Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 138 Dimas membantu Amar


__ADS_3

"Freya tunggu dulu kamu kenapa berkata seperti itu pada Amar, kenapa kamu sangat kasar padanya kenapa kamu menganggap kalau Amar itu sama saja dengan Dimas, memang kamu sudah tahu bagaimana dia"


Freya langsung duduk disamping Mama Astuti "Aku tidak akan pernah menikah dengan Amar, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikah lagi. Aku akan sendiri saja Ma. Rasannya begitu sulit menjalin hubungan dengan laki-laki, aku lebih baik bersama anak-anak saja "


"Apa kamu yakin Amar akan mundur begitu saja. Tentu saja tidak Freya. Amar pasti akan terus maju apalagi dia begitu menyayangi Helena satu lagi Helena juga sangat tergantung pada Amar"


"Iya aku tahu Ma, tapi kalau begini terus aku tak bisa. Meskipun aku sekarang bertahan dengan Amar tapi neneknya tak suka, kedepannya juga tak akan pernah baik. Aku yakin itu "


"Lambat laun juga pasti neneknya Amar akan baik, dan tak akan terus seperti itu "


"Tidak, aku tidak mau mempunyai hubungan yang seperti itu. Lebih baik aku berangkat kerja dulu Ma, aku sudah sangat telat sekali "


Freya langsung saja bangkit dan pergi meninggalkan Mama Astuti. Freya lebih baik bekerja saja dari pada harus ada dirumah. Kalau bekerja Freya tak akan terlalu memikirkan semua itu dan akan sedikit melupakannya.


...----------------...


Dimas yang melihat Amar segera menghampirinya. Sedangkan Amar sendiri terus saja mencoba menghindari Dimas, Amar tahu ini semua salah Dimas. Kalau saja Dimas tak datang kerumah neneknya tak akan punya alasan apapun untuk menghancurkan hubungannya dengan Freya.


"Amar tunggu aku. Aku ingin berbicara dengan kamu"

__ADS_1


"Mau bicara apa "sambil membalikkan badannya dan menatap Dimas, bahkan tatapan Amar begitu tak bersahabat.


"Bisa kita mengobrol di tempat yang lebih sepi lagi, tidak di sini banyak orang. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kamu Amar. Aku mohon aku minta beberapa menit saja "


Tanpa banyak bicara lagi Amar langsung saja berjalan, dia mendahului Dimas. Saat ada di taman Amar langsung duduk tanpa mempersilahkan Dimas untuk duduk juga. Amar benar-benar kesal, apalagi dia baru saja bertengkar dengan Freya sekarang malah bertemu dengan biang keroknya.


"Jadi apa, mau bicara apa cepat aku tidak punya waktu banyak. Aku tak mau kalau harus mendengarkan omong kosong saja dari kamu "


"Aku tahu hubungan kamu dengan Freya sedang tidak baik-baik saja. Aku tahu semua itu gara-gara aku, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan ini. Tapi aku benar-benar datang ke rumah itu hanya untuk bertemu dengan Mamaku saja. Tak ada hal lain "


"Iya aku tahu tapi pada akhirnya apa, semuanya kacau kan. Padahal tinggal hitungan hari saja aku dan Freya akan menjadi sepasang suami istri"


"Aku akan membantumu untuk dekat lagi dengan Freya, aku janji aku akan membantu kalian sampai menikah"


"Aku yakin semuanya akan berjalan dengan lancar, aku minta kesempatan padamu untuk membantumu dekat lagi dengan Freya. Aku melakukan ini untuk Helena. Helena begitu ingin ayahnya datang kembali, ayahnya kembali lagi. Helena begitu menyayangimu Amar aku rela jika Helena lebih menyayangimu dan lebih menganggapku sebagai ayahnya"


"Aku tidak yakin kamu akan bisa membujuk Freya, apalagi dengan hubungan kalian yang sudah tidak baik-baik saja "


"Aku yakin, aku pernah hidup bersamanya. Jadi aku tahu bagaimana dia, beri 1 kesempatan padaku Amar"

__ADS_1


"Ya yang lebih tahu segalanya"


"Dengarkan aku Amar. Aku melakukan ini untuk Helena. Kalau bukan karena Helena aku tidak akan membantu kalian berdua. Aku sadar aku bukanlah Ayah terbaik untuk Helena, aku bukanlah Ayah yang dibutuhkan oleh Helena makanya aku melakukan ini'


"Mungkin pada awalnya aku berpikir ingin merebut Freya lagi, ingin keluargaku utuh kembali. Tapi saat melihat Helena yang begitu bahagia denganmu membicarakan kamu dengan wajah yang begitu bahagia, dengan senyum yang merekah aku berpikir ulang. Aku tidak akan bisa menggantikan posisimu, aku akan kalah dalam segi apapun itu "


Saat mendengar Dimas akan merebut Freya lagi Amar rasanya ingin meninju wajah Dimas, tapi dia menahan semuanya.


"Jadi bantuan apa yang ingin kamu berikan padaku sebenarnya"


"Coba kamu berikan bunga pada Freya. Iya maksudku di sepanjang jalan dia akan berjalan seperti karpet tapi semuanya dibuat dari bunga, pasti dia akan suka dan merasa kalau dia adalah perempuan yang beruntung Amar "


Amar malah tertawa mendengar semua itu "Memangnya aku ini laki-laki bodoh, aku sudah pernah melakukan hal itu. Bahkan aku sudah mengirimkan bunga padanya. Bahkan aku sudah membawakan bunganya juga langsung untuknya, tapi apa kenyataannya Freya sama sekali tidak luluh oleh. Bahkan aku sampai kecelakaan hanya untuk mengejarnya saja. Itu hanyalah hal yang biasa, sudahlah kalau tak punya solusi yang baik tak usah memberi tahu aku "


"Aku belum pernah melakukan itu pada Freya, mungkin saja dengan hal itu dia luluh kenapa tidak dicoba dulu saja. Kita tidak akan pernah tahu kan hasilnya sebelum dicoba Amar "


"Sebenarnya aku sudah pusing harus melakukan apalagi, aku sudah buntu tidak tahu harus seperti apa lagi mendapatkan hati Freya, dia malah membanding-bandingkan aku dengan kamu padahal pada kenyataannya aku dan juga kamu sangat berbeda sekali kan, aku tidak mungkin selingkuh "


"Aku mengerti Freya pasti akan menganggap seluruh laki-laki sama sepertiku. Apalagi aku memberikan harapan yang begitu besar padanya, aku mengatakan tidak akan pernah selingkuh tidak akan tergoda oleh perempuan lain, aku ini aku itu pokoknya banyak sekali janji yang aku berikan pada Freya, tapi pada akhirnya aku tidak bisa menepati semua itu"

__ADS_1


"Aku mengerti kenapa Freya seperti itu, maafkan aku karena tingkahku ini pandangan Freya pada seluruh laki-laki yang menjadi rata, aku juga menyesal telah melakukan ini Amar tapi aku berharap lebih kalau kamu akan bisa membahagiakan Freya dan juga Helena serta Irsyad, aku tidak akan pernah punya lagi kesempatan untuk bisa bersama mereka apalagi Irsyad. Dia sangat membenciku"


Amar mencoba berfikir apakah dia harus menerima bantuan dari Dimas atau tidak.bAmar begitu takut kalau ini hanyalah sebuah jebakan dari Dimas apalagi dia tadi sudah mengutarakan sebelumnya akan mengambil Freya lagi dari sampingnya. Amar tidak bisa langsung percaya begitu saja pada Dimas.


__ADS_2