Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 151 Bertemu dan menasehati


__ADS_3

Gea yang masih sedih dengan apa yang suaminya lakukan hanya bisa begadang, Gea sama sekali tak makan. Dia masih memikirkan bagaimana nanti kisahnya ini.


Gea sama sekali belum menganti pakainya masih pakaian yang sama. Gea berjalan kearah jendela dan membukannya dengan lebar agar udara masuk lebih dalam lagi.


Memang sudah kebiasaan Gea seperti ini, tak menganti pakaiannya dan lebih diam merenungkan segalanya. Gea benar-benar gusar.


Gea yang mendengar suara pintu diketuk segera membukannya. Gea yakin kalau itu suaminya yang pulang tapi harapannya pupus sudah. Bukan suaminya ternya. Padahal Gea sudah berharap lebih.


Gea mundur dan menatap ibu mertuanya itu. "Mama silahkan masuk "


Mama Astuti langsung saja masuk ke dalam rumah, dia juga melihat rumah anaknya ini dan duduk menatap Gea yang masih memakai pakaian yang sama.


Mama Astuti juga tadi menangkap ada raut kecewa dari wajah Gea, apa mungkin bukan dirinya yang sedang Gea tunggu. Tapi kenapa waktu itu Gea memakannya untuk datang kerumahnya ini aneh sekali kan.


"Kamu kenapa belum ganti pakaian "


Gea belum menjawabnya dia duduk didepan ibu mertuanya itu.


"Belum, lagi-lagi Dimas meninggalkan aku dia malah lebih mementingkan tidur di rumah sakit daripada menemani istrinya yang sedang hamil. Aku masih tak habis fikir saja dengan fikiran Dimas itu, apakah kamu sebagai ibunya tak bisa memberitahunya"


"Kenapa harus aku yang memberitahunya. Bukankah dia pilihan kamu, kamu kan memilih Dimas dan merebut dari istri sahnya seharusnya kamu bisa lebih mengendalikannya kan kamu saja bisa merebutnya dengan gampang masa hanya hal sepele itu saja kamu malah menyuruhku untuk memberitahunya"


Gea menundukan kepalanya dan menutup wajahnya, kata-kata dari ibu mertuanya selalu saja menyentil hatinya dan juga fikirannya. Memang selalu benar apa yang Mama mertuanya itu katakan.


"Aku sudah bingung, aku harus melakukan apalagi. Aku sudah tak punya jalan lagi Ma "


"Aku juga bingung, aku tidak bisa membantumu, aku juga datang kemari karena Freya yang menyuruhku jadi kalaupun Freya tidak memintaku untuk berbaikan denganmu mungkin aku tidak akan pernah melakukan itu, mungkin sulit tapi ya untuk menemuimu sebentar ya tak masalah" jawab Mama Astuti memberi alasan kenapa dia datang kemari.

__ADS_1


Gea langsung mengangkat wajahnya, tidak percaya kalau Freya yang menyuruh Ibu mertuanya untuk datang ke rumah ini. Apakah Freya sebaik itu padahal dirinya sudah membuat Freya sakit hati, membuat Freya kehilangan suaminya.


"Aneh sekali kan perempuan yang sudah kamu sakiti malah masih baik dengan kamu, dia masih peduli dengan kamu aku pun kadang merasa aneh dengan Freya. Tapi ya mau bagaimana lagi dia terlalu baik"


"Aku tahu dari awal Freya memang baik dia sangat pengertian, dia memang orang yang paling baik aku saja yang bodoh karena sudah banyak membuatnya sakit hati seperti itu "


"Iya berarti kamu yang memang tidak tahu diri karena mengambil suaminya begitu saja"


Mama Astuti kembali lagi berkata seperti itu pada Gea. Mulut Mama Astuti ini kadang suka gatal sekali, dan beginilah hasilnya tak bisa difilter dengan baik.


"Semuanya sudah terjadi aku juga tidak bisa mengembalikan Dimas kan, kalaupun juga bisa diulang aku tidak akan melakukan ini, aku akan pergi jauh dari Freya aku tidak akan tergoda dengan suaminya atau bahkan mau dinikahi oleh Dimas"


"Ya karena kamu sudah tahu akhirnya akan seperti apa. Jadi kamu malah berpikir seperti itu, ya inilah sebuah karma yang akan kamu terima Gea, seharusnya dari awal kamu itu cari laki-laki yang mencintai kamu dengan sangat tulus, bukan hanya membuat kamu menjadi seorang pelampiasan saja"


"Bisakah Mama menemaniku di sini, aku sangat kesepian sekali sekarang kita tidak usah membahas tentang Dimas aku tahu dia sudah acuh denganku. Dia sudah tidak peduli dengan aku, dia hanya ingin bekerja bekerja dan bekerja"


"Tidak adil, sungguh tidak adil kenapa harus seperti itu bisakah Mama menungguku sampai aku lahiran, aku butuh seseorang kalau misalnya ada apa-apa dengan aku bagaimana sedangkan Dimas hanya fokus saja dengan pekerjaannya itu, dia terus saja seperti itu, aku begitu kesepian Ma aku benar-benar butuh teman "


"Yang sabar nanti juga Dimas tidak akan seperti itu, coba kamu introspeksi diri apa yang salah dari kamu, mungkin kamu terlalu mengekang suamimu atau mungkin kamu curiga dengan suamimu. Mama tidak tahu kan apa yang terjadi dengan rumah tangga kalian berdua itu Mama tidak ada di sini"


"Iya coba Mama tinggal di sini, pasti kalau mama di sini Dimas akan pulang setiap hari akan ada mama yang terus menelponnya untuk pulang. Aku di sini sudah buntu sekali Mah tolong sekali ini bantu saja aku. Aku tidak masalah kalau mama tidak menganggap aku sebagai menantu, tapi bisakah Mama meminta pada Dimas untuk selalu pulang bukan untuk aku tapi untuk anaknya juga. Aku takut kalau ada apa-apa tidak ada siapa-siapa di rumah aku butuh seseorang"


Gea begitu berharap lebih karena memang dia membutuhkan seseorang di rumah ini, Gea tidak mungkin harus terus sendiri. Gea tidak punya keluarga selain suaminya itu.


