Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 145 Gea pasti marah-marah


__ADS_3

"Gea aku pulang "


Saat mendengar suara suaminya Gea langsung keluar dari dalam kamar, dia ingin menodong berbagai pertanyaan. Tapi saat melihat Dimas membawakannya bunga Gea langsung luluh. Gea begitu senang sekali.


Suaminya kembali seperti dulu lagi, selalu membawakannya bunga. Tak mungkin kan bunga ini untuk orang lain kalau bukan untuk dirinya.


"Ini untuk kamu, apa kamu mau makan malam bersamaku. Aku sengaja pulang masih siang untuk bisa makan malam bersamamu, agar bisa menghabiskan banyak waktu bersama kamu juga "


Gea mengambil bunga itu dan menghirupnya dengan dalam-dalam. Gea melupakan tentang Dimas yang selingkuh tentang Dimas yang berubah pokoknya Gea benar-benar melupakan segalanya.


Yang Gea pikirkan sekarang adalah kenapa Dimas tiba-tiba berubah menjadi romantis, tapi Gea harus mensyukuri itukan.


"Boleh kita mau makan malam di mana, aku begitu senang saat kamu seperti ini Dimas. Aku rasannya kembali menjadi Gea yang dulu "


"Sudah kamu bersiap dulu saja, kita akan pergi dan menghabiskan waktu berdua, aku sudah lama tak mengajak kamu jalan-jalan kan. Kapan lagi aku mengajak kamu jalan-jalan sayang. Aku kan sekarang sudah bekerja dan keuangan kita juga mulai stabil kan. Maka kita harus merayakan itu semua "


"Baiklah aku akan segera bersiap sekarang, aku tak akan lama aku janji sama kamu ga akan lama. Kamu juga jangan kemana-mana dan berubah fikiran. Awas aja nanti tiba-tiba berubah dan pergi gitu aja tinggalin aku sendirian "


"Iya aku tak mungkin berubah fikiran, kamu bersiaplah dulu. Aku akan menunggu kamu disini "


"Iya baiklah "


Gea kembali masuk kedalam kamar, sedangkan Dimas menunggu istrinya. Dimas bernafas lega akhirnya Gea tidak menanyakan apa-apa lagi. Dimas harus selalu membuat Gea tidak curiga dengannya.


Mau bagaimanapun Dimas sedang membantu Amar jangan sampai tiba-tiba Gea mengetahuinya dan malah marah pada Freya semuanya akan gagal dan Freya pasti akan marah lagi pada Amar dan tahu kalau dirinya lah yang menyiapkan segalanya.


Di sini Dimas harus pintar-pintar, dia tidak boleh gegabah begitu saja. Pokoknya Dimas harus selalu waspada saja. Jangan pernah seperti tadi dan membuat Gea curiga.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Gea keluar dari dalam kamarnya. Dimas langsung bangkit dan menatap sang istri.

__ADS_1


"Memang istriku ini sangat cantik sekali, mari kita pergi "


Gea sampai tersipu malu, Gea segera mengandeng tangan suaminya. Mereka segera pergi bersama-sama keluar rumah. Dimas juga membukakan pintu mobil untuk Gea masuk.


...----------------...


Freya dan keluarganya yang baru saja datang dikagetkan dengan Dimas dan juga Gea yang datang. Kenapa mereka bisa sama masuk restoran yang sama, apakah ini hanya sebuah kebetulan, atau mungkin ini adalah sebuah kesengajaan.


Irsyad wajahnya sudah terlihat kesal, Irsyad langsung membawa Helena masuk ke dalam restoran dan pergi ke meja mereka yang sudah dipesan oleh Freya tadi siang.


Irsyad benar-benar tak mau melihat wajah orang-orangnya yang sangat Irsyad benci. Entah akan sampai kapan kebencian ini bertahan.


"Mamah dan juga Freya ada di sini kebetulan sekali ya. Aku benar-benar tak menyangka kita akan satu restoran juga, tapi kalau meja tak akan mungkin sama kan "ucap Gea sambil menggandeng tangan suaminya, ingin terlihat mesra dihadapan Freya.


"Iya kebetulan yang tidak disengaja. Ya sudah kami permisi dulu "jawab Freya seadanya. Freya tak mau meladeni Gea, nanti malah akan bertengkar. Freya disini hanya ingin makan bersama keluarnya dan bersenang-senang itu saja.


Freya langsung menarik tangan mamanya tapi Gea langsung menahannya "Mama kapan akan pergi ke rumah Gea, kita bisa ngobrol-ngobrol bareng-bareng kan. Atau mungkin sekarang aja Ma, mumpung kita ada ditempat yang sama. Mama makan sama aku aja sama Dimas, kita harus akur kan Ma ga boleh terus bermusuhan "


"Lihat selalu saja seperti itu kapan mereka akan baik padaku, kapan mereka akan menerima aku. Padahal aku juga pengen tahu bisa ngobrol-ngobrol sama mereka "


"Sudah kita kan mau makan malam kenapa tiba-tiba jadi murung kayak gini, kita ini mau senang-senang Gea dengan cara mengisi perut sampai penuh, ayo kita masuk. Kapan lagi aku punya waktu "


"Kamu udah janjian ya sama Freya, makanya kita satu restoran. Ga mungkin kan ini hanya kebetulan aja, aku jadi malah curiga tahu sama kalian berdua"


Dimas mencoba menahan emosinya, jangan sampai dia meledak-ledak karena tuduhan dari Gea ini. Dimas harus tenang dan biasa-biasa saja.


