
Dimas yang melihat istrinya Gea tertidur melihat nomor Mamanya. Dimas ingin menghubungi mamanya, Dimas ingin berbicara dengan mamanya. Entah kenapa dari dulu kalau dirinya punya masalah Dimas akan lebih tenang kalau menceritakannya pada sang mama.
Dengan ragu Dimas memecah nomor mamanya, lama sekali tidak diangkat tapi tak beberapa lama langsung ada suara Mamanya Dimas begitu senang sekali, akhirnya mamanya bisa dihubungi juga. Dimas sudah tak sabar ingin berbicara dengan mamanya ini
"Halo ini dengan siapa ya, malam-malam telfon "
"Mah ini Dimas. Tolong jangan matikan sambungannya Dimas. Tolong Dimas ingin berbicara sesuatu dengan mama jadi tolong jangan matikan sambungannya, mama tahu sendirikan Dimas sangat membutuhkan Mama "
"Kamu mau bicara apa lagi sih sama Mama, apa kamu belum puas juga udah nyakitin Freya apalagi yang ingin kamu bicarakan sekarang kamu juga udah tahu kan Helena itu anak kamu, kamu cukup tau aja Dimas nggak usah deh ada pikiran buat ambil Helena mama satu keluarga akan mempertahankan. Kamu ga akan mudah mengambil Helena dari kami jadi jangan berharap"
"Baiklah aku akan berubah pikiran, tapi aku ingin bertemu dengan Helena mah aku ingin berbicara dengannya. Apakah mama bisa membawa Helena padaku tanpa diketahui oleh ibunya, aku minta tolong padamu kalau aku tidak minta tolong padamu pada siapa lagi. Irsyad mana mungkin dia mau membantuku dia yang ada akan marah marah dan tak akan membiarkan aku bertemu dengan Helena, hanya mamah satu-satunya orang yang bisa membantu aku, tolong ya mah "
"Tidak bisa, Helena saja tidak mau bertemu denganmu, bagaimana mama mau membawanya dia itu sudah sangat membencimu Dimas. Kamu meninggalkannya saat dia masih kecil. Tentu saja dia akan bertanya-tanya kemana kamu tak ada. Masa mama mau berbicara kalau kamu selingkuh dengan perempuan lain saat mamanya sedang mengandung, tidak mungkin kan mama berbicara seperti itu pada anak kecil "
"Jangan terus salahkan aku ma. Kenapa juga Freya tak pernah mengatakan apa-apa padaku tentang kehamilannya mungkin aku masih ada disamping kalian"
"Mau bagaimana Freya berbicara padamu yang ada kamu malah akan menolaknya, kamu malah akan mencaci maki Freya, lebih baik Freya menyembunyikan semua ini kan. Itu adalah sebuah ide yang bagus menurut Mama, mama juga sudah bilang kan mama sudah berbicara dengan istri kamu, kalau Freya sedang mengandung. Tapi apa dia sama sekali tidak memberitahumu kan, dia kamu saja Dimas, dia tak peduli dengan keadaan sahabatnya. Lebih baik kamu salahkan saja dia, jangan terus menyalahkan kami "
"Iya iya sekarang dia hamil mah, mau marah padanya juga aku berfikir dua kali takut dia malah jadi stres, aku sangat ingin bertemu dengan Helena, tadinya aku punya pikiran ingin kembali rujuk dengan Freya apakah itu akan mungkin mah. Apakah semuanya akan berhasil menurut mama bagaimana dengan ideku itu"
Dimas malah mendengar mamanya yang tertawa mengerutkan keningnya. Padahal Dimas sedang berbicara serius tidak sedang main-main.
"Mah aku serius bagaimana kalau aku rujuk dengan Freya saja. Mungkin mama bisa membantunya, aku ingin kembali dengan ke kehidupan dulu bahagia tanpa ada kendala sedikitpun "
Dimas berharap mamanya akan mendukung dirinya. Dimas begitu butuh dukungan sekarang. Agar Dimas lebih semangat lagi nanti untuk mengejar Freya.
