Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 79 Lepaskan saja


__ADS_3

Dimas sudah siap-siap, dia malam ini akan makan malam bersama Gea rasanya bahagia sekali hari-harinya ini. Tak sabar ingin melihat Gea yang cantik dan juga penuh dengan senyum.


Dimas keluar dari dalam kamar, dia bertemu dengan mamanya yang sedang menonton TV "Kamu mau ke mana sudah rapi seperti ini, ga biasannya. Sudahlah kamu diem aja di rumah coba kamu deketin Irsyad lagi, bicara sama anak kamu itu jangan diemin gitu aja nanti Irsyad malah akan benci sama kamu"


"Aku ada sebuah pertemuan mah, dan aku harus bertemu dengan mereka karena ini membahas tentang klinik baruku. Aku akan membuatnya dari nol dari uangku sendiri Ma. Setelah itu akan pulang mah dan aku akan berbicara dengan Irsyad. Aku hanya ingin memberi dia waktu dulu agar dia bisa tenang dan memikirkan semuanya. Apakah baik membenci ayahnya sendiri seperti itu"


"Minum dulu jus Mama sudah membuatkan jus kesukaanmu, pasti kamu akan sangat suka sekali sebelum pergi kamu harus minum dulu ya. Agar nanti pikiran kamu jernih ayo cepat minum jus mangga yang selalu kamu minum dan selalu Mama buatkan. Mama sudah lama tak memanjakan kamu Dimas "


Dimas tanpa pikir panjang dan tanpa curiga sedikitpun pada mamanya langsung meminum jus itu. Dimas tiba-tiba saja pusing dia diam sesaat.


Dimas membaringkan tubuhnya rasannya mengantuk sekali. Dimas sekarang benar-benar tertidur. Astuti hanya bisa tersenyum melihat anaknya sudah tidak sadarkan diri. Ini adalah rencananya, Astuti tahu anaknya ini akan bertemu dengan perempuan gatal itu, anaknya terus saja menemui dia kapan akan fokus dengan Freya dan anaknya.


"Aku tidak akan pernah rela jika kamu pergi untuk menemui perempuan gatal itu, lebih baik kamu tidur saja di sini jangan pergi kemana-mana aku tahu kamu akan menemui Gea, kalau kamu terus seperti ini kapan kamu akan bersama Freya kamu malah akan terus menghabiskan waktu dengan perempuan itu. Mama tidak mau melihat hal itu Mama harus melakukan sesuatu dan ini yang Mama lakukan, mama ingin yang terbaik untuk kamu Irsyad"


"Mama tidak mau nanti kamu menyesal di akhir Dimas, mama begitu menyayangi kamu. Mama yakin kamu dan Gea tak akan bertahan lama, kamu akan hancur bahkan karir kamu juga akan hancur"


Astuti melihat ponsel Dimas terus saja berdering. Gea terus saja meneleponnya Astuti rasanya ingin mengangkat telepon itu dan marah-marah pada perempuan tidak tahu diri itu, tapi Astuti menahannya agar Dimas tidak curiga padanya, maksudnya dia hanya menatap layar ponsel itu saja. Bahkan dia tidak fokus untuk menonton televisi lagi.


Astuti langsung menonaktifkan ponsel Dimas, agar perempuan itu tidak terus mengganggunya nanti kalau tiba-tiba Dimas bangun gagal semua rencananya. Astuti akan melancarkan semua rencananya.


"Aku harus berjuang demi kelangsungan rumah tangga Dimas dan juga Freya, aku tidak mau mereka berpisah aku benar-benar tidak rela kalau sampai itu semua terjadi, mereka adalah hidupku mereka harus selalu bersama 10 tahun bukan waktu yang sedikit untuk mereka bersama. Masa sekarang harus kalah dengan perempuan yang baru hadir beberapa bulan saja, perempuan sialan dasar "


Freya yang baru pulang bekerja menatap Dimas dan juga Ibu mertuanya yang ada di satu kursi yang sama, Freya mendekatinya dan melihat Dimas yang tertidur "Jam segini dia tertidur ma, apakah tidak salah biasannya dia tak akan ada dirumah. Satu lagi kenapa pakaiannya begitu rapih seperti mau berkencan saja"


"Iya tadi dia sedang mengobrol dengan Mama, tiba-tiba saja katanya ngantuk mama hanya menepuk kepalanya dengan perlahan dan dia langsung tertidur, kamu tahu sendiri kan suami kamu kalau sudah dielus kepalanya dan ditepuk-tepuk dengan pelan dia akan langsung tertidur sudah kebiasaannya dari kecil, dia sangat lelah pekerjaannya sangat banyak sepertinya"


"Kasian dia Freya, sangat lelah sekali pasti, pekerjaannya banyak sekali kalau sampai seperti ini"


Freya sedikit curiga karena Dimas tidak bangun, Freya sangat tahu kalau ada sedikit saja suara Dimas pasti akan terbangun tapi ini tidak. Pasti ada yang disembunyikan oleh ibu mertuanya itu, tapi Freya tak mau tahu takut nanti dibilang perhatian. Freya sudah tak peduli dengan apa yang akan Dimas lakukan.


