
Freya yang sedang membereskan semua pekerjaannya di rumah karena dia juga akan keluar mendapatkan telepon dari mama Astuti, tanpa curiga sedikitpun Freya langsung mengangkatnya takutnya Mama Astuti menyuruhnya atau memasakan sesuatu untuknya.
"Kenapa Mah "jawab Freya masih fokus pada laptopnya. Freya harus segera menyelesaikan ini agar cepat-cepat bisa diam dirumah dan hanya fokus dengan keluarganya.
Freya tak ingin seperti dulu bekerja meski sudah mempunya suami. Freya takut apa yang pernah terjadi padannya dulu terjadi lagi. Freya tak mau sakit untuk kedua kalinya lagi.
"Kamu bisa datang ke sini kan ke rumah Dimas tolong Freya, sekali ini saja kamu datang mama minta tolong sama kamu "
Freya yang sedang mengetik langsung berhenti. Freya ingin tahu apa yang harus dirinya lakukan lagi sekarang. Apalagi sih yang Dimas lakukan, kenapa harus selalu dirinya yang menyelesaikan masalahnya. Gea juga istirnya juga ada disana.
"Kenapa aku harus datang ke rumah Dimas. Ada apa lagi sih mah, bukannya Dimas sudah ada yang menjaga Gea, istrinya ada di sana kan lalu kenapa aku harus ke sana, aku tidak mau. Gea bisa mengurus semuanya dia pasti bisa tanpa bantuan aku. Aku tak mau ikut campur masalah rumah tangga orang lain"
"Gea ini memang sangat bodoh, dia benar-benar sudah membuat semuanya hancur. Tolong datang kemari dia menceritakan tentang masa lalu kamu dan juga Dimas dan juga dirinya. Dimas marah dan tidak terima dia hanya akan keluar dari dalam ruangan itu kalau kamu datang ke sini Freya, mama sudah mencoba untuk membujuknya tapi tetap saja tak bisa, Gea juga sudah sama hasilnya"
"Kalau kita terus mengikuti apa kemauan Dimas yang ada dia akan terus melakukan hal seperti itu. Dimas akan melakukan hal yang sama lagi untuk memancing aku untuk mendekatinya. Waktu di rumah sakit juga seperti itu kan Mah. Apakah kita akan terus menuruti kemauannya, ini sudah sangat keseringan mah "
"Tolong Freya sekali ini saja kalau bukan kamu siapa yang membantu Dimas, dia mengamuk di dalam kamar itu Mama tidak tahu apa saja yang dia lakukan mama takut kalau dia menyakiti dirinya sendiri, mama benar-benar sangat ketakutan sekali "
"Aku harus berbicara pada Amar dulu aku tidak bisa gegabah tiba-tiba saja pergi begitu saja. Aku ini sudah punya suami Mah aku sudah punya Amar "Freya kembali menegaskan pada Mama Astuti takutnya dia lupa.
__ADS_1
"Nanti saja setelah di sini baru kamu berbicara dengan Amar. Dimas lebih penting bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya, mama takut Dimas kembali masuk rumah sakit "
"Tidak bisa ma aku harus minta izin dulu pada Amar. Aku tidak bisa pergi ke rumah itu tanpa izinnya. Kalau Amar tidak mengizinkannya maka aku tidak akan pergi. Maaf mah semuanya sudah berbeda aku tidak bisa tiba-tiba pergi begitu saja, bukannya mama yang selalu mengajarkanku kalau apa-apa harus berbicara pada suami sebelum mendapatkan izin dari suami aku tidak boleh pergi kemana-mana "
"Iya Mama pernah mengajarkan hal itu padamu, tapi ini dalam masalah genting ini benar-benar gawat. Tolonglah mengerti, Amar juga pasti akan mengerti dia tak akan marah dengan kamu Freya"
"Tidak bisa mah, aku harus menelpon suamiku jika mama ingin dibantu olehku maka tenanglah. Aku tidak bisa pergi ke sana tanpa izin suamiku. Jika Amar tidak mengizinkan maka aku tidak akan pergi aku akan dirumah saja. Nanti juga kalau Dimas lapar dia akan keluar "
Freya langsung mematikan sambungannya begitu saja. Freya menyandarkan tubuhnya di kursi rasanya Freya enggak sekarang untuk menelepon Amar dan berbicara tentang masalah ini.
