Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 192 Terus saja medekati


__ADS_3

Mereka berdua kembali jalan-jalan, Freya dijalan sesekali mengambil foto dan juga memegang bunga yang baru mekar, Freya benar-benar tersenyum lebar disini. Amar yang melihatnya hanya bisa tersenyum saja, rasannya Amar berhasil membuat istrinya itu bahagia, tempat yang dia pilih berarti tak salah.


"Lihat bunga-bunga ini banyak sekali, mereka sangat subur sekali, berbeda dengan yang sering kita lihat. Aku nanti dirumah mau deh banyak bunga kayak gini, aku akan siram setiap harus " bisik Freya pada suaminya tak lupa Freya juga tersenyum.


"Iya sayang, disini kan tanahnya masih subur dan juga tidak ada polisi, ya meskipun ada beberapa orang yang memiliki kendaraan"


Mereka masuk kedalam vila, Freya langsung duduk dan menyalakan televisi. Tak lupa dia juga mengambil salak dan meminta suaminya untuk mengupas nya.


"Kamu suka sekali salak, dulu aku pernah membelikannya untuk kamu, tapi kamu tak memakannya "


Freya menatap suaminya sekilas "Iya ini berbeda, yang ini manis sekali aku suka, dan juga ini baru saja di ambil dari kebunnya kan "


Iya benar sayang "


Freya menyenderkan kepalanya didada suaminya, Freya mulai berani melakukan hal-hal kecil seperti ini, biasannya Freya tak mau memulai pertama, tapi sekarang Freya mencoba untuk berubah. Mereka ini akan hidup bersama-sama bukan hanya 1 atau 2 hari saja.


...----------------...


Seperti yang sudah direncakan mereka pagi-pagi sekali sudah bersiap-siap untuk pergi berkebun. Freya disini yang paling bersemangat, dia bangun terlebih dahulu dan bersiap juga terlebih dahulu. Setelah siap barulah Freya membangunkan suaminya itu.


Freya juga sudah membuat sarapan yang sederhana, yang terpenting perut mereka terisi dulu kan. Freya ingin cepat-cepat melihat kebun itu dan segera panen juga.


Freya melihat suaminya yang keluar dari kamar, dia memakai celana training, dan juga kaos yang sama dengan Freya. Mereka juga memakai topi, agar nanti kalau panas tidak terlalu menganggu kan.


Setelah itu mereka pergi mengunakan motor cukup jauh tempatnya ini, tapi orang-orang disini hanya berjalan kaki saja pergi kesana.

__ADS_1


"Lain kali kamu jangan percaya kalau orang gunung bilang dekat, bagi mereka memang dekat, tapi untuk kita ini akan jauh sekali lihatlah kita kesini menghabiskan waktu selama satu jam" bisik Amar.


Freya hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Mereka melihat orang-orang yang sudah berkumpul, termasuk anak-anak dan perempuan paruh baya. Tatapan Freya langsung teralih pada perempuan muda yang dikepang satu, dia melihat kearah mereka berdua, tapi lebih tepatnya melihat pada suaminya, begitu intens dan terlihat kalau perempuan itu tertarik pada suaminya.


Padahal memang kalau dilihat sekilas tak akan ketahuan, tapi karena Freya terlalu peka dengan urusan suaminya jadi kelihatan saja, kalau perempuan muda itu terus menatap suaminya bahkan matanya itu tak mau teralih kemanapun. Rasanya Freya ingin mengajak suaminya ini untuk pergi dari sini saja, tak mau Freya ada disini, tapi Freya juga tak mau membuat yang lain kecewa.


"Jangan kemana-mana tetap disampingku " bisik Amar pada istrinya yang masih fokus pada satu titik. Amar juga tahu istrinya itu sedang melihat apa.


Memang tak akan kemana-mana Freya tak akan pergi dari samping suaminya. Freya akan terus disamping suaminya ini, tak akan Freya lepaskan. Lihat saja ada betina yang sedang mengincar suaminya enak saja, Freya tak akan melepaskan pandangannya ini.


