Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 188 Belahan jiwa


__ADS_3

"Sayang apa kamu sudah siap, kamu sudah tak tahu lagi dengan aku ini "


Freya mengurutkan keningnya maksudnya suaminya ini apa, "Maksud kamu apa sih, aku ga ngerti tahu jangan bicara setengah-setengah langsung aja pada intinya "


Amar mengambil gelas di tangan istrinya yang sudah habis, lalu menyimpannya di atas nakas. Amar menatap lekat-lekat istrinya itu, tapi Freya masih seperti kebingungan. Apakah istrinya ini lupa mereka datang kemari ini untuk bulan madu.


Amar langsung menarik pakaian istrinya. Freya yang kaget tentu saja langsung menutupinya dengan tangannya sambil melotot kan matanya "Kamu ini apa-apaan sih dingin malu juga tahu, gimana kalau ada orang yang lewat dan lihat aku yang kayak gini'


Amar langsung menutup kembali pintu balkon dan mendorong istrinya ke arah tempat tidur, Freya merasakan dingin yang menusuk tubuhnya tempat tidurnya saja sampai dingin seperti ini.


"Amar_"


Belum juga Freya berbicara suaminya ini sudah lebih dulu menyerangnya dengan ciuman yang bertubi-tubi, Freya tidak bisa menolak Freya hanya bisa pasrah dan menikmati setiap sentuhan yang suaminya lakukan, sekarang tidak dingin lagi menjadi hangat dan sepertinya akan menjadi panas tak karuan.


...----------------...


Freya menatap suaminya dengan malu-malu setelah melakukan hal yang begitu tidak di bayang-bayang kan oleh Freya selama ini.


"Apakah kita akan terus ada di dalam kamar, tidak seru juga kan terus ada didalam kamar "tanya Freya


Amar menopang kepalanya "Memangnya kita mau ke mana, di sini hawanya dingin dan enak untuk tidur terus-menerus, kamu juga perlu istirahat yang banyak, tadi kan kamu sudah kelelahan karena duduk terus"


"Kurasa bukan tidur deh, malahan kita tak tidur tahu, mungkin tak akan tidur "


Amar tersenyum dengan lebar, apa yang istrinya katakan memang benar, mereka di sini bukan hanya tidur tapi juga membuat adik untuk anak-anak mereka, membuat anak satu lagi tak masalahkan.


"Lalu kamu mau ke mana. Mau jalan-jalan keluar, kamu siap memangnya jalan-jalan, apakah kaki kamu tak pegal "

__ADS_1


"Boleh aku juga ingin melihat warga-warga yang ada di sini, agar mereka tahu kalau villa ini tidak kosong ada orang jadi kalau ada apa-apa mereka tidak akan takut menolong kita. Kita harus selalu waspada Amar, meskipun kamu sering datang kesini, tapi tetap saja kita harus tetap waspada dan tak boleh gegabah juga"


"Baiklah sayang ayo kita pergi ke sana, ayo kita jalan-jalan agar kamu juga bisa tenang dan tidak berfikiran yang tidak-tidak lagi "


Freya membuka selimut dia sudah berpakaian dengan lengkap tentunya, tidak mungkin mereka tidak memakai pakaian. Awalnya di sini memang benar-benar dingin dan menusuk sekali meskipun Amar sudah memeluknya , memakai selimut juga. Tapi tetap saja dinginnya itu masih terasa.


Mereka pergi ke arah pemukiman, orang-orang juga bingung mereka seperti asing dengan mereka berdua, ya tentu karena mereka di sini hanyalah pendatang. Amar dengan sabar menjelaskan pada orang-orang di sini kalau mereka di sini menyewa villa yang ada di ujung sana, mereka langsung menyambut Amar dan juga Freya dengan sangat baik, mereka bener bener ramah.


Freya menjadi suka tempat ini rasanya Freya ingin tinggal di sini saja orang-orangnya begitu baik, tidak ada yang sombong atau mungkin memandang mereka dengan tatapan sinis mereka begitu ramah sekali. Mereka benar-benar tak ada yang sombong.


"Tenang saja Neng villa itu sering banyak yang sewa kok, jadi kita juga tahu kalau di situ pasti ada aja orangnya. Ini si aa juga kayaknya sering yang nginep di vila itu, pernah lihat sekali juga, di sana nggak akan ada pencuri Neng aman pokoknya kita juga para warga menjaga apalagi villanya selalu dibersihkan setiap hari, jadi kita pasti akan tahu ada penghuninya atau tidak "


"Iya bu saya sering ke sini, ini untuk pertama kalinya saya ajak istri saya ke sini. Ya sekalian lah liburan juga kita ini Bu "


"Oh begitu ya, pantesan merasa nggak asing aja sama mukanya ternyata sering ke sini ya, emang di sini enak aa kalau misalnya buat liburan, apalagi banyak yang juga yang bulan madu kemari, aaa sama Neng udah nikah lama"


"Oh pantesan "ucap warga serentak sambil tersenyum dengan senang.