Pasti suaminya akan membolehkannya untuk datang ke sana Freya benar-benar muak dengan semua yang Dimas lakukan. Apalagi sih yang dia mau. Dimas ini tidak ada habisnya Gea sudah benar menceritakan semuanya agar dia tahu apa yang sebenarnya agar Dimas tidak menganggap kalau dirinya ini yang tersakiti tapi pada kenyataannya dia yang menyakiti.
Freya masih ada dirumah. Dia sudah berbicara pada suaminya tentang Dimas yang tak mau keluar dari dalam sebuah ruangan. Bahkan Mama Astuti juga menghubungi suaminya.
Amar tentu saja kaget mendengar semua itu. Kenapa juga Dimas harus seperti itu. Dia benar-benar seperti anak kecil. Sungguh sangat merepotkan.
Amar memang mengizinkannya tapi seperti setengah hati. Freya juga sebenarnya enggan tapi mama Astuti terus saja memohon dan sekarang mama Astuti kembali menelfon.
Freya segera mengambil ponsel dan juga barang-barang yang lainnya. Kalau Freya tak datang pasti Mama Astuti akan banyak bicara padannya. Dan nanti dirumah mamah Astuti akan terus bercerita tentang Dimas, padahal kan sekarang sudah ada Amar.
__ADS_1
Freya sudah mulai terganggu dengan sikap Dimas ini, lihat saja nanti Freya akan berbicara apa pada Dimas. Freya tak mau Dimas makin keenakan dan terus membuat drama ini, hanya untuk bisa bertemu dengannya.
"Mama mau pergi ke mana, bukannya mama sedang bekerja " tanya Helena yang sedang bermain boneka.
"Mama mau pergi ke rumah Om Dimas, apakah Helena kamu ikut "
"Boleh Helena ikut ya mama"
Freya menganggukan kepalanya, kalau terjadi sesuatu ada Helena yang bisa menjadi buktinya dan bisa menjelaskan pada Amar, Freya juga tadi meminta pada Amar untuk menyusulnya. Freya tidak mau di sana sendirian, Freya juga tak mau membuat rumah tangganya berantakan demi rumah tangga orang lain.
Setelah ada di dalam mobil Helena yang memang penasaran kenapa Mamanya ke rumah Om Dimas langsung bertanya "Tidak biasanya Mama pergi ke rumah Om Dimas ada apa ma "
"Ada yang terjadi dengan om Dimas dan mama harus pergi ke sana Mama harus membantunya"
"Begitu ya kenapa Mama selalu pergi dengan alasan Om Dimas. Apakah dia sangat membutuhkan mama sampai-sampai mama harus terus bolak-balik. Bukannya ada istrinya ya kata Mama istrinya yang akan mengurusnya lalu sekarang kenapa Mama juga harus pergi ke sana, apakah mama juga harus membantu mengurusnya lalu bagaimana dengan Ayah"
Freya mengangkat bahunya "Entahlah Mama juga bingung. Kita temui saja dulu siapa tahu ada hal yang penting "Freya tidak menjelaskan apa-apa pada anaknya, toh Helena juga tidak akan mengerti dengan semua ini jadi Freya menjawab seadanya saja, dan sekenanya saja.
"Baiklah mama "
__ADS_1
Helena kembali tak bertanya. Dia hanya fokus ke arah jalanan. Sebenarnya pikiran Freya sudah melayang kemana-mana, Freya takut nanti malah akan rumit. Pasti Dimas ini akan meminta hal hal aneh lagi. Freya rasannya sudah tak sanggup kalau harus terus begini.