Mereka berdua langsung disambut oleh para warga, sebelum mereka memulai mereka memakai sepatu bots yang sudah disediakan disana. Orangnya tidak banyak, hanya 5 orang wanita paruh baya, 6 orang laki-laki paruh baya juga dan kebanyakan anak kecilnya. Ada juga yang memasak.


Freya bergegas diberi tahu apa saja yang harus dilakukan, untungnya Freya dan juga Amar berkerja bersama, rasanya menyenangkan sekali, Freya tak akan memberi celah sedikit pun untuk perempuan itu mendekati suaminya ini.


Butuh waktu setengah jam untuk menyelesaikan satu petak, Freya merenggangkan tubuhnya karena pegal, untuk pertama kalinya Freya ikut melakukan hal seperti ini.


Freya menganggukan kepalanya, dia masih belum menyelesaikan pekerjaannya. Suaminya langsung membantunya duduk disampingnya, tapi tatapan Freya kembali pada perempuan yang dikepang satu itu.


Dia datang mendekati suaminya dan memegang bahunya sambil mengusapnya dengan manja "Makan dulu yu a" tak lupa dengan senyum yang dibuat-buatnya.


Freya rasannya ingin menarik rambut kepangnya itu dan membantingnya. Berani sekali dia melakukan hal seperti itu pada suaminya ini.


Amar langsung menjauhkan tubuhnya itu dan menatap perempuan itu dengan sinis, Freya yang melihatnya tentu saja senang, rasannya Freya ingin mendengar suaminya itu marah-marah pada perempuan gatal itu. Dia dengan beraninya melakukan hal seperti itu pada suaminya sungguh perempuan penggoda.


Perempuan itu juga sepertinya tak suka dengan respon suaminya. Dia langsung bangkit dan melengos begitu saja, Freya tersenyum dalam hati.

__ADS_1


Freya dan suaminya duduk bersampingan. Mereka memakai kacang rebus, lalu ada jagung rebus juga dan satu lagi ada nasi liwet yang sedang disusun oleh para perempuan paruh baya di daun pisang.


Amar mengupaskan kacang rebus ya untuk istrinya. Perhatian semua warga langsung teralih pada mereka berdua.


"Kalian ini sudah menikah lama ?" tanya salah satu warga.


"Kami baru saja menikah dan kedatangan kami kemari untuk jalan-jalan dan liburan "


Semua orang langsung menganggukan kepalanya, tak terlepas dari tatapan perempuan kepang satu itu, dia seperti tak suka mendengar kabar itu, bahkan dia seperti sedang bergumam sesuatu.


Freya dan juga Amar sudah membawa hasil panen mereka. Bahkan kaki dan tangan mereka penuh dengan lumpur, mereka tak sempat untuk mencucinya dulu. Karena Freya tak suka dengan perempuan itu yang terus saja mendekati suaminya.


Padahal Freya sudah memberikan respon yang kurang baik pada perempuan itu, tapi hasilnya apa, dia terus saja mendekati suaminya. Yang suaminya pegang pasti akan dia lakukan juga.


"Aku aneh sekali dengan perempuan berkepang tadi kenapa dia terus mendekati kamu menyebalkan sekali "protes Freya sambil membersihkan kaki dan juga tangannya.


"Ya sudah biarkan yang terpenting aku tak meresponnya sayang "


"Hemm ya tetap saja tapi dia terus mendekati kamu kan, kalau misalnya sampai dia datang kemari dan menganggu bagaimana"


"Mana mungkin dia berani datang kemari sayang, tak akan mungkin dia tak akan seberani itu"


"Ah aku tak percaya, dari tadi saja dia mendekati kamu. Padahal aku ada disamping kamu loh"


"Sudah sayang, sudah ayo kita masuk kedalam dan kita makan juga "

__ADS_1


Amar membawa semuanya masuk kedalam sambil diikuti oleh istirnya yang sedang kesal.


__ADS_2