"Ya sudah Freya masuk dulu ke kamar ya, Freya mau bersih-bersih dulu mah. Badan Freya sudah sangat lengket sekali "


"Iya sayang jangan terlalu capek ya kerjanya, nanti besok-besok pulangnya siang-siang biar kamu bisa jalan-jalan sama Dimas ngabisin waktu berdua lagi, atau perlu bersama Irsyad pasti dia akan senang saat dibawa jalan-jalan sama kamu. Dia pasti akan tersenyum lagi, mama sudah lama tak melihat Irsyad tersenyum lagi "


"Akan Freya coba, pekerjaan Freya sedang banyak mah Freya kan waktu itu sudah cuti beberapa hari, jadi banyak pekerjaan yang Freya tinggalkan dan Freya juga harus membereskannya dengan cepat. Freya tidak mau membuat pekerjaan Freya terbengkalai begitu saja"


"Freya juga masih ingin bekerja di sana, Freya harus bisa mencari uang yang banyak untuk hidup Freya kedepannya, apalagi Freya akan melahirkan Freya harus punya biaya yang banyak Ma "


"Iya Mama mengerti, tapi setidaknya sedikit luangkan waktu ya untuk keluarga kamu. Agar kalian bisa dekat lagi seperti dulu"


"Iya Mah, akan Freya usahakan tapi Freya tak bisa janji "


Freya masuk ke dalam kamarnya. Freya juga menguncinya hari ini Freya hanya ingin diam di dalam kamar saja, memanjakan dirinya sendiri dan mencoba untuk melupakan segalanya.


Hidup satu atap dengan orang yang pernah menyakitinya sangat tidak mudah untuk Freya jalan. Selalu saja terbayang bagaimana mereka bermesraan, mereka saling tatap. Freya sebenarnya ingin pergi saja tapi dia mengkhawatirkan Ibu mertuanya yang sakit.


Freya harus menahan semua rasa sakit ini demi bisa membuat Ibu mertuanya selalu tersenyum. Freya tidak mau mengecewakannya, bukan apa-apa ibu mertuanya itu sangat baik sekali padanya dia yang selalu ada untuk Freya.

__ADS_1


Saat ibu Freya sendiri waktu itu tidak suka dengannya. Hanya ibu mertuanya yang ada di sampingnya, Freya tidak bisa membuatnya kecewa. Freya tidak mau Ibu mertuanya itu banyak pikiran dan kembali sakit seperti ini.


"Aku akan bertahan sampai aku lelah, sampai aku sendiri tak bisa menopangnya kembali"


...----------------...


Gea sudah berdandan cantik nomor Dimas tiba-tiba saja tidak akti Gea menatap makanan yang sudah disediakan bahkan lilin cantik yang sudah dia nyalakan, lampu-lampu yang sudah dia beli tadi juga sudah dia pasang dengan sangat cantik.


Pokoknya Gea sudah bekerja dengan keras sekali untuk menyambut Dimas, tapi Dimas sendiri tidak bisa dihubungi apa dia sengaja melakukan ini, apa Dimas akan memberikan kejutan padanya.


"Ke mana Dimas tiba-tiba saja nomornya tidak aktif, apa dia sudah lupa, apa dia sedang bersama dengan Freya makanya mematikan ponselnya seperti ini, ke mana dia sebenarnya. Kenapa harus seperti ini sudah janjikan padaku akan menemuiku. Bahkan akan makan bersama, tapi kenapa tidak datang kemari apa dia lupa, tidak mungkin Dimas lupa"


"Dimas bukan orang pelupa, dia pasti akan ingat dengan janjinya apalagi dari kemarin masalah ini sudah dibahas, tentang makan malam ini masa tiba-tiba Dimas langsung lupa kan pasti ada sesuatu yang terjadi kan, pasti ada yang membuat Dimas tak bisa menepati janjinya "


Gea duduk di meja bundar itu, menatap makanannya yang mulai dingin, Gea sekali lagi menelpon Dimas tapi tetap nomornya masih tidak aktif, ke mana sebenarnya Dimas apa dia sengaja membohonginya apa Dimas ingin mempermainkannya saja.


