
"Kenapa kesini Ayah, apakah kamu tidak salah membawaku ketempat seperti ini "
"Sudah ini sudah benar, ayo kamu hanya perlu percaya saja pada Ayah "
Gea menatap sekitar kenapa tempat sepi seperti ini. Gea binggung sekali sebenarnya Ayahnya ini ingin bertemu dengan siapa, temannya yang mana.
Gea menjadi ragu untuk membantu Ayahnya. Apakah Ayahnya akan macam-macam padannya atau tidak. "Aku ingin pulang saja Ayah, aku tak mau ikut "
"Kamu sudah janjikan sayang, maka ayo ikut Ayah. Kamu akan membantu Ayah kan " dengan wajah memelasnya.
"Iya tapi apa dulu yang harus aku kerjakan "
"Sudah ayo "
Tangan Gea ditarik masuk. Gea sebenarnya ingin lari tapi tidak bisa, tangannya dicekal begitu erat oleh Ayahnya ini bagaimana mau lari coba.
"Kamu tunggu disini ya jangan kemana-mana "
Gea didudukan dengan paksa. Gea menatap sekitar dan masih takut dengan apa yang akan Ayahnya lakukan.
Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki masuk dan duduk disamping Gea. Gea menggeser duduknya "Kenapa sih cantik geser-geser gitu " sambil menoel dagu Gea.
"Jangan lancang ya "
"Aku tidak lancang "
Tangan Gea ditarik dan laki-laki itu makin mendekat "Kamu itu sudah aku beli, cantik juga sesuai dengan yang aku inginkan aku suka dengan kamu "
Gea langsung syok kenapa tiba-tiba dijual. Benarkan firasatnya ini, ternyata Ayahnya sudah memanfaatkan dirinya.
"Tidak, aku tidak mau lepaskan aku "
Gea ditarik paksa kesebuah ruangan, Gea sudah menahan tubuhnya agar tidak tertarik tapi percuma saja dirinya kalah oleh laki-laki ini.
"Tolong aku sedang mengandung, jangan perlakukan aku seperti ini, tolong biarkan aku pergi, aku ingin pergi jangan seperti ini "
"Akhh aku tidak peduli mau kamu sedang mengandung atau pun tidak aku tidak peduli. Cepat kamu harus melayani aku dengan baik. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untukmu "
Gea yang melihat ada botol kaca meraihnya dan melemparkannya ke kepala laki-laki itu. Tapi laki-laki itu masih bisa berdiri dan memegang kepalanya.
"Sialan kamu ya "
__ADS_1
Gea berlari dengan cepat, Gea melihat kearah belakang ternyata laki-laki itu mengikutinya. "Tolong siapa saja tolong aku. Tolong " teriak Gea lagi.
Laki-laki itu menarik rambut Gea, dan membanting tubuh mungil Gea ketanah "Sialan kamu ya"sambil menendang perut Gea.
"Akh jangan "
Gea mencoba untuk melindungi perutnya, tapi malah diinjak oleh laki-laki itu "Dasar perempuan sialan, tidak tahu diri. Aku sudah membeli mu kamu malah memperlakukan aku seperti itu, akhh kesal aku "kembali laki-laki itu melukai Gea, lalu meludahi wajah Gea dan pergi begitu saja.
Gea sudah menangis, menahan sakit diperutnya. Ini benar-benar sakit sekali. Gea tak bisa menahannya, Gea tidak kuat dengan semua penderitaan ini.
"Akhh tolong siapa saja "
Gea merangkak dari sana, mencoba untuk mencari pertolongan, Gea tak bisa mati begitu saja. Gea harus menyelamatkan anaknya "Akhh siapa saja tolong aku "dengan suara pelannya.
Gea melihat ada sorot mobil, Gea terus saja merangkak. Untung saja mobil itu langsung berhenti "Tolong " ucap Gea dengan lemas.
Orang itu segera menolong Gea. Gea didudukan dikursi belakang "Mba kita kerumah sakit ya, saya antar kerumah sakit "
Gea menganggukan kepalanya, untuk berbicara saja rasanya Gea sulit sekali. Tapi teringat satu nama, yaitu Freya.
