
Freya kembali masuk ke dalam rumah, belum juga dia membuka pintu sudah ada penjaga datang ke arahnya "Bu maaf mobil ibu dan juga bapak di depan kaca mobilnya pecah, parah sekali Bu "
"Apa kenapa bisa pecah, apa yang terjadi saat aku memarkirkannya baik-baik saja kan tak ada masalah"
Freya dan juga Dimas memang memarkirkan mobilnya di depan, tidak masuk ke dalam garasinya karena kemarin kan buru-buru. Jadi mereka menyimpan mobilnya dengan sembarang seperti itu. Memang salah mereka juga, tapi banyak kok yang menyimpan disana.
"Aku juga tidak tahu Bu, tadi aku sedang mengobrol dengan seseorang tiba-tiba saja saat aku mengecek berkeliling mobil ibu dan juga bapak sudah pecah kacanya. Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menjaga mobil bapak dan ibu "
Freya langsung masuk ke dalam rumah, menemui suaminya yang sedang membereskan meja makan "Dimas mobil kita kacanya pecah, bukan hanya satu saja tapi dua-duanya "
"Kenapa bisa kemarin baik-baik saja, didepan juga ada yang menjaga kan " Dimas kaget sekali mendapat kabar ini.
"Entahlah tadi kata Pak satpam sudah pecah begitu saja, aku juga tak habis fikir kenapa bisa dua-duanya"
"Ya sudah Freya biar aku perbaiki, kamu diam dulu saja aku akan perbaiki semuanya ya tenang. Kamu naik taksi dulu saja ya bekerjanya tak masalahkan "
"Tentu aku tak masalah"
Dimas langsung pergi keluar. Gea tahu pasti ini adalah ulah Ayahnya, pasti Ayahnya tidak akan tinggal diam. Gea malah jadi takut keluarga Freya malah akan kacau olehnya bagaimana ini.
"Lihat Freya pagi hari ini kita didatangi dengan sebuah keburukan dan nanti juga kedepannya pasti akan seperti itu, akan selalu ada masalah yang datang. Jangan sampai saja nanti malah Irsyad yang jadi taruhannya"
"Mama sudah, mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja. Lalu kenapa sampai membawa-bawa Irsyad aku akan bekerja dulu ya. Gea kamu di sini baik-baik ya bersama Mama "
"Tentu Freya"
Freya mengambil tasnya dan bergegas untuk pergi bekerja, karena sekarang lumayan pekerjaannya sedang menumpuk dan ada beberapa meeting juga yang harus Freya datangi bersama bosnya itu.
Astuti menatap Gea yang masih duduk "Aku ingin bertanya padamu. Apa keluargamu tidak ada Gea, mungkin kalau tidak ibu mu kerabatnya yang lain"
"Ibuku sudah tiada dan aku hanya tinggal bersama ayah tiriku saja, mungkin aku tidak punya siapa-siapa lagi hanya Freya yang aku miliki. Aku tidak tahu keluarga Ibuku dan juga Ayahku ada di mana. Kami sudah lost contact"
"Begitu ya. Aku tidak tahu jelas apa masalahmu bersama ayah tirimu itu, tapi menurutku kalian harus bicara dengan baik-baik. Mungkin dia akan mengerti. Dan kalau dia sampai datang kemari kami akan membantu kamu untuk berbicara dengannya"
"Mau bagaimanapun dia sudah mengurusmu kan, dia yang selalu ada untukmu masa saat ada masalah seperti ini kamu malah kabur. Seharusnya kamu bereskan semua masalahnya kan dengan baik-baik. Pasti semuanya akan kembali semula lagi "
"Boleh aku masuk ke kamar"
"Tentu boleh saja, aku tidak melarangmu tapi makananmu belum habis nanti Freya malah marah, karena kamu tidak menghabiskan sarapanmu itu. Lebih baik habiskan dulu saja "
"Aku masih belum lapar Aku hanya ingin istirahat dulu saja"
"Baiklah, silakan istirahat nanti aku akan menyuruh Bibi untuk mengantarkan makanan ke kamarmu, siapa tahu nanti kamu lapar "
Gea hanya menganggukan kepalanya, Gea segera masuk ke dalam kamarnya. Gea mendengar suara dering ponsel, ponsel siapa Gea kan tidak punya ponsel, apa ini ponsel Freya yang tertinggal tapi ga mungkin.
Suaranya dari tas yang Gea bawa waktu itu, Gea bergegas berjalan ke arah tas itu ternyata ada ponsel. Ini adalah ponsel yang Ayahnya tinggalkan waktu itu untuk memata-matainya. Kenapa bisa sampai terbawa, kenapa ada disini.