"Kamu ini sangat lucu sekali Dimas, setelah 7 Tahun lamanya kamu menghilang tiba-tiba mau kembali rujuk dengan Freya, sedangkan Freya sudah punya laki-laki idamannya kamu tahu Amar itu lebih segalanya. Amar itu sangat mencintai Freya lebih-lebih dari kamu, Amar itu begitu baik Amar sudah berjuang 6 tahun lamanya untuk mendapatkan hati Freya, lalu tiba-tiba Mama akan membiarkan Freya kembali dengan laki-laki seperti kamu tentu saja tidak akan Mama tidak akan bodoh"
Mamanya kembali berbicara dan meneruskan kata-katanya "Freya sekarang sudah punya segalanya dia tak akan pernah mau bersama kamu. Jadi jangan terlalu berharap lebih, nanti kamu malah akan sakit hati sendirian, ingat Freya yang dulu dan yang sekarang sudah berubah, dia tak akan pernah kembali dengan kamu apapun keadaannya "
__ADS_1
"Aku kira mama akan membantuku, padahal aku sudah memikirkan semuanya. Aku sudah memiliki rencana mah" Dimas masih mengharapkan jawaban mamanya yang setuju, tapi sepertinya itu akan sangat mustahil.
"Sudahlah jangan ada pikiran untuk kembali pada Freya, karena semuanya juga tidak akan kembali seperti semula. Freya juga tidak akan pernah mau kembali denganmu apalagi Gea masih hidup, apakah Gea tidak akan mengganggu rumah tangga kalian nantinya, tentu saja akan mengganggu apalagi dia sedang mengandung anakmu kan sekarang, seperti apa yang kamu bicarakan yang ada Gea akan terus menganggu dan menghancurkan segalanya. Sudahlah tak kembali lebih baik kamu pertahankan rumah tangga kamu itu "
"Tapi aku sudah tak mau dengan Gea, masa aku harus terus diam ma, aku tak bisa menjalankan rumah tangga dengan Gea, rasanya begitu berbeda sekali, sangat terlihat sekali perbedaannya itu "
"Ya sudah kamu jalani saja rumah tangga kamu itu, Gea sudah pilihan kamu kan maka itu sudah konsekuensi kamu mau bagaimanapun sikapnya ya dia adalah istri kamu, mau bagaimana pun masa lalunya itu adalah sudah pilihan kamu. Mama Freya sudah memberitahu kamu sudah mencoba untuk menyadarkan kamu, tapi apa nyatanya kamu masih dibutakan. Nah sekarang baru sadar setelah 7 Tahun lamanya nikmati saja istrimu sedang mengandung, kamu juga tidak mungkin menceraikan dia begitu saja urus saja dia bahagiakan dia seperti yang sudah kamu rencanakan dulu"
"Kalian pasti punya rencana hidup yang begitu bahagia, maka wujudkan semua itu. Jangan terus mengeluh, karena kalau terus mengeluh tak akan ada ujungnya "
"Akan aku pikir-pikir dulu mah, aku juga sudah tidak betah dengan Gea, aku sudah tidak sanggup kalau untuk hidup bersamanya terlalu banyak kenangan pahit yang harus aku ingat tentangnya. Pokoknya aku sudah tahu bagaimana Gea itu dan aku menyesali semuanya, kenapa aku dulu tak mendengarkan kata-kata Mama itu "
"Baru sekarang kamu berbicara seperti itu, waktu dulu kamu ke mana saja. Dulu kamu sangat menjunjung tinggi Gea kan, sangat membangga-banggakan dia di hadapan mama dan juga Freya, tapi pada kenyataannya seperti ini menyesal memang datang diakhir ya nak "
"Iya Ma aku salah. Aku benar-benar salah lalu untuk rumah Mama kenapa dijual, kenapa kamu juga tak berdiskusi dulu dengan aku. Bukannya itu rumah kenangan kita, kenapa Mama gegabah seperti itu "
"Aku tidak akan meminta uang itu mah. Aku juga sekarang sudah bekerja, aku sudah punya penghasilan, waktu itu aku sangat bingung makanya mengikuti apa kata-kata Gea untuk meminta bagian harta dari mama, aku terlilit hutang banyak mah, aku sudah sangat binggung sedangkan Gea terus saja menekan aku "
"Lihat kan dia itu bukan perempuan baik, kalau dia Perempuan baik tidak akan menyarangkan kamu hal seperti itu, Mama ini masih hidup kalau mama sudah mati baru mengurus tentang harta, tentang warisan tapi mama masih ada kan. Gea itu memang perempuan licik dari awal juga mama sudah tidak suka dengan dia, tapi apa Freya malah memasukkannya ke dalam rumah yang pada akhirnya kamu malah tergoda"
"Mama berdoa Irsyad tidak akan mempermainkan seorang perempuan nantinya, meskipun kamu pernah mempermainkan ibunya tapi mama berdoa agar Irsyad tidak seperti kamu, mama tak mau ada perempuan yang disakiti lagi "
Dimas diam cukup lama, Dimas juga tidak mau keturunannya seperti itu apalagi sampai nanti ada karma yang turun pada anaknya Helena. Dimas tidak mau anaknya nanti dipermainkan oleh seorang laki-laki.
