
Freya yang sedang tertidur lelap di samping suaminya mendengar ponselnya yang terus berdering, Freya segera mengambilnya saat dilihat ternyata itu Mama Astuti dengan cepat Freya mengangkat teleponnya takut terjadi sesuatu dengan anak-anaknya. Freya belum menghubungi Irsyad ataupun Helena.
Karena tadi Freya begitu kelelahan dan langsung tertidur dengan suaminya ini. Apalagi tadi Freya sampai kedinginan gara-gara terlalu lama didalam kolam renang.
"Halo mah ada apa Freya mungkin pulang nanti, Freya dan juga Amar masih disini "
"Kamu pulang nanti, kamu izin pada mama bekerja tapi apa nyatanya kamu selingkuh. Suami baru kecelakaan bukannya pulang, bukannya jagain suami malah selingkuh enak-enakan seperti itu. Apakah selama ini kelakuan kamu seperti ini Freya, aku benar-benar tak menyangka kamu akan seperti ini "
Freya menatap ponselnya kembali, dia takut salah orang tapi benar ini Mama Astuti tapi suaranya ini suara Dimas. Ada apa dengannya kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu.
Satu apakah Dimas tak salah telfon, tapi kenapa harus pakai ponsel Mama Astuti. Apakah Mama Astuti tinggal bersama Dimas ? Lalu kecelakaan, kecelakaan apa coba.
Freya yang bingung langsung bangkit dan terduduk "Maksudnya apa Dimas. Kamu ini kenapa sih mana mama kenapa juga kamu pakai ponsel mama, aku mau bicara sama mama sekarang juga. Kamu pasti salah telfon, pasti mau telfon Gea kan "
"Kamu mau pura-pura hilang ingatan gitu, kamu mau bela diri gitu kalau kamu nggak selingkuh. Kamu buat apa pajang foto kamu sama laki-laki lain di WhatsApp, apa aku nggak salah lihat kamu itu masih istri aku Freya kamu itu masih sama aku. Kalau kamu udah nggak sama aku silakan bebas kamu ini udah buat aku sakit hati dan kecewa tahu. Siapa lagi Gea jangan bawa-bawa perempuan lain ya "
Freya yang dimarah-marahin seperti itu tentu saja balik marah "Kita ini sudah bercerai, kita ini sudah tidak punya hubungan apa-apa aku sudah menikah lagi. Kamu ini kenapa sih sebenarnya, aku benar-benar pusing dengan kamu yang seperti ini"
Di seberang sana Dimas malah tertawa terbahak-bahak. Dimas benar-benar seperti meremehkan kata-kata dari Freya, kalau kata-kata itu hanyalah sebuah kebohongan.
__ADS_1
Dimas rasannya ingin menyusul kesana dan menggusur istrinya, Dimas ingin berteriak sekarang tapi dadanya sedang sakit menahan rasa sesak dan juga amarah yang besar pada istrinya ini.
"Kamu sudah bercerai denganku kapan, di mana kita tidak pernah bercerai kita tetap suami istri kamu ini berani-beraninya selingkuh dari aku. Sedangkan aku sendiri setia sama kamu Freya, sedangkan kamu sendiri malah selingkuh sama orang lain punya apa dia sampai-sampai kamu tertarik sama dia hah, kamu benar-benar berubah Freya, apakah kamu tidak malu dengan Irsyad, Irsyad pasti akan sangat marah sekali dengan tingkah kamu ini, dia akan sama kecewanya dengan kamu "
"Dasar gila kamu, ingat-ingat apa yang pernah kamu lakukan padaku Dimas, bukannya langsung marah-marah seperti ini. Jangan asal menuduh seperti itu padaku, ini adalah suamiku, jadi aku bebas mau memajang fotonya jangan terus mengatur aku, aku dan kamu sudah bercerai 7 tahun yang lalu "
Freya yang memang sudah terlanjur kesal langsung mematikan sambungannya. Amar yang sedikit terganggu tentu saja langsung bangun dan memeluk perut istrinya "Ada apa sayang ayo tidur lagi katanya lelah tadi, nanti besok pagi kita pulang ya, kasihan Helena pasti dia menunggu kita "
"Lihatlah Dimas menelpon pakai ponselnya Mama Astuti dan marah-marah sama aku, bilang kalau aku itu selingkuh kita ini udah nggak ada hubungan apa-apa aku ini sama Dimas sudah bercerai, tapi dia masih aja kayak gini kenapa sih sama dia apa dia gila tiba-tiba telepon aku kayak gitu. Malah pura-pura lupa lagi sama istrinya Gea, dasar laki-laki brengsek dia itu "
Amar langsung terduduk matanya yang tadinya mengantuk langsung terbuka lagi, Amar menatap istrinya "Kamu yakin Dimas menelponmu sayang"
Amar mengusap wajahnya, dia akhirnya menceritakan semuanya yang dia tahu sekarang Amar tidak mau menyembunyikannya lagi. Sudah terlanjur juga kan Dimas menelpon Freya, istrinya ini pasti akan pusing dengan apa yang terjadi. Setelah Amar menceritakannya Freya langsung lemas dan menyandarkan tubuhnya.
