
"Di villa ada Indah, kalau begini terus saya bisa lapor polisi loh Pak, saya nggak main-main saya bisa langsung sekarang pergi ke kantor polisi. Saya harus sabar seperti apa lagi "teriak Amar dengan marah.
Pak RT yang sepertinya baru bangun tidur langsung tersadar. Dia langsung melotot kan matanya dan berlari ke arah villa. Memang rumah Pak RT dan villa tidak terlalu jauh jadi Pak RT bisa langsung pergi ke sana.
Amar juga mengikuti langkah Pak RT yang sangat lebar sekali, tadinya berlari mungkin karena lelah jadi berjalan tapi dengan cepat sekali.
"Kamu tidak salah lihat kan itu benar-benar Indah" tanya Pak RT seperti tak percaya.
"Iya dia Indah, masa saya salah lihat siapa lagi sih yang selalu ganggu saya dan juga istri saya Pak, saya benar-benar muak dengan semua ini"
Saat mereka masuk ke dalam villa sungguh mereka melihat Indah yang sedang berkeliling di dalam villa, dengan pakaian yang hampir saja lepas dia benar-benar tidak memperdulikan tubuhnya dia terus saja meneriaki nama Amar.
Sepertinya Indah memang sudah tergila-gila dengan Amar, dia sampai seperti itu. Bagaimana kalau Amar disini lama.
Freya yang ikut masuk juga sampai menutup matanya, karena merasa malu sendiri saja. Ya meskipun itu bukan dirinya tapi tetap saja rasanya malu tapi Indah tidak peduli dia terus saja mencari Amar, saat melihat ada Amar dia langsung berlari dan akan memeluk Amar tapi seperti biasa Amar selalu menghindar jadi Indah hanya memeluk angin saja.
Pak RT langsung menarik tangan Indah untuk keluar dari dalam villa itu. Dan Amar tentu saja langsung melaporkannya ke aparat. Amar tidak mau menunggu-nunggu lagi, Amar sudah sangat marah akan hal ini.
Ternyata seperti yang Amar dan juga Freya pikirkan semua yang dikatakan oleh Pak RT itu bohong, ternyata Indah bukanlah keponakannya Indah adalah istri mudanya yang dia nikahi 1 tahun yang lalu.
Semenjak dinikahi Pak RT Indah menjadi seperti itu, memang kan dari awal juga Amar dan Freya curiga kalau ada yang disembunyikan di antara mereka dan para warga juga. Memang takut dengan Pak RT jadi mereka mau tidak mau berbohong.
Setelah semuanya diurus oleh aparat Amar dan juga Freya masuk lagi ke dalam villa, pokoknya hari ini mereka benar-benar mengurus hal yang tidak penting gara-gara perempuan itu. Padahal pak RT jujur saja tidak usah berbohong seperti itu.
__ADS_1
"Kalau dilihat-lihat kasihan juga ya dia "ucapan Freya pada suaminya.
"Iya dia masih muda, seharusnya dia masih sekolah "
"Terus tadi gimana saat bicara sama Pak RT"
"Iya dia minta kalau masalah ini jangan diperpanjang. Tapi aku terlanjur udah kecewa dan juga marah dengan kebohongan dia, dan tadi juga aku dengar dari beberapa warga kalau Indah itu nikah sama Pak RT gara-gara orang tuanya terlilit hutang, dan hanya Pak RT yang mau melunasinya jadi Indah dinikahi sama Pak RT deh, ya karena Pak RT yang melunasi segalanya "
"Terus orang tuanya sekarang di mana, mereka nggak ada di sini gitu"
"Ga ada katanya orang tuanya ada di kampung sebelah, karena memang mereka tidak punya pilihan. Akhirnya Indah harus bertanggung jawab atas semua kesalahan yang orang tuanya lakukan, tapi setelah dinikahkan Indah malah jadi seperti itu"
Freya menghela nafasnya rasa kesal, marah, benci yang tadi muncul dalam hatinya itu tiba-tiba menguap begitu saja saat mendengar cerita dari Amar, ternyata Indah tidak seberuntung remaja-remaja lain yang ada di luar sana, dia harus menanggung semua ini. Mana ada sih yang mau dinikahkan paksa seperti itu tak ada.
