
Sedangkan di rumah sakit Gea begitu lemas suaminya tidak mengenal dirinya, suaminya benar-benar melupakannya apa yang dia takut-takutkan benar terjadi kan suaminya benar-benar melupakannya.
Gea hanya bisa mundur sambil menangis, Gea sudah bertanya pada Dimas tapi dia menggelengkan kepalanya dan hanya bertanya keberadaan Freya, Gea benar-benar tidak bisa menerima. Bagaimana dengan anak yang ada di dalam kandungannya itu bahkan tadi dokter juga sudah menjelaskan semuanya.
Gea juga tak mau kalau suaminya ini terus begini, Gea tak tahu harus menjelaskan dengan cara apa pada suaminya agar suaminya percaya kalau dirinya ini adalah istirnya sekarang, bukan Freya lagi. Freya sudah menjadi istri orang lain.
"Mah di mana Freya. Kenapa dia nggak ada, seharusnya Freya ada kan saat Dimas lagi sakit kayak gini, apa dia kerja apa dia cuman mikirin kerjaannya aja apa di kantornya banyak pekerjaan. Aku ingin Freya ada disini ma, aku ga mau jauh-jauh sama dia"
Mama Astuti juga di sini bingung harus bagaimana menjelaskannya kalau Dimas dan juga Freya sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, mereka sudah bercerai lama, mereka sudah tidak menjadi suami istri lagi tapi kata dokter jangan dulu membuat Dimas memikirkan sesuatu.
"Freya lagi di luar kota dia kerja dan mungkin dalam beberapa hari baru dia bisa pulang, kamu tahu kan Freya adalah orang kepercayaan bosnya jadi wajar kalau dia banyak pergi keluar kota "akhirnya Mama Astuti hanya bisa berbohong saja dia tidak bisa mengatakan yang sesungguhnya untuk sekarang.
Takut Dimas kenapa-napa. Dimas adalah anaknya satu-satunya jangan sampai Dimas meninggalkannya untuk selamanya, mungkin dulu dirinya kecewa dengan anaknya, tapi setelah Freya menikah lagi dirinya sudah lega dan ingin kembali menjalin hubungan dengan Dimas, mau bagaimana pun Dimas adalah anaknya, yang dilahirkan olehnya.
"Kenapa Freya malah pergi kerja dia nggak peduli ya sama suaminya, terus Irsyad mana Mah kok nggak ada di sini juga apa dia juga nggak peduli sama ayahnya yang lagi sakit kayak gini. Kenapa mereka berdua jadi berubah seperti ini ma, Dimas sekarang sangat butuh mereka berdua, tapi mereka malah ga ada kenapa begitu sih "
"Bukan gitu Freya harus urus-urus semuanya, tadinya dia nggak mau pergi tapi mama paksa buat beresin semuanya biar nanti bisa jaga kamu, biar nanti dia bisa temenin kamu. Mama nanti akan kasih tahu Freya kalau kamu udah sadar ya. Tenang aja istri kamu masih sama, dia ga berubah "
"Mana ponselku Mah aku mau telepon Freya, aku mau langsung bicara aja sama dia, aku juga pengen lihat langsung wajah Freya, pasti dia sangat kelelahan sekali "
"Ponsel kamu nggak ada, saat kamu kecelakaan ponselnya nggak tahu ke mana. Mama sudah tanya sama orang yang nolong kamu, tapi katanya ga ada ponselnya ga tahu kemana, tapi yang terpenting kamu aja selamat Dimas"
__ADS_1
"Ya udah deh Dimas minta Mamah tolong hubungin Freya kasih tahu Freya kalau Dimas udah sembuh ya, dan perempuan itu yang di belakang siapa Mah kenapa dia ada disini dan berbicara ngawur pada Dimas "tanya Dimas sambil menatap Gea yang sedang menangis, Gea menatap suaminya. Dia berjalan lemah ke arah Dimas.
"Dimas aku tanya sekali lagi apakah kamu benar-benar yakin melupakan aku, kamu tidak ingat dengan aku dan kandungan yang ada di dalam perutku ini, apakah kamu melupakan setiap yang kita lakukan, tolong jangan lakukan ini Dimas"
Dimas langsung mengelengkan kepalanya sambil mengerutkan keningnya. Dimas menatap Gea dari atas sampai bawah. Dia benar-benar tidak mengenal perempuan yang ada di hadapannya ini "Kamu siapa, temannya Freya tapi kurasa Freya tidak punya teman lagi selain teman-temannya yang selalu berkumpul dengannya. Aku baru pertama melihat kamu disini"
"Coba tatap wajahku sekali lagi Dimas, coba kamu ingat-ingat jangan seperti ini, aku benar-benar nggak bisa Dimas aku benar-benar takut kalau kamu kayak gini. Aku nanti sama siapa Dimas, anak yang ada didalam kandungan juga Dimas, sadar Dimas jangan seperti ini "
Mama Astuti langsung menarik tangan Gea. Mama Astuti tidak mau Dimas kenapa-napa dia itu baru saja selesai kecelakaan dan terbangun dari komanya, saat sudah ada di luar ruangan Dimas segera mama Astuti berbicara dengan Gea.
