Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
`bab 70


__ADS_3

`Selamat pagi Tuan," Dante membungkakan badanya terhadap Xavier yang baru saja keluar dari Villa.


"Hum" Xavier hanya berdehem saja lalu masuk ke dalam mobil tanpa mengeluarkan satu kata lagi.


Dante yang melihat sang bos seperti itu hanya cuek Xavier akan memang seperti itu dingin dan tak tersentuh.


"Kita mau kemana Bos?" tanya Dante yang memecahkan keheningan.


"Kemana lagi selain perusahan, mengemudi yang benar jangan menggangguku!"


"Baik Tuan,"


Dante segera mengemudi dengan fokus tanpa mengeluarkan suara sedikitpun di dalam mobil itu bahkan suara musik saja tidak ada. Sedangkan Xavier segera menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil. Xavier menutup matanya seperti sedang dalam suasana hati yang buruk.


Xavier sebenarnya tidak ingin kerja apalagi ke tempat ramai walaupun itu di perusahan akan tetapi disana juga dia akan bertemu dengan beberapa orang dan hal itu Xavier tidak suka.


Di sisi lain Amora dengan langkah ringan keluar dari rumah sewanya lalu menghampiri motor matic hasil curiannya pada om preman. Gadis itu tidak peduli terhadap luka yang belum depenuhnya sembuh yang berada di punggungnya.


"Daripada mati kebosanan di rumah mending aku ke kantor kerja cari uang. Itu lebih berguna di bandingkan aku terbaring malas di dalam rumah yang tidak dapat menghasilkan uang begitu saja" Amora dengan santai naik ke motornya ke perusahaan Xavier.


Ckitt


Ternyata saat masuk ke dalam parkiran Amora bertemu dengan Xavier yang baru saja keluar dari mobilnya.

__ADS_1


"Dear," Kata itu terucap saja dari mulut Xavier tanpa bisa di cegah oleh pria itu.


Amora yang kebetulan lewat di depan Xavier sampai tertegun di buatnya. Terlihat Amora yang melirik Xavier dengan ekor matanya. Namun walau begitu Amora tidak berbalik melanjutkan langkahnya masuk ke dalam perusahaan itu.


"Bos,"


"Berjalan yang cepat." Xavier dengan langkah cepat segera menyusul langkah kaki Amora yang menuju lift.


Seperti Xavier duga gadis itu pasti akan segera menutup lift bersyukur karena Dante yang berjalan cepat segera menghalangi lift yang sedikit lagi akan tertutup.


Huhhhh


Terdengar helaan napas dari Amora yang sepertinya cukup terganggu dengan hadirnya Dante dan Xavier di dalam lift itu. Lebih tepatnya bukan Dante melainkan Xavier yang Amora hindari. Xavier sendiri tahu jika gadis itu berusaha menghindarinya terbukti dengan wajah Amora yang langsung berubah menjadi datar dan dingin saat dirinya masuk ke dalam Lift.


"Selamat pagi Nona Amora," sapa Dante seperti biasa akan menyapa Amora.


Sontak hal itu membuat Dante kaget terutama Xavier yang tak pernah dengar Amora berbicara seperti itu kepada siapapun semarah apapun itu. Xavier menatap Amora yang hanya bersikap acuh dengan memasang wajah datar tanpa ekspresi di wajahnya membuat Xavier tertegun.


"Ada apa dengannya? Apa dia masih marah karena akan hal itu? Taoi aku hanya...," Xavier tidak bisa menebak lagi karena dia memang orang yang sangat malas menebak.


Sedangkan Dante hanya bisa mengerutkan dahi mendengar balasan Amora yang tidak seperti biasanya. Biasanya sekesal apapun Amora akan tetap menjawab sapaannya dengan wajah hangat dan suara ceria lalu kali ini kenapa terdengar sangat dingin seperti kutub utara.


Ting

__ADS_1


Amora langsung melangkahkan kakinya dengan cepat keluar lift saat mendengar bunyi lift yang akan terbuka. Dante dan Xavier hanya menatap punggung Amora yang berjalan dengan cepat.


"Ada apa dengan Nona Amora Bos?" Dante yang tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi segera bertanya pada Xavier sang Bos.


"Mana saya tahu saya bukan bapaknya," datar Xavier.


"Tapi anda kekasihnya Bos," sahut Dante.


Xavier yang mendengar akan hal itu langsung terdiam. Mulutnya tertutup rapat dengan tatapan mata yang tertuju pada ruangan Amora. Xavier berjalan dengan lesu menuju ruangannya hang sedikit ada jarak dengan ruangan Amora.


"Kekasih he...? Akh rasa mungkin hanya akh saja yang berharap dengan hubungan ini. Sedangkan dia..., Amora bahkan sampai detik ini juga terlihat tidak peduli padaku lebih tepatnya pada hubungan ini. Aku tak tahu jika cinta akan semenyedihkan ini bahkan di saat aku sudah berjuang mati-matian kamu tetap menganggap Akh orang asing."


Ingin rasanya Xavier berlari menerjang masuk ke dalam ruangan Amora bertanya kenapa sejauh ini perjuangannya gjdak di lihatlah oleh Amora. Sebagai seorang pria tentu saja harga diri Xavier merasa jatuh saat sudah berjuang selama dan sejauh ini namun Amora masih menganggapnya orang asing. Sebagai seorang pria Xavier tentu merasa marah dan gengsi karena hal ini.


"Aku mencintaimu tapi kenapa mama tidak menghargai usahakan itu, Amora? Kau membuatku jatuh cinta tapi kamu hanya seperti angin bodoh perasaanku." kata Xavied dalam hati yang langsung masuk ke dalam ruangannya.


Bugh


Xavier langsung dudjn di kursi kebesarannya dengan wajah yang fantasi sang napas yang memburu.


"Bos,"


"Stop membacakan hal-hal yang memuakan itu Dante!" sentak Xavier yang sangat tidak ingin mendengar apapun hari ini apalagi jika harus rapat atau meeting.

__ADS_1


"Sejak kapan bekerja menjadi memuaan bukankah itu adalah hobi anda Bos?"


"DANTE!"


__ADS_2