Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 109 akan merebut Freya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Astuti sudah menemui Freya "Maafkan mama, mama kemarin benar-benar tidak tahu kalau Dimas akan mendengar semua ini, mama tidak mau pesta kalian hancur gara-gara Dimas. Dia mengancam akan menghancurkan pestamu Freya. Maafkan mama, mama dan Irsyad berbicara tentang Dimas dan tentang dia yang Ayahnya Helena"


"Tapi kamu jangan salah kan Irsyad, mama yang bilang kalau Helena anaknya Dimas, jadi Dimas tak sengaja mendengarnya. Sekali lagi Mama minta maaf ya, kalau sama mama tak bicara sembarangan seperti kemarin, mungkin semua ini tak akan pernah terjadi"


"Tidak usah merasa bersalah seperti itu mah. Mungkin memang sudah saatnya Dimas mengetahuinya, tapi aku akan memanggil pengacara untuk membantuku aku akan mengambil hak asuh Helena secara penuh. Aku tidak akan pernah mau sampai Helena jatuh ke tangan laki-laki itu, aku yakin Dimas akan melakukan sesuatu, dia pasti ingin Helena, dia pasti akan menuntut ku dan menjatuhkan aku bagaimana pun caranya, aku tahu bagaimana Dimas mah "


"Yah kamu harus lakukan itu, itu lebih baik sayang Mama minta maaf sekali lagi Mama akan terus melindungi kalian semua. Mama akan selalu mendukung apapun keputusan kamu"


"Iya Mah terima kasih atas dukunganmu. Aku pergi dulu ya aku harus bekerja Helena dan juga ya Irsyad juga sudah pergi ke sekolah, aku sedang banyak pekerjaan mah jadi aku harus pergi pagi-pagi "


"Iya kamu hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa langsung hubungi Mama ya, mama akan selalu membantu kamu Freya "


Freya hanya menganggukkan kepalanya dan pergi, dia akan menemui pengacaranya dan membahas tentang hak asu Helena. Sampai kapanpun Freya tidak akan pernah melepaskan Helena mau bagaimanapun dia yang melahirkannya dan dia yang mengurusnya.


Helena tidak boleh sampai jatuh ke tangan Dimas, apalagi harus diasuh oleh Gea. Freya tidak akan pernah rela semua itu terjadi Freya tidak akan pernah terima.


Freya tak mau nanti Helena sama seperti Gea, perebut suami orang lain. Anaknya harus dijauhkan dari kedua orang itu, karena mereka tidak akan benar malah akan membuat pusing dirinya saja nanti kedepannya.


...----------------...


Sedangkan Gea di rumah dia hanya merenung diam, dan tak tahu harus melakukan apa suaminya benar-benar tidak ada pulang. Gea sudah menangis dari tadi malam sampai pagi hari tapi suaminya tidak ada, Gea sudah menghabiskan air matanya dan rasannya sekarang air matanya sudah tak mau keluar lagi, apa mungkin air matanya ini sudah habis.


"Aku harus mencari suamiku ke mana. Tidak mungkin kan dia pulang ke rumah Freya, tidak mungkin Freya juga menerima suamiku, jadi harus ke mana aku ini mencari suamiku, aku juga malu kalau harus pergi kerumah Freya, yang ada dia hanya akan membuat aku malu, belum lagi ibu mertuaku sendiri, dia pasti akan terus menghinaku "


Gea mengusap air matanya, rasanya lelah sekali menangis dari semalam dia ingin memperlihatkan pada Dimas kalau dia masih peduli padanya, Gea tidak mau ditinggalkan Dimas begitu saja dalam keadaan seperti ini.


Gea belum punya apa-apa Dimas belum memberikan dirinya apa-apa, tidak boleh pergi begitu saja kan. Rugi dong kalau Gea tiba-tiba pergi.


"Kenapa kamu Dimas jahat padaku, kenapa kamu ninggalin aku kayak gitu aja, kamu dulu tak pernah setega ini sama aku, kamu selalu ada disamping aku tapi karena masalah sepele kayak gini kamu malah ninggalin aku "


Gea melangkah pergi ke arah kamarnya. Gea ingin istirahat Gea lebih baik tidur dulu terlebih dahulu, nanti saat kepalanya sudah tidak pusing Gea akan mencari keberadaan suaminya mungkin suaminya tidur di rumah sakit semoga saja itu.


Gea tak mau ditinggalkan oleh suaminya mau bagaimana pun keadaannya. Gea benar-benar ketakutan sekarang.


