Orang Ketiga Itu Sahabatku

Orang Ketiga Itu Sahabatku
Bab 140 Gagal sudah


__ADS_3

"Gea kamu berbohong padaku, katanya kamu dirumah sedang memasak tapi kenapa kamu malah ada dirumah Freya. Kamu ini sangat membuat aku malu. Ayo sekarang kita pulang "


Gea begitu kaget saat mendengar suara suaminya. Gea tak menyangka suaminya akan datang kemari.


"Kenapa tiba-tiba ada disini. Kenapa kamu bukannya sedang bekerja "


"Ayo pulang, jangan membuat aku malu "


Dimas langsung menarik tangan istrinya itu, tapi Gea malah berpegangan pada kursi.


"Kamu ini ya, kenapa membuat aku malu Gea ayo kita pulang sekarang "


"Tidak aku tidak mau pulang, sebelum Mama kamu bisa terima aku. Kenapa sulit banget sih terima aku untuk menjadi menantunya, aku udah baik aku ga kayak dulu lagi. Semua juga sudah berlalu, udah jadi masa lalu ga akan pernah bisa berubah "


"Ayo pulang"


Dimas lebih kencang lagi menarik istrinya itu dan memasukannya kedalam mobil. Gea sudah menangis lagi. Didalam mobil Gea tak henti-hentinya berbicara sambil menangis.


"Kamu ini kenapa sih Gea, membuat aku malu kenapa tak bisa diam dirumah dan Mama nanti yang datang kerumah kita "


"Kapan semua itu terjadi, tak akan pernah terjadi Dimas. Mama kamu tak akan pernah datang menemui aku. Entah kenapa aku ingin sekali menemuinya. Aku ingin sekali dipeluk oleh Mama kamu, aku juga ingin disayang olehnya. Tak pernah aku minta sesuatu seperti ini Dimas, seharusnya kamu bisa mengabulkan semuanya "


"Aku tak bisa memaksa Mama, kalau mama ingin seperti itu ya mau bagaimana lagi. Sudahlah lebih baik kamu fokus pada kehamilan kamu itu, jaga anak kita baik-baik jangan minta yang aneh-aneh aku tak bisa mengabulkan yang itu, yang lain saja maka aku akan turuti "


"Tak ada hanya itu saja yang aku mau, aku tak mau apa-apa Dimas "


"Terserah kamu saja lah. Kamu sudah mencobanya sendiri dan akhirnya apa seperti itu kan"


Tangis Gea malah makin menjadi-jadi saja Dimas rasannya pusing sekali dengan tingkah istrinya ini. Kenapa saat mengandung seperti ini malah makin rewel saja.


Gea makin manja padanya, padahal Dimas sudah tak punya rasa sedikitpun pada Gea ini. Dimas sudah hilang rasa pokoknya entah harus bagaimana mengembalikan semuanya lagi.

__ADS_1


...----------------...


Freya melihat banyak bunga dibentuk seperti karpet panjang dan terarah kearah mobilnya. Freya yang tak mau menginjak bunga itu hanya jalan di pinggirnya saja sambil menatap bunga-bunga itu.


"Ini maksudnya apa, dan siapa juga yang melakukan ini sungguh aneh sekali padahal bunga ini sayang lo, dihambur-hamburkan seperti ini "


Freya terus saja berjalan, saat sudah ada didepan mobilnya Freya melihat ada Amar tak jauh darinya, Amar melambaikan tangannya padannya.


Freya sekarang tahu siapa yang telah melakukan ini, ternyata Amar. Freya senang tapi saat mengigat kata-kata dari neneknya Amar, senyum Freya langsung pudar.


Freya dengan cepat langsung membuka pintu mobilnya dan masuk serta langsung pergi. Amar yang tadinya sedang tersenyum langsung murung lagi.


"Kenapa Freya begitu sulit untuk mendapat hati kamu itu, kenapa aku begitu kesusahan untuk mendapatkan kamu lagi "


Amar langsung masuk kedalam mobil dan mengikuti kemana perginya Freya. Amar akan menghubungi Dimas, ternyata apa yang dia lakukan hanya sia-sia saja. Tapi Dimas tak mengangkatnya kemana dia.


