Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 33 Mau bagaimana pun dia ibuku


__ADS_3

"Aku sudah memberitahu bosku kalau adikku akan masuk kantor ini Bu, tapi dia minta untuk Dini datang langsung kekantor, katanya biar bisa langsung interview"


"Kamu ini gimana sih, buat apa ada kamu, kamu itu orang dalem seharusnya kamu bisa masukin adik kamu tanpa harus ditanya-tanya dulu. Gimana sih kamu ini ga ada gunanya banget kerja disana"


"Ga bisa kayak gitu dong Bu, Dini harus ditanya-tanya dulu agar dia juga nanti ngerti kerjaannya "


"Ahh percuma, kamu ini memang tidak bisa diandalkan dari dulu kamu memang tak bisa diandalkan. Memang tak seharusnya aku minta bantuan padamu karena pada akhirnya apa, kamu hanya akan membuat Ibu kecewa "


Sambungan langsung dimatikan sepihak oleh ibunya. Freya hanya bisa pasrah dan tak mau menelfon balik ibunya malah nanti akan bertengkar.


Freya melihat mobil suaminya yang sudah datang, dengan cepat Freya masuk dan mencoba tersenyum kearah suaminya.


"Ada apa sih cemberut kayak gitu "


"Kamu tahu sendiri kan gimana ibu, dia minta kerjaan buat adik aku tapi ga mau interview dulu. Malah pengen langsung masuk, ya jelas ga bisa ini kan perusahan besar meskipun ada orang dalem tetap aja kan harus ditanya-tanya dulu "

__ADS_1


"Ibu kamu itu kebiasaan deh. Pilih kasihnya dari dulu ga pernah berubah "


"Ya mau gimana lagi, ibu aku ga akan bisa dirubah dia akan terus kayak gitu. Aku ga akan pernah bisa marah pada ibuku sendiri, mau bagaimana pun dia yang melahirkan ku "


"Iya aku mengerti sayang, tapi apakah dia tak bisa adil pada anak-anaknya "


Freya hanya mengangkat bahunya saja. Dari dulu Ibunya memang seperti ini. Selalu egois, makannya saat Freya mendapatkan ibu mertua yang baik Freya begitu senang.


Freya menatap ke jok belakang ada bunga "Sayang itu bunga untuk siapa "


"Kita kan akan berkunjung kerumah temanmu maka kita harus membawa buat tangan. Aku juga membeli buah-buahan "


"Tidak, bunga mawar hanya untuk istriku saja " sambil memberikan setangkai bunga mawar.


Freya mengambilnya dan tersenyum bahagia. Suaminya ini selalu penuh kejutan tak pernah terduga sekali kan.

__ADS_1


"Kamu ini, selalu saja membuat aku kaget " .


"Kenapa harus kaget sayang, aku memberikan itu untuk kamu. Hanya istriku saja yang boleh menerima bunga mawar "


"Terima kasih sayang, sudah membuat aku bahagia"


"Tentu, apapun untukmu sayang. Aku begitu bangga padamu sayang. Padahal teman mu itu sudah membuatmu kecewa tapi kamu masih mau membantunya, kalau aku jadi kamu aku tak akan pernah bisa memaafkannya sayang "


"Aku juga bisa begini karena dapat dukungan dari kamu. Kalau kamu tidak mendukungnya dan menasihati ku mungkin aku pun tak akan bisa memaafkannya "


"Benar kah sayang "


"Tentu saja" Freya memang berkata jujur kalau suaminya waktu itu tak memberitahunya mungkin Freya tak akan pernah memaafkan Gea, tak akan pernah mau membantunya juga.


Dimas mengusap rambut istrinya dengan sayang, Freya kembali tersenyum sambil menghirup wangi bunga mawar yang suaminya berikan. Semoga saja suaminya selalu seperti ini tak pernah berubah dan jangan sampai berpaling juga.

__ADS_1


"Aku ingin selalu seperti ini Dimas "


"Tentu, kita akan terus seperti ini sayang, tak akan ada yang berubah sampai kapan pun. Aku akan terus menyayangimu dan juga mencintaimu "


__ADS_2