Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 84 Apakah aku tak akan menyesal


__ADS_3

Gea yang melihat kalau Dimas sedang tidak fokus langsung mendorongnya dan berlari masuk ke dalam kamarnya. Dimas tidak sempat untuk masuk Dimas mengeder-ngedor pintunya dengan kuat. Dimas kira Gea tak akan melarikan diri seperti ini "


"Gea tolong buka jangan seperti ini, jangan seperti anak kecil kita bicara baik-baik aku tidak mau berpisah denganmu. Aku ingin bersama kamu jangan egois seperti ini Gea. Buka pintunya jangan membuat aku marah "


"Sudah aku bilang kan aku tidak mau, kembali lagi pada Freya aku kembalikan kamu padanya. Perbaiki semua hubunganmu dengan Freya dan juga anakmu, jangan sia-siakan mereka. Mungkin sekarang kamu bahagia denganku tapi kedepannya apakah kita berdua akan bahagia di atas penderitaan orang lain, apalagi Freya dan juga anakmu Irsyad. Pulanglah pada mereka, mereka lebih membutuhkan kamu "


"Tanpa kamu mereka tak tahu arah kembalilah pada orang yang memilki kamu Dimas. Kamu dan juga Freya belum berpisah jangan membuatnya semakin rumit aku tak mau terus disalahkan "


"Tidak aku tidak mau, aku hanya ingin bersamamu. Kenapa kamu sangat sulit untuk menerimaku, kamu itu selalu goyah Gea tak pernah teguh dengan pendirian kamu sendiri. Lihat aku, aku akan tetap memilih kamu"


"Kamu itu adalah suami orang rumah, aku tidak mau berhubungan dengan suami orang lebih baik kamu pergi bersama Freya. Kembali saja bersamanya dia lebih berhak atas kamu, aku hanyalah seorang pengganggu yang tiba-tiba datang dalam hubungan kalian berdua. Selama 10 tahun ini kalian baik-baik saja kan sebelum ada aku jadi kembalilah pada istrimu itu"


"Tidak aku tidak mau, aku tidak akan pernah mau kembali pada Freya aku sudah sangat mencintaimu kamu Gea. Kalau pun aku kembali pada Freya semuanya tak akan pernah baik-baik saja, aku tak punya rasa lagi "


"Kembalilah, aku ingin hubungan ini selesai. Aku ingin kita berdua tidak ada hubungan apa-apa lagi, lupakan semuanya, lupakan tentang kita berdua. Anggap saja kalau itu hanyalah mimpi. Pergilah temui istrimu dan peluklah dia, minta maaf lah padanya kalau perlu kamu bersujud karena telah mengkhianatinya seperti itu. Aku sudah lelah dengan hubungan kita yang seperti ini, kembalilah pada istrimu. Ayo kembalilah jangan terus disini aku tak menerima mu "


Dimas menarik nafasnya, Dimas sudah sangat marah sekali dengan Gea, Dimas memukul pintu itu dengan keras. Semoga saja nanti Gea berubah fikiran dan mau kembali lagi padanya.


"Baiklah aku akan pergi sesuai permintaanmu, jangan sampai nanti kamu malah menyesal karena aku telah meninggalkanmu. Kamu yang menyuruhku pergi maka aku akan pergi, aku akan meninggalkan kamu selamanya Gea "


Tidak ada jawaban, Dimas keluar dari apartemen itu bahkan Dimas sampai membanting pintunya, sedangkan Gea yang ada di dalam memukul-mukul kepalanya rasanya tidak rela melepaskan Dimas begitu saja, tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa bertahan dengan Dimas. Apalagi banyak orang yang ingin memisahkan mereka dia tidak sekuat orang-orang di luar sana.


Selama ini Gea selalu saja mendapatkan caci maki dari semua orang kan. Gea benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi Sudah Cukup sampai di sini saja hubungan mereka ini. Kalau diteruskan juga tidak akan benar.


Irsyad sudah memintanya untuk melepaskan Ayahnya kan, maka dia akan mengabulkannya seperti apa yang Irsyad mau di hari ulang tahunnya ini kado darinya untuk Irsyad. Dan jika nanti Gea bertemu dengan anak itu, Gea akan berbicara kalau apa yang diinginkan olehnya sudah terwujud.


...----------------...


Freya mengusap-usap perutnya yang belum terlihat. Freya tersenyum senang sebentar lagi dirinya akan melahirkan, sebentar lagi Freya akan mempunyai anak lagi. Tak sabar rasannya Freya ingin mengendong anaknya.

