
Freya dan ibu mertuanya pergi ke tempat klinik yang akan Dimas tempati. Freya memberitahu dulu Ibu mertuanya kalau inilah tempat nanti Dimas bekerja. Freya sudah tak sabar dan ibu mertuanya adalah orang pertama yang harus tahu.
"Ya ampun Freya ini begitu besar kamu mengerjakan semuanya dan uangnya sayang "
"Ya sebenarnya aku dibantu oleh tukang Ma, aku ga akan bisa melakukannya tanpa bantuan mereka. Aku memang sengaja memberikan klinik yang sangat besar untuk Dimas. Mama tahu sendiri kan orang-orang yang berobat pada Dimas itu sangat banyak sekali aku ingin kenyamanan untuk mereka semua, makanya aku membelinya, saat melihat tempat ini aku langsung suka Ma dan aku yakin Dimas juga akan suka dengan tempat ini "
"Aku sudah sangat cocok sekali Ma dengan bangunan ini, ayo kita masuk ke dalam Ma, ruangan-ruangan yang ada di sini aku juga sudah menyiapkan semuanya Ma. Sudah lengkap semua pokoknya Dimas tinggal datang saja kesini. Menurut Mama kapan ya bagusnya aku kasih tahu Dimas "
Astuti begitu bangga pada menantunya ini, begitu peduli pada anaknya. Astuti benar-benar tidak salah pilih dulu untuk menjadikan Freya menantunya "Lalu uangnya dari mana sayang, Mama terserah kamu saja mau kapan pun memberitahu Dimas Mama akan mendukungnya sayang"
"Ini adalah tabunganku Ma, aku bekerja mati-matian sampai lembur. Aku ingin membangun ini aku ingin memberi hadiah pada Dimas. Karena dia sudah lama menjadi dokter dan dia tidak pernah gagal kan saat menjadi dokter dan inilah hadiah dariku. Aku ingin dia senang dan aku juga ingin cepat-cepat dia praktek di sini Ma, mempunyai karyawan pokoknya aku ingin Dimas selalu bahagia. Aku ingin senyum Dimas selalu terpancar "
Astuti memeluk Freya sambil menciuminya " Mama begitu bangga padamu, Mama sangat berterima kasih padamu Freya kamu memang benar-benar istri yang terbaik untuk Dimas. Mama begitu bahagia sekali Dimas menikah dengan perempuan seperti kamu sayang. Mama tak akan pernah melupakan pemberian kamu ini pada Dimas. Satu lagi Dimas adalah suami yang beruntung karena telah mendapatkan kamu sayang"
Freya tersenyum mendengar kata-kata dari Mama mertuanya, Freya senang kalau mama mertuanya juga senang melihat klinik ini yang baru saja selesai. Freya menghabiskan semua uangnya hanya untuk klinik ini Freya akan terus mendukung apapun yang dilakukan oleh Dimas.
...----------------...
Sedangkan di rumah Gea yang sedang melamun mendengar suara pintu yang terbuka, dia begitu takut kalau itu Dimas yang datang dan benar saja Dimas yang datang. Dimas makin mendekatinya Gea langsung bangkit dengan gugup dia harus pergi ke mana.
Gea tak mau Dimas melakukan hal yang bisa membuatnya makin tertarik. Gea tak mau nanti malah ada salah faham yang membuat Freya sakit hati.
"Gea"
Gea yang dipanggil tidak bisa menghindar lagi. Gea membalikkan badannya dengan wajah yang sudah tak karuan "Di mana Freya dan juga Mama, kenapa rumah sepi sekali. Kemana mereka pergi siang-siang seperti ini, Freya juga tak bilang apa-apa denganku "
"Mereka pergi tadi mereka pergi ya mereka pergi "jawab Gea dengan sangat gugup sekali, Gea tak bisa menjawab dengan benar. Kalau sudah dihadapkan dengan Dimas berdua seperti ini membuat Gea tak bisa mengontrol segalanya.
Dimas yang binggung dengan keadaan Gea mendekatinya, lebih dekat lagi lalu menempelkan telapak tangannya ke kening Gea "Apa kamu baik-baik saja, mau kerumah sakit "
Gea langsung mundur dan tidak melihat kalau di belakang itu ada kursi. Untung saja Dimas menangkapnya jadi Gea tidak terjatuh pandangan mereka kembali bertabrakan. Dimas menatap wajah Gea dari dekat, dan mereka tak bisa memutuskan pandangan mereka berdua. Saling pandang dan senyum kecil terukir di bibir mereka berdua.
