
Freya yang baru datang langsung saja berlari ke ruangan Dimas, dia sudah tahu di mana ruangan Dimas. Freya tadi menghubungi Gea dulu tidak mungkin Freya menghubungi Mama Astuti. Freya ingin nanti langsung saja berbicara dengan mama Astuti.
Mama Astuti yang melihat Freya datang langsung saja mendekat ke arahnya sambil menangis "Freya Dimas hilang ingatan, kamu bisa bantu kan dengan pura-pura menjadi istrinya lagi, Mama tahu ini sangat sulit tapi tolong kalau kamu tidak melakukan ini Dimas akan terus drop perempuan itu tadi menceritakan semuanya dan akhirnya apa Dimas drop lagi dia tidak boleh banyak pikiran Freya, tolong sekali ini saja bantu Dimas. Kalau bukan kamu yang membantunya siapa lagi "
"Freya sekarang sudah menjadi istri orang lain mah semua keputusan ada di tangan Amar. Freya tidak mau membuat kecewa Amar ataupun keluarganya, Mama mengerti kan apa maksud Freya, kenapa dari awal Mama tidak menceritakan yang sebenarnya saja agar semua ini tidak rumit. Freya saja kaget tiba-tiba ditelepon oleh Dimas dan dimarah-marah seperti itu"
"Tapi mama takut terjadi sesuatu dengan Dimas, bagaimana kalau dia makin makin drop. Mama ga mau kehilangan Dimas Freya, Dimas adalah anak mama satu-satunya mau bagaimana kelakuannya dia tetap anak Mama kan Freya "
"Tapi sekarang apa kita jadi pusing mah, lalu nanti bagaimana apakah aku harus satu ranjang dengan Dimas sedangkan aku sudah punya suami Mah, aku sudah punya pendamping hidup lagi apakah aku harus seperti itu mah. Mama seharusnya tak bicara dengan aku tapi dengan Amar " Freya disini mau tegas saja.
Bukannya Freya tak kasihan dengan mama Astuti, tapi Freya tidak mau membuat masalah lagi. Freya juga tidak mau membuat hati Amar sakit nantinya. Freya tidak mau menyakiti suaminya.
Mama Astuti tidak berfikir jauh ke sana, dia hanya memikirkan tentang kesembuhan anaknya saja. Mama Astuti menatap wajah Freya yang kecewa dengan keputusannya ini.
Mama Astuti juga sebenarnya tidak mau membuat Freya kecewa, membuat Freya harus memikirkan masalah Dimas. Mama Astuti juga menatap wajah Amar yang sepertinya marah, Mama Astuti menangkap setiap ekspresi wajah dari Freya dan juga Amar.
Mungkin seharusnya sebelum dirinya memutuskan semua ini berbicara dulu pada mereka berdua. Tapi waktunya begitu mepet waktu itu, dan Mama Astuti hanya bisa memutuskan hal itu saja.
__ADS_1
"Mama sekarang harus bagaimana Freya, mama sudah sangat binggung dan buntu sekali "
"Ya sudah kita harus berkata jujur pada Dimas, kita tidak bisa menyembunyikan semua ini lagi. Freya juga tidak mau nanti kedepannya malah akan makin rumit mah. Mama tahu kan keluarganya Amar seperti apa, Irsyad seperti apa, Helena seperti apa dan nanti juga kalau Dimas pulang ke rumahku dia akan bertanya-tanya kenapa rumah itu, bukan rumahnya yang dulu pasti itu yang akan dia tanyakan. Lalu apakah mama tidak memikirkan Gea, Dia sedang mengandung dan dia butuh sosok suami disampingnya Ma "
Gea yang namanya disebut langsung menatap Freya, Gea sudah menjamin kan kalau Freya juga tidak akan pernah mau berpura-pura menjadi istrinya Dimas. Freya sudah punya suami dia punya kebahagiaannya sendiri.
