
"Ini apa Mah"
Mama Astuti lemas melihat Dimas memperlihatkan foto Freya dan juga Amar. Padahal tadi Mama Astuti baru saja mengisi perutnya, dia lupa membawa ponselnya dan membiarkan ponselnya begitu saja tadi juga mama Astuti melihat kalau Dimas sedang tertidur. Makanya tadi dia cepat-cepat makan.
"Jawab Mah ini apa. Kenapa Freya sama laki-laki lain ini maksudnya apaan sih Mah, mama bilang sama Dimas kalau Freya itu kerja tapi ini kenyataannya apa dia malah sama laki-laki lain ini maksudnya apa jelasin sama Dimas, Mama sembunyiin ini semua kan mama dukung Freya yang selingkuh. Kenapa mama tega sama anak mama sendiri, kenapa mama ga pernah kasih tahu Dimas sih ma "
"Tidak bukan seperti itu, kembalikan ponsel Mama sekarang juga. Sini akan mama jelaskan semuanya tapi kembalikan dahulu ponsel mama ya"
"Tidak akan, aku tidak mau mengembalikan ponsel ini jelaskan dulu apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Freya bisa bersama laki-laki ini kenapa Mah, sudah berapa lama mah Freya seperti ini, dan sejak kapan juga mama mengetahui semua ini ma, kenapa mama tega dengan Dimas, apakah Mama tak menyayangi Dimas mah. Sampai-sampai mama menyembunyikan segalanya dari aku "
Mama Astuti menelan ludahnya dengan susah payah, "Mama tidak bisa menjelaskan semuanya tapi yang pasti Freya tidak selingkuh dia sama sekali tidak selingkuh Dimas, Freya tidak mungkin melakukan itu dia tidak selingkuh Mama sudah berkata jujur sama kamu. Kamu tahu sendiri kan bagaimana Freya, jadi jangan berbicara sembarangan ya "
"Tapi apa ini kenyataanya, Freya bersama laki-laki ma. Ini sudah ada bukti yang jelas, mama tak bisa mengelak lagi "
Dimas yang kecewa dengan Freya sampai-sampai menangis, Dimas tidak menyangka kalau Freya bisa selingkuh seperti ini Dimas melepaskan ponsel ibunya begitu saja.
Padahal Dimas dari tadi ingin sekali mengobrol dengan istrinya itu, tapi ternyata di belakangnya Freya malah selingkuh Freya malah punya laki-laki lain Dimas benar-benar kecewa dengan apa yang Freya lakukan.
Selama ini dirinya setia tapi Freya malah menghianatinya seperti itu apakah ini balasannya dari apa yang selama ini dia lakukan. Dimas tidak tahu harus bagaimana sekarang rasanya ingin sekali menyusul Freya ke sana dan membawa istrinya pulang.
Dimas ingin langsung mendengarkan semua penjelasan dari istrinya itu Dimas ingin tahu alasan istrinya sampai selingkuh, apa sebenarnya kekurangannya ini. Pernikahan mereka sudah lama masa Freya dengan mudah berselingkuh seperti itu.
__ADS_1
Ini benar-benar tak adil untuk Dimas. Dimas tak suka dengan keadaan hidupnya yang sekarang. Apakah Freya sudah bosan dengannya sampai selingkuh dengan laki-laki lain.
Dan mama Astuti di sini benar-benar merasa bingung harus bagaimana sekarang, anaknya sudah tahu kalau Freya dan juga Amar. Mama Astuti harus bagaimana lagi ini, Mama Astuti juga belum bicara dengan Freya. Pasti Freya tadi begitu kaget, apa saja yang Freya katakan ya tadi. Mama Astuti takut kalau Freya menyakiti Dimas dengan kata-katanya.
"Dimas maafkan Mama "
Dimas langsung menatap mamanya "Minta maaf untuk apa ma, mama sudah membuat Dimas kecewa,mama benar-benar tega, kenapa mama membiarkan Freya selingkuh dan tidak memberitahu Dimas ma,kenapa ma. Lebih baik Mama pergi dari sini, Dimas ingin istirahat, Dimas tak mau diganggu"
Mama Astuti tanpa banyak bicara lagi langsung keluar dari dalam ruangan itu. Mama Astuti sekarang bingung dia di tanya terus-menerus oleh anaknya sedangkan pada kenyataannya mereka memang sudah tidak ada hubungan apa-apa.
Apakah Mama Astuti harus bicara saja semuanya. Tapi bagaimana kalau misalnya nanti Dimas malah menjadi sakit, itu akan makin parah mama Astuti ingin Dimas sembuh dulu baru menceritakan semuanya pada Dimas.
...----------------...
"Ada apa Mah kenapa dengan Dimas " Gea langsung duduk di bawah dan memegang kaki mama Astuti, tapi mama Astuti tidak menjawab dia masih saja menangis.