"Dimas di mana, kenapa lama sekali ini sudah jam 09.00 malam seharusnya kita sudah makan sama-sama tapi kamu belum datang ke mana sebenarnya kamu. Apa kamu sedang senang-senang dengan istrimu itu, dengan perempuan yang sudah kamu tak cintai kenapa tak datang kemari juga Dimas. Aku menunggu kamu"


Gea yang kesal menarik taplak meja bundar itu dan membuat semua makanan berserakan, dia berteriak dengan kencang kesal dengan tingkah Dimas yang tidak datang padanya marah dengan Dimas yang mengingkari janjinya.


"Percuma aku melakukan ini, percuma Dimas tidak datang kemari, dia ingkar janji dia berbohong padaku. Katanya dia mau datang kemari, katanya dia mau memanjakan aku, tapi mana dia berbohong dia membohongiku Dimas pembohong dia tidak pernah menepati janjinya. Aku kesal padanya aku marah padanya"


"Aku tidak mau lagi bertemu dengan Dimas, dia laki-laki yang selalu mengingkari janjinya aku kesal sekali padanya, aku marah " teriak Gea dengan sangat melengking sekali. Entah ada yang mendengar entah tidak.


Gea mematikan semua lampu yang sudah hampir habis. Bahkan dia tidak peduli dengan api yang mengenai tangannya, dia benar-benar marah dengan Dimas yang makin hari makin saja membuatnya marah. Dimas selalu saja ingkar janji dia kadang tidak datang kemari.


...----------------...


Astuti masuk ke dalam kamar cucunya, sangat gelap sekali, Irsyad sekarang memang jadi tertutup sekali. Irsyad benar-benar menutup dirinya.


"Irsyad boleh kan nenek berbicara dengan kamu "


"Tentu saja sejak kapan Irsyad melarang nenek untuk berbicara, Irsyad selalu membolehkan nenek berbicara kapan pun itu "


Astuti duduk di samping Irsyad yang sedang melamun "Nenek tahu apa yang ayahmu lakukan ini sangat membekas dalam hatimu, nenek tahu apa yang ayahmu lakukan tidak akan pernah bisa dimaafkan. Tapi tolong biarkan ayah dan juga ibumu kembali bersama kamu bisa kan mendukungnya, bisa menerima Ayahmu kembali "


"Coba kamu bujuk kedua orang tuamu itu untuk bisa kembali lagi bersama, apa kamu tidak mau mempunyai keluarga yang lengkap Irsyad nenek tidak mau sampai semua ini terjadi nenek tidak mau kalau keluarga ini hancur cuman gara-gara perempuan itu. Seharusnya kita satu keluarga bisa bertahan kan menghadapi semua badai yang terjadi dalam keluarga ini"


Irsyad menatap ke arah neneknya dengan wajah yang sendu. Irsyad kira neneknya akan membiarkan mamanya untuk berpisah dengan ayahnya, tapi neneknya seperti sedang mencoba untuk mempersatukan mereka lagi memang neneknya melakukan itu kan.


"Kenapa nenek lakuin ini, nenek nggak lihat kalau mama itu tersiksa dengan semua apa yang nenek inginkan. Mama itu nggak bisa terus sama ayah mereka itu ga akan pernah bisa bersatu lagi sampai kapan pun "


"Apa yang udah dilakuin sama Ayah itu udah sangat benar-benar membuat hati Mama dan Irsyad juga sakit Nek, apa nenek tidak merasa sakit hati saat Ayah melakukan hal itu pada Mama. Irsyad tidak bisa kalau harus membiarkan Mama untuk bersatu lagi dengan ayah dan pada akhirnya apa Ayah akan menyakiti Mama lagi. Ayah sudah tidak mencintai Mama, Ayah sudah masuk ke dalam perangkap tante Gea dan Ayah sudah tidak bisa untuk kembali pada keluarga ini apa Nenek mengerti"