"Sialan, apakah Dimas hanya ingin mempermainkan aku saja, apakah Dimas sedang membuat lelucon untukku, kenapa sekarang dia sulit sekali dihubungi "


Amar terus saja mendumal, Amar kira semua ini akan berhasil dengan mengikuti saran dari Dimas. Tapi nyatanya tetap saja gagal, malah tak berhasil dan Freya pergi begitu saja tanpa respon sedikit pun.


...----------------...


"Siapa itu Dimas, kenapa kamu tak mengangkatnya. Kenapa kamu malah mendiamkannya saja "


"Bukan siapa-siapa "


"Bohong kamu " teriak Gea sambil ingin mengambil ponsel Dimas, tapi Dimas tak kalah cepat dia langsung menyembunyikan ponselnya.


"Dimas kemari kan ponsel kamu itu, bukannya kamu sudah janji sama aku ga akan ada yang sembunyi-sembunyi kan lagi "


"Aku sudah bilang sama kamu Gea, aku tak suka kalau ponsel aku dibuka-buka ini privasi. Yang menelfon juga Amar, bukan siapa-siapa dia menyuruhku untuk cepat kerumah sakit pasti "

__ADS_1


"Bohong aku tak percaya, aku ingin melihatnya sendiri, kamu tak bisa seperti pada aku Dimas. Kamu jangan buat aku curiga "


"Untuk apa aku membuta kamu curiga, sudahlah sebentar lagi akan sampai rumah dan jangan rewel, aku harus pergi kerumah sakit dengan cepat. Aku masih sayang dengan pekerjaan aku itu "


Gea mengelengkan kepalanya dengan kuat, saat sudah sampai didepan rumah Gea tak mau turun kasih saja diam dan menatap suaminya dengan air mata yang sudah bercucuran.


"Turun Gea, aku harus pergi bekerja "


"Tidak, aku harus melihat ponsel kamu dulu. Siapa dulu yang menghubungi kamu sampai beberapa kali seperti itu, dan mau apa dia. Aku ingin melihatnya cepat kemari kan ponsel mu itu "


"Gea turun " teriak Dimas dengan sangat marah.


Bukan apa-apa didalam sana ada pesan bersama Amar yang banyak membahas tentang Freya, Dimas tak mau malah makin panjang saja nanti masalahnya. Dimas tahu betul bagaimana Gea, yang pasti akan membesar-besarkan segalanya.


"Tidak, aku tak akan turun sebelum kamu memperlihatkan semuanya. Aku akan tetap disini, aku tak peduli kamu mau kerja atau tidak, aku tak peduli juga mau kamu dipecat atau tidak "


Dimas langsung saja keluar dari dalam mobil, Dimas menyetop kan taksi dan pergi begitu saja. Dimas benar-benar sudah tak peduli lagi dengan Gea.


Gea sendiri sungguh tak habis fikir dengan suaminya. Kenapa suaminya itu malah pergi begitu saja dan membiarkannya begitu saja didalam mobil.


"Akhh kenapa Dimas meninggalkan aku, kenapa Dimas begitu jahat dengan aku"


Gea memukul-mukul kepalanya dengan kuat, Gea begitu stress dengan jalan hidupnya ini. Tak diterima oleh siapa-siapa itu sangat menyakitkan sekali.


"Aku tidak bisa hidup terus begini, aku tak bisa aku tak kuat, aku benar-benar tidak kuat "


Tangis Gea makin saja menjadi-jadi. Gea belum mau keluar dari dalam mobil, Gea ingin melampiaskan segalanya. Gea ingin tenang nanti saat masuk kedalam rumah.


Gea yakin kalau suaminya itu selingkuh, pasti kalau tak selingkuh suaminya tak akan seperti tadi tak membolehkannya untuk mengecek ponselnya. Biasannya juga suaminya itu membolehkannya untuk mengecek ponselnya.


Tapi sekarang malah seperti itu, katanya privasi, privasi apa yang suaminya jaga itu.

__ADS_1


__ADS_2