Saat Gea melihat siapa yang menelpon ternyata Ayah tirinya dan ada pesan juga mengirimkan sebuah foto, alangkah kagetnya Gea saat melihat foto itu, mobil Freya dan juga Dimas yang sudah dirusak oleh ayahnya itu. Benarkah perlakuannya adalah Ayahnya pasti dia tak akan tinggal diam.
__ADS_1
Gea langsung mengangkat teleponnya "Apa apaan kamu ini, kenapa kamu merusak mobil mereka berdua, mereka itu tidak salah. Kalau ingin menyerang ku maka serang aku. Bukan mereka, mereka itu hanya menolongku. Jangan membuat hidup mereka menjadi kacau gara-gara kamu, aku yang punya masalah ingat itu "
"Tunggu dulu jangan marah-marah dulu aku ingin menanyakan kabarmu, bagaimana kamu senang tinggal di rumah barumu. Apakah kamu di ratu kan di sana, apakah kamu bahagia tinggal bersama sahabatmu itu. Coba ceritakan padaku bagaimana hidupmu di sana, apa kamu dilayani dengan benar apa kamu diberi pakaian yang lebih bagus, apa kamu diberi makanan yang lebih mahal juga di sana"
"Tolong jangan ganggu mereka, mereka hanya sekedar menolong ku saja. Jangan lukai mereka"
"Kalau begitu kamu pulang, jika kamu tidak mau aku melukai mereka berdua dan keluarganya pulang ke sini sekarang juga. Jangan banyak drama, aku tidak mau capek-capek datang ke sana. Lalu bertengkar hanya untuk menjemputmu saja, jadi lebih baik kamu pulang saja sendiri kemari, aku masih berbaik hati loh tidak kasar padamu Gea, kamu lupa selama ini siapa yang ngurus kamu. Kamu lupa juga siapa yang dulu biayain kamu"
"Aku tidak akan pernah mau kembali lagi padamu, kamu sudah membuat aku kehilangan anakku. Kamu ayah yang jahat, kamu benar-benar jahat aku benci padamu "
"Ya sudah kalau kamu tidak mau kembali padaku tidak masalah, tapi jangan salahkan aku jika temanmu itu dan keluarganya terus aku teror setiap hari sebelum kamu pulang kemari. Aku akan terus meneror kalian semua. Tak akan ada yang tenang di sana aku akan membuat seolah-olah kedatanganmu itu adalah sebagai bencana, kamu adalah pembawa sial baguskan rencanaku itu "
Gea langsung mematikan sambungannya, bahkan Gea mematikan ponselnya dia tidak mau berbicara lagi dengan ayah tirinya itu. Gea melempar ponselnya begitu saja.
"Apa yang harus aku ambil sekarang, keputusan apa yang harus aku ambil kenapa ini menjadi rumit seperti ini "
Gea mondar-mandir menentukan keputusan apa yang dia akan ambil. Kenapa dengan kepergiannya ini malah membuat keluarga Freya menjadi kacau. Gea sebenarnya tak mengharapkan ini sama sekali.
Harus bagaimana ini, Gea tak bisa diam saja seperti ini kan. Gea harus segera mengambil tindakan agar keluar Freya baik-baik saja.
Pasti ibu mertua Freya akan sangat membencinya, sekarang saja dari sikapnya sudah berbeda apalagi kalau tiba-tiba nanti banyak masalah yang datang pasti akan marah besar sekali.
...----------------...
Dimas dan juga Freya bertemu di saat makan siang sengaja karena mereka akan membahas tentang mobil mereka yang sekarang sedang diperbaiki.
