
Freya langsung ditarik begitu saja oleh Dimas, tapi Freya dengan kuat menghentakkan tangan Dimas yang menggenggamnya.
"Apa-apaan sih kamu kita ini udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, pembicaraan yang kita lakukan juga tidak ada gunanya. Gea sudah menjelaskan yang sebenarnya kalau kamu yang menghianatiku kamu selingkuh dengan Gea jadi apalagi yang perlu kita bicarakan tidak ada lagi Dimas, semuanya memang sudah benar-benar selesai"
"Aku minta maaf Freya "
"Ya aku sudah memaafkanmu itu sudah berlalu begitu lama. Aku sudah melupakan semuanya, jadi sudah aku tidak mau membahas hal ini lagi. Jalani hidupmu aku pun akan menjalani hidupku jangan mengganggu hidupku lagi. Sudah cukup aku tidak mau diganggu olehmu, dan jangan pernah terus memanggil memanggil namaku untuk datang ke sini, jika punya masalah maka hadapi sendiri "
"Aku ingin kembali dengan kamu, aku ingin memulai semuanya dari awal lagi Freya, aku yakin kita bisa "
__ADS_1
Amar tentu saja yang sudah kesal tersulut emosinya. Amar menarik kerah pakaian Dimas "Sudah cukup aku ini muak dengan semua kata-katamu ini, kamu tidak lihat kalau Freya itu sudah punya suami dan aku suaminya. Aku berdiri tegak di sini dan masih hidup ada di hadapanmu tapi kamu sudah berani berkata seperti itu pada istriku, aku sudah dengan baik membiarkan Freya datang kemari ya jangan melunjak denganku dan jangan macam-macam juga denganku"
"Amar sudah Amar, maafkan Dimas dia hanya mengatakan dia ingin kembali dengan Freya, dia hanya mengatakan itu, sudah Amar sudah hentikan jangan seperti ini, mama mohon sama kamu. Kamu tahu kan kondisi Dimas seperti apa "
Mama Astuti mencoba untuk memisahkan mereka berdua, tapi Amar yang sudah terlanjur kesal malah makin menarik kerah Dimas, bahkan Amar memukul Dimas.
Mama Astuti dan juga Gea histeris tak karuan, mereka tak mau sampai terjadi sesuatu dengan Dimas. Mereka langsung maju dan memisahkan Amar dan juga Dimas yang bertengkar.
Amar melepaskan Dimas, Amar mengatur nafasnya. Kemarahannya ini sudah diujung tanduk. Amar sudah tak bisa menahan semuanya lagi.
__ADS_1
"Jika aku mendengar kamu ingin menemui istriku lagi, atau merengek seperti anak kecil seperti tadi maka hadapi aku dulu, akan aku habisi kamu. Kamu sudah punya istri maka merengek lah pada istri mu sendiri jangan pada istri orang lain "
Amar menatap istrinya yang sudah tegang, Amar langsung menarik tangan istrinya untuk pulang, tak lupa Amar juga membawa Helena untuk pulang tak mungkin Amar lupa dengan anaknya itu.
Mama Astuti sendiri setelah melihat Amar dan Freya pergi segera membantu Dimas bangun, Gea juga sama langsung menuntun suaminya untuk masuk kedalam rumah.
"Dimas sudah lupakan Freya jangan begini nak, Freya sudah menikah lagi, lebih baik kamu hidup dengan Gea, meskipun kamu melupakan istrimu tapi cobalah untuk menerimanya, mama yakin kamu akan ingat lagi nanti "
Dimas malah mengelengkan kepalanya. Dimas memegang luka di pipinya "Aku tak akan menyerah, aku akan tetap berjuang, aku tak bisa hidup dengan perempuan yang tak aku cintai " sambil menatap Gea
__ADS_1
Dimas benar-benar tak memikirkan bagaimana perasaan Gea, dia hanya memikirkan tentang perasaannya saja. Memang dari dulu Dimas adalah laki-laki yang keras kepala.