"Ayah apa yang sedang kamu lakukan di belakang Mama, kalau Mama tahu pasti Mama akan marah besar sekali pada Ayah "
Dimas langsung membantu Gea untuk berdiri, dan menatap ke arah anaknya Irsyad yang baru saja pulang sekolah "Ayah tidak melakukan apa-apa tadi tante Gea akan jatuh makanya Ayah menangkapnya. Hanya membantunya saja tidak lebih Irsyad. Kamu sudah pulang sekolah jam segini"
"Benarkah begitu ayah, biasannya aku memang pulang jam segini ayah saja yang tak tahu "
Dimas mendekati anaknya dan membawanya pergi dari hadapan Gea, setelah jauh barulah Dimas berbicara dengan Irsyad "Memangnya apa yang kamu takutkan dari ayah, ayah tidak mungkin kan mempunyai hubungan bersama tante Gea dia kan temannya Mama kamu. Masa Ayah tega nyakitin kamu sama Mama sih sayang "
"Ayah terlalu dekat dengan tante Gea, kalau mama tahu Mama akan marah Jangan sakiti Mamaku tolong, aku tidak bisa melihat Mama menangis "
Dimas yang mendengar kata-kata anaknya seperti terpukul kepalanya ini. Apakah selama ini Irsyad merasakannya, merasakan kalau Ayahnya ini sedang mempunyai perasaan pada perempuan lain apakah anak bisa merasakannya ?
"Mana mungkin Ayah menyakiti Mamamu. Jangan berpikir yang aneh-aneh ya"
"Iya mana mungkin Ayah menyakiti mama. Tapi aku minta tolong jangan buat mama menangis. Mama sangat baik pada ayah jangan sampai Ayah nanti tiba-tiba meninggalkan Mama. Banyak teman-temanku yang sudah ditinggalkan oleh ayahnya, karena ayahnya malah memilih perempuan lain "
"Ayah tidak akan pernah melakukan itu, kamu bisa pegang janji-janji ayah ini. Bila suatu saat Ayah mengingkarinya kamu boleh memukul Ayah atau pun membenci Ayah sepuasnya "
"Iya semoga saja ya Ayah tidak melakukan itu. Tentu tanpa Ayah suruh pun aku akan memukul Ayah kalau sampai berani melukai Mamaku "
Irsyad seperti tidak percaya dengan kata-kata ayahnya. Irsyad langsung meninggalkan Ayahnya sendirian.
...----------------...
Freya malah jadi khawatir dengan keadaan suaminya selalu berangkat pagi, lalu pulang malam sekali sampai-sampai Freya tidak bisa melihatnya. Maksudnya waktu Freya bangun suaminya sudah bersiap dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Sebenarnya ada apa dengan suaminya ini sudah beberapa hari dia seperti itu. Apakah ada yang suaminya sedang hindari. Sampai-sampai suaminya begitu.
Freya akan pura-pura tidur sekarang menunggu kedatangan suaminya, benar saja sekarang suaminya datang di jam 10.00 malam. Sedangkan Dimas mengendap-endap masuk ke dalam kamar lalu saat dia menyalakan lampu Freya bangun dan menatap suaminya dengan marah. Kenapa coba harus seperti itu. Padahal ini kamarnya sendiri bukan kamar orang lain.
"Kamu ini sebenarnya ada apa Dimas. Kenapa pulang malam selalu pergi pagi-pagi sekali ada apa sih, siapa yang sedang kamu hindari sebenarnya. Dulu kamu tak pernah seperti ini. Selama kita menikah 10 tahun kamu ga pernah kayak gini "
Dimas duduk di samping istrinya dengan wajah yang lesu. Sebenarnya Dimas melakukan ini karena untuk menjauhi Gea agar dia tidak terus mengingat perempuan itu, agar tidak terus bertemu dengannya. Anaknya Irsyad sudah seperti memperingatinya dan Dimas tidak mau mengecewakan semua keluarganya makanya Dimas melakukan ini.
Mungkin ini sudah jalan terbaik yang harus dirinya ambil. Dari pada setiap pagi harus bertemu dengan Gea tapi hanya diam-diaman saja membuat Dimas tak kuat. Lalu Mamanya juga selalu tahu kalau Dimas sedang memandang Gea.