__ADS_1


"Freya kenapa kamu tidak berbicara saja dengan Dimas dia pasti akan mengerti, dia pasti akan kembali dengan kamu kalau tahu kamu sedang hamil, ini adalah kesempatan untuk kamu. jangan sia-siakan hal itu Freya, kamu harus mengambil apa yang sudah menjadi milik kamu "


Freya menatap Ibu mertuanya lalu menggelengkan kepalanya "Aku tidak mau Dimas kembali hanya karena demi anak. Aku tidak mau Dimas kembali padaku tapi dia masih selingkuh dengan Gea percuma saja kan, Dimas hanya ingin tanggung jawab pada anaknya saja, lalu aku dibiarkan sakit hati begitu saja Ma, aku tidak mau kembali seperti itu. Aku juga perlu bahagia Ma "


"Apa kamu tidak kasihan dengan anakmu nanti. Bagaimana suatu saat dia akan menanyakan ayahnya, pasti anakmu itu sangat membutuhkan Ayahnya "


"Menjelaskannya padanya setelah dia dewasa Mama, aku akan memberinya pengertian dia juga pasti akan mengerti mah. Sesuatu yang dipaksakan itu ke depannya tidak akan pernah baik. Kalau memang Dimas ingin pergi dariku ya silahkan aku tidak akan pernah melarang, aku juga tidak mau sampai berjuang sendirian sedangkan Dimas enak-enakan dengan perempuan lain. Tidak adil sekali kan untukku "


"Masa Dimas bahagia sedangkan aku tersiksa disini sendirian. Apakah hidupku akan tidak adil seperti itu Ma ? "


"Baiklah Mama mengerti, mama tidak akan memaksamu. Maafkan mama malah memaksamu seperti itu. Mama sangat ketakutan sekali kalau kalian benar-benar akan berpisah "


"Terima kasih tolong Mama jangan pernah bicara dengan Dimas. Biarkan saja nanti aku yang bicara jika aku sudah siap itu pun,kalau pun tidak semua ini akan terus menjadi rahasia "


Pintu tiba-tiba terbuka dan itu Dimas yang datang, pandangannya begitu kosong Dimas langsung masuk ke dalam kamar yang waktu itu Gea tempati Freya dan juga mama mertuanya saling pandang.


Tapi Freya yang memang sudah acuh dengan Dimas tak peduli. Freya harus kuat Freya tidak mau terlihat lemah di hadapan siapapun itu, meskipun hatinya sakit tapi Freya harus menampakan kalau dia baik-baik saja.


Astuti mengejar anaknya, lalu mendorong bahu Dimas dengan cukup kencang "Kamu ini apa-apaan kenapa pulang-pulang melamun seperti itu. Apa kamu sudah tidak peduli dengan istrimu. Apa kamu tidak mau kembali dengannya. Kamu ini kenapa Dimas kenapa bisa berubah menjadi seperti ini. Mama sangat kecewa dengan kamu, kamu diberi waktu waktu 3 bulan untuk memperbaiki semuanya tapi apa kamu malah terus saja pergi ke rumah perempuan itu, kamu ini benar-benar membuat Mama kecewa Dimas "


"Mah bisa diam. Dimas sedang tidak mau membahas apa-apa. Tolong jangan buat Dimas makin pusing mah, Dimas juga tidak mau seperti ini Dimas juga tidak mau menghianati Freya tapi mau bagaimana lagi hati Dimas berkata lain, Dimas tak bisa mengontrolnya Ma "


"Cintamu itu pada Gea hanyalah sebuah nafsu saja, kamu hanya ingin memilikinya lalu setelah memilikinya nanti kamu akan bosan dan di situlah kamu akan mengerti siapa lah orang yang paling berarti untuk kamu. Apa kamu tidak kasihan dengan Irsyad. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana mentalnya kenapa sih kamu ini sangat egois, kamu ini sudah tua tapi seperti ini "


Dimas menarik mamanya untuk duduk berhadapan dengannya lalu Dimas mengarahkan tangan mamahnya ke heningnya "Lihat Dimas sedang sakit mah, apa Mama ingin terus menceramahi Dimas apa Mama ingin terus menyalahkan Dimas akan hal ini. Apa Mama tidak akan mengurus Dimas, Dimas sedang sakit mah"


"Dimas sekarang sedang drop, kenapa banyak sekali masalah yang Dimas lalui ma. Kenapa Mama tak bisa mendukung Dimas saja. Sekali-kali dukung Dimas Ma, Dimas anak mama bukan Freya, jangan terus bela dia "


Astuti jadi khawatir kalau sudah melihat Dimas seperti ini. Astuti berdiri dan keluar dari kamar dia akan mengompres kening anaknya, mau bagaimanapun Dimas tetap anaknya.

