Love Story Queen Athena

Love Story Queen Athena
bab 203


__ADS_3

"Kaisar jawab mommy…! Apa dia pria yang baik?" Sentak Alisya yang menatap tajam Kaisar.


"Mommy akan melihatnya sendiri. Aku yakin minggu ini sia akan datang kesini," jawab Kaisar datar.


"Secepat itu?" Kaget wanita paruh baya itu.


"Ayolah Mom, daddy hanya kalangan kabut mencari Mommy selama 6 bulan saja. Lalu bagaimana menurut Mommy dengan pria itu yang sudah mencintai Athena selama 12 tahun lamanya tanpa berpaling?"


"12 tahun..!" Pekik Alisya yang heboh.


"Ya 12 tahun, pria itu adalah pria yang diselamatkan Athena dari penculikan 12 tahun lalu," terang Kaisar yang menjelaskan semuanya pada sang Mommy.


"Jika kita menahan lagi, aku tidak yakin pria itu akan diam saja. Nanti malah di nikahi diam-diam Athena-nya," kesal Kaisar.


Alisya yang mendengarnya sampai tertegun karena tak menyangka ada pria yang mencintai dan menanti seseorang tanpa adanya kabar dan kepastian. Bahkan mereka hanya orang asing yang bertemu selama 1 kali namun pria itu sudah langsung mencintai Athena. Mendengar penuturan Kaisar yang sepertinya sudah memberi lampu hijau pada pria itu Alisya hanya diam saja.


Sebaik apapun pria itu akan dia lihat saat bertemu nanti. Jika memang pria itu pria baik dan benar-benar tulus pada putrinya maka tanpa ragu dia akan maju dan menghadap mereka dengan rasa percaya diri. Namun, jika pria itu hanya pria yang bermutu manis akan mereka pastikan nyawa pria itu ada di tangan mereka semua.


"Mommy harap dia sebaik yang kamu katakan," kata Alisya yang meminit pelipisnya.

__ADS_1


"Percaya sama pilihan Athena sayang. Aku yakin putri kita tidak akan salah memilih pasangan," ucap Kenzo yang membawa sang istri dalam pelukannya.


Kembali lagi di tempat Xavier dan Athena yang saat ini keduanya berada di dapur minimal milik Riko.


Jika ada yang bertanya apa Athena memasak? Maka jawabannya tidak..! Sama sekali tidak. Bahkan gadis itu hanya duduk manis di atas meja dapur dengan memegang garpu dan sendok di tangannya. Gadis itu kelaparan tapi tidak ingin makan di luar dan dirinya juga tidak tahu memasak. Jangankan memasak bahkan untuk memegang peralatan dapur selama tinggal di mension Xavier tidak lagi Athena sentuh.


Seperti sekarang Athena dengan enteng duduk di atas meja dapur menunggu Xavier yang sedang memasakannya makanan. Pria itu dengan begitu lihat memotong-mohon sayur dan juga daging serta bahan lainnya lalu ia mulai olah satu persatu.


Beberapa saat kemudian datanglah Riko yang bergabung bersama Xavier yang sedang memasak. Kedua pria beda usia itu begitu kompak membagi pekerjaan mereka seakan-akan mereka sangat sudah hidup lama bersama. Memikirkan hal itu Athena sampai menepuk jidatnya dengan sendok.


Tuk


"Ada apa babe?" Tanya Xavier yang mendekati sang kekasih.


"Jidatnya sakit," rengek Athena yang menunjuk dahinya.


"Coba aku lihat,"


Xavier mendekati arah Athena menyingkirkan rambut yang menghalangi jidat sang kekasih. Matanya langsung menyipit saat melihat sebuah tanda merah di tengah-tengah jidat Athena. Tentu saja hal itu membuat Xavier merasa bingung dari mana Athena mendapatkan memar itu pikir Xavier.

__ADS_1


" Apa di sini ada serangga?" Guman Xavier yang menatap sekitar.


Riko melihat tingkah manja sang Nona muda hanya bisa tersenyum tipis menggelengkan kepalanya. Athena memang bukanlah gadis manja Akan tetapi jika bersama orang yang dia sayang maka dia akan berperilaku manja.


"Nona muda memukulkan sendok di tangannya ke arah jidatnya makanya merah begitu," kata Riko yang membalik daging panggang Xavier.


Xavier yang mendengar akan hal itu langsung menatap sang wanita dengan tajam sebelum matanya turun menatap tangan gadis itu. Seperti di katakan oleh Riko di tangan Athena ada sendok nasi terbuat dari besi.


Tentu saja melihat akan hal itu Xavier langsung bisa menebak jika sendok itu adalah pelaku utamanya. Dengan gerakan cepat Xavier langsung menarik sendok dan garpu di tangan Athena lalu menjauhkan kedua benda yang terbuat dari aluminium itu.


"Jangan melakukan apapun yang melukaimu babe. Kamu lapar, tunggu sebentar lagi. Kamu duduk diam saja disini," ucap Xavier dengan lembut namun tatapannya mengantisipasi gadis itu.


Tak ingin membuat masalah Athena langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat tak lupa juga memayungkan bibirnya sebagai tanda Jika dia sedang kesal. Xavier yang melihat akan hal itu hanya bisa menggigit bibirnya dengan gemas. Andaikan saja di dapur itu tidak ada orang lain selain mereka Maka sudah dipastikan benda kenyal itu akan dia serang dengan brutal.


"Sana masak…! Aku lapar," cicilan Athena yang mendorong bahu Xavier.


Tak ingin membuat sang kekasih menunggu lebih lama lagi Xavier langsung berbalik dengan cepat kembali pada aktivitas nya tadi. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya masakan Xavier dan Riko matang juga. Dengan telantan kedua pria itu langsung mengangkat masakan mereka dan memindahkannya di atas wadah lalu membawanya di meja makan.


"Selamat makan…!"

__ADS_1


__ADS_2