Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
BAB 141


__ADS_3

“Kamu tahu aku sangat mencintainya,’


“Aku tidak peduli..! Berapa kali aku katakan jika aku tidak peduli,” bentak Xavier yang menatap nyalang Elio.


“Jelas itu kamu akan peduli, karena jika aku tidak bisa memiliki Athena maka kamu ataupun pria manapun tak boleh ada yang memilikinya..!”


Sontak hal itu membuat Xavier melototkan matanya dengan bulat. Bagaimana bisa Elio mengatakan hal seperti itu pikir Xavier yang tak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Elio.


“Apa maksudmu?” tanya Xavier dengan memasang posisi siaga.


Xavier memegang pistol di tangannya dengan erat. Perasaannya semakin tidak enak mengatakan akan ada  sebuah masalah yang datang.


“Maksudku adalah jika aku tidak bisa memilikinya maka lebih baik dia mati saja…!” teriak Elio yang mengangkat tangannya membidik Athena dari belakang.


Dor


Sayangnya yang jatuh bukanlah Athena melainkan dirinya sendiri yang langsung ambruk dengan dahi yang lubang. 


Yusp Xavier menembak Elio tepat pada keningnya membuat pria itu ambruk dengan nyawa yang sudah melayang.


“Selama aku hidup tidak akan aku biarkan kalian menyakiti sehelai rambut dario wanitaku..!” kata Xavier menatap dingin pada jasad pria di depannya itu.


Xavier tidak takut kehilangan apapun bahkan jika nyawanya sekalipun tapi jika Athena maka lain lagi konsepnya.


“Cih sekutu kamu mati tuh,” sinis Athena yang menunjuk Elio yang terkapar tak berdaya menggunakan dagunya.


Ryuga yang sedang terbaring di lantai bangun melirik arah yang ditunjuk oleh Athena. Matanya langsung membulat sempurna saat melihat Elio yang sudah tumbang. Matanya menatap ke arah Xavier dengan tatapan yang tidak percaya.


“Bagaimana mungkin? Mereka adalah saudara kenapa Xavier tega membunuhnya?” guman Ryuga dengan wajah yang pucat pasi menatap Xavier dan Athena bergantian.

__ADS_1


Bruk


Ryuga yang tidak siap menerima serangan Athena langsung terjungkal ke belakang dengan posisi yang sangat memalukan untuk di lihat.


“Tidak perlu mengkhawatirkan orang lain karena sebentar lagi kamu juga akan menyusul menemuinya di neraka dan bertemu dengan Raja Yama,” sarkasme dengan tersenyum sinis pada Ryuga.


“Ti…tidak a..aku minta maaf ji..jika menyinggung kamu. Tolong ampuni saya Nona,” Ryuga memohon dengan sangat kepada Athena.


“Kau ingin bebas?” Athena menatap Ryuga dengan pandangan kasihan.


“Iya No..Nona biarkan sa…saya pergi. Sa…saya berjanji untuk ti..tidak lagi mengusik an..anda,” ucap Ryuga dengan suara yang terbata-bata.


“Kau benar-benar ingin pergi?”


“Be…benar,”


“A..apa syaratnya Nona? S…saya berjanji akan melakukan apapun yang Nona suruh. Asalkan Nona membiarkan saya pergi,”


“Memohonlah…!” ucap Athen dengan suara datar dan juga dingin.


“A…apa?” Ryuga menatap ke arah Athena dengan wajah merah.


“Aku bilang memohonlah…! Jika ingin pergi dari sini maka M.E.M.O.H.O.N.LA.H…!” ulang Athena dengan menatap tajam Ryuga.


Ryuga yang mendengarnya langsung mendongak menatap tajam Athena yang dengan beraninya memerintahkannya untuk memohon. Selama ini Ryuga tidak pernah memohon apapun karena hanya dia yang bisa menindas orang bukan orang lain yang menindasnya. Namun, apa yang terjadi sekarang? Kenapa dirinya harus disuruh memohon. Memohon adalah kata atau bahkan suatu hal yang tidak akan pernah bisa Ryuga lakukan.


Lalu bagaimana jika saat ini dia melakukannya hanya demi menyelamatkan nyawanya? Ryuga berdiri dengan tertatih-tatih mendekat ke arah Athena.


“Aku mohon, lepaskan aku,” Ryuga memohon dengan mengatupkan kedua tangannya meminta untuk di lepaskan.

__ADS_1


“MEMOHON YANG BENAR…!” bentak Athena yang menatap nyalang ke arah Ryuga.


“Nona saya sudah memohon kenapa masih membentak saya? Harusnya Nona membiarkan saya pergi..1” balas Ryuga yang membentak Athena.


“Si4l4n…!” umpat Athena yang langsung menghajar Ryuga kembali.


Brakkk


Athena menendang kepala Ryuga dengan keras membuat pria yang sudah terkapar itu langsung berteriak kesakitan.


Srettt


Athena menarik rambut gondrong Ryuga dengan keras membuat pria itu mendongak ke atas.


“Aku memohon padaku bukan malah membentakku..! Jika aku bilang memohon yang benar maka lakukan tidak usah banyak b4c0t kau…!” teriak Athena yang langsung membenturkan kepala Ryuga di tanah yang telah dilapisi semen itu.


“Ya Tuhan malang sekali nasib pria itu, jika aku di beri pilihan. Aku akan memilih bertarung dengan Tuan Xavier daripada bertarung dengan Nona Athena benar-benar mencari mati,” kata Tara yang bergidik ngeri melihat nasib Ryuga di tangan Athena.


“Kau rupanya masih saja takut padanya,” ejek Dante menatap remeh ke arah Tara.


“Cih berhenti mengejekku, bukannya kamu juga menjadi bahan percobaan Nona Athena? Aku yakin saat itu kamu akan memilih mati bunuh diri daripada mengalami kesakitan yang tiada tara,” balas Tara yang menatap sinis Dante.


Dante yang mendengarnya langsung saja diam karena apa yang dikatakan oleh Tara itu benar. Daripada mati karena racun buatan Athena lebih mati bunuh diri. Jika mati bunuh dirinya setidaknya jasad masih ditemukan dan bisa dikubur dengan layak. Akan tetapi, jika mati dengan racun milik Athena itu sangatlah mengerikan bahkan jika di dapat hanya akan ada tulang. Itupun jika mereka mengenalnya dengan tulang belulang itu.


‘Lalu saya harus bagaimana lagi Nona? Saya sudah memohon,” kata Ryuga dengan  mata yang sudah sayu dengan wajah yang sudah tak terbentuk lagi.


“Bersujud….! Memohon dan bersujud padaku maka aku akan melepaskanmu dari tempat ini,” bisik Athena dengan senyum misterius.


“KAU…!

__ADS_1


__ADS_2