
Dimas menggenggam kedua tangan Gea"Kita sudah sejauh ini kita tidak akan bisa mundur Gea, aku berjuang untukmu. Bahkan aku menentang Ibu, anakku keluarga Freya hanya untukmu. Tolong jangan tiba-tiba mundur seperti ini apa kamu akan menyia-nyiakan aku begitu saja, perjuangan aku juga apa kamu tak akan menghargainya Gea "
Dimas mengusap air mata Gea, lalu dia membawa Gea untuk masuk kedalam kamar, badan Gea begitu dingin sekali pasti dia di sini semalaman. Dimas sungguh khawatir dengan keadaannya Dimas menyesal atas apa yang terjadi semalam.
Dimas juga masih bingung sebenarnya apa yang terjadi dengannya, kenapa bisa tidur sepulas itu padahal kalau mendengar suara sedikit pun dirinya akan bangun tapi ini, sama sekali tidak Dimas sama sekali tak bangun dan malah tertidur dengan sangat lelap sekali.
"Aku akan menemani kamu, tidur ya. Kamu harus istirahat kamu ga boleh sakit sayang, aku ga mau sampai itu terjadi "
Gea tidak merespon, dia hanya langsung tidur dan membelakangi Dimas, Gea masih marah dengan tingkah Dimas yang seperti itu tidak tepat janji saat dia akan pergi Dimas memohon maaf seperti ini kan, tidak mau.
Kalau memang tidak bisa kehilangan dirinya jangan seperti ini disuruh kembali pada istrinya tidak mau. Gea jadi serba salah disini ingin pergi tapi tak bisa. Gea sungguh lelah kalau Dimas selalu ingkar janji. Gea seperti sedang dipermainkan saja oleh Dimas ini.
...----------------...
Keesokan paginya Gea sudah menelpon Dimas pagi-pagi sekali, padahal Dimas dengan keluarga sedang makan dan dengan berat hati Dimas harus meninggalkan meja makan meskipun tatapan Mamanya sudah sangat tajam sekali padanya.
Mamanya seperti melarang Dimas untuk tidak pergi kemana-mana tapi dimas tak peduli. Prioritas utamanya adalah Gea. Dimas tak mau membuat Gea seperti kemarin lagi akan pergi dari sampingnya sungguh itu sangat menyakitkan sekali. Hatinya nyeri sekali.
"Ada apa Gea, kenapa apa ada yang terjadi. Apa ada orang yang datang sayang "
"Kepalaku sangat pusing. Entah kenapa aku tidak tahu rasannya aku tak bisa melakukan apa-apa Dimas dan kamu juga kapan datang kemari lagi, aku sudah sangat rindu dengan kamu. Aku ingin memeluk kamu lagi, aku belum puas dengan yang semalam. Aku ingin lagi Dimas kembalilah "
"Aku baru saja pulang ke rumah, aku sedang sarapan dengan keluargaku. Kamu hanya perlu banyak istirahat saja jangan memikirkan tentang kemarin semuanya akan baik-baik saja. Aku tak akan mengingkari janjiku lagi. Aku akan secepatnya datang kerumah mu ya " Dimas tak mau berbohong lagi pada Gea atau memberi harapan lagi.
"Baiklah, aku akan menunggumu kemari yang lahap saja makannya. Semoga kamu suka dengan makanan yang mereka sajikan"
"Tak ada yang lebih enak selain masakan mu sayang, aku ingin sekali sarapan dengan kamu. Tapi aku tak bisa, kamu tahu sendirikan bagaimana posisiku sekarang ini. Bagaimana kalau kita besok makan di restoran untuk mengganti apa yang telah aku lakukan, aku janji tidak akan mengingkari janji lagi kita akan makan di sana kita akan sama-sama lagi"
"Jangan berbohong aku tidak mau kalau semua itu hanya akan membuatku sakit hati, aku tak mau mendengar janji-janji kamu yang pada akhirnya akan ingkar juga. Aku benar-benar muak "
"Tidak akan, aku berjanji itu. Aku tutup dulu teleponnya aku akan berangkat kerja dulu aku harus ke rumah sakit ya. Aku banyak pekerjaan, agar kita dapat menghabiskan waktu sama-sama maka aku harus membereskan pekerjaanku yang menumpuk itu"
Setelah mereka selesai menelpon Dimas segera mematikan sambungannya, dia harus memberikan sesuatu yang istimewa untuk Gea karena sudah membuatnya kecewa maka Dimas harus membuat ini lebih istimewa lagi, pokoknya Dimas harus membuat Gea tersenyum lagi.