"Pak tolong telfon teman saya " ucap Gea dengan suara kecilnya.
Tapi orang yang melong Gea itu tak menggubris hanya fokus menyetir mobil. Mereka sampai dirumah sakit terdekat.
"Pak apa anda keluarganya " tanya seorang dokter.
"Bukan, aku tadi menemukannya di jalanan dan sangat membutuhkan bantuan. Aku tidak tahu siapa keluarganya"
"Baiklah Pak terimakasih, tolong tunggu disini "
Suster kembali masuk kedalam ruangan, Gea terus saja menyebutkan satu nama yaitu Gea. "Tolong Freya suruh kemari, tolong selamatkan anakku juga "
"Apa anda mengigat nomor telfonnya Bu "
Suster langsung memberikan kertas dan juga pulpen. Gea dengan tangan yang lemas menulis nomor Freya. Untung saja Gea menghafal nomor Freya.
"Akan saya hubungi dulu "
Gea langsung di tangani oleh dokter, sedangkan suster yang tadi langsung menghubungi Freya.
"Selamat malam Bu. Kami dari rumah sakit ingin mengabarkan kalau Ibu Gea sekarang ada di Rumah Sakit dan sedang kritis"
__ADS_1
"Apa Gea kritis, apa yang terjadi dengannya kenapa bisa"
"Sepertinya Ibu Gea kecelakaan Bu "
"Saya akan segera kesana "
"Baik kamu tunggu Bu "
Sambungan langsung berangkat. Freya menatap suaminya yang sedang berbaring disampingnya. Freya sudah menangis tak karuan.
"Kenapa lagi dengan sahabat mu itu "
"Katanya Gea kecelakaan dan sekarang dia kritis "
"Apa kenapa bisa " Dimas yang mendengarnya juga kaget mereka kan baru saja bertemu masa sudah seperti ini saja.
"Kamu yakin kan sayang "
"Iya aku yakin mana mungkin aku bohong, ini pihak rumah sakit baru saja mengabari ku "
"Baiklah kita akan pergi kesana, kita susul dia "
Freya menganggukan kepalanya dan bergegas memakai pakaian mereka. Freya keluar dari dalam kamar dengan tergesa-gesa.
"Freya Dimas kalian mau kemana ini sudah sangat malam " tegur Mama mertunya.
"Ma teman Freya, Gea katanya ada dirumah sakit "
"Jangan terburu-buru dia kan punya keluarga. Jangan menyetir dengan kencang, kalian ingin datang ke rumah sakit nanti kalau kalian celaka bagaimana"
"Iya Ma Dimas akan hati-hati "
Astuti menarik tangan menantunya dan mengusapnya dengan sayang "Ingat Freya baik pada orang itu ada batasannya, apalagi pada orang yang pernah menghianati kamu. Jangan pernah memberikan sebuah harapan atau membawanya lebih dalam lagi ke dalam hidupmu. Bisa saja dia nanti akan merebut apa yang kamu punya. Orang itu tidak akan pernah bisa berubah dengan cepat sekali sudah menghianatimu maka dia akan mengulanginya lagi"
"Ma sudah cukup Freya sedang sedih. Mama malah berbicara seperti itu, sudah ah Dimas sama Freya pergi dulu"
Dimas segera membawa sang istri. Kalau terus berbicara dengan Mamanya tak akan ada habis-habisnya yang ada mereka akan terus membahasnya.
Astuti sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Freya, maksudnya tidak mau nanti saat teman lamanya Freya masuk ke dalam kehidupan Freya, semuanya akan kacau karena Astuti mempunyai firasat yang buruk tentang temannya Freya itu.
Entah kenapa hatinya mengatakan kalau dirinya tidak setuju Freya kembali berteman dengan perempuan itu, ada yang mengganjal saja dalam hatinya ini. Makannya kalau Freya memujinya dirinya sangat tidak setuju.
__ADS_1
Meskipun Astuti belum bertemu dengan teman lamanya Freya, tapi entahlah dirinya sudah menyimpulkan kalau perempuan itu akan membawa bencana untuk keluarganya, untuk keluarga kecil Freya terutama.