"Kenapa malah jadi kayak gini, kenapa tiba-tiba Dimas hilang ingatan dan masih anggap aku istrinya. Maksudnya apa sih ini semua "Freya terlihat syok dengan semua ini.
"Dia kecelakaan. Maaf aku nggak kasih tahu dari awal aku cuman nggak mau rusak momen-momen yang lagi kita cari ini, aku nggak mau ngerusak itu makanya aku belum bilang sama kamu dan aku pikir Mama Astuti juga ceritain yang sesungguhnya, ceritain tentang Gea istrinya tapi ternyata nggak, aku ga habis fikir saja dengan Mama Astuti "
"Kenapa harus gitu aku kan sama kamu. Aku kan udah nikah sama kamu, kenapa sih masalah selalu aja datang baru aja aku sama kamu akan bahagia Amar tapi kenapa udah ada masalah baru aja. Aku harus gimana hadapin Dimas nanti, aku benar-benar pusing aku benar-benar enggak bisa kalau harus bersandiwara dan berpura-pura menjadi istrinya. Aku nggak mau, aku juga nggak mau buat kamu sakit hati dengan yang nanti aku laku kan itu "
__ADS_1
Amar langsung mengusap pipi istrinya "Kita pulang dulu saja, kita lihat dulu apakah keadaannya sangat buruk sekali atau bagaimana. Memang masalah itu selalu saja ada kapanpun, masalah memang selalu ada dan kita hanya perlu menyelesaikannya pasti kita bisa menyelesaikan semua masalah ini"
"Tapi aku takut, aku nggak mau nanti bermasalah sama keluarga kamu gara-gara ini. Dulu saja saat kita tidak jadi menikah gara-gara Dimas datang ke rumah kan dan sekarang dia hilang ingatan hanya mengingat masa lalunya saja tidak mengingat anak dan istrinya yang sekarang. Bagaimana aku ingin Dimas mengetahui yang sesungguhnya aku tidak mau ada kebohongan. Aku tidak mau ada sandiwara yang nanti malah menghancurkan hidup aku dan juga kamu, aku udah janji kan sama kamu kalau kita ini akan dari nol lagi"
Amar tersenyum mendengar penuturan istrinya itu, Amar juga tidak mau kalau misalnya istrinya harus bersandiwara pura-pura menjadi istrinya Dimas. Amar juga akan sakit hati dan Amar juga tidak mau Freya nanti berurusan dengan orang tuanya dan itu pasti akan panjang semuanya akan rumit.
Apalagi kalau sampai neneknya tahu, neneknya itu pasti akan terus membahasnya dan pasti akan terus memojokkan Freya seperti kemarin-kemarin.
Freya langsung bangkit dari tempat tidur, Freya langsung memasukan semua barang-barangnya untungnya mereka sudah membeli tas untuk hadiah-hadiah yang mereka bawa itu, Freya benar-benar hanya memasuk-masukkannya saja tanpa melipatnya dulu.
Pikirannya sekarang sedang kacau, masalah kembali datang dalam hidupnya dan ini bersangkutan dengan Dimas lagi dan Dimas lagi, bersama Gea lagi Gea lagi padahal Freya tidak mau berurusan dengan rumah tangga mereka lagi.
Tapi sekarang sepertinya Freya harus menghadapinya, kemarahan Dimas tadi begitu besar dan nanti Freya datang Dimas pasti akan marah-marah padanya mencaci makinya seperti tadi.
"Kamu yakin kita pulang. Kalau sekarang kita akan sampai nanti tengah malam atau subuh"
"Aku yakin Amar, aku tidak bisa terus di sini yang ada aku akan terus kepikiran, kalaupun tetap di sini aku tidak akan tenang. Aku akan terus memikirkan tentang masalah itu. Aku tidak bisa lebih baik kita pulang saja sekarang tidak masalah kita mau sampai malam ataupun subuh yang terpenting aku mau masalah ini cepat selesai. Aku tidak mau ada sandiwara-sandiwara yang terjadi lagi. Aku ingin hidupku tenang aku ingin bahagia bersama kamu dan juga anak-anak kita dan anak-anakku. Sudah itu saja cukup"
Amar akhirnya setuju saja, jika istrinya memang ingin pulang sekarang ya sudah. Amar akan ikut dengan istrinya, Amar tidak akan membantah toh benar kata Freya kalaupun di sini mereka akan terus kepikiran tidak akan tenang liburan mereka juga kacau.
__ADS_1
Akan menjadi flat kalau ada masalah seperti ini, makanya waktu itu Amar tidak bercerita apa-apa dulu mereka baru datang masa mau dihadapkan dengan sebuah masalah. Yang terpenting mereka di sini sudah senang-senang dulu dan sekarang waktunya menyelesaikan masalah yang sudah tiba dan pasti akan rumit sekali.