Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
Bab 88


__ADS_3

"Cepat panggil Roy kemari!" perintah Mr X saat mereka sudah berada di markas dan berada di ruangan yang di gunakan Mr X latihan untuk berjalan.


"Baik Tuan," Tara langsung berbalik lalu pergi mencari keberadaan rekannya yang bernama Rey itu.


Sedangkan di dalamMr X terduduk dengan menatap pemandangan di depannya itu. Matanya menatap jauh ke depan sana sebelum ingatannya kembali pada kejadian yang di alaminya barusan. Tanpa sadar Mr X tersenyum mengingat lagi lagi ia di tolong orang yang sama.


"2 kali, sudah 2 kali kamu menjadi penyelamatku Babe. Haruskah aku menjadi pelindungmu tapi apa itu sepadan? Tidak. Mungkin bahkan jika aku menyerahkan nyawaku sekalipun itu tidak akan sepedan." Guman Mr X dengan suara pelan nyaris tidak terdengar.


Mr X tidak tahu harus berbuat seperti apa bahkan di saat ia tidak ingin bertemu dlu dengan Amora namun takdir mengkhianatinya dengan mempertemukannya di saat situasi yang lagi lagi mengancam nyawanya. Pria itu tersenyum kecil karena wanitanya tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang pun selalu menolah dengan orang.


"Kali ini kamu menolong aku lagi Babe namun dengan situasi yang berubah. Jika dulu kamu memberikan aku tanggung jawab maka kali ini kamu justru memerasku," kata Mr X dengan gelengan kepala.


Memikirkan kejadian tadi membuat operut Mr X seperti di gelitik dengan lucu hingga membuatnya tertawa terbahak-bahak.


HAHAHAHA


Tara dan Rey yang mau membuka pintu langsung terdiam kaku dengan mata yang melotot saling menatap satu sama lainnya.


"Tuan tertawa?" beo Rey yang menatap Tara yang berada di sampingnya.


"Tuan sudah 2 kali tertawa hari ini Rey," ucap Tara dengan ekspresi syok miliknya.


"Dua kali?" Rey menatap tak percaya pada Tara namun saat melihat wajah serius Tara membuat Rey percaya pada ucapan Tara walaupun itu terlihat tidak masuk akal.

__ADS_1


"Apa yang membuat Tuan tertawa begitu lepas tanpa ada beban seperti itu? Tawa Tuan kali ini benar-benar lepas dan tulus dari dalam hatinya." kata Rey dengan mendengar sisa-sisa tawa Sang Tuan.


"Nona Amora gadis itu alasan Tuan menjadi seperti ini, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi aku merasa jika Tuan sudah lama mengenal gadis itu. Bahkan Tuan bisa langsung mengetahui jika Nona Amora dan Nona Athena adalah orang yang sama sedang menyamar." Terang Tara dengan mengeluarkan isi pikirabnnya selama ini.


"Athena?" beo Rey dengan mengangkat alisnya dengan tinggi.


"Iya Nona Athena adalah wanita yang Tuan lihat dan buat Tuan tertawa seperti ini,"


Rey yang mendengar itu berusaha keras mengingat dimana ia mengingat nama Athena itu. Hingga tiba-tiba Rey langsung membulatkan mata saat mengingat nama itu.


"Aku ingat..!" seru Rey dengan suara yang sedkit tinggi.


"Inghat apa?" tanya Tara dengan penasaran yang tinggi.


"Nama Athena adalah yang sering di ucapkan oleh Tuan selama koma 5 tahun, nama itu selalu Tuan ucakan hingga aku berfikir jika gadis itu adalah alasan Tuan berusaha bangu." Kata Rey yang sangat yakin denga ucapannya.


Sekarang, usaha, kerja keras dan kepercayaan mereka telah terbukti jika Mr X masih hidup dan menyelesaikannya semuanya.


Rey tak mengatakan kebohongan karena itu memang terjadi saat Mr X koma bibirnya selalu mengucapkan hal itu walaupun tidak setiap hari. Namun Rey yakin jika Athena yang di maksud adalah oramng yang sama.


"Apa kamu sudah bertemu dengan Nona Athena?" tanya Rey yang begitu penasaran.


"Sudah," jawab Tara dengan dingin.

__ADS_1


"Apa dia cantik? Seksi? Manis?"


"Rey berhenti menanyakan hal itu, jika Tuan tahu kamu menanyakan hal semacam ini padaku dan objeknya adalah Nona Amora maka saya tidak menjamin jika kepala kamu masih berada di badan kamu itu." Kata Tara denga memutar mata malas akan ulah Rey.


"Haisssh kamu tidak bis di ajak bercanda, baiklah katakan langsung apa dia cantik?" tanya Rey dengan serius.


"Cantik? Bukan hanya canti tapi sangat sangat cantik bahkan di saat orang lain melihatnya mereka akan lupa untuk berkedip." Jawab Tara dengan serius pula.


"Apa secantik itu?" tanya Rey yang kurang percaya.


"Nyatanya itu memang kenyataannya, dia adalah gadis paling cantik yang pernah aku temui. Gadis cantik yang berani tampil tanpa adanya make up."


"Jadi orang yang terpesona akan kecantikannya itu salah satunya adalah kamu?"


"Yah siapa yang tidak akan jatuh cinta pada gadis cantik seperti boneka itu?"


"TARA....! BERANINYA KAMU MEMUJI WANITAKU!"


Deg


Tara yang mendengar alarm malaikat kematian itu ahnya bisa berdiri kaku dengan wajah yang memucat dan keringat dingin yang membasahi dahi dan punggung. Matanya melotot bahkan sampai lupa bernapas membuat dirinya benar-benar takut luar bisa.


"Sorry bro kali ini aku yang tidak bisa menjamin apa kepala kamu masih ada pada tempatnya nanti atau justru kamu akan keluar hanya mengtgunakan badan tanpa adanya kepala." kata Rey yang sepertinya sangat kasihan dan iba padfa Tara.

__ADS_1


Namun yang sebenarnya terjadi adalah Rey melemparkan sebuah ejekan yang sangat menjengkelkan pada Tara.


"TARA..! REY...! MASUK..!"


__ADS_2