"Mah tolong jelaskan jangan seperti ini, jangan diam saja Ma "
"Suamimu menelpon Freya dan dia melihat foto Freya bersama Amar, Dimas sekarang drop lagi. Sudah aku katakan kan dia tidak boleh tahu semuanya dulu "
Gea menjadi lemas. Padahal Gea ingin memberitahu semuanya tentang kebenaran itu.
__ADS_1
"Kenapa bisa Dimas menelpon Freya kalau sudah begini ya sudah lebih baik beritahu saja Dimas agar nanti kedepannya tidak rumit juga mah, Gea ingin memberitahu Dimas yang sesungguhnya agar dia tidak lebih marah lagi nanti"
Mama Astuti yang sedang menangis langsung berhenti dia langsung menatap Gea dengan tatapan bencinya "Kamu ingin membuat anakku mati ya sekarang saja dia baru mengetahui Freya dengan laki-laki lain di foto marah, apalagi kalau sampai aku mengatakan yang sesungguhnya ini akan menjadi lebih rumit lagi"
"Jelas itu yang akan jadi lebih rumit kalau mama membiarkan Dimas tidak mengetahui yang sesungguhnya itu akan menjadi lebih rumit lagi, lebih baik Dimas tahu sekarang saja daripada nanti kasihan pada Freya dan juga Amar. Aku tidak mau menghancurkan mereka aku tidak mau menghancurkan rumah tangga mereka Mama mengerti kan maksudku itu "
Mama Astuti malah membuang pandangannya dia tidak mau menatap Gea yang terus saja menatapnya dengan tatapan memohonnya itu. Mama Astuti tak akan merubah apa yang sudah dia putuskan. Freya juga nanti akan mengerti dan mau.
"Mah mau bagaimanapun Dimas harus diberitahu suatu saat nanti. Dan inilah waktunya aku tidak mau nanti malah dua keluarga yang menjadi bertengkar belum lagi nanti Freya dengan mertuanya, belum lagi nanti mereka yang bertengkar. Aku tidak mau itu sampai terjadi bukannya mama sayang dengan Freya, lalu apakah sekarang mamah mau menghancurkannya dengan cara menyuruh Freya berpura-pura kalau Dimas itu masih suaminya, apakah Mama ingin semuanya menjadi kacau"
Mama Astuti langsung menepis tangan Gea yang ada di kakinya. Mama Astuti segera bangkit disusul oleh Gea, Gea tidak akan pernah menyerah dia akan terus membujuk Mama Astuti untuk mengikuti kata-katanya.
"Sudah aku katakan aku tidak akan mau, aku tidak mau mengambil resiko besar dengan membiarkan Dimas tahu semuanya nanti juga lambat laun dia akan tahu, tapi sekarang itu bukan saatnya apakah kamu ingin kehilangan suami kamu, apakah kamu ingin anak yang ada di perut kamu itu tidak mempunyai ayah. Iya itu kemauan kamu"
"Kenapa Mama sudah berpikir jauh ke sana, kita tidak tahu mungkin saja dengan kita jujur kepada Dimas dia bisa mengingat semuanya, bisa mengingat aku bisa mengingat anaknya daripada kita berbohong seperti ini aku tidak mau nanti ke depannya kita malah menyesal mah. Mama jangan terus seperti ini. Aku tahu ini sangat berat tapi mau bagaimanapun kita harus menjelaskan yang sesungguhnya pada Dimas. Dimas pasti akan mengerti. Aku akan memperlihatkan semua foto kebersamaan aku dengan Dimas foto pernikahan kami juga"
"Kalau kamu ke sini hanya untuk membuat Dimas makin parah saja lebih baik kamu pergi saja tidak usah ada di sini, kamu hanya akan membuat anakku makin drop dan dia malah makin akan sulit sembuh lebih baik kamu pulang saja kamu di sini juga tidak berguna"
"Aku tidak akan pernah pergi aku akan menjelaskan semuanya pada Dimas. Aku tidak mau Dimas lupa dengan aku ataupun anakku meskipun sekarang dia lupa tapi aku bisa membantunya untuk ingat kembali. Jadi tolong Mamah jangan egois, aku di sini berhak atas Dimas bukannya mama sudah melupakan Dimas kan bukannya mama sudah membenci Dimas kan lalu sekarang kenapa Mama yang mengatur. Aku adalah istrinya dan aku yang paling berhak"
Mereka berdua saling tatap Mama Astuti menatap Gea dengan tatapan yang begitu dalam dan juga tajam sama halnya dengan Gea dia tidak mau kalah. Gea juga menatap Mama Astuti dengan berani.
__ADS_1
Gea tidak akan mengikuti lagi apa kata-kata dari ibu mertuanya ini, Gea ingin Dimas diberitahu sekarang dia tidak mau nanti ada kehancuran yang lebih besar lagi dari ini.
Mau bagaimanapun nanti mama Astuti membencinya yang terpenting Dimas tahu yang sesungguhnya dulu, mama Astuti tidak boleh egois ingin mengambil keputusan sendiri seperti itu, dia tahu Dimas adalah anak mama Astuti tapi dirinya adalah istrinya juga dan berhak memutuskan kemauannya. Ini juga demi kebaikan bersama.