Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 100 Helena yang mirip Dimas


__ADS_3

Dimas yang dari tadi terus menatap Helena akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada anak kecil itu. Dimas merasa kalau Helena sangat mirip dengannya saat dirinya masih kecil, Dimas benar-benar tak asing dengan wajah Helena ini.


"Halo Helena"


Helena yang sedang makan langsung mendongakan kepalanya dan menetap Dimas, dia tersenyum lalu dia berkata "Bukannya Om itu pernah berbicara dengan kakak kan waktu di taman, aku tidak salah orang kan Paman "


Ternyata anak ini masih ingat dengan pertemuan pertama mereka. Dimas kira Helena sudah lupa dengan apa yang terjadi dengan mereka. Helena ini apakah benar anak dari Amar dan juga Freya.


Kenapa wajahnya ini begitu mirip dengannya. Dimas jadi ragu kalau anak ini adalah anak Amar dan juga Freya. Tapi Freya tak pernah berbicara dia hamil kan waktu itu.


"Iya Paman orang yang berbicara dengan Kakak kamu. Bagaimana keadaan Kakak kamu apakah baik-baik saja "


"Tentu saja Kakak baik-baik saja"


Freya yang baru datang, langsung menghampiri Helena, tak lama kemudian disusul oleh Gea. Gea mengatur nafasnya dan juga raut wajahnya ini.


Jangan sampai ada yang curiga kalau dirinya ini habis menangis dan berbicara dengan Freya juga.


"Kalian berdua baik-baik saja " tanya teman Freya dan juga Dimas.


"Ya aku baik-baik saja Jordi, memangnya ada apa dengan aku "


"Ya tidak kalian berdua berbarengan kekamar mandi, baiklah Freya bagaimana pekerjaan mu apakah semuanya lancar "


"Tentu saja pekerjaanku selalu lancar tidak pernah ada masalah, apalagi ada Amar yang selalu membantuku "ucapannya sambil menatap Amar tak lupa dengan senyum manisnya.


"Aku ikut senang sekali, apalagi sekarang Irsyad sudah kuliah aku ikut bangga juga dengan kerja keras Irsyad, dan juga tak lupa dukungan dari kamu juga, kamu selalu mendukung apapun yang anak mu mau"


"Aku akan terus mendukung anakku Jordi, selagi itu masih di jalan yang benar bukan di jalan yang tidak benar, aku akan menjadi orang terpenting dalam hidup anak-anakku aku tidak mau melewatkan sedikitpun pertumbuhan mereka, apalagi perjuangan mereka aku akan menghargai setiap jerih payah yang mereka lakukan"

__ADS_1


Jordi mengangkat dua jempolnya "Memang kamu ini hebat Freya, hanya laki-laki bodoh saja yang meninggalkanmu begitu saja. Aku dari dulu selalu mengagumimu dan Amar adalah laki-laki yang beruntung bisa mendapatkan kamu"


Kembali Freya menatap Amar dan mengenggam tangan Amar.


"Bukan Amar yang beruntung tapi aku yang beruntung mendapatkan laki-laki seperti Amar, dia selalu ada di sampingku dalam keadaan apapun dan dia selalu bertahan bersamaku"


Amar tersenyum dan mengelus pipi Freya dengan lembut.


Dimas yang melihat itu langsung berdehem "Maaf apakah pembicaraan kita sudah selesai "


"Kita dari tadi terus membahas pekerjaan Dimas, iya mungkin kita luangkan waktu untuk membahas yang lain. Memang perjalanan hidup Freya itu sangat mengagumkan, makanya kadang aku selalu ingin membahasnya karena dia sekarang sangat-sangat beruntung sekali. Memang Allah itu maha melihat, maha mendengar dan inilah balasan yang diterima oleh Freya kebahagiaan yang memang harus dia terima sejak dulu"


Gea membenarkan rambutnya "Semua orang berhak bahagia Pak Jordi "


"Iya memang semua orang itu memang berhak bahagia, tapi ada orang-orang yang menurutku tidak berhak bahagia seperti laki-laki yang meninggalkan istrinya karena tertarik dengan perempuan lain, lalu perempuan yang merebut suami orang, yang melakukan zina banyak lagi aku tak mungkin kan menyebutkan satu persatu "


Gea yang mendengar semua itu cemberut temanya Dimas ini pasti sengaja ingin menyindirnya. Kalau bukan karena Dimas bisa bekerja disini sudah pasti Gea akan mengamuk.


