
Freya masuk kedalam kamar anaknya ternyata Irsyad sedang melamun saja, Freya menepuk bahu anaknya dengan pelan sekali.
"Sayang kenapa kamu malah melamun seperti ini, jangan membuat Mama khawatir ya sayang. Mama tak mau kamu melamun seperti ini "
"Mama, apakah kamu baik-baik saja" Irsyad malah bertanya balik keadaan Mamanya bukannya menjawab.
"Mama selalu baik-baik saja, kamu yang harusnya Mama tanya kamu jangan terlalu memikirkan tentang Mamah dan juga ayah. Kalau mama sudah baik-baik saja. Mama juga sudah memutuskan semuanya, kamu jangan terus murung seperti ini ya, mama sangat khawatir sekali dengan keadaan kamu sayang "
"Kapan kita akan pergi dari sini Ma, aku tidak mau satu atap lagi bersama ayah. Aku ingin pergi saja dan bersama Mama saja. Rasannya setiap aku melihat wajah Ayah aku marah sekali, aku ingin memukul Ayah "
"Kamu tidak boleh membenci ayahmu, bagaimanapun dia adalah orang tuamu. Kamu harus bisa mengontrol semuanya sayang. Kamu juga harus mengigat bagaiman dulu Ayah kamu baik kan "Freya mencoba untuk memberi pengertian pada anaknya. Freya tidak mau Irsyad membenci ayahnya terlalu dalam, nanti akan bermasalah dengan masa depannya.
Freya tak mau anaknya memiliki kebencian pada siapapun itu termasuk ayahnya. Freya ingin selalu anaknya hidup dengan damai tanpa ada fikiran untuk balas dendam.
Itu yang Freya takutkan, apalagi Irsyad itu laki-laki dia bisa melakukan apa saja, Irsyad bisa saja melukai ayahnya. Freya tak mau Irsyad menjadi anak seperti itu.
Irsyad menggelengkan kepalanya "Aku tidak bisa menerima kelakuan ayah begitu saja Mah, aku sangat-sangat benci dengan tingkah Ayah yang seperti itu, kenapa ayah melakukan itu dengan Mama, apa sebenarnya yang ayah inginkan kenapa harus berselingkuh dengan tante Gea. Kenapa Ayah harus menyakiti Mama sih "
"Mungkin ini yang terbaik untuk ayah dan juga Mamah. Mamah baik-baik saja lihat Mamah tersenyum kan, mama tidak kenapa-napa kamu juga harus selalu tersenyum kamu jangan terus memikirkan ini. Mamah minta kamu fokus dengan sekolah kamu ya. Mama mau kamu menjadi anak yang sukses dan bisa membuat Mama serta adik bangga. Mama akan berjuang untuk bisa membuat kamu bahagia bersama adik "
Irsyad langsung memeluk mamahnya dan menangis "Mama aku kira apa yang terjadi dengan teman-temanku tidak akan pernah terjadi padaku. Tapi nyatanya semua itu terjadi padaku Ma, aku begitu malu mah dengan tingkah Ayah yang seperti ini. Kenapa Ayah begitu tega pada kita Ma"
"Aku mengalami apa yang temanku alami, mereka harus melihat orang tua mereka berselingkuh kenapa ayah tega sekali melakukan ini pada Mama, aku benar-benar benci dengan ayah aku tidak mau bertemu dengan ayah lagi Mah. Aku muak dengan semua ini, aku sudah lelah dengan semua ini Ma"
Freya mengusap rambut anaknya dengan lembut, Freya juga mencium kepala anaknya bertubi-tubi, Freya tahu semua ini pasti akan mengguncang hati anaknya tapi mau bagaimana lagi Freya sudah tidak bisa menutup-nutupinya lagi, bahkan Dimas saja dia malah senang-senang kan dengan Gea.
Dimas tak bisa menjaga hati anaknya, ya ta masalah Dimas tak memperdulikan dirinya tapi anaknya, seharusnya Dimas memikirkan bagaimana hati Irsyad. Meskipun Irsyad laki-laki tetap saja dia hanyalah seorang anak.
