“Sana ke toilet..!”


“Haa….?”


“Haaa hoooo haaaaa…, bukannya kamu sedang menahan buang air besar? Sana ke toilet..! melihat wajahmu membuatku semakin kesal saja,” 


“Baik Tuan…,”


Dante yang tak ingin membuat sang Bos semakin marah dan kesal hanya bisa menurut saja walau sebenarnya dia tidak ingin ke toilet sama sekali.


“Demi tidak kena kekesalan Bos, mau apa juga rela,” kata Dante dalam hati dengan menangis bombay penuh drama.


Xavier hanya melirik saja Dante yang berjalan ke toilet karena dia langsung membuka ponsel milik Dante. Setelah melihat apa yang sedang dia cari terlihat Xavier yang tersenyum puas.


“Lebih baik aku segera mengirimnya agar Athena tidak semakin salah paham padaku. Jangan lupakan kirim utama adalah videonya dulu. Lalu baru foro jelek biawak ini,” kata Xavier yang sedang mengirim potretnya bersama Cloe kepada Athena.


“Dengan begini Athena tidak akan marah lagi padaku bukan? Cih ini semua gara-gara Biawak itu aku harus di salah pahami oleh Athena. Tapi sekarang aku yakin Athena tidak akan marah lagi,” guman Xavier dengan senyum-senyum yang tidak jelas.


Dante yang baru kembali sampai tertegun melihat sang Bos yang mencium ponsel seperti mencium wanita saja.

__ADS_1


“Ada apa dengan Tuan Xavier? Apa karena terlalu lama menjomblo hingga sampai dengan ponsel saja dia jatuh cinta?” batin Dante syok melihat tingkah Xavier.


__ADS_2