"Apakah ada yang ingin kamu bicarakan lagi, Mama harus istirahat ini sudah sangat malam sekali Dimas, mama sudah sangat mengantuk sekali "
"Sudah mah aku hanya ingin bicara itu, tadinya aku ingin meminta tolong pada Mama untuk menemukan aku dengan Helena, tapi ya sudahlah aku akan memberikan waktu beberapa bulan untuk Helena bisa melupakan segalanya. Maksudku untuk bisa menemui aku nantinya, aku berharap dia bisa menerimaku meski tak sepenuhnya. Aku hanya ingin dia menganggap aku sebagai ayahnya saja "
"Ya kamu tunggu saja, Helena itu sebenarnya anak yang baik dia itu anak yang periang penyayang tidak pernah membenci orang sama sekali, tapi saat tahu kamu ayahnya dia sangat marah sekali. Nanti juga dia akan mengerti Helena sekarang masih kecil kamu jangan temui dia dulu, biarkan waktu yang menjawab semuanya dan membantu kamu untuk dekat dengan anak kamu "
__ADS_1
"Iya Mah aku tidak akan mendekatinya, aku hanya akan melihatnya dari jauh saja. Agar rasa rinduku ini bisa sedikit terobati "
Setelah sedikit berbasa-basi menanyakan tentang keadaan Mamanya Dimas mematikan sambungannya, Dimas kembali ke dalam kamar. Dimas masih melihat Gea yang masih tertidur dengan pulas.
Dimas mengambil bantal dan juga selimut baru dia akan tidur di kamar sebelah saja. Dimas sudah tidak mau tidur bersama istrinya, entah kenapa dia malas mulai merasa kalau Dimas tidak mau tidur bersama Gea.
Dimas merasa jijik karena dia pernah tidur dengan banyak laki-laki, entah kenapa semua itu terngiang-ngiang terus di kepalanya.
Sedangkan Freya kan dulu hanya bersamanya saja, Freya tidak pernah berselingkuh ataupun tidur dengan laki-laki lain hanya dirinya yang pertama dan terakhir sampai sekarang, tidak mungkin Freya sudah tidur dengan Amar.
Dimas sangat mengenal bagaimana Freya, jadi kenapa Dimas masih ingin kembali dengan Freya. Ya itu salah satunya kalau Freya masih bisa menjaga segalanya, Freya lebih pintar menjaga dirinya.
...----------------...
Astuti menyimpan ponselnya dan duduk dengan lesu. Sebenarnya tadi Astuti tidak mau mengangkat dan berbicara dengan anaknya Dimas, tapi mau bagaimanapun Dimas adalah anaknya Astuti mengambil foto yang selama ini selalu dia sembunyikan foto Dimas.
Dimas adalah anaknya satu-satunya. Tapi Dimas sudah membuatnya kecewa sekali, bahkan membuat dirinya malu.
"Dimas mama begitu rindu dengan kamu. tapi rasa marah Mama itu sangat besar sama kamu, kamu sudah mengkhianati Freya padahal Freya begitu baik sama kamu, tapi kamu menghianatinya begitu dalam Dimas"
"Mama sangat kecewa sekali dengan apa yang kamu lakukan Dimas tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, semuanya sudah tak bisa diperbaiki lagi"
"Mama ingin yang terbaik untuk kamu dan juga Freya, kalian harus bahagia tapi mungkin tidak bahagia bersama-sama seperti dulu, kalian harus bahagia dengan kehidupan kalian masing-masing dengan pilihan kalian masing-masing"
Astuti membaringkan tubuhnya dan memeluk foto anaknya ini. Semoga saja nanti hatinya bisa dengan penuh memaafkan Dimas.
Freya juga sudah bisa memaafkan Dimas dan menyuruhnya untuk berbaikan dengan Dimas, tapi Astuti tak bisa terburu-buru, Astuti masih selalu teringat bagaimana pengkhianatan anaknya itu pada Freya.
Apalagi Gea masih ada, masih bersama anaknya. Rasa bencinya pada Gea tidak akan pernah pudar sampai kapanpun rasa benci itu akan terus ada dan tak akan hilang.
__ADS_1