"Kita akan berjuang, Mama akan berjuang untuk kebahagiaan kita bertiga kamu lihat adik juga bisa bertahan kan. Kita akan berusaha bersama-sama ya"
Irsyad melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya, lalu mengusap perut ibunya itu "Lalu apakah Ayah sudah tahu tentang keberadaan adik, mama apakah ayah juga tak peduli dengan adik "
"Mama tidak akan memberitahu Ayah, hanya kita saja yang tahu. Kalaupun Mama memberitahu tentang kabar ini memangnya Ayahmu akan bisa kembali seperti semula, tidak kan luka tidak akan bisa sembuh begitu saja Irsyad. Mama akan berjuang untuk kalian berdua kita sama-sama harus bahagia "
Irsyad menganggukan kepalanya, sekarang Irsyad memeluk perut mamanya dan mengusap-usapnya. Freya tersenyum melihat tingkah anaknya, semoga saja nanti hidupnya akan baik-baik saja dan tidak ada masalah lagi.
Freya ingin hidupnya bersama anaknya baik-baik saja tak ada gangguan sedikitpun, ataupun Dimas yang tiba-tiba muncul dan membuat masalah. Freya sekarang pasrah saja dan Freya juga sudah bulat dengan tujuannya yaitu bercerai dengan Dimas.
----------------
"Lihat apakah ini bagus untuk kado Irsyad. Aku suka dengan ini "ucap Gea sambil mengambil salah satu pakaian dan memperlihatkannya pada Dimas.
"Bagus sayang, ambil saja yang itu untuk kado Irsyad, dia pasti akan sangat suka sekali dengan apa yang kamu berikan. Aku pastikan Irsyad akan memakai pakaian itu "
Gea mengambilnya, lalu Gea juga melihat-lihat yang lain. Bahkan Gea juga berbelanja untuk dirinya sendiri, ya mumpung pergi dengan Dimas kan sekalian belanja pakaian, make up, parfum pokoknya segalanya yang dia butuhkan harus terbeli sekarang juga.
__ADS_1
Mereka juga tadi sudah menyewa gedung, dekor semuanya sudah disiapkan dan sekarang tinggal mencari hadiah untuk Irsyad saja, mereka berdua bergandengan tidak memperdulikan sekitar atau nanti akan bertemu dengan orang yang mereka kenal, yang terpenting mereka berdua sekarang bahagia.
Dimas juga sudah selesai membeli barang untuk anaknya, Dimas membeli barang yang memang sangat disukai Irsyad, Irsyad dulu pernah bilang padanya ingin sesuatu dan itu adalah Vidio games dan Dimas harus memberikannya Dimas harus mengambil hati anaknya lagi.
"Gea apakah ada yang ingin kamu beli lagi, mungkin ada yang sangat ingin kamu mau "
"Tidak ada, sudah aku sudah membeli semuanya. Maaf ya aku malah jadi ikut belanja juga tadinya mau beli kado untuk Irsyad malah aku membeli segalanya. Kamu ga marah kan Dimas, kamu ga akan anggap aku perempuan matre kan karena minta ini itu "
"Tenang saja tidak masalah uang ini adalah milikmu, aku dan seluruhnya adalah milik kamu. Jadi jangan pernah ragu untuk meminta apapun padaku, aku pasti akan membelikannya untuk kamu. Nanti juga kita akan beli rumah dan kembalikan apartemen itu pada Freya "
"Nanti takutnya malah diungkit-ungkit lagi olehnya, aku tidak mau sayang kamu terus dihina oleh orang-orang mereka itu selalu saja seenaknya"
Gea menganggukan kepalanya, tentu saja kalau masalah belanja Gea sangat semangat kan. Ya namanya juga perempuan kalau belanja pasti akan segala diambil apalagi ada orang yang akan membayarkannya.
Itu adalah kesempatan emas untuk Gea berbelanja, kapan lagi dirinya akan belanja barang-barang mahal seperti ini.
----------------
Malam hari tiba, sudah jam 12.00 malam mereka bertiga mengendap-endap masuk ke kamar Irsyad, mereka juga sudah mendekor sedikit kamar Irsyad saat Irsyad tadi tertidur. Untung saja dia tidak bangun.
Mereka bertiga lalu bernyanyi untuk Irsyad, Irsyad yang kaget tentu saja terbangun dari tidurnya. Irsyad menatap ayahnya, mamanya dan neneknya. Irsyad tersenyum saat melihat ada kue di tangan mamanya.