"Jadi bagaimana Dimas, apakah sudah ketemu siapa orang yang telah merusak mobil kita. Dia harus menggantinya masalahnya ini dua mobil sekaligus loh bukan satu"
"Kita benar-benar rugi, kedua mobil kita rusak. Sebenarnya siapa sih yang melakukan ini tega sekali dia, memangnya kita pernah melakukan apa pada dia, seingat ku kita tidak punya masalah dengan orang lain kan"
"Mungkin hanya orang iseng, sudahlah sayang anggap saja buang sial "
"Hanya orang iseng, tapi mobil kita saja yang rusak sedangkan mobil yang lain mereka baik-baik saja utuh kan, tidak ada yang sampai kacanya pecah atau tergores sedikitpun. Kalau misalnya hanya mobilmu saja mungkin aku bisa masih berpikir kalau itu ulah anak-anak atau mungkin mereka tak sengaja melempar bola ke arah mobilmu, tapi ini dua-duanya mobil kita saja "
Dimas menggenggam kedua tangan istrinya lalu mengecupnya beberapa kali "Sudah daripada kamu terus mengomel lebih baik kamu makan. Jam istirahat kamu tidak banyak kan, pasti setelah ini kamu akan sibuk lagi dengan kertas-kertas itu "
"Iya tapi aku aneh saja kenapa bisa sampai dua-duanya mobil kita yang rusak kacanya. Kita harus mengeluarkan uang banyak lagi kan, huff ada-ada saja"
"Iya aku tahu tapi tolong jangan bilang sama mama, bilang aja sama Mama kalau mobilnya diperbaiki dengan asuransi"
"Tapi nyatanya nggak kan kita yang bayar sendiri Dimas "
"Iya aku tahu, tapi bilang itu aja sama Mama kayaknya Mama lagi sensi banget deh sama Gea temen kamu, takutnya mama nuduh yang engga engga kan sama Gea. Kasian dia lagi banyak fikiran kayak gitu ditambah dengan Mama "
"Hemm, iya juga benar kamu "
"Ya sudah makan dulu saja sayang, ayo jangan banyak fikiran. Mau aku suapi"
Freya langsung tersenyum lalu mengganggukan kepalanya "Boleh sudah lama aku tidak disuapi oleh suamiku yang tampan ini, sekali-kali kan udah lama juga aku ga disuapi kayak gini "
__ADS_1
"Ya karena kamu juga sibuk"
"Sama saja kamu juga sama sibuknya, bukan hanya aku saja yang sibuk disini "
Dimas menggeser kursinya dan segera menyuapi istrinya. Freya juga menyuapi Dimas. Mereka berdua tidak peduli dengan sekitar. Meskipun mereka sedang di tempat umum tapi ya sudah mereka ini kan suami istri jadi bebas mau melakukan apa saja, toh cuma suap-suapan aja ga ngelakuin yang aneh-aneh juga kan.
...----------------...
Semua orang terbangun saat mendengar suara ketukan pintu dan panggilan seseorang dengan teriakan yang begitu melengking, orang itu memanggil nama Gea, semua orang langsung keluar Gea yang sedang tertidur nyenyak pun sampai kaget dan keluar, dia tahu siapa yang datang ini pasti ayahnya dari suaranya saja Gea sudah mengenalinya.
Kenapa Ayahnya ini harus membuat ulah, apakah tak bisa melepaskan Gea, Gea ingin bahagia tak mau kembali padannya. Kalau pun Gea kembali pasti malah akan disakiti untuk membalas apa yang Gea lakukan yaitu kabur.
Saat Gea keluar di sana sudah ada Freya dan juga suaminya, serta Ibu mertuanya yang menghadapi Ayah tirinya itu. Pasti akan jadi masalah besar ini.
"Kembalikan anakku. Aku ingin membawanya kembali, kalian tidak berhak membawanya kabur seperti itu aku bisa melaporkan semua ini pada polisi loh "
"Kamu seharusnya yang kami laporkan ke kantor polisi karena sudah melakukan pelecehan pada anak sendiri, meskipun dia anak tirimu tapi tetap saja kamu telah melecehkannya, kamu sudah merusaknya seharusnya kamu menjaganya bukannya malah seperti itu "
Erik yang melihat Gea sudah keluar langsung menarik tangannya, tapi Freya langsung menarik tangan Gea juga. Di sana Dimas langsung bertindak dia mencekal kerah pakaian Erik, para tetangga sudah keluar mendengar teriakan-teriakan yang terjadi di rumah Dimas itu.
Mereka menonton perdebatan ini Erik lalu memainkan dramanya saat melihat banyak orang yang datang, ini adalah sesuatu yang harus dimanfaatkan kapan lagi kan "Lihatlah keluarga ini telah menculik anakku, dia membawanya ke mari. Aku mencari anakku berhari-hari tapi ternyata anakku malah diculik dan sekarang aku ingin menjemputnya, tapi mereka tidak membolehkannya ayo bantu aku. Kalian pasti akan membantuku kan "
"Kamu jangan memutar balikan fakta, jangan membuat drama di rumah kami. Jangan seolah-olah kamu di sini yang tersakiti. Padahal di sini yang tersakiti adalah Gea , sampai kapanpun dia tidak akan pernah mau ikut denganmu jadi lebih baik kamu pergi dari sini. Sana pergi jangan membuat masalah atau mau aku panggil polisi saja "
"Freya memangnya Paman pernah salah apa sama kamu, Paman tidak pernah melakukan apa-apa pada kamu kan selama ini. Paman selalu baik sama kamu tapi sekarang kamu berani membentak paman seperti ini, apa salah paman Freya kenapa kamu kasar sekali dengan paman, apa salah paman Freya "
Gea tak habis pikir dengan ayah tirinya, dia itu seolah-olah di sini Gea lah yang salah bahkan sekarang dia memasang wajah memelas seperti ini, ingin dibela oleh tetangga-tetangga Freya, tapi mereka untungnya hanya diam saja.