"Aku hanya sedang banyak pekerjaan saja, maafkan aku karena tiba-tiba aku seperti ini. Aku sama sekali tidak berubah aku hanya sedang membereskan semua pekerjaanku yang makin hari makin menumpuk. Aku tidak mau sampai itu membuat waktu kita terganggu. Makannya aku akan membereskannya dulu semuanya sayang. Tolong kamu mengerti ya dengan posisi aku"
"Yang ada makin hari kita tak punya waktu kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Bahkan kamu tidak ingat dengan keluargamu sendiri coba lebih dikurangi dulu, apa kamu tidak kasihan dengan mama yang selalu menunggu kamu. Aku juga selalu menunggu kedatangan kamu tapi kamu selalu saja pulang larut malam. Mungkin ini adalah yang paling siang kamu seringnya pulang jam 12.00 kan atau lebih dari itu "
"Iya maafkan aku, aku minta maaf atas kelakuan ku ini "
"Lihatlah tubuhmu juga sekarang menjadi lebih kecil, kamu juga tidak seperti dulu yang selalu tersenyum sekarang kamu lebih banyak diam dan cemberut. Aku merasa gagal menjadi seorang istri aku tidak bisa membuat suamiku tersenyum lagi, aku benar-benar tak berguna ya untuk kamu "
Dimas langsung menghadap ke arah istrinya lalu membelai wajahnya "Jangan mengatakan itu, kamu tidak pernah gagal menjadi seorang istri hanya aku saja yang gagal. Jangan salahkan dirimu sayang. Kamu tak pernah gagal "
Sudah beberapa hari Dimas melakukan ini. Tapi tetap saja rasa cintanya pada Gea makin besar bahkan makin bertambah-tambah lagi. Sekarang Dimas malah rindu dengan perempuan itu, sungguh Dimas kecewa dengan dirinya sendiri kenapa bisa seperti ini kenapa harus seperti ini.
Kenapa Dimas tak bisa mengontrol hatinya, tak bisa menempatkan Freya saja didalam hatinya. Tapi ada yang masuk lagi dan malah lebih dalam lagi masuknya. Cintanya pada Gea lebih besar dibandingkan pada Freya sang istri.
"Kamu tidak pernah gagal menjadi seorang suami Dimas. Tolong jangan menyibukkan harimu hanya dengan bekerja saja. Keluargamu selalu menunggu kepulanganmu "
Freya langsung memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu. Sedangkan Dimas hanya melamun saja bahkan dia tidak membalas pelukan dari sang istri. Fikiran Dimas terlalu banyak sampai-sampai dia pusing sendiri.
...----------------...
Astuti mendekati mereka berdua "Ada apa ini kalian berdua pagi-pagi sudah bertengkar, ada masalah apa "
"Lihatlah Dimas Ma ingin berangkat bekerja sedangkan cuaca sekarang tidak baik, bahkan sekolah, perusahaan semuanya diliburkan. Sedangkan dia mau pergi begitu saja. Padahal kalau misalnya nanti ada pasien bisa langsung menelpon kan tidak usah pergi sekarang. Dimas ini tak pernah mau menghabiskan waktu dirumah dengan kita lagi Ma. Dia hanya ditempat kerja saja entah apa yang sedang dia lakukan dan sembunyikan dari aku "
"Iya Dimas benar apa kata istrimu, lebih baik kamu diam di rumah saja cuaca sedang tidak baik jangan tiba-tiba pergi dan membuat kami semua khawatir. Kamu ini kenapa jadi sulit sekali untuk dibilangin Dimas. Pulang selalu larut malam dan lupa dengan keluarga sendiri "
"Tidak bisa Dimas harus pergi banyak pekerjaan yang harus Dimas lakukan. Bukannya apa-apa Dimas tak mau menunda-nunda pekerjaan "
Dimas menatap Gea yang keluar. Gea langsung menundukan kepalanya saat pandangan Dimas ke arahnya. Dimas langsung mengambil tasnya dan pergi begitu saja, Freya juga hanya bisa diam dan menatap kepergian suaminya dengan pertanyaan yang begitu banyak dalam kepalanya.
"Lihat kan Mah sudah aku bilang kalau Dimas itu sudah berubah, dia benar-benar berubah dan aku pusing sekali dengan sikapnya itu. Memang ada yang salah dengan aku Ma, apa aku kurang perhatian pada Dimas ? "
"Sudah nak, mungkin dia benar-benar sedang banyak pekerjaan. Sudah biarkan saja dia dulu nanti juga dia akan bercerita padamu ya "
Gea langsung berlari ke arah kamarnya dia menatap Dimas yang pergi . Gea ingin melihat Dimas lagi
Sudah lama dia tidak menatapnya.