Dimas begitu bersemangat untuk melakukan setiap kejutan yang sudah dia fikirkan untuk Gea. Pasti Gea akan tersenyum dengan sangat lebar sekali. Dimas yakin itu, Dimas tahu bagaimana Gea.
...----------------...
Dimas benar-benar membawa Gea ke tempat yang sangat bagus sekali, bahkan sebenarnya itu tempat Dimas membawa Freya untuk jalan-jalan dan mereka makan sama-sama dan tanpa mereka sadari juga Freya di sana bersama teman-temannya.
Dimas benar-benar tak mengecek dulu segalanya. Dia tak memikirkan kalau tempat itu adalah tempat biasannya dirinya berkumpul dengan teman-temannya dan juga dengan Freya.
Bagas yang melihat Freya hanya diam saja segera bertanya padanya "Ada apa denganmu Freya, biasanya kamu tersenyum dan dimana juga Dimas biasanya suka datang kemari, dia suka ikut berkumpul biasanya tak akan terlewat biasannya. Aku juga ingin bicara dengannya Freya, apa dia sedang ada pekerjaan diluar atau bagaimana "
Freya yang memang dari tadi diam melamun langsung melihat ke arah Bagas. Freya harus memberi alasan yang logis jangan sampai teman-temannya ini curiga dan tahu. Freya belum siap untuk mengungkapkan segalanya. "Dimas sedang sibuk, ya dia sangat sibuk sekali apalagi dia bekerja di rumah sakit yang baru jadi banyak aturan yang berbeda juga kan "
Sedangkan di meja yang lain Gea dan juga Dimas sedang saling tersenyum, mereka saling tatap. Tatapan mereka penuh dengan cinta, mereka tidak sadar kalau di sana ada Freya dan juga teman-temannya.
Dimas benar-benar larut dengan keadaannya sekarang, Dimas bahkan enggan untuk melihat sekitar dia hanya fokus pada Gea saja, pada sang pujaan hatinya yang begitu cantik untuk hari ini.
Pelayan mengantarkan kue berbentuk hati, tentu saja Freya dan juga teman-temannya kaget. Karena mereka tidak pesan kue itu dan Freya juga langsung menolaknya kalau itu bukan pesanannya.
"Maaf Pak kami tidak pesan kue itu, kami hanya pesan makan saja tak ada yang memesan kue seperti itu "
Pelayan itu langsung pergi dan meminta maaf pada Freya dan juga teman-temannya, dia mencari orang yang memesan kue itu.
__ADS_1
Freya jadi ingat dengan Dimas lagi, Dimas selalu memberikannya kejutan sebuah kue berbentuk hati. Dimas tak pernah lupa kalau sedang melakukan sebuah kejutan padannya pasti akan ada kue berbentuk hati, katanya tanda cinta Dimas pada Freya.
Tapi sekarang itu hanya tinggal kenangan saja dan Freya juga harus cepat-cepat melupakan itu. Agar Freya juga bisa dengan cepat melupakan rasa sakitnya ini.
Lalu Susanti teman Freya berbicara "Aku malah menjadi ingat dengan suamimu Freya, biasanya dia yang selalu memberikanmu kejutan kue berbentuk hati, lagu romantis, lalu hadiah aku jadi ingat padanya. Itu semua benar-benar mengingatkanku padanya. Apa ada lagi kaki-laki romantis yang sama seperti Dimas disini"
Freya hanya menunduk dan tersenyum kecil saja, mungkin itu semua hanyalah masa lalunya. Sekarang Dimas suaminya sudah tidak ada Dimas orang yang dia percaya sudah tidak ada. Dimas sudah memindahkan hatinya dengan mudah pada perempuan lain.
