
Gea menatap orang-orang yang ada di hadapannya, dia bingung kenapa orang-orang ini ada didepan pintu apartemennya. Mau apa coba Gea tak mengadakan pesta sama sekali, dan juga Gea tak punya masalah dengan mereka. Tapi mereka kenapa coba ada disini.
Gea menatap satu persatu orang itu, tidak ada yang dia kenal tapi tiba-tiba saja ada seorang ibu-ibu yang menerobos di tengah-tengah ibunya Freya, mau apa dia kemari kenapa juga dia kemari Gea tak mau bertemu dengan ibunya Freya yang arogan dan tidak punya sopan itu.
"Ibu-ibu ini adalah perempuan yang telah mengambil suami dari anakku. Apakah kalian mau bertetangga dengan orang seperti dia, dia ini pelakor dia ini sudah menyembunyikan suami anakku di dalam rumahnya. Apa kalian mau hal ini terjadi pada keluarga kalian nanti suami kalian di sembunyikan oleh perempuan ini dia ini sangat jahat sekali, dia itu tidak tahu diri satu lagi dia itu dulunya bekerja menjual dirinya "
Gea yang mendengarnya tentu saja langsung menggelengkan kepalanya, Gea menyangkal semuanya "Tidak aku tidak seperti itu, aku sungguh tak seperti itu. Ini semua salah faham kalian tidak tahu bagaimana aku sebelumnya, dia benci padaku makannya ingin menghancurkan aku seperti ini"
"Tidak seperti itu bagaimana, kamu sudah merebut suami anakku bahkan ibu-ibu mau tahu ini adalah apartemen pemberian anakku, dia tinggal di tempat yang diberikan oleh anakku tapi dia masih tidak tahu diri mengambil suaminya juga. Begitu malang nasib anakku itu, dia sangat baik pada perempuan ini pada Gea. Tapi apa yang dia berikan sebuah penghianatan"
"Dasar perempuan tidak tahu diri, mengambil suami orang kami tidak mau bertetangga dengan perempuan seperti dia, sangat memalukan sekali ayo bawa dia. Ayo jangan sampai kita terbawa-bawa nantinya sungguh sangat memalukan sekali, perempuan murahan ya kamu "
Gea dibawa oleh ibu-ibu itu turun ke bawah, saat di lantai bawah Gea didorong begitu saja. Ibu-ibu itu menghakimi Gea bahkan ada yang membawa telur dan melemparkannya ke arah Gea.
Banyak lagi yang mereka lakukan. Gea menutupi wajahnya supaya tidak terkena kotoran itu, Gea tak mau wajahnya kenapa-napa Gea tak mau Dimas tak mau lagi dengannya.
"Dasar tidak tahu diri, mengambil suami orang apa kamu tidak punya wajah. Apa kamu tidak malu mengambil suami sahabatmu sendiri hah, tidak tahu malu sekali perempuan ini. Sungguh aku jijik dengan perempuan ini, sok baik tapi kenyataanya hatinya sangat busuk sekali memalukan sekali kamu ya "
"Iya benar dia ini tidak tahu malu sekali, kamu ini hatinya terbuat dari apa sebenarnya. Kita tidak boleh membiarkan seorang perusak rumah tangga ada di sini, menyebalkan sekali memangnya dia punya apa sampai-sampai merebus suami orang, hanya modal wajah saja yang nanti akan jelek juga, dasar tak tahu malu "
Gea sudah menangis, Gea tidak kuat mendapatkan caci maki dari ibu-ibu yang ada di hadapannya ini. Gea tidak seperti apa yang mereka katakan, Gea tak semurahan itu kenapa mereka sampai tega pada dirinya ini.
"Kamu ini memang tidak punya hati dan kamu tidak pantas untuk bahagia sampai kapanpun. Tak akan pernah bisa bahagia, kami kutuk kamu agar tidak pernah mendapatkan sebuah kebahagiaan dan suatu saat jika kamu berumah tangga kamu akan mengalami kegagalan terus menerus, itu karma yang harus kamu terima "
"Kami berharap kamu akan merasakan apa yang dirasakan oleh temanmu itu, diselingkuhi juga kami ingin melihat kamu terpuruk saat kamu mengalami itu kami akan bertepuk tangan, kami akan sangat bahagia sekali tahu, dasar perempuan murahan "
Ibunya Freya sudah membawa lumpur yang begitu kental, lalu ibunya Freya menyiramkan lumpur itu ke tubuh Gea, Gea sendiri sangat kaget sekali, dia menatap wajah ibunya Freya dengan marah.