Apalagi Dimas sudah tahu kan tentang semua kebenarannya. Dimas pasti akan mudah menceraikannya nantinya dengan semua pengakuan yang Gea berikan semalam.


Apakah keputusannya memberitahu Dimas salah, tapi mau bagaimana lagi Dimas sudah tahu semuanya. Tak mungkin kan tiba-tiba berbicara pada Dimas kalau semua yang dirinya katakan semalam adalah sebuah kebohongan.


...----------------...


Freya yang sedang bekerja tiba-tiba saja ditelepon oleh sopir yang biasa menjemput anaknya, tak biasannya menelfon seperti ini. Freya dengan cepat segera mengangkatnya.


"Ada apa Pak apa ada masalah"


"Maaf Bu Nona Helena tidak ada, saya sudah pergi ke sekolah tapi nona Helena tidak ada tidak masuk katanya, saya sudah mencari kemana-mana Bu tapi ga ketemu "


"Coba kamu tanyakan lagi pada gurunya, jangan tiba-tiba berbicara seperti ini padaku sebelum tahu yang sebenarnya, ayo cari lagi pada guru yang lain tanyakan. Kamu kan tadi yang mengantarkan Helena, tak mungkin Helena pergi begitu saja, Helena tak pernah seperti ini "


"Sudah Bu saya sudah mencoba bertanya ke setiap guru tapi memang nona Helena tidak masuk ke dalam sekolah. Katanya mereka belum melihat nona Helena masuk kedalam kelas, mereka fikir nona Helena sedang izin dan pergi bersama ibu "


"Kenapa bisa seperti itu, biasannya anak anak akan sekali diawasi"


Freya langsung mematikan sambungannya dia sungguh marah dengan pihak sekolah, kenapa tidak menahan anaknya atau mungkin kalau ada yang menjemput jangan dibiarkan, kan Freya sudah memberitahu pada gurunya itu siapa saja yang boleh menjemput anaknya, sekarang malah seperti ini Helena pergi entah kemana dan dibawa oleh siapa.


Freya segera menghubungi Amar dia harus memberitahu Amar, untungnya Amar langsung mengangkat telepon itu. Hanya Amar saja yang bisa membantunya. Freya tak mungkin menelfon Irsyad yang sedang kuliah.


"Ada apa sayang"

__ADS_1


"Amar bantu aku, Helena tidak ada di sekolah aku takut Helena dibawa sama Dimas. Entah kenapa gurunya ini bisa membiarkan Helena pergi begitu saja"


"Maksud kamu dibawa Dimas gimana, Dimas sudah tahu Helena anaknya ? "


"Iya dia udah tahu, kemarin malam mama bilang sama Dimas karena Dimas ancam-ancam Mamah pokoknya tolong pergi ke sekolah Helena. Aku juga mau ke sana, aku mau cari Helena atau mungkin kamu cari di Rumah Sakit apakah Dimas ada atau tidak, aku takut Dimas membawa kabur anakku, Dimas itu orangnya nekat Amar "


"Baiklah baiklah aku akan mengeceknya, kamu tenang ya, aku jemput kamu dulu saja aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu nanti saat kamu nyetir sendiri, kamu tenang dulu ya disana pokoknya kamu jangan pergi kemana-mana ya "


"Ya udah gimana kamu aja Amar. Aku tunggu kamu, jangan lama ya Amar "


Sambungan langsung diputuskan begitu saja oleh Amar. Freya sungguh bingung dia menunggu Amar datang ke sini. Bagaimana kalau Helena benar-benar diculik oleh Dimas. Tidak tidak jangan sampai itu terjadi Freya akan melaporkannya ke kantor polisi akan Freya penjara kan Dimas.


Kenapa kedatangan Dimas malah membuat semuanya kacau. Seharusnya dulu Freya pergi jauh saja mungkin tak akan pernah kembali bertemu dengan Gea dan juga Dimas.


...----------------...


Saat melihat mobil Amar, Freya langsung naik wajahnya sudah sangat pucat sekali. Amar mengusap tangan Freya "Tenang aku ada di sampingmu kita cek, tadi aku sudah ke rumah sakit dan Dimas ada di ruangannya dia tidak bersama Helena. Dia hanya sendirian, aku juga sudah bertanya pada karyawanku yang lain kalau Dimas tak membawa anak kecil "


"Kamu yakin udah cari sekitar rumah sakit, takutnya dia sembunyiin Helena, aku benar-benar sangat takut sekali Amar "


"Sudah sayang, aku juga udah tanya suster kok Dimas bawa anak kecil atau enggak kata suster Dimas dari tadi memang ada di dalam ruangannya dan sedang menangani pasiennya. Dia tidak keluar dia belum keluar sama sekali jadi Dimas tidak ada sangkut pautnya, mungkin Helena pergi ke taman yang biasa"