Irsyad kira dirinya tak akan pernah merayakan ulang tahun tapi ternyata, Mamanya memberikannya sebuah kejutan. Irsyad tak menyangka saja.
"Selamat ulang tahun anak Mama, ayo kemari dan tiup lilinnya"
Irsyad menganggukan kepalanya. Dia memotong kue dan menyuapi Mamanya, lalu neneknya tapi tidak dengan ayahnya. Mereka yang tadinya sedang tersenyum bahagia malah sekarang menjadi canggung.
"Irsyad apakah kamu tidak akan menyuapi Ayah, ayah juga ada di sini. Biasanya Ayah yang pertama kamu berikan kue itu "
"Pergi saja pada tante Gea, suapi saja oleh tante Gea. Mama kasih kado apa padaku" Irsyad langsung mengalihkan pandangan pada mamanya dan tak lupa dengan senyumnya pula.
Freya menyimpan kue itu dan memberikan hadiahnya pada Irsyad "Nanti ya dibukanya, saat kamu sedang sendiri agar menjadi sebuah kejutan"
"Tentu saja terima kasih mah. Terima kasih atas apa yang Mama berikan aku bahagia sekali hidup bersama mama. Terimakasih juga karena Mama sudah bertahan dan bisa terus membuat Irsyad bahagia "
Dimas yang seperti tidak dianggap langsung keluar dari kamar itu Dimas merasa kalau keberadaannya ini tidak diharapkan oleh anaknya. Mau minta maaf pun tidak akan mulus Dimas harus menemui anaknya lagi nanti pagi.
Astuti juga yang ada di sana tidak bisa melakukan apa-apa Astuti tidak bisa memaksa cucunya untuk menyuapi ayahnya juga kan. Freya juga hanya diam saja, Freya juga seperti acuh.
Astuti ingin nya Freya memberi tahu Irsyad dan menyuruhnya untuk menyuapi Ayahnya juga. Tapi ya sudahlah nanti malah akan jadi masalah.
----------------
Pagi harinya Irsyad melihat ada sebuah pakaian baru di lemarinya, Irsyad benar-benar tidak tahu ini pemberian siapa. Tapi Irsyad mengeluarkan pakaian itu Irsyad tidak suka dengan warnanya ataupun dengan modelnya.
__ADS_1
Ini bukanlah pilihan Mamanya, Irsyad sangat tahu bagaimana kalau Mamanya membelikan pakaian pasti akan sangat teliti dan tak akan seperti ini.
"Kenapa kamu membuangnya Irsyad itu hadiah, kamu seharusnya menghargai pemberian orang tak boleh seperti itu "
"Aku tidak mau, pakaianku sudah banyak Mama sudah membelikan ku pakaian yang sangat banyak sekali, untuk apa pakaian baru aku juga tidak suka warnanya terlalu norak. Aku tak suka dengan modelnya juga, kalau Ayah suka ya silahkan pakai saja aku tak mau "
Dimas mengambil pakaian itu, itu adalah kado dari Gea. Dimas juga tidak mungkin kan berbicara pada anaknya kalau itu adalah hadiah dari Gea bisa mengamuk anaknya ini.
