
"Sekarang yang aku takutkan jangan sampai Athena lebih hebar di bandingkan aku,"
Saat ini yang paling di takuti Mr X bukanlah musuhnya melainkan Athena. Di tambah dirinya yang terbaring koma selama 5 tahun cukup membuat ototnya mati rasa.
"Sial,aku benar-benar harus bisa berjalan dengan normal dalam waktu singkat lalu mengasa kembali kemampuan ku bertarung. Jika aku hanya diam tanpa berlatih maka aku benar-benar akan menjadi mainan Athena terlebih aku tahu Tuan Kenzo tidak akan memberikan putri kesayangannya pada pria lemah sepertiku. Aku malah senang karena Tara dengan senang hati mau bertarung dengan Athena dengan begini aku lmempunyai sesuatu yag mendjadi tolak ukur kekuatan Athena," kata Mr X yang justru senang karena Tara bertarung dengan Athena.
Bos gila atau Bos tak punya hati itu pantas di berikan pada Mr X yang dimana anak buahnya hampir mati dia malah bersyukur. Tapi mau bagaimana Mr X tetaplah Mr X yang tak akan pernah memiliki rasa kasihan terhadap siapapun selain dua wanita penting daolam hidupnya yaitu Athena dan wanita yang melahirkannya.
Kejam dan sadis itulah dirinya namun apa Mr X peduli maka jawabannya tidak. Selagi yang bukan Athena yang menegurnya maka tak akan pernah ia mengampuni siapapun. Mr X tak akan peduli dengan apa yang di katakan oleh orang lain karena yang terpentingn untuknya adalah Athena.
"Syukurlah Tara melemparkan dirinya sendiri menjadi umpan, dengan begitu aku bisa mengukur kekuatan bertarung Athena," kata Mr X dengan senyum miringnya.
Uhuk uhukk
Rey yang mendengarnya itu hanya bisa melongio dengan rahang yang jatuh. Bagaimana tidak orang yang dia nyatakan koma itu merupakajn orang kepercayaan Mr X sendiri tetapi pria itu justru mengatakan senang dan merasa bersyukur.
"Tuan anda benar-benar sadis dan kejam," kata Rey dengan nada pelan tapi sebenarnya itu terdengar seperti umpatan.
__ADS_1
Sebenarnya memang Rey sengaja mengumpat Tuannya itu yng bahagia di atas penderitaan orang lain. Lebih parahnya lagi orang lain itu adalah anak buahnya sendiri.
"Saya tidak peduli pendapat kamu, selagi bukan pendapat wanitaku maka aku tak akan peduli," sahut Mr X dengan santai.
"Tuan bagaimana jika Nona Athena tidak mau bersanding dengan anda karena anda terlalu sadis dan kejam?" kata Rey yang bermaksud menakut-nakuti Mr X.
Bugh
Sebuah bantal sofa melayang di wajah Rey yang tak bisa dia hindari karena kalah cepat dengan kecepatan pergerakan dari sang Tuan.
"Tuan...,"
"Kenapa tidak Tuan? Tuan lupa saat ini Tuan tidak punya apa-apa selain markas ini bersyukur masih ada beberapa benda yang berwarga. Tuan harus sadar saat ini Tuan bahkan sangat miskin, Perusahaan tidak ada, mension mewah pun tak ada, uang, harta, kekuasaan, apalagi itu. Tuan lupa dengan keadaan Tuan yang seperti ini bahkan untuk sepasang sendal untuk Nona Athena Tuan tak sanggup membelikannya," sindir Rey dengan nada pedasnya.
"Rey bodoh...!" dengan kekesalan yang berada di ubun-ubun dengan gerakan cepat Mr X mengangkat Tongkatnya lalu melemparkannya pada Rey dan sangat pas mengenai keningnya.
"Tuan..," Protes Rey ahkan belum tersampaikan tiba-tiba saja Mr X memotong ucapannya.
__ADS_1
"Kmau fikir karena aku kehilangan perusahaan itu aku akanmenangis begitu? Kamu lupa siapa aku? Bahkan tanpa uang dari perusahaan sialan itu aku masih bisa hidup mewah sampai tujuh turunan," sinis Mr X.
Rey yang mendengarnya langsung terdiam dengan wajah tegang dan piasnya. Pria yang memiliki rambut warna kuning itu hanya bisa terdiam dengan wajah kaku saat Mr X begitu santai membalas setiap katanya. Niat hati ingin mengolok-olok Mr X justru dia kembali di bungkam oleh sang Tuan.
"Aku lupa siapa Mr X sebenarnya dia bahkan bisa menderikan perusahaannya sendiri dan lebih gilanya lagi pak tua itu tidak mebgetahui apa-apa. Niat hati ingin mengerjainya malah aku yang mati kutu sekarang," kata Rey dalam hati dengan perasaan dongkol.
"Cih walau aku sekarang bukan lagi pemimpin perusahaan itu tapi aku tetap bisa menghidupi Athena. Perusahaan itu hanya perusahaan kecil untukku hanya saja aku memimpinnya selama ini karena juga disana ada hak aku sebagai anak sah dari pak tua itu. Andaiku Mami tidak meninggalkan amanat seperti ini aku juga tidak akan mau mengenal pak tua itu," kata Mr X dalam hati dengan mengepalkan tangannya dengan kuat.
Rey yang tadinya duduk diam kini langsung mengernyitkan alisnya sat menyadari jika seperti ada hawa dingin yang menusuknya hingga membuatnya tertekan. Matanya membulat sempurna saat menyadari jika aura dingin itu beasal dari Mr X yang sepertinya sedang menahan amarahnya. Rey menatap wajah datar dan dingin Mr X lalu matanya menurun menatap kepalan tangan sang Tuan yang sepertinya benar-benar sedang menahan amarah.
"Tuan marah? Tapi marah karena apa? Apa hanya karena ucapanku tadi? Tidak, aku rasa bukan itu masalahnya. Tuan tidak akan marah hanya karena hal sepele seperti itu kecuali Tuanm sedang memikirtkan sesuatu," Rey hanya bisa menebak dalam hati karena saat ini sepertinya Mr X benar-benar dalam keadaan yang sangat kesal.
Huhhhh
Terdengar helaan napas dari Mr X sebelum mengeluarkannya dengan pelan. Hal itu terus di lakukan berulang kali sampai membuat Rey juga ikut bingung lalu mengikuti apa yang dilakukan oleh sang Tuan.
"APA YANG KAU LAKUKAN BODOH? APA KAU MAU MELAHIRKAN?" sentak Mr X menatap tajam Rey.
__ADS_1
"Saya mengikuti apa yang anda lakukan Tuan, apa anda ingin melahirkan?"