"Disini orang yang paling tersakiti adalah mama, ayah sedang bersenang-senang dengan perempuan lain sedangkan Mama terus saja menangis, apa Nenek tega melihat Mama terus seperti itu. Bahkan Irsyad saja yang melihatnya tak tega nek, Irsyad ingin Mama bahagia, Irsyad ingin Mama tersenyum seperti dulu lagi. Mungkin mama bisa memaafkan ayah tapi untuk kembali sepertinya Mama tidak akan pernah mau nek. Mama tidak akan pernah menerima semua itu lagi. Lebih baik Mamah mundur saja daripada terus melangkah tapi dia yang tersakiti"


"Nenek hanya ingin yang terbaik untuk mereka nenek tidak mau mereka berpisah, nenek hanya ingin rumah tangga ini utuh seperti semula nenek ingin kalian selalu tersenyum dan bahagia tidak seperti sekarang yang selalu saling diam dan tidak bertanya satu sama lain"

__ADS_1


"Nenek ingin kamu juga kembali seperti dulu Irsyad selalu berbicara dengan Ayah kamu, selalu bertukar fikiran. Pokoknya nenek ingin kembali seperti dulu saja tak mau seperti ini. Ya siapa tahu kamu sebagai anak bisa membantu untuk memperbaiki semuanya"


"Mau bagaimana seperti itu, sedangkan kepala rumah tangganya saja sedang jatuh cinta pada perempuan lain Ayah tidak akan pernah berubah nek. Ayah tidak akan pernah kembali pada mama, ayah akan terus dibutakan oleh cintanya itu. Lihat Ayah itu seperti ABG yang baru saja jatuh cinta, aku rasa semuanya tidak akan pernah bisa kembali lagi nek tolong nek lepaskan semuanya tolong biarkan Mamaku bahagia aku tidak bisa melihat Mamaku terus seperti ini"


"Mungkin di hadapan Nenek Mama tersenyum, Mama tidak sedih tapi nenek tidak tahu kan bagaimana Mama di belakang Nenek. Mama akan sangat sedih sekali menjalani ini semua, apalagi harus satu atap dengan ayah yang jelas-jelas dia adalah orang yang telah menyakiti Mama, Irsyad bukannya mau menasehati nenek hanya saja Irsyad selalu mengawasi tingkah laku Mama yang makin hari Mama makin terluka"


"Apalagi mama sedang mengandung adik kan, mama tidak boleh banyak pikiran nek. Mama itu harus selalu tenang dan bahagia bukan seperti ini. Seharusnya nenek dengan ikhlas melepaskan apa yang Mama mau tidak menahan-nahannya seperti ini. Seharusnya nenek juga mendukung apa yang Mama mau, Mama ingin lepas dari ayah makanannya nenek seharusnya mendukungnya. Nenek tidak bisa egois ingin semua ini kembali seperti semula"


"Karena sampai kapanpun itu semua tidak akan pernah terjadi nek. Irsyad yakin Ayah juga tidak akan pernah sepenuhnya sayang dengan mama dan juga Irsyad. Ayah pasti akan terus memikirkan tante Gea, Irsyad juga tidak mau menerima Ayah lagi. Irsyad kecewa dengan apa yang Ayah lakukan, Irsyad melihat dengan kepala mata Irsyad sendiri bagaimana ayah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan bersama tante Gea"


Astuti tidak bisa menjawab semua yang dikatakan oleh Irsyad memang ada benarnya, apa yang dikatakan Irsyad itu kalau Freya pasti sangat sakit melihat suaminya ini.


Apalagi penghianatan itu dan mereka berdua Dimas dan juga Gea masih melakukan sebuah hubungan pasti itu sangat sakit sekali untuk Freya, tapi Astuti benar-benar tidak mau melihat anak dan menantunya itu berpisah, Astuti tidak akan siap sampai kapanpun.


Astuti sangat ketakutan sekali kalau mereka nanti berpisah, bagaimana dengan kehidupan mereka ini. Apakah akan masih baik-baik saja.


...----------------...


Dimas bangun pagi hari, dia kaget kenapa dia masih ada di rumah Dimas menyalakan ponselnya yang mati banyak telepon dari Gea. Dimas langsung bergegas pergi dari rumah, dia tidak peduli dengan penampilannya yang terpenting dia sekarang harus menemui Gea, pasti Gea sudah menunggunya dari tadi malam. Dimas sangat takut sekali kalau Gea pergi. Dimas tak akan siap sampai kapanpun kalau harus kehilangan Gea.


Ada apa dengan dirinya ini. Padahal tadi malam baik-baik saja Dimas tidak kenapa-napa, tapi kenapa Dimas tiba-tiba bisa tertidur di kursi seperti itu dan ponselnya juga mati. Seingat Dimas ponselnya tak mati.


