Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 58 Kaget


__ADS_3

Selama makan malam Freya terus saja melamun. Suaminya belum juga pulang. Sudah dihubungi tapi tak bisa. Irsyad yang melihat tingkah Mamanya menepuk tangannya dengan sangat perlahan sekali.


"Mama ada apa, kenapa kamu tak memakannya"


Freya tersenyum kearah anaknya lalu mengelengkan kepalanya "Mama hanya sedang tak enak badan saja sayang. Ayo kamu habiskan makanan mu itu"


"Mama juga harus makan. Ayo makan Ma "


Irsyad menyuapi Mamanya dan Freya dengan senang hati membuka mulutnya. Freya tak mau membuat anaknya kecewa dan kefikiran.


"Mama harus makan yang banyak ya "


Freya menganggukan kepalanya. Astuti yang melihat pemandangan itu begitu bahagia sekali. Astuti ingin keluarga anaknya ini selalu bahagia dan untuk selalu.


...----------------...


Dimas pulang malam dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya. Dimas begitu senang sekali hari ini. Tadinya tak akan pulang tapi Dimas tak boleh membuat istrinya curiga dengan sikapnya sekarang.


"Dari mana Dimas, kenapa terus tersenyum seperti itu apa ada yang membuatmu senang sekali keluargamu sendiri "


Dimas sampai tersentak kaget. Dimas tadi tak melihat sekitar. Ternyata ada Mamanya yang sedang duduk sambil memegang segelas teh.


Senyum Dimas langsung pudar. Dimas berdehem dan melihat Mamanya. Dimas sama sekali tak mendekatinya hanya diam di tempat yang sama.


"Mama tanya dari mana kamu. Tadi Mama pergi kerumah sakit dan kamu ga ada. Kamu ini kemana sampai pulang jam segini. Apa kamu sudah lupa punya anak dan istri. Apa perlu Mama tempel di punggung kamu atau mungkin di kening kamu sekalian "


"Ma aku sedang menyiapkan klinik"


Astuti tersenyum miring, klinik padahal menantunya sudah menyiapkan segalanya. Dimas itu kalau sudah berbohong pasti ketahuan.


"Jangan bohong Dimas. Lihat saja sampai Mama tahu kamu main hari dengan perempuan lain maka kamu sudah siap angkat kaki dari rumah ini. Dan jangan pernah anggap Mama ini orang tua kamu "


"Ma kenapa Mama berfikir seperti itu mana mungkin Dimas melakukan itu. Mama kalau berbicara suka kemana saja "

__ADS_1


"Tidak Mama tidak bicara kemana saja. Mama ini adalah orang tua kamu jadi Mana tahu segalanya. Jangan membuat Mama kecewa Dimas. Mama bisa merasakan setiap perubahan dari kamu. Kamu ini mau cari perempuan yang seperti apa lagi, Freya itu sudah sangat sempurna dan baik sekali jangan sakiti dia. Kalau kamu sudah tak mau dengan Freya berbicara dengan Mama dan kita selesaikan semuanya. Setelah itu kamu pergi dari rumah ini "


"Ma jangan menuduhku seperti itu, Mama ini kenapa sih "


"Kenapa marah, kalau kamu tak merasa tak melakukan hal itu maka jangan marah. Freya dari tadi menelfon mu tapi apa kamu malah tak mengangkatnya. Sedang bersama siapa kamu hah"


"Ma aku ini bekerja "


"Dimana kerjanya ? "


"Ya dirumah sakit dimana lagi "


"Benarkah, kamu pulang di jam yang sama tapi saat kerumah tidak, malah pulang larut sekali. Hati-hati Dimas kamu bisa merusak segalanya. Masa depan kamu, rumah tangga kamu. Kamu akan menyesal nanti ingat kata-kata Mama ini sebelum terlambat "


"Mama tenang saja Dimas tak mungkin selingkuh "


Dimas masuk kedalam kamar, dan melihat istrinya Freya yang sudah tertidur. Dimas bernafas lega kalau sampai Freya masih bangun pasti akan sangat banyak pertanyaan sekali. Dimas tak akan tahan langsung di interogasi oleh dua perempuan sekaligus.