"Apa salahku, kenapa kamu melakukan ini kenapa kamu menghukum aku seperti ini. Kamu tidak tahu tentang masa laluku yang sebenarnya. Tapi kenapa kamu menghakimiku seperti ini aku juga ingin bahagia"
"Masih tidak menyadarinya, kamu itu seorang pelakor kamu itu telah merebut suami anakku masih saja tidak mau mengaku. Kamu ini tidak punya malu Gea, kamu membuat suami anakku tinggal di rumahmu. Kalian ini sudah melakukan zina, kamu perempuan tidak benar memberikan dirimu pada suami orang lain, sebenarnya harga dirimu itu di mana hah "
"Pasti orang tua mu akan sangat malu sekali melihat anaknya seperti ini, anak pembawa sial dasar "
Gea malah menangis, dia tidak menjawab sama sekali, ibu-ibu kembali melempari dia dengan sebuah telur yang mereka baru bawa lagi dari rumah mereka masing-masing. Gea benar-benar dirundung oleh ibu-ibu yang ada di sana, oleh tetangga-tetangganya sendiri.
Tak ada yang membelanya sama sekali, tak ada yang melindunginya semua orang jahat. Menghakimi dirinya seperti ini. Gea akan membalas mereka, Gea tak akan pernah melupakan hal ini.
Sedangkan orang yang telah menjual apartemen kepada Freya menelepon Dimas, karena dia hanya mempunyai nomor Dimas saja dia langsung melaporkan tentang kekacauan ini. Dimas yang masih ada di pengadilan langsung mengangkat telepon itu.
"Hallo selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu"
"Siang ini bagaimana ya dengan bu Gea, aku kira dia perempuan baik-baik. Mungkin aku tidak akan menjual apartemenku kalau tahu yang akan menempatinya adalah seorang pelakor yang menyimpan suami orang lain, bagaimana ini kacau di sini. Lihatlah banyak sekali orang yang merundungnya. Aku tidak terima ya nanti apartemenku ini jadi tidak laku gara-gara ada seorang pelakor seperti dia, sangat memalukan sekali "
"Aku tidak mau mendengar lagi ada keributan seperti ini Pak Dimas, aku menjualnya pada Bu Freya. Aku kira dia akan tinggal di sini ternyata malah seorang penggoda suami orang yang tinggal di sini, bagaimana Pak kenapa istrimu sampai kenal dengan perempuan seperti dia, hati-hati saja nanti bapak suaminya Bu Freya yang dia ambil "
Dimas tentu saja kaget, Gea sedang dirundung, siapa dalang dari semua ini apakah Freya ? "Saya akan pulang saya akan ke sana, dan saya akan mengecek semuanya Pak maafkan atas ketidaknyamanan ini"
"Baiklah cepat jangan sampai nanti apartemen-apartemen yang aku jual ini jadi tidak laku gara-gara kedatangan perempuan itu. Sekali lagi ada ke gaduhan seperti ini aku ingin dia pergi, aku tak mau lagi melihat perempuan penggoda itu "
__ADS_1
Setelah mematikan sambungannya Dimas berlari dengan cepat, dia harus menemui Gea. Dia tidak mungkin membiarkan Gea dirundung sendirian, yang salah bukan dia saja tapi Dimas juga di sini yang salah. Seharusnya Dimas juga dihukum oleh mereka.
Dimas juga salah telah membuka hati untuk Gea dan pada akhirnya malah seperti ini, menyakiti hati orang-orang yang dia sayangi.
...----------------...
Gea yang berhasil naik ke lantai atas ke kamarnya sendiri, menangis sambil membersihkan diri dia mengingat kembali bagaimana ibu-ibu itu dengan beringasnya melukainya.
Melemparnya dengan telur, lalu menyiramnya dengan lumpur belum lagi pukulan pukulan dari mereka. Rasanya Gea hancur sekali, selama ini dia tidak pernah bahagia hidupnya selalu saja seperti ini kenapa dunia ini tidak pernah adil padanya.