Dimas menjalankan mobil dengan sangat kencang sekali. Dia tidak peduli dengan orang-orang yang terus mengklaksonnya yang terpenting sekarang adalah menemui Gea. Dimas tidak mau sampai dia marah-marah padanya dan meninggalkannya nanti.


Dimas sudah ada di apartemen Gea, Dimas langsung masuk dia melihat apartemen yang sangat sepi sekali ke mana Gea. Saat Dimas membuka pintu balkon dia melihat tempat ini sangat berantakan dan Dimas juga melihat Gea yang sedang tertidur di sana, di meja bundar itu dengan keadaan yang sudah sangat berantakan make up juga sudah luntur semua.


Di pipinya ada bekas air mata juga. Dimas begitu menyesal karena tak bisa menepati janjinya dan malah melihat Gea yang seperti ini. Gea pasti sangat marah padanya.


Dimas mengguncang sedikit tubuh dari Gea dan Gea langsung saja terbangun, dia langsung mengalihkan pandangannya tidak mau melihat Dimas yang ada di depannya.


"Lebih baik semua ini kita akhiri saja, aku tidak yakin semuanya akan baik-baik saja aku sudah cukup bahagia bersamamu. Aku sudah merasakan semuanya Dimas lebih baik kamu kembali saja pada istrimu dan juga anak mu itu "


Dimas langsung berjongkok dan menggenggam kedua tangan Gea, tapi Gea langsung melepaskannya "Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti ini. Kamu kenapa mengatakan hal yang tidak seharusnya kamu katakan, kita sudah berencana akan menikah tapi kamu tiba-tiba mengatakan itu ada apa, apa ada laki-laki lain yang memikat kamu "


Gea langsung menatap ke arah Dimas "Tidak ada laki-laki lain, hanya kamu saja tapi lebih baik kamu kembali lagi saja pada Freya dia lebih membutuhkan kamu, aku sudah bahagia aku sudah cukup bahagia olehmu jadi lebih baik kamu pergi saja. Kamu juga tidak bisa membagi waktu kamu juga, tidak bisa menepati janji kamu, kita sudah berjanji akan makan malam bersama tapi apa nyatanya kamu tidak ada kamu tidak datang kan kemari. Aku sudah lelah "


"Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba aku tertidur, aku benar-benar tidak tahu maafkan aku, aku tidak akan melakukan ini lagi aku janji hal ini tidak akan pernah terulang lagi sampai kapan pun itu "


Gea menggelengkan kepalanya, dia menangis Dimas harus meyakinkan Gea untuk Gea tidak pergi dari sampingnya, kenapa tiba-tiba seperti ini berubah pikiran. Apakah Freya dia datang kemari "Apakah ada seseorang yang membuatmu goyah, apa ada keluargaku yang datang kemari katakan siapa dia, aku akan berbicara padannya "


"Tidak ada, aku sudah bahagia aku sudah merasakan apa yang Freya rasakan. Jadi untuk apa lagi aku lebih baik pergi dan kamu juga kembali menjalani rumah tangga kamu bersama istri dan anakmu, lalu juga mamamu kalau kita bersama-sama dia tak akan bisa menerima aku, aku malah akan habis oleh ibumu itu, dia pasti akan terus mencaci makiku, aku tak akan pernah betah nantinya kalau harus berhadapan dengannya "


"Lalu saat kebahagiaan ini akan datang kamu akan tiba-tiba pergi begitu saja, kamu tiba-tiba saja akan melepaskan aku apa kamu selama ini mempermainkan aku Gea. Apakah selama ini kamu hanya ingin menghancurkan aku saja"


"Tidak aku sama sekali tidak mau melakukan itu, aku hanya sudah cukup saja, aku sudah bahagia lalu apalagi, aku lebih baik mundur saja dari pada harus seperti ini, disalahkan sana sini. Aku selalu saja diteror oleh keluarga kalian semua. Seolah-olah aku lah yang salah disini "


Dimas mengelengkan kepalanya, tidak mau semua ini berakhir Dimas sungguh-sungguh tidak akan pernah sanggup kalau semua ini harus berakhir dengan cepat. Dimas mencium kedua tangan Gea "Jangan lakukan ini tolong jangan pernah lakukan ini aku tidak mau, aku tak akan sanggup "

__ADS_1


Gea tidak menjawab dia malah terus saja menangis, Gea tidak tahu harus melakukan apa sekarang memang seharusnya kembali saja pada Freya tidak bersamanya kan itu akan lebih baik.


__ADS_2