Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 152


__ADS_3

`Xavier dengan teliti dan cermat memeriksa setiap laporan yang di berikan setiap divisi di perusahaan itu. Namun laporan yang mereka berikan benar-benar membuat Xavier naik darah hingga rasanya ingin menembak setiap orang yang berada di dalam ruangan rapat.


“APA-APAAN INI? BUKANKAH SUDAH AKU BILANG PERBAIKI?” bentak Xavier menatap semua orang seperti ingin menelan hidup-hidup.


“BAGAIMANA BISA PENGELUARAN  LEBIH BANYAK DARI PEMASUKAN? JELAS-JELAS HARUSNYA LEBIH BANYAK PEMASUKAN. DI DATA ASLI SEMUA SUDAH TERTERAH BERAPA SEKIAN YANG MASUK DAN BERAPA SEKIAN YANG KELUAR. LALU MENGAPA DI DATA KALIAN TERDAPAT CATATAN SEPERTI INI? DIMANA 15% HASIL PEMASUKAN DI PERUSAHAAN INI?” teriak Xavier dengan amarah yang meledak-ledak.


Xavier pikir para tikus di perusahaannya itu sudah bersih tidak tahunya ternyata masih ada lagi yang berkeliaran dimana-mana. Urat-urat leher Xavier terlihat menonjol di lehernya karena menahan amarah yang sangat besar.


Sedangkan beberapa orang yang berada di dalam ruangan itu sudah bergerak gelisah saat melihat jika sepertinya Xavier sudah menyadari kecurangan mereka.


“Sial, kenapa jadi begini? Aku pikir pria ini tidak akan lagi mengetahui itu tapi malah terbuka seperti ini,”


“Bagaimana kerjaku yang selama bertahun-tahun terlihat mulus masih saja dapat di lihat oleh anak bau kencur ini,’


“Aku harus memikirkan cara agar aku bisa terbebas dari masalah ini. Aku tidak menyangka jika hal ini akan segera terbuka seperti ini. Bagaimana nasibku nanti jika aku di keluarkan tidak hormat dari perusahaan ini?”


“Jangan sampai Tuan Xavier tahu tentang penggelapan dana yang telah aku lakukan selama ini? Jika sampai Tuan Xavier tahu maka habislah riwayatku,”


Beberapa orang itu kini sudah berkeringat dingin memikirkan nasib mereka di masa depan nanti. Untuk mencari pekerjaan akan sangat susah dengan umur mereka yang sudah tidak muda lagi seperti dulu. Apalagi jika sampai Xavier memecat mereka secara tidak hormat atau mungkin bisa jadi membalack List mereka dari daftar perusahaan maka akan sangat sulut bahkan mustahil untuk bisa masuk kembali ke dalam perusahaan lagi.


“Semuanya keluar…! Kecuali mereka berempat,” teriak Xavier dengan menunjuk 4 orang pria paruh baya yang merupakan juga setiap pemegang divisi di perusahaan itu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang Tuan semua orang langsung berdiri berlari walau sebenarnya kaki mereka bergetaran ketakutan. Namun dengan menetap di dalam ruangan sama saja dengan menyerahkan nyawa pada malaikat pencabut nyawa. Sedangkan keempat pria yang di tunjuk oleh Xavier kini mereka sudah berkeringat dingn dengan wajah yang sudah berubah menjadi pucat pasi. Seluruh tubuh mereka bergetar ketakuan saat melihat tatapan laser dari Xavier.

__ADS_1


Dante yang berada di samping Xavier hanya bisa tersenyum miris menatap keempat pria paruh baya itu dengan sinis. Padahal gaji di Argantara Group itu sangatlah tinggi dengan sekitar 3 kali lipat dari gaji perusahaan lain. Namun masih saja mereka melakukan korupsi dengan melakukan penggelapan dana yang besar-besaran. Terlebih hal itu sudah bertahun-tahun berjalan bukan uang sedikit yang mereka habiskan dan mereka makan dari uang kotor itu.


“Dasar manusia serakah, di kasih gaji yang tinggi dengan semua fasilitas yang baik malah berani melakukan hal seperti itu. Padahal selama ini hidup mereka sudah enak dengan jabatan tinggi seperti itu tapi sekarang lihatlah kini mereka hanya akan menjadi gelandangan. Masih untung gelandangan, aku tidak yakin mereka keluar hidup-hidup dari ruangan ini,”kata Dante dalam hati.