"Tante ada apa dengan Tante, kenapa Tante cemberut terus "tanya Helena tiba-tiba.


Gea langsung menatap anak Freya itu, dia tersenyum kearah anak itu.


"Aku baik-baik saja, hanya sedang memikirkan sesuatu "


"Hemm begitu ya, Tante jangan terlalu banyak berfikir dan melamun ya tak baik "


Gea rasannya ingin sekali menasehati anak ini tapi disini semua orang pasti akan marah padannya. Gea harus terlihat baik kan pada anak kecil ini. Yang menurut Gea wajahnya begitu mirip dengan Dimas.


Apa ini anak bungsu Freya dan Dimas, Gea tahu tentang kehamilan Freya dari ibunya Dimas, tapi Gea tak akan pernah memberitahu Dimas. Gea tak akan rela kalau suaminya nanti menyayangi anak kecil ini.

__ADS_1


Gea akan selalu menyimpan semua rahasia ini sendirian. Biar kan Dimas tidak tahu seperti orang bodoh.


...----------------...


Gea selama perjalanan terus saja cemberut.


"Ada apa dengan kamu Gea, bukannya kamu suka tempat itu lalu kenapa tiba-tiba saat pulang kamu malah cemberut"


"Aku tidak suka saja dengan teman-temanmu itu, kamu lihat mereka itu seperti memojokkan aku mereka itu seperti ingin membuat aku terlihat salah, apalagi temanmu yang memasukkan mu bekerja itu, dia seolah-olah adalah orang yang benar apa kamu tidak merasakan semua itu, kalau saja bukan karena kamu dapat kerjaan dari dia aku pasti akan berbicara padanya aku pasti akan melawannya"


"Memangnya kamu berani ? "


Gea mendengus kesal "Tentu saja aku berani, kenapa aku sampai tidak berani hanya untuk membela diriku sendiri. Aku tidak suka diinjak-injak seperti itu Dimas, kamu tidak dengar dari tadi mereka hanya memuji Freya kesuksesannya, bagaimana dia mengurus anak-anak dengan baik semuanya dibahas rasanya aku bosan sekali "


"Karena memang kenyataannya seperti itu, kita tidak bisa memungkiri semuanya Gea, memang Freya memiliki segalanya, memang dia bisa melakukan apapun sendiri dan dia bisa membuktikan kalau dia bisa bangkit "


"Ah sama saja kamu "


Gea mempercepat langkahnya itu, rasanya ingin cepat-cepat datang ke rumah dan tidur saja. Dimas sepertinya sudah tercemar di kepalanya dia benar-benar sudah membuatnya kesal.


"Bisakah hidup ini ditukar, bisakah aku yang menjadi Freya, agar aku bisa mendapatkan segalanya " gumam Gea.


"Gea tunggu aku "


Gea hanya menatap suaminya sekilas, lalu dia kembali menatap kearah depan, Gea tak mau menunggu suaminya itu.


"Hey kenapa kamu ini, jangan marah-marah terus Gea"


"Pikir saja kenapa aku bisa marah, seharusnya kamu itu membela istrimu, memuji istrimu bukannya malah ikut mendengarkan dan seperti menikmati pembicaraan tadi, aku muak melihatnya "

__ADS_1


"Kamu ini benar-benar membuat aku serba salah, sudahlah terserah kamu saja "


Makin marah saja Gea mendengar jawaban dari suaminya. Suaminya ini benar-benar menyebalkan sekali, awas saja tak akan Gea layani suaminya itu, kesal rasannya.


__ADS_2