Apalagi dinikahkan dengan laki-laki yang sudah berumur seperti itu, pasti malah jadi fikirkan. Freya saja tak mau apalagi Indah yang masih muda.
Lemari juga terbuka begitu saja, kamar mandi semuanya terbuka tidak ada yang tidak Indah berantakan, sedangkan Amar sendiri menghubungi orang vill untuk meminta maaf karena telah membuat masalah dengan warga sekitar di sini dan Amar juga menceritakan apa yang terjadi sebenarnya di sini. Agar nanti tidak ada kesalahpahaman.
"Apa yang mereka katakan "Freya begitu penasaran apakah orang yang punya villa ini marah dengan tindakan mereka yang langsung melapor pada aparat.
Amar mencium kening istrinya lalu mengusap rambutnya "Tenang semuanya aman malahan orang yang punya villa berterima kasih pada kita, karena telah mengusut masalah ini karena mereka juga jarang datang kemari gara-gara masalah itu. Indah juga pernah mengganggu mereka bahkan anak remaja mereka juga pernah diganggu bahkan sampai-sampai di kejar-kejar makanya mereka enggan untuk datang kemari lagi.
"Syukurlah aku takut kalau mereka marah dan malah menyuruh kita untuk pergi cepat-cepat dari sini. Berarti sekarang semua masalah sudah selesai kan tidak akan pernah ada masalah Indah lagi ataupun yang lainnya.
__ADS_1
Amar meletakkan ponselnya lalu menggendong istrinya, Freya yang tahu arah ke mana suaminya akan tertuju langsung menggerak-gerakan kakinya ingin segera diturunkan "Tidak mau turunkan aku Amar. Aku tidak mau kamu ini mau aku nanti di sana kedinginan tidak jangan-jangan, lepaskan aku "
"Ini sudah siang lihatlah ada matahari tidak akan dingin pasti hangat airnya"
Freya belum menjawab, tapi Amar sudah lompat dan mereka berteriak saat sudah masuk ke dalam air itu, airnya begitu dingin sekali Amar dan juga Freya berlomba-lomba untuk segera naik lagi, Freya dibantu oleh Amar untuk naik. Sedangkan Amar terakhir Freya yang kesal langsung memukul tangan suaminya, "Sudah dibilang pasti akan dingin tapi ngotot ingin masuk, gini kan jadinya "
Amar langsung memeluk istrinya sambil tertawa "Gimana segar kan "
"Dingin tahu kamu ini udah aku bilangin"
"Tenang sayang aku tidak akan membuatmu dingin, kita hangatkan air kolam ini"
Amar langsung mencium bibir istrinya itu, Freya sendiri langsung mengalungkan tangannya. Freya akan membiarkan suaminya melakukan apapun di sini tidak akan ada yang mengganggunya lagi, semuanya sudah aman tidak akan ada Indah yang mengganggu mereka lagi, privasi mereka akan terjaga sekarang.
...----------------...
Dimas yang melihat ponsel ibunya tergeletak begitu saja segera mengambilnya, dari tadi Mamanya itu beralasan kalau Freya sedang sibuk lah inilah itulah selalu saja banyak alasan Dimas tidak terima dengan semua alasan itu.
Dimas mencari nomor Freya dan dia melihat wallpaper foto Freya di WhatsApp dengan seorang laki-laki, apa-apaan ini kenapa bukan foto dirinya Dimas tentu saja marah dengan hal ini.
"Apa Freya selingkuh selama ini, dia berani memajang foto laki-laki bersamanya di WhatsApp apa dia lupa dengan kata-katanya itu Freya kamu sudah membuatku kecewa"
Dimas yang marah langsung menelpon nomor Freya, dia akan menyuruh istrinya untuk pulang sekarang dan menjelaskan semua apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini.
__ADS_1
Apa-apaan ini Freya selingkuh darinya, apakah Freya lupa dengan janji-janjinya apakah Freya lupa kalau dia sudah punya suami, mungkinkah Freya bukan bekerja tapi dia selingkuh dan Mamanya menyembunyikan semua ini.
Dimas tidak akan pernah tinggal diam amarahnya sudah naik. Dimas tidak terima diselingkuhi seperti ini, apalagi ini secara terang-terangan Freya memanjang fotonya bersama laki laki lain.