
"Gea kamu kemari "tanya Jordi pada Gea yang sedang melangkah untuk masuk ke dalam ruangan suaminya. Kebetulan sekali mereka bertemu.
Entah kenapa Jordi suka saja membuat Gea marah, Jordi begitu membenci Gea. Karena tingkahnya yang sangat menjijikan itu.
"Iya Jordi aku kemari untuk menemui suamiku, apa ada yang salah. Apa sekarang di rumah sakit ada peraturan kalau seorang istri tidak boleh mendatangi suami yang sedang bekerja ? "tanya Gea, dia mencoba untuk baik-baik saja pada Jordi untuk membuat Dimas tetap bekerja disini tak dipecat. Gea benar-benar tak bisa kalau suaminya tak kerja lagi.
"Apa kalian harus selalu bertemu ya, Dimas kan tadi izin padaku untuk bertemu denganmu sampai-sampai dokter lain yang menggantikan dia, untuk memeriksa pasien yang lain dan juga operasi. Apa belum tuntas kangen-kangenan nya. Kan nanti kita Dimas akan pulang, nanti saja lah Gea. Jangan ganggu Dimas yang sedang bekerja"
Gea lantas mengerutkan keningnya, suaminya tidak pulang. Bahkan Gea datang ke rumah sakit juga untuk mempertanyakan hal itu kenapa suaminya tidak pulang dan tidak bisa dihubungi sama sekali.
"Maksud kamu Dimas pulang ? "
"Iya dia pulang ke rumah. Katanya dia izin ingin menemui istrinya yang sedang mengandung, tapi kamu seperti bingung apa Dimas tidak pulang ke rumahmu. Apa mungkin Dimas pulang ke rumah istri keduanya apa Dimas punya istri lagi ? Hemm aku jadi penasaran sekali kalau iya Dimas punya istri lagi siapa ya istrinya itu, yang akan menjadi musuhmu selanjutnya "tanya Jordi sambil memanas-manasi Gea. Jordi suka sekali melihat wajah Gea yang kaget seperti itu.
"Istri kedua ? " Gea makin bingung dengan semua yang dikatakan oleh Jordi, mana mungkin suaminya punya istri lagi, tidak tidak mungkin itu.
"Iya istri kedua, apa Dimas sudah menikah lagi apa dia punya istri dua makanya tadi dia pulang ke rumah istri kedua nya, bisa saja kan Dimas punya istri lagi, secara dia itu kan dokter banyak yang mau Dimas juga masih tampan "
"Aku masuk dulu ke ruangan Dimas" Gea lebih baik memutuskan untuk masuk rumah saja. Dari pada harus berbicara dengan Jordi yang ngaco seperti ini.
"Iya silakan tapi kalau mau bertengkar jangan berteriak-teriak ya, di sini banyak pasien mereka akan terganggu kasihan mereka itu kan di sini mau istirahat dan berobat. Bukan mendengarkan kamu dan juga suamimu bertengkar. Tahan dulu saja kalau mau berangkat. Nanti saat dirumah baru kalian bertengkar, mau saling lempar wajan juga tak masalah aku tak akan melarang "
__ADS_1
Gea tidak menggubris hal itu. Gea langsung masuk ke dalam ruangan suaminya, kosong tidak ada siapa-siapa. Gea duduk dan menunggu suaminya datang apa yang dimaksud oleh Jordi, kapan Dimas pulang ke rumah Dimas sama sekali tidak pulang.
Ternyata Dimas sudah mulai main-main dengannya, apa Dimas selama ini punya perempuan idaman lain, apa selama ini Dimas selingkuh darinya. Apakah benar yang dikatakan oleh Jordi. Gea sudah mulai terpengaruh oleh kata-kata Jordi.
Gea tidak akan pernah tinggal diam seperti Freya dulu, Gea akan menghajar perempuan itu sampai habis lihat saja. Gea tak akan mengampuni mereka, Gea tak terima kalau sampai diduakan.
Pintu ruangan langsung terbuka. Dimas yang baru saja masuk tentu saja kaget melihat istrinya yang duduk di sana. Dimas tidak mengharapkan semua ini padahal Dimas mau tidur sebentar. Dimas ingin istirahat dan tak mau bertengkar. Pasti istrinya ini akan mengajaknya bertengkar Dimas yakin itu.
"Kamu ada di sini ?"
"Iya kamu lihatnya siapa hantu emangnya yang ada di sini. Kenapa bilang sama orang lain pulang ke rumah tapi nyatanya ga pulang kamu pulang ke mana sebenarnya ? Rumah siapa yang kamu masukin Dimas "
"Tadi ada masalah aku nggak jadi pulang, tadinya mau pulang ke rumah dan temuin kamu tapi ada masalah di jalannya jadi aku pulang lagi ke rumah sakit. Aku ga macem-macem memangnya ada yang mau dengan aku "
Dimas yang tidak suka diperlakukan seperti itu langsung menghempaskan tangan Gea begitu saja, tidak peduli kalau perempuan ini sedang mengandung tidak sopan pada suami seperti itu. Freya saja dulu tidak pernah melakukan hal ini padanya, semarah-marahnya Freya, Freya tidak akan pernah berani melakukan ini.
Sialan, Dimas malah mendapatkan istri yang kasar dan pembohong.