Setengah jam kemudian para wanita yang sedang menonton TV melihat ada berita, kalau ada sebuah kecelakaan beruntun di dekat rumah sakit suaminya bekerja, Freya begitu kaget karena melihat ada mobil Dimas disana.
"Bukannya itu mobil Dimas"
Freya sungguh kaget saat melihat kamera mengarah ke arah mobil Dimas yang rusak. Freya bergegas pergi ke arah kamarnya dia sudah tak karuan bahkan Freya sudah menangis sama halnya dengan Gea sudah sangat khawatir sekali dengan keadaan Dimas.
Astuti segera menghampiri menantunya dan menenangkannya "Tenang mungkin itu hanya mobilnya saja. Tenang jangan terburu-buru seperti Freya kamu harus tenang dulu "
"Aku harus pergi sekarang, aku harus melihat keadaan Dimas aku tidak bisa diam seperti ini terus Ma. Aku akan pergi sekarang Ma "
__ADS_1
Freya juga sudah mencoba menghubungi suaminya tapi nihil tak diangkat, makin bertambah saja kan kecemasan Freya ini. Sudah Freya bilangkan suaminya itu jangan pergi tapi malah ngotot pergi dan seperti ini hasilnya.
Freya tidak menghiraukan teriakan Mama mertuanya lagi, sedangkan Gea sudah pergi dari tadi dia begitu khawatir dengan keadaan Dimas, dia takut Dimas kenapa-napa Gea harus datang lebih awal dari Freya. Gea harus melihat keadaan Dimas.
Sedangkan Dimas sendiri yang berada di sana dia melihat mobilnya yang sudah rusak seperti itu, untung saja dia tadi sempat loncat dari dalam mobil. Untung saja masih bisa menghindarinya kalau tidak sudah lah mungkin Dimas juga tak akan selamat seperti yang lainnya sangat mengerikan sekali.
Irang-orang juga sudah banyak yang berkumpul benar kata Freya seharusnya Dimas di rumah saja. Tidak usah berangkat bekerja padahal Dimas bisa diam di kamar kan untuk menghindari Gea. Dimas terlalu gegabah mengambil keputusan jadi seperti ini kan.
Tiba-tiba saja ada yang memeluk Dimas. Dimas kaget saat dia tahu siapa yang memeluknya "Dimas aku begitu khawatir denganmu, aku begitu khawatir aku kira kamu kenapa-napa aku melihat mobilmu. Aku sangat ketakutan sekali aku takut kehilangan kamu Dimas"
Gea melepaskan pelukannya dan mengecek seluruh badan Dimas, Dimas masih saja diam dia belum merespon apa-apa. Dimas kaget tiba-tiba saja dipeluk seperti itu, tak menyangka saja Gea akan seperti ini padanya.
Gea kembali memeluk Dimas dengan erat. Bahkan dia menangis, dia bersyukur sekali Dimas tidak kenapa-napa, dia masih selamat dan tanpa luka sedikit pun.
Pelukan mereka terlepas karena ada yang mendorong bahu Gea dengan kencang. Bahkan Gea juga hampir sama jatuh, tapi untungnya dia bisa menahannya "Kamu sudah ada di sini Gea. Kenapa tiba-tiba kamu memeluk suamiku, apa maksudnya ini Gea ? "
Gea mengusap air matanya dia menatap Freya yang marah padanya "Aku bisa menjelaskan semuanya Freya, ini tidak seperti yang kamu lihat aku hanya khawatir saja dengan Dimas makanya aku langsung datang kemari aku ingin mengeceknya. Itu saja aku hanya ingin tahu keadaanya Freya tak lebih dari itu "
"Harus dengan cara memeluknya, apakah kamu kalau khawatir dengan orang lain dengan suami orang akan langsung memeluknya seperti itu, apa ini sudah kebiasaanmu"
Dimas langsung memisahkan mereka berdua, Dimas tidak mau kalau sampai mereka bertengkar "Sudah Freya itu hanya masalah kecil saja, itu hanya salah paham saja sudah dia tidak sengaja. Jangan dipermasalahkan hanya sebuah peluang saja "
"Kamu jangan membuat aku kecewa lagi ya Gea. Jangan membuat aku tak percaya lagi sama kamu "
Freya tidak mendengarkan kata-kata suaminya, Freya terus menatap Gea dengan tatapan yang begitu marah. Freya baru saja datang dan melihat suaminya yang sedang dipeluk oleh perempuan lain ternyata perempuan itu adalah Gea. Sungguh kejutan yang luar biasa kan.
