
Gea berdiri didepan rumah Freya, dia begitu ingin bertemu dengan Mamanya Dimas. Entah kenapa rasannya ingin sekali disayang seperti Freya dulu. Apakah ini bawaan dari bayinya.
Tapi Gea sangat takut sekali. Takut kalau misalnya Freya ada disini. Gea masih diam menatap pintu rumah Freya. Tadi tak ada satpam makannya Gea bisa langsung masuk kedalam rumah dengan sangat mudah sekali.
"Aku binggung sekali "
Gea yang akan mengetuk pintu tak jadi, karena rumah tiba-tiba saja terbuka.
"Kamu ngapain ada disini coba "
"Ma aku pengen ketemu sama Mama, aku ingin bisa dipeluk sama Mama "
"Pulang Gea, aku tak mau berurusan dengan kamu. Aku bukanlah perempuan yang akan gampang memaafkan atau pun menerima orang yang sudah berbuat salah. Dari pada nanti kamu sakit hati lebih baik kamu pulang saja "
Baru saja diberitahu seperti itu Gea sudah menangis, dia tak kuat kalau sampai dikatai seperti itu. Rasanya menyakitkan sekali.
"Lebih baik kamu pulang saja. Dimas juga sudah berbicara kalau kamu mau bertemu dengan aku. Tapi aku tak akan pernah siap, ini kamu malah berani datang kemari. Ini adalah rumah Freya, apakah kamu tak malu datang kerumah orang yang sudah kamu hancurkan "
"Aku hanya ingin mendapatkan kasih sayang dari Mana "
"Jangan berharap lebih dengan aku. Karena semua itu tak akan pernah terjadi. Kamu sudah merusak rumah tangga anakku. Mana mungkin aku akan menyayangi orang yang sudah menghancurkan segalanya"
"Aku sudah tak punya siapa-siapa, aku sudah tak punya orang tua dan aku sangat ingin sekali disayang oleh Mama, apalagi aku sedang mengandung aku sangat membutuhkan sosok orang tua. Dimas bekerja dan aku tak punya teman Ma. Tolong kasihani aku sampai aku melahirkan "
__ADS_1
"Makannya kalau tak siap segalanya jangan jadi orang ketiga, jangan menghancurkan rumah tangga orang lain. Sudahlah aku tak punya banyak waktu lebih baik kamu pulang saja. Jangan ada disini, sampai kapan pun aku tak akan pernah mau "
Gea malah makin-makin saja menangisnya. Gea benar-benar membuat Mama Astuti kesal dengan tingkahnya ini.
"Kamu bisa pergi Gea dari sini nanti Freya sebentar lagi akan pulang, aku tak mau nanti ada pertengkaran. Kamu pulang jangan sampai aku bertindak kasar dengan kamu "
"Mama akan segera punya cucu, apakah Mama tak akan sayang dengan cucu yang ini. Ini juga sama anak Dimas, seperti Irsyad dan juga Helena"
"Entahlah aku sudah punya cucu dua, lalu untuk apa aku menyayangi anak kamu. Aku tidak pernah merestui pernikahan kalian. Bahkan kamu saja tidak datang kepadaku untuk meminta restu bersama Dimas, kalian begitu saja menikah tanpa memikirkan bagaimana perasaan Freya yang begitu sakit, perasaan aku sebagai ibunya Dimas. Lalu sekarang kamu minta aku sayangi, begitu lucu sekali kamu ini. Rasannya aku ingin tertawa dengan sangat kencang sekali "
"Pulang sekarang Gea, aku tak mau berurusan dengan kamu. Pulang sekarang juga jangan ada disini lagi. Harus berapa kali aku menyuruh kamu untuk pulang"
"Aku tak akan pulang sampai Mama bisa menerima aku, aku akan tetap disini meskipun nanti Freya datang aku tak peduli. Aku ingin tetap disini tak mau kemana-mana"
"Ya sudah silahkan mau sampai 1 bulan pun kamu disini aku tidak peduli. Aku tak akan pernah iba pada kamu Gea. Aku tak akan pernah goyah dengan kamu. Aku bukanlah Freya yang akan baik dengan kamu "
Sedangkan Gea, langsung duduk dikursi dia akan menunggu sampai Mama Astuti menerimanya. Gea tak akan pernah pergi kemana-mana tak akan pergi, meskipun nanti Freya atau Irsyad marah padannya tak peduli.
...----------------...
Sudah dua jam Mama Astuti membiarkan Gea diam diluar, Mama Astuti melihatnya dari kaca dan masih ada disana.
Mama Astuti yang sangat terganggu segera menelepon Dimas membawa istrinya pergi dari sini. Sungguh sangat menganggu sekali, Mama Astuti kan mau belanja.
__ADS_1
"Iya ma kenapa"
"Kenapa istri kamu ada di sini, bawa dia pergi. Dia mau minta aku untuk bisa menerimanya tapi aku tidak bisa Dimas sudah aku beritahukan. Aku butuh waktu panjang dan entah kapan aku akan bisa menerimanya mungkin aku tak akan pernah bisa, sudah 2 jam dia ada disini, mama begitu risih sekali dengan tingkah istrimu itu. Cepat jemput dia aku benar-benar tak bisa kemana-mana. Mama itu mau belanja"
"Apa dia ada disana, tadi Gea bilang pada Dimas ada dirumah dan sedang memasak juga Ma "
"Sudah tahu istri kamu itu pembohong tapi kamu masih saja percaya padanya. Makanya kalau mau cari istri itu yang benar bukannya perempuan seperti dia. Cepat bawa Dimas Mama tidak mau sampai nanti Freya datang dan jadi masalah lagi, apalagi sekarang Freya sedang banyak masalah ditambah dengan istri kamu yang ada di sini, makin makin saja masalahnya itu bertambah cepat bawa dia ah "
"Baiklah Dimas akan menyelesaikan dulu semua pekerjaan Dimas"
"Tidak bisa seperti itu, Freya sebentar lagi akan pulang, Irsyad, Helena juga akan segera pulang jangan sampai di sini malah jadi ada perang kamu seharusnya mengerti"
"Iya iya Ma, Dimas akan segera pergi kesana. Mama tenang saja, Dimas akan membawa Gea pulang"
"Ya bawa dia pulang, jangan sampai dia datang lagi kemari. Sudah cukup banyak masalah yang dia buat, dari 7 tahun yang lalu dia membuat masalah semenjak perempuan itu datang keluarga kita selalu saja tertimpa masalah, jadi bawa pergi dia jauh-jauh karena sampai kapanpun Mama tidak akan pernah mau menerimanya. Mama tidak akan pernah mau menyayanginya. Untuk apa mama menyayangi perempuan seperti dia yang ada dia akan berpikir kalau mama memberi hati padanya"
"Iya ma Dimas mengerti, Dimas akan segera datang Mama yang sabar ya "
"Kurang sabar apa aku ini dengan istrimu itu. Untung saja aku tak berteriak-berteriak padannya, untung saja aku tak memukulnya. Bawa perempuan penuh drama itu"
"Iya ma iya "
Setelah menelfon anaknya itu, mama Astuti masuk kembali kedalam kamarnya. Jadi susah sekali kan mau melakukan apa-apa itu.
__ADS_1
Tak habis fikir saja, perempuan itu bisa datang kemari dan meminta sesuatu yang tak akan pernah bisa dirinya berikan. Sudah kecewa sekali maka akan terus kecewa tak akan ada ujungnya.
Mama Astuti begitu marah dengan Gea, begitu benci dengan Gea. Pokoknya kemarahannya ini tak akan pernah bilang sampai kapan pun itu dengan cara apapun juga.