Akhirnya kue itu sampai di tangan Dimas dan juga Gea, ternyata yang pesan adalah mereka berdua. Dimas memotong kue itu dan memberikannya pada Gea bahkan menyuapinya "Ini adalah kue untukmu sayang aku memesannya hanya untukmu saja, spesial untuk kamu tak ada yang pernah menerima kue berbentuk hati ini selain kamu"
Gea tentu saja tersenyum senang, berarti Freya tak pernah mendapatkannya. Hanya dirinya yang diberikan ini oleh Dimas. Gea tak sabar Dimas akan memberikannya kejutan apa lagi.
Lalu Dimas juga membuka sebuah kotak ada sebuah cincin di sana. Dimas membukanya dan memberikannya pada Gea. Dimas langsung memakaikannya ke jari manis Gea "Ini adalah tanda kalau aku memang benar-benar serius padamu Gea. Aku benar-benar ingin menikah denganmu, aku ingin kita berdua bersama-sama, aku ingin menghabiskan hari tua ku dengan kamu Gea, aku ingin punya keturunan juga dari mu. Mereka pasti akan sangat sempurna seperti kamu "
Bagas yang tidak sengaja melihat ke arah meja Dimas kaget. Melihat Dimas yang sedang menyuapi seorang perempuan, Bagas langsung mengguncang tangan Freya "Freya apakah aku tidak salah lihat, itu suamimu kan kenapa dengan perempuan itu bukannya itu temanmu. Teman yang kamu tolong itu kan. Kenapa dia bisa bersama dengan suami kamu apa aku salah melihat ? "
Semua orang langsung menatap meja itu, Freya juga langsung menatapnya alangkah kagetnya dia. Kenapa bisa satu ruangan seperti ini, kenapa Dimas bisa ada disini. Padahal Freya ingin menyembunyikannya dari teman-temannya tapi malah sudah ketahuan.
Teman-temannya akan melabrak Dimas dan juga perempuan itu. Tapi Freya langsung menahannya, Freya tak mau semuanya kacau dan dirinya yang akan disahkan lagi "Sudah jangan lakukan itu, aku sudah tahu tentang perselingkuhan mereka dan sebentar lagi juga aku bersama Dimas akan bercerai, tidak usah dibesar-besarkan aku tidak mau semua ini menjadi masalah"
"Percuma kalian akan mendekati mereka dan menegur mereka, karena mereka tak akan mendengarkannya. Mereka akan acuh kalian tahu kan bagaimana orang yang sedang jatuh cinta akan sulit untuk diberi tahu atau ditegur "
"Kita di sini kan mau makan-makan, kita mau bersenang-senang kan bukan mau memarahi orang lain. Lebih baik kita hiraukan saja mereka anggap saja seolah-olah mereka itu tidak ada"
"Aku ke kamar mandi dulu ya, kalian tunggu aku jangan kemana-mana "
Tanpa mendengar jawaban dari teman-temannya Freya melangkah pergi. Freya tidak sanggup kalau harus melihat lagi memang hatinya sudah hancur sudah membebaskan Dimas, tapi tetap saja sakit saja melihat mereka berdua seperti ini saling suap.
Freya seperti mengigat dulu Dimas sering melakukan hal itu padannya. Ternyata cara Dimas tak berubah hanya hatinya saja yang berubah.