"Entahlah aku ingin dulu bertemu dengan gurunya, bagaimana dia ini aku sudah menitipkan Helena pada gurunya, tapi malah dibiarkan pergi begitu saja untuk apa aku bayar mahal-mahal kalau begini. Tahu begini aku tak akan membiarkan Helena sendirian di sekolah"


Amar terus saja mengusap-usap tangan Freya, agar Freya bisa tenang dan tidak marah-marah seperti ini. Amar juga khawatir dengan Helena, tapi Amar tak mau memperlihatkannya dan membuat Freya makin khawatir saja.


Mereka sampai di sekolah dan langsung masuk begitu saja, Freya langsung mendatangi wali kelasnya Helena. Akan Freya pertanyakan tentang tanggung jawabnya ini.


"Selamat siang bu"


"Siang Bu"


"Maaf Bu dari tadi pagi memang Helena tidak ada di kelas, saya kira Helena sedang izin. Makannya saya tak mencari Helena Bu "


"Kenapa kamu tidak menghubungiku dari tadi pagi, biasanya juga kalau misalnya ada murid yang tidak masuk akan selalu dihubungi ibunya, kalau tidak ada kabar sedikitpun ini sudah jam berapa, sudah jam 12.00 siang kalau saja sopir anakku tidak menjemput mungkin aku tidak akan pernah tahu tentang ini semua dan kalian semua juga tak akan pernah tahu"


"Maaf bu saya tadi kurang mengecek anak-anak, sekali lagi saya minta maaf karena sekarang ini sedang banyak sekali pembelajaran "


"Kurang mengecek, lalu untuk apa saya bayar mahal-mahal di sini. Bagaimana sih disini itu, banyak yang menjaganya bahkan dimana-mana tapi anak satu hilang tidak ketahuan, apa menjaga sambil memainkan ponsel makannya tak ter cek anak-anak"


Amar langsung menarik tangan Freya, Amar tidak mau di sini ada keributan sekarang Amar yang maju "Lain kali Bu jangan seperti ini lagi, bagaimana kalau anak saya ikut dengan orang lain atau mungkin murid yang lain. Ke depannya harus lebih ditingkatkan lagi Bu di sini kan banyak gurunya dan juga penjaganya di mana-mana. Seharusnya lebih bisa mengawasi murid-murid yang ada di sini, absen juga setiap hari kan Bu, tak pernah terlewatkan "


"Iya Pak saya minta maaf sekali lagi, kami tidak akan teledor seperti ini lagi. Kami akan memperbaiki semuanya "


Freya tanpa permisi langsung keluar dari ruangan itu, dia sungguh kesal dengan tingkah guru yang ada di sini nanti Freya akan memindahkan anaknya saja tidak usah sekolah di sini. Percuma bayar mahal tapi tidak sesuai dengan yang dirinya inginkan.


Amar juga setelah sedikit berbincang dengan guru itu mengikuti Freya, melihat Freya yang sangat ketakutan sekali Amar menarik Freya untuk masuk ke dalam mobil lagi.


"Kita cari ke taman, pasti Helena ada di sana aku yakin itu, itu adalah tempat kesukaan Helena pasti dia akan ada di sana. Tak mungkin Helena akan pergi jauh-jauh sekali taman "


Freya hanya menganggukan kepalanya saja, yang sekarang dia pikirkan bagaimana keadaan Helena takut-takut terjadi sesuatu pada anaknya itu. Takut kalau Dimas sudah menyembunyikan anaknya. Kalian tahu sendirikan saat semalam kemarahan Dimas begitu menggebu-gebu.


Tidak butuh waktu lama mereka sampai di taman itu, Freya langsung keluar diikuti oleh Amar, mereka mencari ke segala arah dan tiba-tiba saja ada yang berteriak memanggil Amar.


"Ayahh"


Pandangan Amar dan juga Freya langsung terarah pada suara itu, ternyata itu Helena yang berlari menghampiri mereka dan memeluk Amar dengan sangat erat, disini juga ada beberapa anak tapi berbeda sekolah dengan Helena.

__ADS_1


Freya langsung menarik tangan anaknya "Kenapa kamu tiba-tiba tidak ada di sekolah Helena, kenapa tiba-tiba kamu ada di sini. Kamu membuat mamah khawatir saja, jangan lakukan ini lagi Helena mama begitu ketakutan sekali "


"Mama tadi di sekolah tidak ada pembelajaran makanya aku pergi ke sini saja, aku lebih baik ke taman saja aku baik-baik saja mama. Guru-guru juga sibuk dengan pekerjaan mereka jadi aku putuskan untuk pergi kesini saja, aku pergi bersama temanku mama lihat mereka ada disana "sambil menunjuk kearah teman-temannya yang sedang bermain ayunan.