"Aku hanya mengkhawatirkan suamimu saja sebagai teman, tidak lebih tolong jangan marah padaku. Aku sungguh tak bermaksud apa-apa "
Dimas menarik tangan istrinya untuk menjauh dari Gea. Dimas tidak mau pertengkaran ini dipertontonkan seperti ini. Gea menatap mereka berdua yang pergi Gea sungguh tidak bermaksud untuk melakukan ini, tapi tubuhnya tiba-tiba saja merespon kalau dia harus pergi ke arah Dimas dan memeluknya.
Gea hanya mengikuti kata hatinya saja, tidak bermaksud untuk menyakiti Freya. Gea kira Freya tidak akan datang kemari makanya Gea datang kemari dan ingin melihat keadaan Dimas untuk memberitahu Freya nantinya.
Freya sudah di tempat yang jauh Dimas memeluk sang istri "Sudah tenang dia mungkin hanya khawatir saja denganku, sudah ini cuman salah faham saja jangan diperbesar ya sayang "
Freya langsung melepaskan pelukan suaminya "Khawatir tapi sampai memelukmu, apakah itu wajar. Kurasa itu sama sekali tidak wajar dan kamu juga hanya diam saja, apa selama ini kamu diam dan murung seperti ini karena tertarik dengan Gea, kamu suka dengan perempuan itu kamu suka dengan sahabatku itu. Kamu mulai goyah dan ingin dengan Gea"
"Jangan berkata seperti itu Freya, mana mungkin aku menduakan mu aku sudah janji kan padamu kalau aku tidak akan pernah melakukan itu, kamu bahkan sudah percaya denganku. Kamu tak boleh seperti ini Gea kan temanmu "
"Tapi apa yang aku lihat itu nyata, benar-benar nyata Gea memelukmu dan kamu hanya diam saja seperti menikmati sekali ya"
"Itu hanya salah paham, dia hanya menghawatirkan ku saja sudah jangan marah seperti itu. Aku tidak mungkin punya hubungan dengannya, aku sudah punya kamu aku juga sudah punya Irsyad mana mungkin aku menyakiti kalian berdua, tolong percaya denganku ya, jangan menuduhku yang tidak-tidak Freya"
Freya mencoba untuk tidak marah lagi. Freya mencoba untuk percaya pada suaminya dan juga sahabatnya itu, tapi hatinya merasa kalau ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua. Freya melihat tingkah suaminya yang berbeda.
Dimas menjadi lebih pendiam bahkan suaminya itu tidak lagi memberikan kejutan padanya, maksudnya setiap bulan kadang suaminya selalu memberi kejutan atau setiap minggu tapi ini tidak ada suaminya sudah berubah.
Semuanya berubah ini terlalu cepat untuk Freya. Mau bagaimana Freya berpikir yang baik-baik kalau suaminya saja berubah dengan sangat cepat sekali. Perbedaan ini sangat terlihat sekali mereka ini hidup sudah bersama cukup lama bukan baru menikah.
"Tapi semoga saja yang aku fikirkan itu tidak benar, karena kalau sampai itu benar aku kecewa sekali denganmu Dimas selama ini perjuanganku selama 10 tahun kamu sia-siakan, hanya demi memilih perempuan yang baru hadir dalam hidupmu"
Dimas kembali memeluk istrinya "Tolong percaya sama aku, aku nggak mungkin khianatin kamu kalau kamu punya bukti aku selingkuh dengan Gea baru kamu boleh marah sama aku, tapi kan ga ada cuma dia meluk aku aja. Bahkan aku nggak bales pelukannya. Gea cuman khawatir pada temannya saja itu saja tak ada yang lain sayang. Jadi kamu bisa tenang ya "
Untuk saat ini Freya akan percaya tapi untuk hari-hari berikutnya tidak tahu. Freya akan lihat nanti kedepannya seperti apa. Freya tidak akan terlalu membiarkan suaminya dekat dengan Gea lagi.
Mungkin sekarang Freya belum mendapatkan buktinya tapi nanti pasti Freya akan mendapatkannya. Freya tidak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya lagi.
Lihat saja kalau sampai Gea benar-benar selingkuh dengan suaminya, Freya tidak akan pernah memaafkan lagi Gea bahkan Freya tidak akan pernah peduli lagi pada perempuan itu, mau bagaimanapun keadaannya Freya tidak akan peduli bahkan tidak akan pernah memaafkannya lagi.
__ADS_1