Gea menatap cincin itu "Aku sudah masuk diantara kalian berdua, diantara hubungan kalian berdua aku sudah menghancurkan kalian bagaimana ya perasaan Freya. Aku yakin dia sangat sakit sekali, apakah Freya bisa memaafkan aku Dimas, apakah dia akan kembali lagi dengan aku"
"Semua orang mengatakan kalau aku harus rujuk meminta maaf pada Freya. Bahkan aku harus mengemis-ngemis padanya tapi bagaimana aku sudah tidak punya rasa lagi padanya kalaupun diteruskan tidak akan baik, malah akan canggung dan aneh saja lebih baik dilepaskan saja kan dari pada terus dipertahankan tapi tak nyaman "
"Kamu masuk di waktu yang tepat, saat hatiku sedang tidak tertarik lagi dengan Freya, aku sudah tidak mau lagi dengan Freya, mau bagaimana pun keadaannya aku tak akan pernah mau kembali dengan Freya, aku tak akan pernah mau dibujuk oleh siapa-siapa termasuk oleh Mamahku sendiri, mau nanti Freya hamil pun aku tak akan kembali, aku akan tetap bertahan dengan kamu sayang "
"Tetap saja aku masuk saat kalian masih menjadi suami istri. Seharusnya aku menunggu kalian untuk bercerai dulu kan baru aku masuk. Tetap saja orang-orang menganggapnya kalau aku ini perusak hubungan kalian, meskipun kamu mengatakan kalau kamu sudah tidak punya perasaan lagi dengan Freya"
"Orang-orang juga tak akan percaya kalau kamu menjelaskan itu. Karena akan aku saja yang disalahkan disini Dimas. Aku yang akan jelek juga dihadapan mereka semua "
Dimas menggenggam kedua tangan Gea, mencoba untuk menyakinkan Gea kalau semua ini akan baik-baik saja.
Sedangkan Freya dia menangis, Freya tidak bisa menahan rasa sakit ini, mencoba baik-baik saja juga tetap tidak bisa. Freya langsung mencuci wajahnya agar tidak terlihat habis menangis di depan teman-temannya. Freya tidak mau mereka khawatir dengan keadaan ini.
Gea juga ada di sana, ternyata dia sedang menatap cincin yang diberikan oleh Dimas Gea menatap cermin dan tersenyum dengan sangat cantik "Aku suka cincin ini. Dimas benar-benar tahu apa yang aku suka. Maafkan aku Freya jika aku sudah membuatmu sakit dengan sangat dalam, tapi Dimas telah membawaku terlalu jauh, aku telah jatuh cinta dengan suamimu itu"
"Aku sudah sangat tertarik dengannya dan aku tak bisa melepaskannya sampai kapan pun. Kamu harus mengerti aku Freya, kamu tahu sendirikan dari dulu kalau aku sudah suka dengan sesuatu maka aku tak akan pernah bisa melepaskannya sampai kapan pun itu"
Freya yang sudah selesai malah melihat Gea yang sedang senang menciumi cincin itu, tentu saja Freya kesal rasanya ingin menjamak rambut Gea dari belakang, lalu Freya juga ingin mencakar wajahnya dan menghancurkan wajah sok kecantikan itu.
Gea berbalik saat melihat ada Freya, wajah Gea langsung berubah murung. Gea menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap wajah Freya. Freya pasti akan mencaci makinya lagi.
Gea sungguh tak siap dengan setiap kata yang akan dilontarkan oleh Freya. Gea sungguh tak mau terus dihina oleh Freya. Gea juga punya hati dan juga rasa sakit.
"Aku dulu menggunakan cintaku sebagai contoh untukmu agar kamu bisa mendapatkan laki-laki seperti suamiku. Dan aku juga selalu berdoa agar kamu mendapatkan pasangan yang lebih lebih dariku, tapi doa itu sudah terkabul dan kamu malah memilih suamiku sendiri"
__ADS_1
"Padahal kamu tahu kalau Dimas itu adalah suami aku, tapi kamu malah mengambilnya. Apa selama ini kamu hilang ingat Gea sampai-sampai mengambil suami temanku sendiri ? "
"Tapi sekarang aku akan berdoa hal yang lain, aku tidak akan pernah berdoa lagi untuk kebahagiaanmu, aku akan berdoa agar kamu tidak bisa memaafkan dirimu sendiri dan kamu juga tidak akan pernah bahagia sampai kamu mati nanti. Aku akan selalu berdoa itu"