Gea juga ingin bahagia, kenapa kebagian tak pernah datang lama padannya pasti hanya sebentar saja lalu pergi lagi begitu saja sungguh hidup ini tak adil sekali.
Gea menggosok seluruh tubuhnya, dia sungguh tak suka dengan bau tubuhnya ini yang sangat-sangat menyengat bau sekali, Gea sudah membilasnya dari tadi, tapi bau ini terus saja menempel di dalam tubuhnya.
Gea tidak terima diperlakukan seperti ini, Gea tidak salah apakah salah mencintai seseorang tidak kan, tidak ada yang salah dalam hal ini. Gea hanya sedang jatuh cinta tapi orang-orang itu tak mengerti dan malah menghakiminya seperti ini, mereka memang jahat tak ada orang baik memang di dunia ini.
"Lihat saja aku akan membalas semuanya, aku tidak akan pernah tinggal diam awas saja ibunya Freya akan aku balas karena dia sudah mempermalukan aku seperti ini. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini, aku sungguh-sungguh tidak terima. Awas saja aku akan membalas semuanya rasa sakit yang telah mereka berikan padaku ini, sudah melecehkan aku seperti ini juga "
Gea menyudahi sesi mandinya, tubuhnya sudah tidak bau lagi dia sudah menghabiskan satu botol sabun cair. Gea sungguh muak dengan semua apa yang terjadi padanya, hanya ingin bahagia saja tapi sangat sulit sekali.
Setelah memakai pakaiannya Gea terduduk lemas, dia tidak berani keluar lagi dari dalam rumah, dia takut mereka datang kembali dan menghabisinya mereka itu sangat-sangat tidak tahu diri. Membuatnya seperti ini Gea harus melaporkannya ke kantor polisi.
Gea tak terima harga dirinya diinjak-injak seperti ini, memangnya siapa yang ingin mendapatkan hal seperti ini tak akan ada kan, dan Gea pun sama tak mau.
Tiba-tiba saja ada yang memegang bahu Gea, sampai-sampai Gea kaget Gea menjauhinya ternyata itu Dimas. Dimas langsung memeluk Gea dengan erat.
Gea langsung saja mencurahkan semua rasa sakitnya di dada Dimas, dia menangis dengan sejadi-jadinya. Ingin mengadukan semua rasa sakitnya ini "Dimas lihat mereka memperlakukan aku seperti ini, mereka benar-benar jahat apalagi ibunya Freya. Ini ulahnya ibunya Freya dia membuat aku seperti ini. Dia ingin menghancurkan hidupku, dia benar-benar perempuan yang tidak punya hati. Aku disakiti oleh mereka, satu lawan banyak orang tentu saja aku tak akan bisa melakukan apa-apa Dimas "
"Tenang sekarang aku ada di sini. Maaf aku telah meninggalkanmu, aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Maafkan aku ya aku benar-benar minta maaf, kamu jangan berfikiran akan bunuh diri aku tak akan sanggup hidup tanpa kamu. Kita jalani semuanya sama-sama ya "
"Janji jangan pernah tinggalkan aku lagi, aku sangat ketakutan sekali bagaimana kalau mereka datang lagi kemari. Bagaimana kalau mereka menghajar aku lagi, aku tidak akan pernah bisa menghadapi mereka. Ibunya Freya benar-benar jahat dia benar-benar membenciku. Memang dari awal juga dia sudah membenciku kan, saat ada kesempatan seperti ini dia datang bahkan dia juga memfitnah aku. Aku benar-benar dia habisi "
Dimas membawa Gea untuk berbaring di tempat tidurnya, Dimas mencoba untuk menenangkannya. Dimas tahu apa yang terjadi di sini, tapi Dimas sekarang tidak mau membahasnya. Dimas akan menenangkan dulu Gea. Dimas juga mengerti bagaimana perasaan ibunya Freya.
Ibu mana sih yang anaknya mau disakiti seperti itu, pasti dia akan membalas semua rasa sakit yang dirasakan oleh anaknya kan. Dimas sangat mengerti sekali dengan apa yang terjadi sekarang.