"Jika Dimas tidak pulang ke rumah berarti sedang ada masalah yang menurutnya akan sulit untuk dipecahkan, apakah kalian punya masalah ? "


Gea langsung menggelengkan kepalanya, Gea tidak mungkin berterus terang pada ibu mertuanya ini, tentang dia yang selalu saja menuduh Dimas selingkuh. Dimas itulah, Dimas inilah. Gea tidak mau disalahkan oleh ibu mertuanya ini.

__ADS_1


"Yakin tidak ada masalah, kalau tidak ada masalah Dimas pasti akan pulang dia pasti akan tinggal di rumah dan menemani kamu seperti biasanya, tapi sekarang Dimas tidak pulang, berarti ada sesuatu yang salah. Kamu jangan terlalu mengekang suamimu ya, ingat jangan seperti itu kasihan Dimas Gea "


"Tidak aku sama sekali tidak mengekangnya. Bahkan aku membiarkannya, dia bekerja sampai larut malam pun aku tidak pernah protes, aku selalu mengizinkannya aku tidak pernah membuatnya marah. Aku berkata jujur pada Mama "


"Jika kamu tidak mengekang tidak membuatnya marah, tidak mungkin Dimas tiba-tiba saja pergi dari rumah, Gea aku ini adalah ibunya aku sangat tahu bagaimana watak anakku itu. Jadi berterus terang lah denganku, karena tanpa kamu jujur pun aku tahu pasti Dimas dikekang atau kamu menuduh dia sesuatu. Makanya Dimas malah tidak jadi betah di rumah dia malah betah di rumah sakit dan lebih baik menghabiskan waktu di rumah sakit juga"


Gea menutup wajahnya kembali Gea benar-benar pusing dengan rumah tangganya ini, selama ini rasanya tidak pernah ada kebahagiaan dalam rumah tangganya.


Baru saat dia dulu merebut Dimas dari Freya sebelum mereka menikah Gea begitu bahagia mendapatkan Dimas. Gea begitu ingin menikah dengan Dimas, selalu bahagia, selalu tertawa bermain kesana kemari tapi nyatanya tidak sebahagia itu tidak sempurna itu.


Malah saat sudah menikah malah lebih banyak masalahnya, bahkan ujiannya begitu banyak sekali mungkin kalau dulu tidak ketahuan oleh Freya itu akan lebih baik. Dimas masih bersama Freya, dirinya dan juga Dimas masih bahagia bisa ke sana kemari tanpa harus memikirkan hal yang terjadi sekarang.


"Satu yang ingin aku beritahu padamu. Intinya jangan pernah mengekang Dimas karena dia tidak akan pernah menyukai itu Gea. Dia sangat anti dengan hal yang seperti itu jika Dimas terus diperlakukan seperti itu dia malah akan makin melunjak dan tidak akan pernah pulang ke rumah, dia akan tinggal di tempat yang menurut dia nyaman jangan sampai nanti dia berpindah ke lain hati. Kamu juga tidak mau kan tiba-tiba suami kamu malah mencintai perempuan lain, ya meskipun kamu juga mendapatkan Dimas dari hasil merebut dari perempuan lain"


"Entahlah aku harus bagaimana mah aku harus bagaimana. Aku benar-benar bingung, aku selalu saja berpikiran yang negatif pada Dimas apalagi dia sudah menjadi seorang dokter lagi di sana banyak perempuan. Disana akan lebih banyak potensi untuk Dimas selingkuh kan Ma "


"Ya satu kunci rumah tangga kalian akan baik-baik saja kepercayaan, itulah satu-satunya jalan jika kamu percaya dengan suamimu maka kamu tidak akan pernah berpikir kalau suamimu akan selingkuh. Tetaplah percaya dan tenang, lihatlah dulu Freya dan juga Dimas 10 tahun lamanya mereka menikah mereka berdua memegang keyakinan kalau mereka tidak akan saling menuduh dan akan selalu percaya ya begitulah tapi ya memang mereka sudah mungkin tidak jodoh jadi harus berpisah"


"Aku bingung, aku sudah benar-benar tak tahu harus bagaimana, aku pusing sekali rasannya "


Gea bukannya mengikuti solusi dari mertuanya, dia terus malah mengatakan bingung bingung dan bingung. Mama Astuti juga yang memberitahunya jadi pusing sendiri, harus bagaimana memberitahunya lagi.


Ya intinya dirinya sudah memberitahu Gea kan. Ya sudah mau dituruti atau tidak itu terserah dirinya, Mama Astuti juga sebenarnya enggan melakukan hal ini tapi kalau melihat Gea yang sedang hamil terus menangis seperti ini kasihan juga takut nanti malah kenapa-napa juga.


Mau bagaimanapun anak yang ada dalam kandungan Gea itu adalah cucunya, masih darah daging anaknya kan masa Mama Astuti tidak akan peduli dengannya, anak yang dikandung Gea tak tahu apa-apa. Dia tak pantas untuk disalahkan.


Mama Astuti tak akan keras akan hal itu, dan Freya pun pasti akan menerimanya, Freya segera akan bahagia bersama Amar, jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan lagi kan oleh Mama Astuti.

__ADS_1


__ADS_2