Freya langsung memeluk Helena dengan erat dia tidak mau sampai kehilangan anaknya "Mama sudah bilang kan jangan pergi-pergi seperti ini, mama tidak mau terjadi sesuatu sama kamu. Mama tak mau sampai kehilangan kamu Helena, jangan seperti ini lagi ya Helena harus janji sama Mama "


"Iya maaf mah, karena sudah lama tidak main di taman jadi tiba-tiba saja Helena ingin datang ke sini. Maaf ya Helena sudah membuat mama takut, Helena tak akan melakukan ini Helena lain kali akan bicara dulu pada ibu guru agar mama bisa langsung datang kemari nanti "


Freya mencium seluruh wajah anaknya, lalu menggendongnya dan membawa masuk ke dalam mobil, mereka bertiga akhirnya pulang ke rumah.


Freya tak mungkin tega memarahi Helena, Freya tak mau menyakiti hati anaknya.


...----------------...


Sedangkan di rumah sakit Gea datang ke ruangan suaminya, dia melihat suaminya yang sedang mengobrol dengan suster, dengan sangat marah Gea langsung menarik tangan suster itu, tak peduli mereka sedang membicarakan apa.


Difikiran Gea kalau mereka itu sedang berselingkuh mengkhianatinya. Gea tak akan memberi ruang untuk perempuan lain mendekati suaminya enak saja.


"Jangan berani-beraninya kamu menggoda suamiku, sana pergi dari sini. Berani sekali ya kamu mendekati suami aku, memangnya tak ada laki-laki lain hah "


Suster itu langsung mundur, dia langsung permisi dan pergi dari ruangan Dimas. Dimas memijat kepalanya dengan kesal, tingkah istrinya ini sangat membuatnya malu kenapa coba tiba-tiba mengatakan hal seperti itu, memangnya suster itu sedang menggodanya jelas saja tidak, mereka ini sedang membicarakan pekerjaan.


"Kenapa kamu datang kemari jika ingin membuat masalah tidak usah datang kemari, mau apa lebih baik pulang sana. Kamu hanya akan membuat aku malu saja "


"Kamu apa-apaan bersama perempuan itu, apa kamu tidak ingat kalau di rumah punya istri. Apa kamu mau terus seperti itu, kamu mau jadi laki-laki penghianat lagi hah, jangan buat aku marah ya "


"Mana apakah ada buktinya, aku menghianatimu aku sedang mendiskusikan tentang pekerjaan, kamu jangan mengganggu pekerjaanku ya. Aku baru saja bekerja di sini dan kamu sudah membuat masalah saja. Apa kamu tidak malu tiba-tiba menarik suster itu begitu saja, kita akan mengadakan operasi makanya dia sedang berbicara padamu jangan pernah membawa masalah rumah ke dalam pekerjaan pulang sekarang, jangan ganggu aku disini "


"Kalau aku pulang sekarang aku tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah ini, karena kamu juga tidak akan pernah pulang nanti ke rumah. Jadi lebih baik kita selesai disini saja agar semuanya beres "


"Aku bilang pulang ke rumah sekarang, apa kamu ingin aku kasar sama kamu "


Gea tentu saja tetap diam dan menggelengkan kepalanya, dia tidak akan pernah pulang Gea akan tetap di sini sampai masalahnya dengan Dimas selesai. Gea ingin tenang kalau dirumah dan tak memikirkan apa-apa lagi, Gea ingin tidur nyenyak juga masalahnya.


"Apa kamu tidak kasihan dengan aku Dimas. Aku ini sudah tidak punya siapa-siapa lagi, lalu kamu tiba-tiba membenciku gara-gara baru tahu tentang keberadaan Helena apakah itu sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan. Kenapa kamu tak membela aku, aku yang harusnya lebih penting untuk kamu "


"Jangan egois sudah aku bilang kan jangan pernah menjadi manusia egois, seharusnya aku yang bertanya padamu kenapa kamu berbohong padaku, aku sekarang tidak diakui oleh anakku. Bahkan dia tidak tahu siapa ayahnya semuanya gara-gara kamu, aku begitu kesal dengan kamu Gea, kamu sudah benar-benar menghancurkan hidup aku "