__ADS_1


Astuti tidak bisa terus marah pada Dimas, tapi dia juga tidak suka dengan apa yang Dimas lakukan Astuti juga sama sakit hatinya seperti Freya karena Dimas sudah menyakiti Freya, maksudnya tidak pernah berpikir anaknya akan melakukan hal seperti ini, hal yang sungguh membuatnya malu di hadapan Freya sebenarnya.


"Freya bisa kamu ambilkan obat panas Dimas sakit, Mama begitu khawatir dengan keadaannya itu "


"Baik mah sekalian dengan bubur hangat, atau mungkin teh hangatnya "


"Tentu boleh nak tolong ya. Maafkan mama malah menyuruh-nyuruh mu seperti ini. Kamu tahu sendiri kan Dimas sedang sakit dan pasti dia hanya ingin makan bubur buatan kamu, Dimas pasti akan cepat sembuh lagi "


Freya hanya menganggukkan kepalanya mengikuti apa yang Mama mertuanya suruh. Freya tak banyak menolak juga.


...----------------...


Gea sendiri yang ada di dalam rumahnya yang sedang makan menatap kursi yang selalu Dimas duduki, tak terasa air matanya mengalir begitu saja. Ternyata tidak ada Dimas sepi sekali tidak ada orang yang menyuapinya, tidak ada orang yang membawanya bercanda pokoknya sangat sepi sekali.


"Apakah keputusanku ini sudah benar Dimas. Melepaskanmu dan membiarkanmu bahagia dengan Freya apakah aku tidak akan menyesal di kemudian hari. Tapi aku tidak mungkin kan menyakiti hati anakmu Irsyad, apalagi dia dulu sudah pernah benci padaku. Aku tidak mau makin hari Irsyad makin menambah rasa bencinya itu padaku"


"Aku sudah dibenci banyak orang, aku tak mau anak seperti Irsyad juga membenciku. Aku sangat serba salah disini "


Gea segera menghabiskan makanannya itu, kalau terus seperti ini dia tidak akan habis-habis makanannya. Semoga saja apa yang dia ambil benar dan tidak membuatnya menyesal. Dari awal juga Dimas kan sudah milik Freya maka harus dikembalikan lagi pada pemiliknya kan.


Gea tidak punya hak apa-apa dari Dimas, Gea hanya orang yang kebetulan masuk dalam hubungan mereka, ya itupun tidak sengaja dan pada akhirnya malah berlanjut dan menjadi rumit seperti ini.


"Aku harus menemui Freya. Aku harus minta maaf padanya juga, aku tidak mungkin kan terus bermusuhan dengan Freya sedangkan selama ini yang membantuku hanya Freya saja. Bahkan Apartemen ini miliknya tapi dia tidak mengambilnya dan tidak mengusirku dari sini, aku begitu berhutang sangat banyak padannya "


"Apakah aku ini orang yang tidak tahu malu ya, sudah diberi segalanya sudah dibantu, tapi aku malah merebut suaminya tapi mau bagaimana lagi cinta sudah masuk diantara kami berdua. Aku tidak bisa mengendalikan hatiku saat laki-laki itu juga mencintaiku. Tentu saja aku akan menerimanya kan tidak mungkin aku menolaknya begitu saja, semoga saja nanti Freya bisa memaafkanku dan kami bisa berteman seperti semula lagi"


"Aku tidak mau hubungan ini sampai hancur, Freya begitu berarti untukku dia yang selalu ada untukku, kalau bukan karena dia aku tidak akan pernah lepas dari ayah tiriku itu. Mungkin aku akan kembali dijual dan disakiti lagi kan "


Gea membawa piring kotor ke arah wastafel, Gea seperti tidak tahu diri Gea sudah tahu kalau dirinya itu sangat membutuhkan Frey, tapi Gea masih saja berani merebut Dimas dan seolah-olah hal itu sudah biasa saja.

__ADS_1


"Freya aku akan menunggu maafmu aku akan terus meminta maaf padamu, sampai kamu mau memaafkan aku dan kita bisa bersama-sama seperti dulu"


__ADS_2