
"Maaf Lio tapi aku benar-benar tak bisa," ucap Athena dengan tegas.
"A...apa aku di tolak?" Xavier menatap Athena dengan penuh tanda tanya dan juga tatapan mata yang sendu.
"Aku tahu kamu lama menungguku aku juga lama menunggumu. Akan tetapi, untuk membangun hubungan yang serius seperti itu aku belum bisa. Kita baru bertemu Lio, apa kamu yakin jika saat ini perasaan yang kamu rasakan padaku adalah perasaan cinta?" tanya Athena balik yang menatap Xavier.
Xavier yang mendengar pertanyaan Athena hanya menunduk menyembunyikan setetes air mata yang keluar dari kelopak matanya. Xavier berdiri lalu menatap Athena dengan pandangan yang terluka.
"Kamu meragukanku?"
"Aku tidak meragukanmu tapi apa yang kamu lakukan sendiri membuatku ragu. Pertama jika kamu memang mencibntaiku harusnya sekarang nggak ada lagi wanita lain yang ebrada di sampingmu,"
"Soal Cloe lagi? Aku hanya menuruti keinginan kedua orang tuaku terutama Mami ku Athena," ucap Xavier.
"Lau jika begitu kenapa kamu tidak memutuskan pertunangan itu setelah kalian beranjak dewasa. Jangan membohongikun lagi hanya karena kamu masih kecil. Kamu kecelakaan umur 20 tahun lalu di saat ukamu umur 18-19 tahun apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak memutuskannya? Atau hanya karena Ibu mu yang bersahabat dengan ayah wanita itu? Lalu untuk apa kamu berada disini?"
Deg
Xavier yang mendengar ucapan Athena langsung tertegun. Xavier tidak menyangka Athena akan menyerangnya seberani ini.
"Athena aku hanya butuh waktu,"
__ADS_1
"Sampai kapan? Ini sudah bertahun-tahun bukan? Sampai kapan kamu membutuhkan waktu. Dengan Lio jika kamu tak bisa tegas aku tak akan menunggu pria lembek seperti itu. Aku butuh pria yang memang hanya milikku bukan milik wanita lain atau harus mengizinkan wanita lain untuk berkeliaran di sisinya hingga aku harus bersaing dengan wanita itu. Dengar aku adalah Athena putri kesayangan Kenzo Devandra Keano, aku tak akan menunggu pria yang tak mengambil keputusan dengan cepat," ungkap Athena yang menatap dingin Xavier.
Melihat Xavier yangmasih diam membuat Athena bertambah kesal sehingga berbalik pergi begitu saja. Moodnya aan langsung buruk jika sudah menyangkut tentang wanita yang bernama Cloe itu yang tak lain adalah Tunangan masa kecil Xavier. Apalagi saat mengetahui kebenaran lain siapa kedua orang tua Cloe yang sebenarnya.
"Athena...!"
Xavier yang baru tersadar jjika Athena sudah pergi langsung mengejar wanita itu namun terlambat karena ada seseorang yang menjemputnya.
"ATHENA...!" Xavier hanya bisa menatap motor yang melaju kencang dengan AThena yang ada di atasnya.
"Sial, gara-gara perjodohan gila itu aku harus terus mempertahankan Cloe sebagai tunanganku. Akan tetapi jika aku tidak memutuskannya dengan cepat maka aku akan memang kehilangan Athena. Aku tahu Athena tidak akan pernah main-main dengan ucapannya. Sekali dia bilang A maka tamat sudah sudah," kata Xavier dalam hati yang menarik rambutnya dengan kasar.
Jika hanya ingin memtuskan pertunangan Xavier dengan mudah bisa melakukannya. Namun selama ini Xavier sengaja diam dengan terus membiarkan Cloe menjadi tunangannya karena Xavier sedang mencari sesuatu yang berhubungan dengan mendiang ibunya. Hal itu pula yang membuat Xavier tak memtuskan pertunangannya dengan Cloe karena hanya keluarga Cloe junci untuk mencari tahu akan hal itu.
Tak ingin terlihat seperti orang gila lagi Xavier dengan segera menuju mobilnya lalu meninggalkan tempat restoran itu dengan memantapkan tekadnya untuk segera memutuskan pertunangannya dengan Cloe.
Sedangkan di tempat lain Athena dengan kencang mengendarai motor hitam merahnya dengan di ikuti dua motor yang sama berada di belakangnya.
Di gelapnya malam Athena dengan gila menarik pegal gasnya menuju sebuah tempat yang harus jika kesana melewati hutan karena tempat itu ada di dalam hutan.
"Queen..!"
__ADS_1
"Bergerak di posisi masing-masing," perintah Athena kepada ketiga sosok yang memiliki rupa yang sama seperti dirinya.
"Baik Queen," ketiga mutan yang menyerupai Athena itu kini langsung berjalan menuju arah yang berlawanan hingga tersisa Athena yang menatap nyalang ke arah bangunan di depannya itu.
"Setelah sekian tahun aku mencari akhirnya aku menemukannya. Kalian pikir aku akan dengan lapang dada melepaskan kalian? Jangan harap aku akan emmbuat semua merasakan hal yang sama karena berani menyinggung orang yang salah. Dendam belasan tahun akan aku balas saat ini juga," guman Athena yang tersenyum tipis akan tetapi jika di lihat baik-baik itu bukan senyuman melainkan sebuah seringaian yang terlihat keji.
Tik
Athena menatap jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya sebelum tersenyum dingin saat melihat jika sudah waktunya ia bergerak.
"Sudah waktunya ternyata, baiklah mari kita bermain," guman Athena yang langsung menarik katana di pinggangganya.
"Tuan...!"
Tara yang sedang berkumpul dengan yang lain kini langsung kaget saat melihat sang Tuan pulang-pulang dengan keadaan ayng kacau. Jaz yang di lepas, dasi miring, kemeja yang terlepas kancingnya, serta rambut acak-acakan tak lupa wajah yang kusut membuat orang yang melihatnya kaget.
"Tuan ada apa denganmu?" tanya Rey yang memberanikan diri sedangkan yang lain sudah ketakutan duluan.
"Diam..!" sentak Xavier yang langsung berlalu pergi begitu saja meninggalkan keempat orang yang masih penasaran dengan apa yang terjadi pada sang Tuan.
"Apa Tuan di tolak lagi?"
__ADS_1