Dimas juga tidak bisa menemui ibu mertuanya itu, yang ada Dimas akan habis di tangannya ibunya Freya, dia itu tidak akan segan-segan untuk memukulnya Dimas yakin itu.
Mungkin Dimas juga akan dipermalukan nanti disana, belum lagi nanti bertemu dengan Ayahnya Freya sudahlah hancur dirinya ini kalau sampai datang kerumahnya Freya, tak akan selamat mungkin.
...----------------...
Freya yang sudah di rumah lagi-lagi menangis. Astuti hanya bisa menemaninya saja. Astuti juga tidak tahu tadi Freya pergi ke mana.
"Aku sudah mengakhiri semuanya, aku sudah lelah Mamah aku tak akan bisa bertahan lagi "
"Maksud kamu apa, mengakhiri apa Freya mama nggak ngerti. Coba kamu jelaskan sama Mama sayang"
Freya mengeluarkan surat dan juga bukti-bukti perceraian yang akan dia lakukan bersama Dimas. Astuti saat melihat itu tentu saja kaget Freya ingin bercerai dengan anaknya.
__ADS_1
"Aku sudah mengajukan perceraian ini pada pengadilan, tapi pengadilan memberikan kami waktu 3 bulan untuk memperbaiki semuanya. Aku tidak bisa bertahan Ma, aku tidak akan pernah bisa sanggup sampai kapanpun. Semua kejadian itu akan selalu terngiang-ngiang dalam benakku, mungkin aku bisa memaafkan tapi kalau untuk melupakan aku tidak akan pernah bisa. pengkhianatan itu akan selalu teringat Ma "
"Perselingkuhan mereka berdua sungguh membuat aku sakit, aku benar-benar tidak percaya mereka akan melakukan ini padaku. Mereka akan sekejam ini padaku, aku pun dan Dima sudah bertemu. Dimas juga sepertinya akan setuju dia pasti akan mempertahankan Gea"
Tapi tiba-tiba saja Astuti pingsan. Freya sungguh kaget melihat itu, Freya mengguncang tubuh Mama mertuanya itu dengan pelan "Mah, Mama Mama baik-baik saja kan Mah Mah"
Freya langsung menghubungi dokter untuk datang ke rumah. Freya begitu khawatir dengan keadaan Mama mertuanya ini. Freya memanggil anaknya yang ada di dalam kamar "Ada apa dengan nenek mah ada apa, kenapa nenek apa nenek jatuh "
"Mama juga nggak tahu mama nggak tahu, ayo bantu mama Irsyad "
Irsyad membantu mamanya untuk membawa neneknya itu masuk ke dalam kamar, mereka berjuang berdua tidak ada yang membantu mereka dan Freya pun tidak meminta tolong pada tetangganya.
Takut nanti malah mereka membahas tentang perselingkuhan Dimas yang malah akan menyakiti Freya. Freya belum siap mendengar kata-kata dari para tetangganya.
...----------------...
Gea yang sedang tertidur malah bermimpi kembali dibawa oleh ibu-ibu, tetangganya itu. Gea di amuk oleh mereka, bahkan yang ada dalam mimpinya ini lebih parah mereka menjamak rambut Gea dengan sangat kencang sampai-sampai Gea terbangun ternyata Dimas ada di sampingnya.