"Ini hadiah dari ayah, kemarin malam Ayah belum memberikannya padamu. Jadi sekarang Ayah memberikannya padamu pasti kamu akan sangat suka sekali nak "
"Iya baiklah terima kasih atas hadiahnya, padahal tak usah repot-repot "
"Apa kamu tidak mau membukanya dengan ayah, biasanya kamu membukannya bersama ayah Irsyad"
"Tidak nanti saja, aku harus membuka hadiah dari Mamah dulu itu yang lebih penting. Karena hadiah dari Mama selalu bagus dan tepat "
"Apakah kamu tidak bisa memaafkan Ayah Irsyad, ayah minta maaf sama kamu atas apa yang Ayah lakukan, ayah tahu yang ayah lakukan ini sangatlah jelek "
"Tidak akan pernah bisa, kenapa Ayah tega melakukan ini dengan Mama, kenapa Ayah apa salah Mama "
"Kenapa, Ayah ini adalah ayahmu jadi kenapa kamu sangat egois sekali sampai-sampai tidak mau memaafkan ayah. Mama mu tak pernah salah Ayah saja yang salah disini"
Irsyad langsung bertatapan dengan ayahnya "Bukan aku yang egois tapi ayah. Ayah terlalu egois sampai-sampai menyakiti hati Mama tidak memikirkan bagaimana perasaan Mama dan aku. Ayah hanya memikirkan tentang nafsu ayah sendiri. Ayah tidak memikirkan kan bagaimana rasa sakit itu masuk ke dalam hatiku, Ayah benar-benar tak punya hati "
"Aku sengat senang dulu melihat ayah dan mama juga sangat bahagia sekali, kalian berdua adalah pasangan yang sangat serasi. Bahkan aku mengidolakan kalian berdua dan aku bercita-cita suatu saat akan seperti itu tapi semua itu musnah, aku tak mau seperti Ayah menjadi seorang pengkhianat "
"Aku tidak percaya ayah bisa melakukan ini, ayah bisa menghianati Mama sedalam ini. Sebenarnya apa yang ayah pikirkan. Apakah Ayah tidak malu berselingkuh dengan teman mama, Apakah ayah tak malu juga dengan teman-teman Ayah dan juga pada tetangga ayah ini sudah tua tapi suka membuat ulah "
Dimas duduk dan membelakangi anaknya "Mau bagaimana lagi hati Ayah sudah tidak bisa untuk bertahan dengan mama, Ayah tak bisa terus bertahan Irsyad nanti juga saat kamu sudah dewasa kamu akan mengerti, jika kamu nanti ada diposisi Ayah kamu akan mengerti semuanya "
"Ya kalau begitu Irsyad juga tidak akan pernah bisa memaafkan Ayah sampai kapanpun, mau sampai tua pun Irsyad tidak akan bisa memaafkan Ayah, Irsyad tidak mau mempunyai ayah yang menghianati istrinya sendiri. Ayah telah membuat hati Mama begitu"
"Irsyad tak akan pernah sama seperti Ayah, ayah itu laki-laki yang tak bisa berkorban demi Mama, aku sangat benci sekali dengan Ayah, aku tak mau bertemu dengan Ayah lagi"
"Lebih baik ayah pergi saja dari kamar, Irsyad juga tidak akan pernah mau memaafkan Ayah sampai kapanpun. Irsyad sudah sangat-sangat kecewa dengan ayah. Kelakuan Ayah ini sangat membuat Irsyad malu, bahkan video ayah bersama tante Gea saat di restoran juga sudah tersebar luas teman-teman mentertawakan aku. Aku dipermalukan atas apa yang Ayah lakukan, aku yang kena imbasnya dari apa yang ayah lakukan itu "
"Maafkan ayah nak, Ayah juga tidak mau seperti ini. Ayah juga tidak mau sebenarnya melakukan hal seperti ini, ayah juga mau bertahan dengan mamamu tapi mau bagaimana lagi hati sudah berkata lain dan ayah tidak bisa mempertahankan semua itu. Sulit sekali rasannya untuk bertahan "
"Ya sudah tidak masalah, Irsyad juga tidak akan pernah meminta Ayah untuk kembali dengan Mama. Kalau ayah mau pergi ya pergi saja, tidak usah meminta maaf pada Irsyad karena percuma saja sampai kapanpun Irsyad tidak akan menerima tante Gea menjadi Ibu Irsyad, Irsyad hanya memiliki satu Ibu yaitu yang melahirkan Irsyad tidak ada yang lain lagi, kalaupun nanti aku bertemu dengan tante Gea akan aku pukul dia sampai berdarah "
Dimas langsung menatap Irsyad, apa-apaan anaknya ini ingin memukul Gea "Kamu jangan seperti itu Irsyad tak baik, kamu ini masih kecil sudah seperti itu fikirannya "
"Kenapa Ayah takut perempuan itu terluka. Aku tidak suka lebih baik ayah keluar saja jangan ganggu aku"
Dimas yang takut malah melampiaskan semua kemarahannya pada Irsyad akhirnya langsung keluar dari kamar itu. Irsyad juga duduk melihat kado yang ayahnya berikan Irsyad malah membuangnya ke tong sampah tidak peduli apa isi di dalamnya.
__ADS_1
Irsyad marah dengan ayahnya Irsyad tidak mau melihat ayahnya lagi, apakah ayahnya tidak tahu malu membicarakan hal itu di depannya tadi.