"Aku ingin doaku itu terkabul agar kamu bisa merasakan apa yang pernah aku rasakan, dalam setiap sujudku aku akan selalu menyebut namamu dan selalu mendoakan mu agar kamu mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan lagi"
"Rasa sakit ku ini tak akan pernah bisa diobati oleh apa-apa. Baru setelah aku melihat kamu hancur rasa sakit ku itu akan hilang Gea "
Freya menatap cincin yang diberikan oleh Dimas, lalu dia menghempaskan tangan Gea begitu saja "Kamu mau tahu Dimas juga pernah memberikan cincin seperti ini padaku dan kue, aku tahu kue berbentuk hati itu untukmu kan Dimas juga pernah memberikan itu padaku. Jadi Dimas itu sebenarnya memberikan hadiah yang sama-sama saja denganku, tidak ada bedanya, berarti selama ini Dimas masih terikat denganku kan dia masih mengingat apa saja yang dia berikan padaku dan malah diberikan padamu juga "
"Aku masih menjadi bayang-bayang nya dan mungkin saja saat nanti kalian menikah, Dimas akan masih mengingatku dan Dimas masih akan menganggapku selalu ada, hati-hati jika menikah dengan suami orang biasanya nanti dia akan mengingat istrinya yang dulu dan menyesal karena telah menikah denganmu"
"Jangan senang dulu Gea karena kamu sekarang diberikan cinta oleh Dimas. Suatu saat Dimas akan kembali memberikan cintanya pada perempuan lain, dia saja sudah tak betah denganku langsung loncat dengan mu lalu nanti setelah dia bosan denganmu dia akan kembali loncat pada perempuan lainnya "
Freya pergi melangkah dari dalam kamar mandi itu, Gea juga sama pergi saat sudah ada di depan Dimas, Gea segera meminta untuk pulang Gea tidak mau ada di sini kata-kata Freya sungguh menyakitkan.
Freya sudah sangat seenaknya sekali padanya. Membuat Gea takut kalau Dimas akan berpaling pada perempuan lain, kata-kata Freya seperti ada benarnya saja.
Dimas tentu kaget tiba-tiba Gea ingin pulang "Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba kamu mau pulang baru saja kita datang baru saja kita makan kue. Jangan dulu pulang ya, kue belum habis dan hidangan utama juga belum datang sayang. Kita harus bersenang-senang disini "
"Aku mau pulang aku mau pulang, aku tak mau disini kita akhiri saja makan-makan tak berguna ini. Aku ingin dirumah saja aku lebih nyaman dirumah saja, aku tak mau ada disini. Aku muak dengan semua orang termasuk kamu Dimas "
Gea mengambil tasnya, Gea ingin pergi tapi Dimas terus menggenggam tangannya. Bagas yang ada di mejanya sungguh geram melihat Dimas yang seperti itu.
Padahal dulu Dimas yang memberitahunya agar tidak selingkuh, agar selalu mengutamakan istrinya tapi sekarang dia yang selingkuh kan. Waktu itu Dimas seperti orang benar, tapi sekarang apa dia yang malah selingkuh sungguh keterlaluan sekali.
Bagas segera menghampiri Dimas, diikuti oleh teman-temannya yang lain. Freya tentu saja mengikutinya Freya tidak mau sampai ada pertengkaran diantara mereka nantinya.
"Hei Dimas apa yang kamu lakukan di sini hah, dengan perempuan lain istrimu ada di sini apa kamu gila selingkuh. Dulu kamu menyuruhku untuk tidak seperti itu, untuk kembali bersama istriku. Aku bahkan sekarang sudah kembali dengannya, karena nasihatmu tapi sekarang kamu sendiri yang memberi nasihat padaku mana selingkuh"
"Aneh sekali kan kamu ini Dimas, sadarlah apa yang kamu lakukan itu tak baik, kamu sudah membuat hati Freya sakit. Apa kamu sudah tak sayang lagi dengan Freya, apa kamu tak sayang lagi dengan anak kamu Irsyad. Kamu tak memikirkan bagaimana mental anakmu nanti, kamu benar-benar ya Dimas aku sungguh tak habis fikir dengan kamu "
Dimas langsung menatap Freya, Dimas tidak bisa berkata-kata apa-apa, dia tidak tahu kalau teman-temannya ada di sini kalau tahu dari awal mungkin Dimas akan pergi. Dimas akan mencari restoran lain.
Teman-temannya ini pasti akan membela Freya dan dirinya yang dipojokan disini. Dimas salah mengambil tempat sial sekali hidupnya ini.