"Kamu ini sudah dibilangin sama dokter jangan buat Dimas berpikir yang keras. Apa kamu mau suami kamu malah sakit lagi kamu pengen penyembuhannya makin sulit, makin susah iya itu yang kamu mau hah, jangan buat semuanya berantakan "
"Mah bukan kayak gitu, Gea ingin Dimas ingat dengan Gea lagi, Gea gak mau kayak gini mah, lebih baik Dimas diberitahu saja dari sekarang mah, apa mama tega lihat cucu Mama nanti nggak diakui sama ayahnya sendiri, apa mama tega melihat Dimas benci sama istrinya sendiri dan tidak mengakui aku. Freya saja sudah menikah lalu bagaimana nanti Freya akan jadi istrinya lagi, Freya juga tidak akan pernah mau berpura-pura mah. Dia pasti akan menolak mentah-mentah Freya sudah punya kehidupan sendiri ma"
Gea tentu saja tidak mau, dia tidak mau melepaskan suaminya begitu saja kalau misalnya dirinya pulang yang ada Dimas dibawa pulang ke rumah Freya dan nanti pasti dirinya akan dilupakan Gea tidak akan pernah mau.
"Aku tidak mau, aku akan tetap di sini aku akan tetap bersama suamiku aku tidak mau meninggalkannya, mau bagaimanapun aku adalah istrinya dan aku lebih berhak atas segalanya. Dimas adalah suamiku dan selama ini dia hidup denganku jadi aku yang lebih berhak, aku yang akan mengurusnya aku tak peduli dia lupa dengan aku, tapi Dimas harus selalu ada disamping aku ma, tolong jangan buat semuanya menjadi rumit "
"Keras kepala sekali kamu ini, disini kamu yang bikin rumit bukan mama, udah jangan banyak bantah lebih baik sekarang kamu pulang istirahat biar Dimas dengan mama saja, biarkan dia istirahat dan jangan mengganggunya dulu, nanti juga ada saatnya dia ingat dengan kamu "
"Tapi mah kalau misalnya Dimas terus melupakan aku bagaimana, aku ga sanggup mah, aku takut banget mah"
__ADS_1
"Tidak akan, dia tidak akan pernah melupakan kamu nanti dia juga akan sadar dan akan mencintai kamu lagi sudahlah untuk sekarang biarkan anakku itu istirahat jangan memikirkan apapun, jadi kamu pulang seperti apa yang aku katakan sekarang"
Gea menarik nafasnya dia mencoba untuk tenang. Gea mengusap air matanya dan menganggukkan kepalanya dia akan mengalah untuk sekarang, tapi nanti tidak dia tidak akan pernah mengalah meskipun nanti suaminya masih lupa dengannya. Gea akan tetap membawanya pulang. Mau bagaimanapun Gea sangat berhak.
"Aku akan pulang aku titip Dimas ya Mah, kalau ada apa-apa tolong langsung hubungi aku. Nanti aku akan langsung datang kemari, aku akan melihat nya. Kalau mama lelah hubungi aku juga, agar aku yang menjaga suamiku ini, agar aku tetap ada disampingnya. Agar Dimas ingat lagi dengan aku dan juga anak yang ada didalam kandungan aku ini "
"Tentu nanti kalau ada yang terjadi Mama pasti akan telepon kamu, sekarang lebih baik kamu pulang dulu saja kamu harus banyak istirahat dan jangan banyak pikiran juga. Kamu ini sedang mengandung dan kamu juga harus memikirkan tentang kandungan kamu kamu, ga boleh egois kayak gini ya Gea, aku juga berhak atas anakku ini "
Gea hanya menganggukkan kepalanya, Gea pergi meninggalkan Mama Astuti sendirian, sedangkan mama Astuti masuk kembali lagi ke dalam ruangan Dimas masih menunggu kedatangan Mamanya itu.
"Siapa sih mah perempuan itu kok tiba-tiba ada di sini, lagi hamil lagi seharusnya kan istirahat kalau lagi hamil kayak gitu. Bukannya ada di ruangan aku, apakah itu anak teman Mama yang lagi hamil, dia juga bicara ingat aku ingat aku memangnya aku kenal ya sama dia ma "
"Itu tetangga, tetangga kita yang emang mau nengok keadaan kamu aja. Udah ga usah dipikirkan ya "
"Oh tetangga baru ya Dimas kira siapa, ya udah deh kalau emang tetangga. Seharusnya dia juga nggak usah nengok Dimas kandungannya lagi gede kayak gitu, takut kenapa-napa juga "
"Ya mungkin dia sekalian kontrol aja, kontrol kandungan udah nggak usah dimasalahkan. Dia juga tadi udah pergi kok katanya suaminya udah nelpon udah kamu istirahat ya nanti akan Mama telepon Freya, Freya pasti akan senang mendengar kabar kamu yang sudah sembuh "
"Iya Mah, segera hubungi Freya ya aku nggak bisa kalau lama-lama jauh dari Freya, aku udah kangen banget sama dia. Seharusnya dia ada di sini tapi malah nggak ada, aku sedikit kecewa dengan Freya"
"Iya nanti Mama telepon ya udah kamu istirahat sekarang, jangan kecewa dengannya, Freya juga terpaksa harus pergi sudah ya "
__ADS_1
Dimas menganggukkan kepalanya, dia setuju untuk beristirahat, mama Astuti sekarang mulai pusing memikirkan semua masalah ini Freya baru saja menikah masa mau dihadapi dengan masalah seperti ini, harus bagaimana nanti dirinya berbicara pada Dimas.
Amar juga bagaimana nanti berbicara pada Amar. Dia juga pasti tidak akan terima kalau misalnya tiba-tiba istrinya mengaku-ngaku sebagai istrinya Dimas lagi, keluarga Amar juga tidak akan pernah terima mereka pasti akan marah dirinya tidak mau menghancurkan rumah tangga Amar dan juga Freya mereka sedang bahagia sekarang.