Gea langsung memeluknya dengan erat, Gea sungguh sangat takut sekali Gea tak mau hal itu terjadi lagi padanya "Aku kira kamu tidak ada, aku sungguh takut dengan ibu-ibu itu kamu seharusnya pergi saja dari sini. Aku takut mereka datang kemari lagi aku tidak mau nanti kamu disalahkan, aku tidak mau kamu jadi sasaran empuk mereka sudah biar aku saja yang menerima semua ini "
"Tidak akan, mereka tidak akan pernah datang kemari aku janji mereka tidak akan pernah melakukan hal itu lagi padamu. Kita berjuang sama-sama, kita hadapi semuanya berdua, aku yakin semuanya akan baik-baik saja aku tidak akan pernah meninggalkanmu aku janji padamu itu Gea. Kamu bisa pegang janjiku ini "
Gea mendongakkan kepalanya "Meskipun nanti Freya datang dan memintamu kembali. Kamu tidak akan pernah kembali padanya kan, kamu tak akan tergoda lagi oleh Freya kan Dimas "
Dimas menganggukan kepalanya "Iya aku akan tetap ada disampingmu, meskipun nanti Freya memintaku untuk kembali aku tidak akan pernah kembali padanya. Aku akan hanya terus bersamamu di sini, kita jalani semuanya dari awal, aku tahu mungkin sulit tapi kalau dilakukan berdua semuanya akan baik-baik saja kan. Semuanya akan kembali seperti semula, mereka juga tidak akan berani datang kemari kalau ada aku di sini"
Gea yang senang tentu saja makin memeluk tubuh Dimas, dia senang Dimas selalu ada di sampingnya. Dimas melepas pelukan itu perlahan "Aku akan buatkan teh dulu untukmu, itu pasti akan menenangkan dirimu. Aku ingin kamu kembali ceria lagi Gea, aku tak suka kamu yang murung seperti ini, aku jadi kefikiran sayang "
Gea dengan senang hati langsung menganggukkan kepalanya menunggu Dimas untuk membuatkannya teh. Gea tersenyum lebar kebahagiaannya akan kembali.
Semua yang Gea inginkan akan segera terlaksana. Dimas pasti akan membuatnya bahagia seperti Dimas dulu membuat Freya bahagia kan, kejutan-kejutan yang Dimas lakukan pada Freya akan beralih padanya.
Sekarang itu semua akan dia dapatkan, kebahagiaan cinta dan segalanya yang Freya punya akan dia dapatkah sekarang. Gea tak sabar rasannya ingin merasakan semuanya.
Dimas memberikan teh itu ke arah Gea, tentu saja dengan senang hati Gea minumnya "Ini akan membuatmu tenang kamu harus selalu tenang ya, jangan pernah sedih lagi aku akan terus di sini. Aku akan terus menemani kamu juga "
Bel apartemen bersuara Dimas membuka pintunya, dan ternyata ada anaknya di hadapannya "Irsyad"
"Kalau bukan karena nenek yang meminta kemari aku tidak akan pernah datang kemari, pulanglah Nenek sakit dan dia banyak pikiran gara-gara dirimu yang selingkuh. Aku juga tidak mau sebenarnya datang ke apartemen ini tempat dirimu berzina dengan perempuan itu dan menghianati Mamaku. Lebih baik pulang dan temui nenek"
"Irsyad jangan kurang ajar aku ini ayahmu, mau bagaimana pun aku ini adalah ayahmu jangan seperti itu, apa kamu tak pernah diajarkan sopan santun oleh ibumu hah "
"Salah dirimu selingkuh dan membuat hati Mamaku sakit, saat itulah kamu bukan Ayahku lagi kamu bukanlah orang yang harus aku sayangi dan harus aku anggap. Aku Mulai detik ini dan seterusnya menganggap kalau Ayahku sudah mati, dia sudah tidak ada aku hanya memiliki Mama saja orang yang paling aku sayangi dan akan aku selalu aku lindungi"
"Jangan pernah tanyakan apakah Mamaku pernah mengajariku sopan santun. Tentu saja dia selalu mengajariku, tapi hati seorang anak yang disakiti oleh ayahnya sendiri akan seperti ini. Kamu memang tidak pantas untuk aku anggap Ayah. Aku sangat benci padamu bahkan aku tidak akan pernah mau melihat wajahmu lagi aku tidak sudi memiliki Ayah seperti kamu"
"Kamu selalu saja menyalahkan Mamaku, tapi kamu tidak berpikir apakah kamu pernah mengajari aku. Aku benci padamu aku benci padamu "
Irsyad melangkah pergi meninggalkan ayahnya. Irsyad bahkan berlari tidak mau sampai ayahnya mengejarnya dan nanti malah bertengkar. Irsyad sudah berjanji pada Mamanya untuk tidak bertengkar dengan ayahnya.
__ADS_1
Neneknya tadi sudah siuman dan meminta ayahnya untuk datang, neneknya langsung menangis tadi entah apa yang terjadi Irsyad juga tak tahu, Irsyad juga tak sempat bertanya neneknya sangat sedih sekali kasian dia.