"Tidaklah untuk apa aku janjian dengan Freya, di sini juga ada Irsyad. Memangnya Irsyad mau ketemu sama aku ga akan pernah kan dia ga akan pernah mau udah yuk duduk. Kita makan sekarang ga usah kamu tanya-tanya yang aneh kita kan mau habisin waktu sama-sama, bukannya mau bertengkar cuman gara-gara satu restoran sama Freya ini kan tempat umum siapa aja bisa datang ke sini. Ayo Gea "


"Baiklah aku kira kamu memang sengaja ingin datang ke restoran yang sama seperti Freya, makanya datang ke tempat yang sama. Aku selalu curiga dengan kamu Dimas "

__ADS_1


"Tidak pernah terpikirkan olehku itu sayang, ayo kita pergi ke meja kita. Kita makan aku sudah lapar sekali"


Dimas menarik tangan istrinya dengan sangat perlahan. Dimas harus memperlakukan istrinya ini dengan lembut. Dimas juga menarikan sebuah kursi untuk Gea dan seorang pelayan sudah datang membawa hidangan mereka.


Memang sengaja, Dimas sudah memesannya tadi lewat ponsel agar dirinya ini bisa langsung makan. Perut Dimas sudah tak sabar ingin segera diisi.


Tiba-tiba saja pelayan itu tak sengaja menumpahkan sup nya sampai ke pakaiannya Gea, tentu saja Gea kaget dan marah melihat pakaian yang baru saja dia beli sudah terkotori seperti ini, apalagi oleh seorang pelayan.


"Kamu bagaimana sih. Aku baru saja datang di sini tapi kamu sudah menumpahkan sup ini ke pakaianku tidak salah,apakah kamu sengaja hah "


"Maaf Bu maaf sekali lagi saya minta maaf, saya tidak sengaja saya akan ganti makanan yang baru. Saya akan ganti dengan yang baru ya Bu "


Gea langsung berdiri dan berkaca pinggang sambil menata pelayan itu. Enak saja pelayanan ini "Bukan masalah ganti makanannya ini, pakaian saya gimana kotor baru aja saya datang kamu ini emang sengaja ya, kamu ini suruhan siapa sampai-sampai harus melakukan ini pada saya. Kamu kurang ajar sekali "


Pelayan itu mengelengkan kepalanya "Tidak ada yang menyuruh saya Bu, ini hanya keteledoran saya saja. Maafkan saya bu akan saya ganti semuanya pakaian ibu pun akan saya ganti, sekali lagi saya minta maaf Bu "


"Memangnya kamu bisa mengganti pakaian saya ini hah, jangan asal bicara ya kamu ini "


"Gea, Gea sudah duduk-duduk masalah pakaian itu masalah gampang duduklah. Nanti aku akan belikan yang baru, sini duduklah jangan marah-marah seperti itu, berisik tahu "


Tentu saja Gea tidak mau, dia masih menatap pelayan itu dengan tatapan yang begitu tajam sekali, Gea tak akan pernah mengalah begitu saja, enak saja tiba-tiba dimaafkan.


"Panggil manager mu, aku ingin berbicara dengannya ayo cepat panggil dia sekarang juga. Aku tidak mau ya sampai kejadian ini terulang lagi. Kamu ini seharusnya tidak boleh teledor seperti ini, melayani customer itu yang benar aku yakin ada yang menyuruhmu kan, pasti ada dalangnya makannya kamu berani seperti ini "


"Maaf Bu, tapi benar-benar tidak ada yang menyuruhku, ini benar-benar keteledoranku aku minta maaf atas apa yang terjadi hari ini Bu, aku minta maaf" pelayan itu terus saja minta maaf sambil membungkuk tapi hal itu tak membuat Gea iba dan memaafkannya.


"Panggil manager kamu, apakah kamu tuli cepat panggil dia kesini aku ingin berbicara dengannya, dan kalau perlu aku ingin kamu dipecat dari sini "teriak Gea.


Dimas di situ sudah sangat malu sekali, orang-orang sudah menatap mereka. Pertengkaran ini menjadi besar, padahal menurut Dimas tidak usah dibesar-besarkan ini hanya masalah sup yang tumpah ke baju Gea dan tidak banyak hanya sedikit saja, dan pakaian ini bisa dibersihkan tidak usah seperti ini.

__ADS_1


Dimas jadi menyesal membawa istrinya kemari. Kalau kejadiannya akan seperti ini Dimas lebih baik makan di rumah saja. Kenapa Gea ini menjadi sangat sensitif sekali dan mudah sekali marah, apa-apa selalu saja dipermasalahkan masalah kecil diperbesar jadi bingung Dimas.


Apalagi perutnya ini sudah minta diisi tak mungkin kan Dimas makan saat istrinya sedang bertengkar, tapi perutnya ini sudah tak bisa diajak kerja sama juga lagi.


__ADS_2