"Gea tidak akan pernah kembali denganmu, Gea tidak akan pernah kembali sana sudah pergi dari sini "
"Aku ingin mendengar dari Freya sendiri, dari mulutnya Gea sendiri aku tidak mau mendengar dari yang lain. Lihat mereka sangat keras kepala sekali kan dia adalah anakku, aku yang mengurusnya dari dulu tapi sekarang mereka malah menculik anakku apakah tega mereka ini memisahkan aku dan juga anakku. Aku bisa melaporkannya ke kantor polisi Freya bahkan aku bisa menuntut mu"
Gea yang sudah muak dengan pembicaraan ini dengan drama ayahnya langsung angkat bicara "Aku tidak mau ikut dengan Ayah, sudah cukup sampai di sini aku sama sekali tidak diculik oleh Freya ataupun Dimas, aku disini diselamatkan oleh mereka aku ingin bertanya pada Ayah saat aku celaka ayah kemana, saat Ayah menjual ku ayah kemana kenapa ayah tega menjual ku, kenapa ayah selalu melakukan itu padaku"
Semua orang langsung diam mendengar kata-kata itu, langsung berbisik-bisik karena kata-kata dari Gea. Erik langsung malu Erik melihat sekitar lalu dia menatap Gea dengan marah "Baiklah baiklah sekarang kamu memfitnah Ayah kalau Ayah menjual kamu, sejak kapan ayah melakukan itu. Ayah tidak menolongmu karena kamu nakal ingin keluar malam. Sudah kalau kamu mau diam di sini tenangkan saja dulu dirimu, nanti setelah kamu tenang maka pulang, ayah akan selalu menunggumu pintu rumah akan selalu terbuka untukmu sayang "
Erik langsung menerobos para tetangga, dia tidak mau sampai ada salah satu dari tetangga menelepon polisi. Dimas menatap tetangganya dan meminta maaf atas kejadian ini mereka semua langsung bubar meninggalkan rumah Freya.
Astuti yang melihat itu langsung geleng-geleng kepala "Sebenarnya ini apa yang terjadi, masuk ke dalam rumah dan jelaskan semuanya pada mama, mama pusing sekali. Kenapa semua ini bisa terjadi kita sudah lama tinggal di sini dan kita tidak pernah punya masalah atau masalah keluarga keluar dari rumah ini, kita selalu menyimpan masalah keluarga ini baik-baik tapi sekarang tiba-tiba ada masalah seperti ini. Masuk ke dalam dan jelaskan semuanya"
Astuti lebih dulu masuk, dia sungguh malu dengan para tetangganya, ditonton oleh tetangganya itu hal yang sangat memalukan sekali untuknya. Rumahnya yang biasanya tenang tapi sekarang malah jadi banyak drama sekali.
Freya mendekati Gea dan memeluknya dari samping, Gea sampai menangis Gea merasa bersalah atas apa yang terjadi di sini. Kekacauan ini adalah ulahnya, kekacauan ini disebabkan oleh ayah tirinya mungkinkah seharusnya saat itu Gea tidak masuk ke dalam keluarga Freya dan lebih baik pergi sendiri saja menjauh dari semua orang.
"Ayo kita bicara dulu dengan Mama"
"Maafkan aku Freya. Maafkan aku, gara-gara aku keluargamu malah jadi bertengkar seperti ini aku minta maaf, aku sungguh minta maaf atas apa yang terjadi pada hari ini dan hari-hari sebelumnya "
"Sudah ayo masuk kita masuk dulu saja ya "
__ADS_1
Dimas menutup pintunya dan menguncinya terlebih dahulu. Irsyad yang memang dari tadi tahu tentang pertengkaran ini juga hanya diam saja di depan pintu kamarnya. Lalu saat Freya menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamar, Irsyad masuk lagi dia tidak mau kalau mamanya sampai marah pasti ini masalah besar tapi Irsyad tidak mau ikut campur ini masalah orang dewasa.