...----------------...


Freya begitu penasaran siapa itu "Dimas ponselmu terus saja berbunyi sepertinya ada pesan yang penting"


Dimas lupa, pasti ini dari Gea jangan sampai Freya melihatnya Dimas langsung saja keluar dari kamar mandi. Saat ponselnya akan dibuka oleh Freya Dimas segera merebutnya.


Freya sampai kaget "Kenapa, kamu ini membuat aku kaget saja. Padahal aku ingin membantumu untuk melihat siapa orang yang memberikan pesan di pagi hari seperti ini "


"Ini tentang pekerjaan sayang. Sepertinya sangat penting sekali, makannya terus saja berbunyi. Emm tolong buatkan aku kopi yang baru ya sayang sepertinya itu sudah dingin "


"Aku baru membuatkannya, kenapa harus yang baru aku yakin itu belum dingin "


Dimas mengambil kopi itu, lalu mengelengkan kepalanya "Lihat sudah dingin tolong ambilkan yang baru sayang, aku tak akan bisa meminumnya tolong ya istriku "


Freya segera menganggukan kepalanya mengambil gelasnya dan mengganti dengan yang baru. Padahal ada yang ingin Freya katakan dan tanyakan. Tapi ya sudahlah buatkan dulu saja ini yang baru untuk suaminya.

__ADS_1


Dimas segera membuka pesan dari Gea. Begitu banyak sekali. Senyum Dimas langsung kembali muncul alangkah senangnya mendapatkan pesan di pagi hari seperti ini.


Gea :Selamat pagi sayang


Gea :Apakah kamu sekarang bekerja, aku begitu ingin memelukmu. Kapan kamu kemari lagi aku sudah memasakan banyak makanan.


Gea :Aku juga sudah menyiapkan bekal untuk mu. Pokoknya aku sudah menyiapkan semuanya untuk kamu sayang.


Gea :Aku ingin kita satu rumah dan setiap hari menghabiskan waktu. Aku tidak bisa jauh dari kamu sayang .


Dimas makin tersenyum dan bahagia sekali. Dimas segera membalas semua pesan itu.


Dimas : Aku juga ingin kita satu rumah sayang. Seharusnya aku tak memisahkan kamu waktu itu. Tapi tak masalah aku masih bisa datang kesana dan berduan dengan kamu sayang.


Dimas : Aku akan kesana nanti sayang mengambil bekal makan. Aku yakin makanannya akan sangat enak sekali sampai-sampai aku akan ketagihan.


Dimas : Aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan kamu. Tunggu aku ya sayang aku akan datang kesana sekarang juga.


Dimas bergegas menyimpan ponselnya dan memakai kemejanya. Dimas harus segera pergi menemui Gea sang kekasih jangan sampai dia menunggu.


Saat Dimas keluar Freya sudah membawa kopi yang baru. Untung saja mereka tidak tabrakan dan membuat kopi itu tumpah.


"Kamu mau kemana kenapa terburu-buru, ini aku sudah buatan kopi baru yang kamu mau "


"Aku harus bekerja sekarang ada operasi gawat, aku harus pergi sekarang "


"Tunggu sebentar "


Freya pergi kearah meja makan membawakan bekal untuk suaminya "Ini kamu bawa ya "sambil memberikannya pada Dimas.


Dengan ragu Dimas membawanya,"Kenapa apa kamu ga suka aku kasih bekal "


"Bukan begitu Freya, aku hanya tak biasa saja "

__ADS_1


"Maka mulai sekarang terbiasa lah aku akan kembali membawakan bekal untuk kamu ya. Aku ga mau kamu makan sembarangan. Pokoknya kamu harus makan aku udah masak dari pagi-pagi banget "


Dimas hanya menganggukan kepalanya, dia langsung pergi saja tanpa melakukan rutinitas biasannya. Freya hanya diam saja. Mungkin Dimas sedang terburu-buru jadi tak sempat melakukan hal itu.


__ADS_2