Mama Astuti ini ngeyel sih dibilangin malah terus aja ikutin kemauannya, jadi begini kan akhirnya. Gea juga tak menyangka Freya akan memikirkan dirinya, padahal dirinya ini sudah merebut suaminya dulu.
"Lalu bagaimana kalau keadaan Dimas drop Freya, apakah dia tidak akan apa-apa. Apakah dia akan baik-baik saja"
"Baiklah jika itu memang keputusan kalian Mama juga tidak bisa memaksa Freya untuk bisa mengaku-ngaku menjadi istrinya lagi, mama tidak bisa memutuskan mama hanya takut. Makanya mama tiba-tiba mengambil keputusan yang sepihak seperti itu Mama tidak mau kehilangan Dimas, mama masih ingin bisa melihat anak mama Dimas "
"Iya Amar mengerti siapa sih orang tua yang mau kehilangan anaknya, tak akan ada ma"
Dokter sudah keluar dan mengatakan kalau Dimas tidak boleh banyak pikiran seperti itu. Mama Astuti makin khawatir saja kan, mereka semua masuk ke dalam ruangan Dimas.
Dimas masih terbaring dengan lemah Dimas menatap Freya bersama laki-laki itu, tentu saja emosinya amarahnya kembali datang. Kenapa dia datang kesini apa maksudnya ini.
__ADS_1
"Kamu berani Freya datang kemari membawa laki-laki itu apakah aku tidak salah lihat, ada apa sebenarnya dengan kamu ini hah, kamu sudah gila membawa laki-laki itu "
Gea yang melihat suaminya marah langsung mendekatinya dan mengusap dadanya "Apa-apaan lagi ini perempuan. Kamu ini sebenarnya siapa, ga sopan main usap-usap seperti itu "
"Sudah aku katakan aku ini istrimu harus bagaimana lagi. Aku sudah memberikan foto kenangan kita, apalagi yang belum aku perlihatkan sama kamu. Apa kita harus tes DNA dengan kandungan yang ada di dalam perutku ini agar kamu yakin kalau anak yang ada dalam perut ini memang anak kamu. Aku siap melakukan apapun Dimas, agar kamu mengakui aku"
Dimas langsung mengalihkan pandangannya, Dimas langsung melihat ke arah lain. Dimas menata Freya yang berpegangan tangan dengan laki-laki itu, rasanya hatinya ini panas sekali melihatnya, kalau saja Dimas sehat mungkin Dimas sudah menghajar laki-laki yang menatapnya juga.
Dimas tidak terima apa-apaan ini, maksudnya apa dirinya kecelakaan tapi malah melihat hal seperti ini. Freya dengan laki-laki lain sungguh kejutan yang luar biasa untuknya. Ternyata mereka sudah seberani ini ya.
"Mana buktinya jika kalian berdua sudah menikah. Aku tidak percaya akan hal itu mungkin foto yang kalian pajang itu bisa saja hanya pura-pura saja kan, untuk mengelabui aku yang ada di rumah sakit ini, mana aku ingin bukti yang nyata "
Amar tentu saja langsung maju dia memperlihatkan surat nikahnya. Memang Amar selalu membawanya kemana-mana lalu Amar juga memperlihatkan cincin nikahnya ini.
"Jadi apa lagi yang kamu perlukan untuk membuktikan kalau Freya itu adalah istriku, apa yang kamu mau aku akan memberikannya. Apa kamu ingin saksi atau mungkin penghulunya dibawa kemari yang menikahkan kami berdua"
Lagi-lagi Dimas mengalihkan pandangannya, Dimas tidak mau menatap laki-laki itu, kapan dirinya bersama Freya bercerai dan masalah apa yang sampai membuat dirinya berpisah dengan Freya, Dimas benar-benar pusing memikirkan semua itu kenapa bisa bercerai dengan Freya seperti ini, Dimas benar-benar binggung.
__ADS_1