Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 124


__ADS_3

`Waktu terus berlalu tak terasa sudah 3 hari setelah kejadian itu Athena tidak lagi menunjukan diri. Xavier bahkan sudah mendatangai rumah sewa Athena. Akan tetapi, Athena sudah sudah tidak ada di dalam rumah itu. Hilangnya Athena membuat Xavier kalang kabnut tapi saat menyadari jika Athena pasti akan baik-baik Xavier mulai tenang.


Selama tiga hari ini Xavier mengatur rencana untuk menemui dan membatalkan pertunangannya dengan Cloe akan tetapi Xavier tidak memiliki kontak ponsel Cloe. Hari ini adalah hari pertemuan antara Xavier dan Cloe di sebuah tempat yang sudah di siapkan oleh Xavier.


“Gara-gara biawak betina ini au sampai di jauhi Athena. Lihat saja saat semuanya terbukti aku akan langsung membuat kalian membalas rasa sakitku,” kata Xavier dengan menggenggam ponselnya yang baru saja mengirim Cloe pesan untuk bertemu nanti di sebuah tempat yang sudah di atur oleh Xavier.


Sedangkan di tempat lain Cloe sangat bahagia karena sebuah pesan dari Xavier yang mengajaknya bertemu. Cloe tentu saja merasa senang karena pesan itu. Terlebih lagi karena Elio yang sedang keluar membuat Cloe semakin merasa bebas dan memiliki ruang gerak yang bagus untuk bergerak mendekati Xavier.


“Aku tahu Xavier pasti ingin bertemu denganku karena merindukanku. Jika seperti ini aku tak perlu ragu jika Xavier tidak akan jatuh di tanganku bukan? Di dunia ini siapa yang akan menolak kecantikan dari seorang Cloe. Kecantikan dan bentuk tubuhku yang sempurna akan mampu membuat semua mata pria memandang ke arahku,” kata Cloe dengan menatap bayangan dirinya yang berada di cermin.


Cloe dengan penuh percaya diri jika Xavier memintanya bertemu untuk membuat dirinya segera bertunangan. Dengan gerakan cepat Cloe segera berbalik lalu menuju kamar mandi untuk mandi.


15 menit kemudian


Cloe keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja. Cloe segera masuk ke dalam walk in close mencari pakaian yang menurutnya pas dan cocok di badannya.


Cloe berdandan dengan secantik mungkin karena ingin menemui pria pujaanya. Lebih tepatnya karena pria itu adalah pria yang sangat akan menjamin dirinya yang akan hidup enak selamanya.

__ADS_1


Setelah yakin jika penampilannya sudah menjamin semuanya terlihat sempurna baru saja Cloe berdiri dari meja riasnya lalu keluar dari kamarnya. 


Sedangkan di tempat lain terlihat Dante dan Xavier yang telah sampai di tempat yang menjadi pertemuan antara Xavier dan juga Cloe.


“Cepat pasang penyedap suara di bawah meja itu..!” perintah Dante pada anak buah mereka yang menyamar menjadi pelayan pria di tempat itu.


“Baik Tuan,” pelayan itu langsung menuju ke meja yang akan menjadi meja yang akan di tempati oleh Xavier nantinya.


“Dante pastikan kamera CCTV di tempat ini aman dan jernih. Jangan lupakan kamu juga duduk di belakang mejaku nanti. Kamu harus mengambil gambar dari jarak dekat. Jika tidak jelas aku takut Athena tidak mempercayaiku,” terang Xavier dengan nada yang penuh penekanan. Akan tetapi saat menyebut nama Athena maka dalam sekecap mata nada suara Xavier terdengar penuh akan ketakutan.


Entah yang sudah ke berapa kalinya Dante mendengar perintah yang sama yakni memasang penyadap dan mengambil gambar mereka nanti Xavier dan Cloe bertemu secara dekat dan jernih. 


“Tuan Nona Cloe sudah ada di depan,” bisik Dante yang membuat Xavier dalam sekajap mata berwajah datar dan dingin.


“Ingat ambil gambar yang jelas dan juga harus menampilkan wajahku dan wajah si Biawak betina itu,” kata Xavier yang sebelum berjalan menuju meja yang telah di siapkan.


“Huhhh Tuan Xavier benar-benar menjadi budak cinta Nona Athena,” guman Dante yang menatap punggung sang Tuan.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya orang yang mereka tunggu-tunggu juga akhirnya datang. Xavier yang melihat Cloe yang melengok-lengokan badannya hanya menatap acuh bahkan sampai membuang muka.


“Maaf membuatmu menunggu Xavi, tadi aku ada kendala sedikit,” kata Cloe dengan melempar tatapan penuh rasa bersalah sedikit.


“Cih apa yang dia lakukan hingga sampai membutuhkan waktu selama ini untuk sampai di dalam.  Apa kakinya itu tidak di gunakan untuk berjalan?” kesal Xavier yang hanya bisa mendengus kesal ke arah Cloe.


Cloe yang melihat jikaXavier menatapnya langsung saja merasa bahagia dan terbang melayang tinggi menganggap Xavier menatapnya karena terpesona.Sedangkan Xavier hanya menatapnya dengan penuh tatapan jijik.


“Aku tahu pasti Xavier akan terpesona dengan kecantikan yang aku miliki ini. Xavier benar-benar akan jatuh pada pelukanku tanpa harus aku berusaha keras. IOni sangat menyenangkan,” kata Cloe dalam hati yang tertawa kegirangan.


“Langsung saja aku mengajak kamu bertemu disini karena aku ingin mengatakan bahwa…,” kalimat Xavier langsung di potong oleh Cloe.


“Mengatakan apa  Xavi?” potong Cloe yang semakin yakin jika Xavier akan melamarnya.


“Aku ingin pertunangan kita di batalkan..!”


“APA…?”

__ADS_1


__ADS_2