"Dimas kenapa kamu tidak menerapkan nasehatmu itu pada dirimu sendiri. Kamu bisa memberitahu orang lain tapi kamu sendiri melakukannya kan. Seharusnya dulu aku merekamnya agar aku bisa memutarnya kembali di sini, dan mengingatkanmu dan itu perempuan itu bukannya temannya Freya yang dibantu Freya itu, lalu apakah kamu perempuan gatal apa tidak tahu terima kasih ya tidak tahu diri, sudah ditolong tapi malah merebut suaminya, memang dunia ini sekarang sedang tak baik-baik saja "
Susanti langsung maju, dia langsung berhadapan dengan Gea dan melipat tangannya. Susanti menatap Gea dari atas sampai bawah "Kamu yakin Dimas akan menikahi perempuan seperti ini, dia hanyalah perempuan yang tidak berguna apa sih sebenarnya kurangnya Freya, dia itu mandiri, bisa bekerja membantu keuanganmu, mengurus anak, mengurus rumah, mengurusmu juga lalu apa kekurangannya. Apa aku ingin tahu dan mendengar darimu spesialnya perempuan yang ada di hadapanku ini apa, kurasa dia tidak punya skill apa-apa, dilihat dari penampilannya saja kalau dia ini adalah perempuan beban "
Susanti mengangkat dagu Gea agar mereka saling pandang. Gea sudah tidak berani tapi karena Susanti terus memegang dagunya dengan kencang dia mau tidak mau menatap mata Susanti.
Gea belum pernah diperlakukan seperti ini, tapi sekarang dia merasakannya. Gea dihakimi oleh banyak orang, belum lagi orang-orang yang menatapnya dan merekamnya juga sungguh memalukan sekali.
"Ingat suatu saat apa yang pernah kamu lakukan ini akan terjadi padamu juga. Mungkin sekarang kamu senang-senang tapi nanti tidak akan pernah. Cari laki-laki lain jangan maunya dengan suami orang, ingin yang instans saja kamu ya"
"Sudah tahu ini suami teman sendiri, malah dimakan juga, Dasar perempuan tidak punya otak kurang uang bekerja tidak usah merayu suami orang. Aku jijik tahu melihat kelakuan mu itu. Percuma cantik kalau hanya untuk merayu suami orang lain tak ada gunanya itu "
Susanti melepaskannya dengan sangat kencang sekali, Freya menarik tangannya Susanti agar tak melakukan kekerasan "Sudah aku baik-baik saja, kita pulang saja. Kita cari tempat yang lainnya aku pun dengan Dimas akan bercerai jadi tidak perlu ada yang kita bicarakan lagi di sini, mereka sedang jatuh cinta tidak akan pernah mendengarkan apa kata-kata kita ayo kita pergi sekarang. Kita tak perlu mengurusi mereka "
Mereka semua pergi dan meninggalkan Gea dan juga Dimas, Dimas dari tadi tidak membela Gea dia hanya diam saja menatap istrinya yang pergi dengan teman-temannya.
Dimas menatap sekelilingnya, semua orang sedang berbisik-bisik dan merekamnya juga Dimas langsung berteriak dengan kencang "Hei kalian apa-apaan matikan, awas saja kalau sampai tersebar aku akan menuntut kalian "
"Huuh dasar suami tak setia " sorak semua orang.
__ADS_1
Air mata Gea tentu saja langsung mengalir menatap cincinnya dan melemparkannya ke arah Dimas. Gea marah dengan apa yang terjadi hari ini "Sudah aku bilang kan tidak akan pernah benar, tidak akan pernah ada yang mendukung kita lihat aku saja kan yang di sini dicaci maki. Sedangkan kamu tidak Dimas dan kamu juga tidak membela aku, kamu hanya diam saja mendengarkan ceramah mereka. Aku tak habis fikir dengan kamu Dimas "
Gea langsung berlari meninggalkan Dimas, Dimas sendiri tentu saja langsung mengejar dia. Dimas tak lupa mengambil cincin tadi dan menyimpan beberapa lembar uang di meja itu. Dimas harus menjelaskan semuanya pada Gea agar tak ada pertengkaran lagi.