"Kenapa aku yang disalahkan dan kenapa tidak Freya saja, seharusnya Freya berbicara kan padamu kalau dia sedang mengandung, tapi Freya tidak melakukannya kan malah mamamu sendiri yang berbicara padaku, mamamu juga yang salah seharusnya berbicara padamu bukan padaku. Keluarga kamu itu memang sangat aneh sekali, aku tak habis fikir saja dengan mereka semua "


"Karena mamaku berharap kamu pergi meninggalkanku, agar aku sadar bahwa aku itu salah memilihmu tapi nyatanya apa kamu malah memanfaatkan aku, kamu malah membuat aku harus terjebak dengan perempuan yang sudah dipakai oleh banyak laki-laki pergi dari sini sekarang. Aku akan mengurus surat cerai, lebih baik kita berpisah saja dari pada harus terus bersama tapi saling menyakiti "


Gea langsung menggelengkan kepalanya dan langsung berteriak histeris "Tidak aku tidak akan pernah mau bercerai denganmu, aku tidak akan pernah mau Dimas aku sudah sengsara 7 tahun bersamamu, lalu saat kamu sekarang sedang di atas apakah kamu akan membiarkan aku, siapa yang susah denganmu selama ini aku Dimas, aku yang selalu menemani kamu bukan Freya "


Dimas mengatur nafasnya, jangan sampai dia terpancing emosi Dimas segera bangkit dan mendekati istrinya itu "Pulang ke rumah maka aku tidak akan menceraikanmu, kita akan tetap bersama pergi ke rumah sekarang dan jangan buat masalah dan juga buat aku malu jangan sampai tiba-tiba Jordi atau Amar datang kemari untuk memecat aku. Aku baru saja bekerja di sini selama 3 hari apa kamu mau membuat aku dikeluarkan dari sini dan sengsara lagi"


Gea lantas menggelengkan kepalanya dia tidak mau lah kalau harus miskin lagi, harus serba kekurangan lagi harus bekerja cuci gosok buruh lagi. Gea tak mau tersiksa lagi "Aku tidak mau tapi kamu janji kan tidak akan pernah menceraikan aku Dimas. Aku benar-benar tidak mau apa kamu tidak melihat perjuanganku selama ini, aku yang selama ini menafkahi kamu Dimas apa kamu akan tega tiba-tiba melepaskan aku saat aku sudah tidak punya apa-apa"


Gea memang wajah yang begitu menghawatirkan, Gea ingin dikasihani oleh suaminya ini. Agar suaminya tak menceraikannya begitu saja.


"Maka jika itu tidak ingin terjadi kamu pulang sekarang, aku minta kamu pulang dan istirahat nanti aku akan pulang ke rumah dan kita akan bicara baik-baik dengan kepala dingin. Biarkan aku memikirkan semuanya dulu biarkan aku tenang. Aku harus bekerja ya jangan membuat aku pusing dengan teriakan-teriakan kamu dan membuat aku malu, di sini juga banyak pasienku dan juga banyak sekali rekan kerja aku apakah kamu mau membuat aku malu di hadapan mereka. Apakah kamu mau suami kamu ini dipermalukan disini "


"Tidak aku tidak mau kamu malu di hadapan mereka, baik aku akan pulang sekarang aku akan pulang tapi malam ini kamu harus pulang tidak boleh menginap kemana-mana dan kamu juga tidak boleh pergi ke rumah Freya. Kalau kamu ingin menemui Freya dengan aku saja, aku akan menemani kamu aku akan ada di samping kamu aku janji itu. Aku tidak akan membuat masalah "


"Iya nanti aku akan mengajakmu pergi ke sana lebih baik sekarang pulang ya, kamu jangan kemari lagi biarkan aku tenang bekerja sayang "


Gea tentu saja langsung patuh melihat sikap Dimas yang sangat lembut sekali padanya. Gea membawa tasnya dan pergi dari ruangan Dimas, Dimas yang lega Gea keluar duduk kembali.

__ADS_1


Dia akan memikirkan rencananya tentang menceraikan Gea, lebih baik mereka bercerai saja daripada diteruskan seperti ini tidak akan pernah benar Dimas juga mungkin akan mengejar Freya lagi, untuk mendapatkan hati Freya tidak peduli Freya akan menikah dengan Amar.


Dirinya adalah laki-laki pertama yang bisa membuat Freya jatuh cinta lagi, jadi tak akan sulit Dimas mendapatkan Freya lagi. Freya akan menjadi miliknya lagi, Freya akan menjadi istrinya lagi, anak-anaknya juga akan menjadi miliknya lagi, tak boleh anaknya itu jatuh ke tangan orang lain.


__ADS_2