Dante sangat memahami jika sang Tuan sangatlah membenci pengkhianatan. Rasanya sudah bertahun-tahun dirinya tidak melihat pertumpahan darah di perusahaan. Karena semenjak Elio yang mengambil alih perusahaan pria itu hanya bersikap acuh saja bahkan hanya untuk rapat kadang kalah dia sangatlah ceroboh sembarangan menandatangani berkas tanpa membaca terlebih dahulu. Bersyukur selama ini ada Dante yang bekerja di balik layar mengecek ulang setiap pekerjaan yang dilakukan oleh Elio.


“Apa kalian sudah cukup bersenang-senang?”


Deg


Keempat orang itu langsung bergetar ketakutan saat mendengar suara Xavier. Bagi mereka suara Xavier sama saja dengan suara malaikat maut yang ingin mencabut nyawa mereka semua. Jangankan menjawab membuka mulut saja mereka tidak berani.


BRAK


Bruk


Keempat orang itu serentak berlutut kepada Xavier. Mereka sangat takut akan saat ini hingga tak bisa berbicara.


“Tuan maafkan saya, saya terpaksa melakukan itu karena ibu saya terkena penyakit yang sangat parah,” ucap pria pertama dengan wajah yang sedih.


‘‘Tuan ampuni saya, saya sebagai seorang suami yang ingin membahagiakan istriku. Aku hanya ingin membahagiakan istriku dengan membelikan semua barang yang dia inginkan,” kata pria kedua yang  mengikuti apa yang pria pertama lakukan.


“Saya terpaksa melakukannya Tuan, anak dan istri saya suka berbelanja barang yang harganya sangat mahal,”pihak ketiga h\=juga ternyata mengikuti apa yang dikatakan oleh kedua temannya.

__ADS_1


Xavier yang mendengar alasan konyol mereka bertiga langsung saja tersenyum sinis. Apa mereka pikir dirinya benar-benar bodoh akn langsung percaya alasan tak masuk akal seperti itu. 


“Apa kalian pikir aku bodoh ha…? Kau memakai ibumu wanita yang melahirkan kau di dunia ini hanya karena alasan agar kau selamat? Ibumu yang mana kau masksud? Bukankah ibumu sudah lama meninggal?” sinis Xavier yang menatap sinis pria pertama.


“Lalu kau…! Istri yang kau maksud apakah istri yang tak bisa cukup satu pria saja. Bahkan dengan bodohnya kau membiarkan istrimu setiap malam berganti-ganti gigolo untuk memenuhi hasratnya,” ucap Xavier dengan keras tanpa memperdulikan bagaimana perasaan pria itu.


“Jika aku jadi kamu, daripada aku harus melihat wanita yang aku cintai mencari kepuasan di luar sana kenapa aku tidak memperkuat diriku untuk bisa mengimbanginya dan memenuhi nafkah batin wanita yang aku cintai,” lanjut Xavier yang tersenyum miring.


Xavier akui jika cinta itu memang gila, ketika sudah mencintai maka semua apapun yang diinginkan wanita yang dicintai maka akan dia berikan apapun itu dan Xavier akui akan hal itu. Seperti cintanya pada Athena yang sangat besar dan  hampir membuatnya gila. Bahkan jika Athena meminta nyawanya maka akan dia berikan tanpa adanya berpikir dua kali karena memang cinta itu kadang menghilangkan akal sehat manusia.


Akan tetapi jika kondisinya sama seperti itu maka Xavier akan memutuskan membuat dirinya kuat agar Athena merasa puas dan tidak mencari pria lain sebagai pelampiasan.


“Dan terakhir karena terlalu memanjakan istri dan anak sampai lupa daratan bahkan memberi nafkah untuk kedua wanita yang kau cintai dari uang yang kotor. Harusnya kau malu. Namun yang menjadi permasalahannya adalah satu yaitu karena kebiasaan kau tua bangka. Sudah bau tanah masih saja suka celup sana sini dengan wanita bayaran,” sarkasme Xavier.


Xavier memang sudah sangat mengetahui ketiga tabiat orang di depannya itu yang sangat-sangat serakah. Xavier beralih menatap ke pria keempat yang sedari tadi hanya diam dan menunduk tanpa melakukan pembelaan.


“Dan kau…,”


“Jika Tuan ingin membunuhku maka tak apa lakukan saja saya ikhlas Tuan. Namun bisakah saya meminta satu hal kepada Tuan,” pria keempat mendongak menatap Xavier.


“Katakan…!”


“Tolong lanjutkan pembangunan panti asuhan yang sanya bangun di lokasi kasih indah. Semua hal yang berkaitan dengan panti asuhan itu adalah uang bersih baik dari tanah dan semuanya. Tolong juga makamkan jasad saya ke samping putri saya yang berada di belakang panti asuhan itu. Semenjak putri saya pergi saya sudah tidak punya tujuan hidup lagi,” ungkap pria keempat.

__ADS_1


Dor


__ADS_2