Mereka mengobrol cukup lama, Freya juga senang mengobrol di sini, sampai tak terasa mereka sudah lama mengobrol di sini Freya dan juga Amar berpamitan untuk pulang lagi ke villa, karena Freya juga sudah sangat kedinginan Freya sudah mempererat jaketnya itu agar membungkus tubuhnya lebih erat lagi.


Mereka sudah ada di dalam villa. Freya memutuskan untuk menyeduh mie instan karena ini akan menghangatkan tubuh mereka juga. Freya menyimpan mie yang baru saja dia masak di hadapan suaminya.


"Ini makan dulu, kita belum makan apa-apa dari tadi, nanti kita harus belanja tak mungkin kita setiap hari makan mie, tidak baik juga kan kalau setiap hari "


"Iya sayang kita akan belanja nanti, kita pergi ke pasar ya " Amar langsung menyantap mienya itu, bahkan memakannya dengan cepat. Freya yang ketinggalan cemberut, suaminya ini lahap sekali.


"Kamu ini makannya kenapa sangat cepat sekali, aku saja baru beberapa suap tapi kamu sudah habis saja"

__ADS_1


"Hehehe habisnya enak sayang, apalagi cuaca dingin kayak gini makan mie uh rasanya tuh beda banget pokoknya, boleh minta lagi sayang itu kurang buat aku, aku masih lapar sayang dan masih mau makan mie kok "


Freya tentu saja langsung menganggukan kepalanya, dan pergi lagi ke arah dapur. Freya menyeduh kembali satu mie untuk suaminya tidak lupa dengan telur yang setengah matang. Memang inilah kesukaan Amar kebiasaan kalau misalnya di rumah Amar selalu saja minta dibuatkan ini tak pernah yang lain.


Langsung saja suaminya itu menyantapnya itu lagi, Freya masih utuh dengan mie yang tadi karena Freya juga tidak mau menambah, makan mie ini juga sudah cukup satu juga sudah cukup untuk Freya.


"Akhirnya kenyang juga perut aku kenyang sayang"


"Ya iyalah nggak kenyang gimana mie 2 telur 2. Kamu ini gimana sih belum lagi tadi kamu minum banyak banget"


"Hehehe iya sayang, mau tidur lagi ga. Aku udah ga sabar tahu pengen tidur lagi dengan kamu "


Freya mengelengkan kepalanya, pasti ujung ujungnya bukan tidur, Freya harus membereskan ini dulu, dia berjalan mengambil piring kotor dan mencucinya terlebih dahulu. Airnya dingin sekali suaminya malah memeluknya dari belakang Freya yang memang belum terbiasa selalu saja kaget.


"Kamu ini selalu saja mengagetkanku jangan seperti itu ah, bagaimana kalau aku jantungan "


"Aku hanya memelukmu sayang, aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya ingin menghangatkan kamu saja tak lebih sayang "


"Ya tapi tetap saja aku selalu kaget kalau seperti ini, kamu tiba-tiba memelukku dan ya aku merasa aneh saja belum terbiasa maaf ya"


"Ya makanya sekarang jangan seperti itu. Kamu harus terbiasa nanti aku akan tiba-tiba memelukmu di rumah juga akan seperti ini, anak-anak juga pasti akan mengerti mereka tak akan marah "


"Kamu ya"


Amar malah makin mempererat pelukannya pada istrinya ini, mencium dalam-dalam wangi istrinya yang selalu saja membuatnya mabuk kepayang, Freya benar-benar sudah meruntuhkan hidupnya sekarang.


Amar akan menjaga apa yang sudah dia dapatkan, Amar tidak akan pernah goyah lagi Amar tidak akan pernah melepaskan Freya sampai kapanpun. Freya akan selalu memperjuangkan rumah tangganya ini jika ada orang yang ingin menghancurkannya maka Amar akan menyingkirkannya dengan cepat.

__ADS_1


Amar tidak mau kehilangan lagi sesuatu yang sangat berarti dalam hidupnya ini. Freya adalah orang yang begitu penting dalam hidupnya, Freya adalah belahan jiwanya sampai nanti ajal menjemput.


__ADS_2