"Aku sudah berkata jujur, jika kamu hanya ingin mengajakku bertengkar lebih baik pulang sekarang tidak usah datang kemari, aku sudah menjelaskan semuanya kalau aku tadi ada kendala makanya tidak pulang ke rumah dan ponselku tidak bisa menyala puas"
"Aku ini sedang mengandung Dimas, tapi kamu kasar padaku apa kamu tidak bisa sedikit saja lembut padaku. Pulang ke rumah aku itu butuh suami, aku berjuang sendirian aku muntah, pusing, lemas tapi tidak ada yang memberikan aku perhatian atau setidaknya ada disampingku. Seharusnya saat aku sedang mengandung seperti ini, kamu ada disamping aku, kamu semangatin aku tapi kamu malah memutuskan untuk tidak pulang dan diam dirumah sakit. Kamu ini suami macam apa Dimas kenapa kamu tega banget sama aku "
__ADS_1
"Aku tidak suka perempuan kasar, Freya saja tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kamu yang baru saja menjadi istriku sudah berani melakukan itu. Aku di sini bekerja kalau begitu kamu saja yang bekerja aku diam di rumah, bagaimana agar aku ada 24 jam bersama kamu. Agar kamu bisa terus mengawasi aku dan tak banyak berbicara seperti ini "
Air mata Gea sudah mengalir, memang tabiatnya Gea ini cengeng jadi ya main nangis saja. Gea tak akan bisa menahan air matanya kalau sudah dibentak, pasti akan langsung keluar seperti ini.
"Kamu itu suami dan kamu yang harus menafkahi aku, bukannya aku yang malah menafkahi kamu selama 7 tahun emangnya siapa yang menafkahi kamu Dimas, aku kan harta-harta aku dijual, aku kerja sedangkan kamu cuman luntang-lantung sana sini cari kerjaan seharusnya saat kamu dapat kerja kayak gini bukan berubah, tapi kamu harusnya bahagiain aku. Kenapa malah jadi kayak gini sih Dimas "
"Kalau kamu ingin aku bahagiakan dan semua apa yang pernah aku pakai diganti, maka diam di rumah duduk manis dan menjadi lah istri yang penurut. Aku sedang mencari uang dan juga aku akan pulang kok, di sini aku adalah dokter baru aku harus memahami segalanya. Sudah lama aku tidak melakukan praktekan. Maka aku harus mempelajarinya lagi mengertilah jangan egois seperti itu Gea "
Gea mengusap air matanya "Yang ada kamu yang egois bukan aku, pulang meskipun hanya 1 jam atau dua jam aku butuh kamu Dimas. Aku butuh sosok laki-laki, aku takut kalau di rumah sendirian. Apalagi malam-malam aku takut kalau tiba-tiba ada maling atau mungkin orang jahat yang masuk ke rumah, apalagi tempat kita tinggal begitu sepi Dimas "
"Kamu kan bisa kasih tubuh kamu, biasanya juga kayak gitu kan Gea "
Gea yang mendengar itu langsung menampar Dimas, kata-kata suaminya itu benar-benar merendahkan dirinya.
"Aku tahu aku dulu pernah dijual oleh Ayahku, selalu dijual aku selalu melayani laki-laki. Bahkan aku diperkosa oleh banyak laki-laki, tapi kamu tidak pantas merendahkan aku seperti itu. Dari awal aku sudah bicara dengan kamu kalau aku pernah dijual oleh Ayahku, kalau aku selalu melayani laki-laki lain tapi apa jawaban kamu waktu itu, kamu terima aku kan. Kamu mau menerima masa lalu aku Dimas lalu sekarang kenapa kamu malah menyakiti hati aku dengan kata-kata kamu kayak gitu"
Gea sungguh tak habis fikir suaminya akan berkata seperti itu. Jadi Dimas tak peduli kalau dirinya sampai dipakai orang lain.
Gea sudah sangat lemah sekali rasanya dia ingin pingsan, "Kalau iya kamu tidak bisa menerima aku. Kenapa tidak dari dulu saja kamu tinggalkan aku Dimas, kenapa kamu malah bertahan dan menghianati Freya. Aku sudah menceritakan semua masa laluku. Bahkan kamu sudah tahu kan semuanya. Freya juga pasti menceritakan semuanya, tak mungkin tidak Freya tak menjelaskannya pada kamu "
"Aku bener-bener tidak menyangka kamu akan sekeji ini padaku Dimas, akan mengatakan kata-kata yang selalu ingin aku lupakan. Mana ada sih perempuan yang mau dijual, mau diperkosa tidak ada aku juga tidak mau tapi takdirku selalu saja seperti itu. Aku kira kamu akan menjadi penyemangat aku akan menjadi penguat aku tapi ternyata kamu sama aja, aku benar-benar salah menilai kamu Dimas "
__ADS_1
Gea mencoba mengatur nafasnya, Gea langsung keluar dari dalam ruangan suaminya dia sudah terlalu sakit hati dengan kata-kata suaminya itu. Kenapa kalau tidak menerima Dimas harus mau dengannya, kalau pada akhirnya menyakiti seperti ini Gea lebih baik dulu tidak pernah suka dengan Dimas, tidak pernah mau tertarik lagi dengan Dimas. Seharusnya dulu Gea melupakan perasaannya pada Dimas.